Anda di halaman 1dari 59

Struktur dan Anatomi Burung

Aves (burung) adalah kelompok hewan bertulang belakang


(vertebrata) yang unik, karena sebagian besar aves
merupakan binatang yang beradaptasi dengan kehidupan
secara sempurna. Walaupun semua aves ditutupi bulu, akan
tetapi jenis tertentu seperti burung unta, burung emu atau
kiwi tidak dapat terbang. Bahkan ada jenis burung tertentu
yang tidak memiliki sayap.
Aves adalah hewan berdarah panas sama seperti mamalia,
aves berkembang biak dengan ovipar (bertelur). Sebagian
mereka hidup menetap, dan ada juga yang hidup berpindah
tempat (migrasi).
Tubuh utama dari aves terdiri atas kepala, leher, badan dan
ekor. Ciri-ciri utama dari aves adalah tubuhnya berbulu,
memiliki paruh yang sesuai dengan makanannya. Pemakan
daging seperti elang dan burung hantu memiliki paruh yang
bengkok dan sangat tajam untuk merobek. Paruh yang kuat
membantu burung yang memakan biji-bijian.
Bebek dan angsa memiliki paruh yang luas, untuk membantu
beradaptasi di air dan karena bebek dan angsa hanya
memakan makanan yang lunak. Hampir semua aves
mempunyai sayap, dan kebanyakan dari mereka juga dapat
terbang. Alat gerak seperti kaki pada aves terdiri dari 4 jari,
yang digunakan untuk berjalan, bertengger, mencengkram
mangsa.
Aves termasuk hewan berdarah panas, suhu tubuhnya
mencapai 40 derajat celsius. Hewan ini berkembang biak
dengan cara bertelur. Telurnya ada yang berwarna dan juga
berbintik-bintik. Mereka melindungi telurnya dengan cara
membuat sarang.
Sebagian besar burung memiliki kerangka ringan dan tulang
keropos, hal ini membuat mereka dengan cukup ringan
untuk terbang. Pinguin tidak bisa terbang dikarenakan
mempunyai tulang yang berat yang berisi sumsum tulang
yang cukup memadai untuk membantu mereka menjaga
suhu tubuuhnya untuk bertahan disuhu yang sangat dingin.
Burung unta memiliki tulang yang berat dan juga kuat pada
kakinya, ini membantu mereka untuk berjalan dan berlari
dalam melakukan kehidupan sehari-harinya.
Struktur tubuh (anatomi) aves meliputi :
Hampir seluruhnya ditutupi bulu dan kakinya bersisik yang
merupakan ciri mirip reptil.
Leher fleksibel dan tengkoraknya berhubungan dengan
condylus occipital tunggal.
Otak relatif besar dengan corpora striata yang padat
(bagian otak yang berfungsi sebagai pengatur perilaku dan
insting). Lobus opticus (bagian otak yang berfungsi sebagai
penglihatan) besar.
Rahang bawah terdiri atas tulang-tulang yang kompleks.
Terdapat auditory ossicle (tulang pendengaran).
Suara yang dihasilkan oleh syrinx yang terdapat pada dasar
trakea. Larynx pada aves tidak berkembang (rudimenter)
dan tidak ada pita suara.
Tidak mempunyai gigi, kecuali gigi telur yang diperlukan
untuk membantu penetasan. Mulut mempunyai rostum
(paruh) yang terbentuk oleh maxilla pada ruang atas dan
mandibula pada ruang bawah dan terbuat dari zat tanduk.
Pada atap paruh atas terdapat lubang hidung (nares
interna pada sebelah dalam dan nares externa sebelah
luar)
Tungkai muka bermodifikasi menjadi sayap, sehingga burung
dapat terbang. Bagian lengan bermodifikasi menjadi panjang,
jari tengah memanjang untuk menyokong bulu terbang.
Sebuah jari depan terpisah untuk menyokong bulu alula
yaitu bulu kecil yang merupakan bulu penting untuk gerakan
aerodinamika. Jari belakang menyokong jari tengah.
Tungkai belakang bermodifikasi secara beragam untuk
berjalan dengan dua kaki di tanah,atau burung berenang atau
kedua-duanya. Umumnya mempunyai mempunyai jari-
jari,satu ke arah belakang (hallux), dan tiga ke arah depan.
Tulang panjang maupun tulang vertebrae (tulang belakang)
tidak mempunyai epiphisis.Vertebrae cervical (tulang
leher) berbentuk sadel di bagian tengah sehingga leher
dapat bergerak leluasa.
Jantung beruang empat. Lengkung aorta kiri tidak ada,
eritrosit berbentuk bulat dan berinti.
Tidak mempunyai diafragma. Sistem kantung udara yang
berkembang dengan baik sangat membantu paru-paru
untuk mengedarkan udara ke seluruh tubuh
Telur besar dengan kuning telur yang banyak dan
dilindungi oleh cangkang kapur. Pengeraman dilakukan
oleh salah satu atau kedua induknya di dalam sarang.
Suhu badan tetap, umumnya lebih tinggi dari pada mamalia
yaitu diatas 40 derajat Celcius
1. Sistem Pernapasan
Burung memiliki kebutuhan oksigen yang tinggi. Burung
memiliki alveoulus (kantong udara) yang berfungsi untuk
pertukaran udara yang masuk dan keluar. Alveolus nya juga
dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan udara.
Udara mengalir dari kantung udara belakang (posterior) ke
depan (anterior). Udara di hirup melalui hidung, masuk ke
paru-paru melalui tenggorokan atau trakea.
Setelah sampai diparu-paru, oksigen tersebut masuk
kedalam darah dan membawa oksigen keseluruh tubuh,
kemudian darah yang kembali keparu-paru membawa
karbon dioksida, dan dikeluarkan kembali melalui hidung
atau mulut. Difusi atau pertukaran gas pada paru-paru aves
lebih baik dibandingkan mamalia.
2. Sistem peredaran darah
Burung memiliki empat ruang jantung, sama halnya dengan
manusia. Hal ini memungkinkan nutrisi mudah untuk
sampai ke seluruh organ tubuh, juga transportasi oksigen
ke seluruh tubuh. energi ini digunakan oleh burung untuk
banyak hal, terutama untuk terbang.
3. Sistem pencernaan
Pencernaan pada burung dimulai dari rostrum (paruh),
rongga mulut, pharynx, esophagus, proventriculus,
lambung, intestinum (usus) tenue dan crassum, dan
terakhir adalah pembuangan melalui kloaka. Hati, pankreas
dan glandula salivales juga membantu pencernaan melalui
enzim dan zat yang dihasilkannya. Burung memiliki
kantung otot sepanjang esofagus yang disebut panen.
Lambung pada burung terdiri dari empat otot yang
memutar dan menghancurkan.
4. Sistem urogenital
Terdiri atas organ kemih dan organa kelamin, yaitu :
Organ kemih terdiri atas :
ren (ginjal) : berjumlah dua, berfungsi mengatur
keseimbangan cairan dan elektrolit.
ureter (saluran dari ginjal) : berjumlah dua, menuju ke bawah
dan bermuara langsung dalam kloaka.
kloaka : adalah suatu ruangan yang tunggal, dimana bermuara
saluran-saluran kelamin, kencing dan feses.
Organ kelamin, terdiri atas :
1.ovarium : hanya yang sebelah kiri saja.
2.oviduct (saluran telur) : merupakan saluran lurus yang
bermuara pada kloaka.
KLASIFIKASI AVES
Aves (burung) dapat diklasifikasikan kembali menjadi
beberapa ordo. Berdasarkan kemampuan terbangnya,
kelompok aves (burung) dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Carinata
Burung yang tergolong karinata memiliki taju dada
(carina). Taju dada berfungsi menyokong otot dadanya
yang besar. Otot dada memberikan kekuatan terbang.
Pada pinguin contohnya pinguin gentoo (Pygoscelis papua),
yang merupakan karinata yang tidak terbang, otot dadanya
digunakan untuk berenang di laut mencari makanan.
b. Ratita
Burung yang tergolong ratita tidak memiliki taju dada pada
tulang dadanya. Otot dadanya juga tidak sebesar burung
karinata. Burung unta (Struthio camelus), kiwi (Apteryx
australis), emu (Dromaius novaehollandiae) dan Kasuari
Aves (burung) meliputi banyak sekali ordo, beberapa ordo yang
telah punah, antara lain:
a. Aepyornithiformes ( burung gajah), tinggi 3 m, telur 21-30
cm, terdapat di Malagasi.
b. Dinornithiformes, tinggi 3 m, telur 14-18 cm, pernah
hidup di Selandia Baru.
c. Hesperornis dan Ichthyornis, burung bergigi, hidup di
Amerika Serikat.
d. Archaeopteryx, bergigi, tidak mempunyai pigostil. Fosilnya
terdapat di Jerman.
e. Diatrymiformes, tak dapat terbang, dan berparuh besar.
Burung ini terdapat di Amerika Serika
Beberapa ordo yang masih ada, antara lain:
a. Rosares (Galliformes)
Rosaries memiliki paruh pendek. Kakinya berfungsi untukmengais
dan berlari.
Contoh: ayam buras, merak, kalkun, maleo
b. Ratites (Palaeognathae)
Ratites meliputi beberapa ordo burung tak dapat terbang, yaitu
sebagai berikut:
1) Struthioniformes, contohnya burung unta
2) Casuariiformes, contohnya kasuari
3) Apterygiformes, contohnya kiwi
4) Rheiformes, contohnya burung rea.
c. Anseriformes (burung perenang)
Burung ini berkaki pendek, memiliki selaput renang diantara
jari-jari kaki. Ekor pendek, paruh melebar berkrista
penyaring.
Contoh: entok, itik, angsa, belibis.
d. Ciconiiformes
Burung ini berkepala botak, memiliki paruh, leher, dan tungkai panjang.
Hidup bergerombol, memakan hewan air.
Contoh: blekok, flamingo, bangau jawa.
e. Coraciiformes
Burung raja berparuh besar, kepala besar, tungkai pendek. Pemakan
hewan seperti ikan, udang,katak, kupu-kupu, kumbang, lebah.
Contoh: raja udang, rangkong, tetangket.
f. Columbiformes
Burung merpati atau dara merupakan pemakan biji-bijian. Paruh pendek
dengan sora dipangkalnya. Tembolok besar, sel epitelnya mudah
mengelupas dan diberikan kepada anaknya semasa masih kecil lewat
paruhnya (disebut susu merpati).
Contoh: merpati, perkutut, tekukur.
g. Apodiformes (burung dengung)
Tubuh kecil berukuran 5,6 cm. paruh lembek, lidah panjangdan
dapat dijulurkan, membuat sarang dari lidahnya.
Contoh: burung kolibri, wallet, lelayang.
h. Oscines (Passeriformes) atau burung penyanyi
Pita suara berfungsi bagus. Tiga jari kaki menghadap ke depan,
satu jari kaki menghadap ke belakang, sesuai untuk bertengger.
Telur berwarna-warni, ketika menetas anaknya masih buta.
Peakan serangga dan berbagai biji-bijian.
Contoh: burung gereja, burung kenari, cendrawasih, dan jalak.
Galliformes adalah ordo burung yang meliputi kalkun,
ayam hutan, burung puyuh, kuau, merak dan ayam hutan
hias. Ordo ini terdiri dari sekitar 256 spesies yang
tersebar di mancanegara.
Burung-burung dalam ordo Galliformes mempunyai aneka
ukuran, dari burung Puyuh Batu yang berukuran kecil
sampai Kalkun Liar yang berukuran sekitar 120 cm.
Spesies burung dalam ordo ini umumnya memiliki badan
besar dan kaki yang cukup panjang. Makanannya terdiri
dari tumbuh-tumbuhan, serangga dan hewan kecil.
Meskipun ada sejumlah kecil burung yang tidak dapat terbang,
namun semua struktur aves merupakan bentuk adaptasi untuk
terbang.
Hal ini jelas tampak pada burung yang tak dapat terbang
seperti burung unta dan penguin yang menunjukan bahwa
mereka berasal dari nenek moyang yang dapat terbang, adaptasi
ini tampak dalam bentuk tubuh yang aerodinamik yang
memungkinkan mereka untuk terbang. Burung dapat hidup di
tanah, dan ada pula yang hidup sebagai burung aquatik. Burung
yang hidup di tanah pada umumnya bersifat omnivora, mengambil
makanan di tanah, dan umumnya mempunyai kaki yang kuat
untuk mencakar-cakar tanah atau untuk menyimpan makanan
Pada umumnya burung aquatik menggunakan kakinya untuk
berenang, atau mempunyai kaki yang panjang untuk berjalan di
air yang memungkinkan mereka untuk mencari makanan di
lingkungan aquatik. Burung aquatik cenderung dikategorikan ke
dalam tiga kelompok sekalipun batasnya tidak terlalu tajam.
Pertama, adalah burung laut (marine birds) yang mencari makan
di laut lepas dan kembali ke darat untuk berkembang biak
di pulau karang pantai. Kedua adalah kelompok yang terutama
mengandalkan air tawar sebagai sumber makanan dan cenderung
membuat sarang dekat sumber makanannya. Ketiga adalah
kelompok burung pantai yang terdiri dari sub ordo yaitu
Charadiiformes.
Beberapa jenis Carinatae beradaptasi penuh dengan
kehidupan laut, jarang pergi ke darat kecuali untuk
berkembang biak. Ciri khas burung laut termasuk penguin,
berkembang biak secara berkelompok di daerah pantai yang
terpencil atau pulau-pulau kecil di mana mereka dapat
membuat sarang dengan tenang , bebas dari predator.
Dalam kelompok ini terdapat ordo yang merupakan burung
laut sejati yaitu Ordo Procellariiformes (Tubinares), ordo
yang cenderung secara progresif menjadi burung air tawar
yaitu ordo Pelecaniformes, dan ordo yang terdiri atas
penguin yang sangat divergen yaitu Sphenisciformes.
Burung laut tak dapat menghindar dari penyerapan garam
dari air laut yang bertolak belakang dengan masalah fisiologi
untuk mempertahankan keseimbangan osmotik. Banyak
burung laut mengatasi masalah ini dengan modifikasi
kelenjar lacrimal untuk mengeluarkan kelebihan garam
melalui lubang hidung
Procellariiformes (Tubinares
Procellariiformes terdiri atas burung Albatros, Shearwater,
Storm- petrel, dan Diving-petrel dan semuanya merupakan
burung laut sejati. Mempunyai hidung tabung yang unik yang
terletak sepanjang mandibula yang terpisah atau bersatu
membentuk tabung tunggal, karena itulah ordo ini dinamai
pula Tubinares yang berarti hidung tabung.
Procellariiformes berbagai ukuran dari yang sangat besar
contohnya Wandering Albatross, dengan berat 11 kg dan
lebar sayap 3,6 meter, burung kecil seperti Least Badai
Petrel, dengan berat 20 g dengan lebar sayap 32cm, dan yang
terkecil dari prion, Fairy prion, dengan lebar sayap 23-28cm.
Mereka memiliki paruh yang tertutup oleh satu atau dua
tabung di sepanjang paruh mereka, yang beralur dengan
ujung paruhnya yang berbentuk seperti pengait. Paruhnya
tersusun dari beberapa lempengan. Sayap mereka panjang
dan tipis, kaki berselaput, dan kaki belakang yang belum
berkembang atau tidak ada, bulu dewasa mereka didominasi
hitam, putih, dan abu-abu.
Beberapa spesies memiliki sisir seperti rahang bawah, yang
terbuat dari pelat tomial, yang berfungsi untuk memakan
plankton. Pengecualian untuk Albatrosses besar dapat
membunuh burung predator besar dengan minyak perut mereka,
yang mereka dapati tembakan dari jarak tertentu. Minyak perut
ini, disimpan dalam proventrikulus, adalah residu pencernaan
yang dibuat dalam foregut, dan digunakan terutama untuk
penyimpanan makanan kaya energi selama penerbangan panjang
mereka serta digunakan untuk pertahanan.
Bentuk sayap mereka yang panjang dan tipis memudahkan
mereka untuk mengudara lama di atas lautan. Salah satu
contohnya albatross besar (genus Diomedea)
dengan bentangan sayap melebihi 340 cm, dimana merupakan
salah satu burung yang mempunyai bentangan sayap terbesar
diantara burung lainnya. Selain itu, sayapnya berfungsi untuk
mempercepat gerakannya saat memangsa ikan yang ada di dalam
laut, dimana sayapnya yang tipis membuat tubuhnya aero
dinamis dengan cepat dapat memangsa ikan yang ada di dalam
air.
Kebanyakan burung tubenoses tidak dapat berjalan baik di
daratan. Kaki burungtubenose tidak memiliki kaki belakang,
yang menyebabkan mereka tidak dapat berjalan baik di
daratan. Selain itu, kaki tubenoses bird terdiri dari selaput
yang membuat mereka berenang baik saat memburu
mangsa di dalam air
Paruh Tubenose mempunyai keunggulan tersendiri dimana
mereka dalam mencium mangsa dengan baik. Lalu
bentuk paruh mereka yang di ujungnya berbentuk
seperti pengait memudahkan mereka untuk
menangkap dan membununh mangsa. Secara umum bentuk
dari paruh tubenoses seperti burung elang namun
paruh burung tubenoses lebih panjang dan runcing
di bagian ujungnya.
Procellariiformes mempunyai sifat monogami dan membentuk
ikatan pasangan jangka panjang yang terbentuk selama
beberapa tahun dan dapat berlangsung selama hidup mereka.
Hanya ada satu telur diletakkan dalam setiap sarang, dan
biasanya hanya satu sarang yang dibuat per tahun, meskipun
kebanyakan albatrosses hanya dapat sarang setiap dua tahun
sekali. Kedua induk tubenoses ikut serta dalam pengeraman
dan pemeliharaan anak mereka. Setelah anaknya dewasa, sang
induk akan membiarkannya tumbuh sendiri.

Kebanyakan spesies bersarang di daratan, sementara


beberapa spesies bersarang dalam rongga alam dan lubang.
Habitat mereka secara umum menjelajahi lautan, hanya saat
melakukan perkembangbiakan saja mereka datang kembali
ke sarang mereka.
Procellariiformes memiliki distribusi yang meluas di seluruh lautan di dunia,
meskipun pada tingkat family dan genus ada yang memilki pola sebaran yang
jelas. Family yang paling banyak tersebar adalah Procellariidae, yang ditemukan
di daerah tropis, beriklim sedang dan kutub dari belahan Utara dan belahan
Selatan, meskipun mayoritas tidak berkembang biak di daerah tropis, dan
setengah spesies hidup di daerah beriklim sedang dan kutub selatan. Storm
petrels hampir sama luas sebagai procellariids, dan terbagi dalam dua subfamili
yang berbeda, yang Oceanitinae memiliki distribusi di belahan bumi selatan dan
sebagian besar Hydrobatinae kebanyakan ditemukan di belahan bumi utara.
Mayoritas albatrosses terbatas di belahan bumi selatan, makan dan bersarang
di daerah beriklim dingin dan diving - petrel terdapat di belahan bumi selatan
Pelican Bird (Ordo Pelecaniformes)
Undan atau pelikan adalah sejenis burung air yang memiliki kantung
yang dapat membesar pada bagian bawah paruhnya. Pelikan terdapat
pada hampir setiap penjuru dunia. Beberapa jenis pelikan merupakan
burung laut, dan sebagian lainnya merupakan burung yang \biasa di air
laut dan di air tawar. Pelecaniformes jarang berada di laut . Dua dari
tiga sub ordo hanya mempunyai satu famili yang benar- benar burung
laut, yaitu tropic-birds dan frigate-birds. Sub ordo ketiga terdiri atas
satu burung laut sejati yaitu gannets, sedangkan Cormorant dan pelikan
mewakili burung laut dan burung air tawar. Famili keempat yaitu darter
hanya ditemukan di perairan darat. Pelecaniformes memiliki ciri khas
yaitu satu-satunya burung yang jari kakinya berselaput penuh yang
mempersatukan jari belakang dengan tiga jari depan.
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Pelecaniformes
Family : Pelecanidae
Genus : Pelecanus
Anatomi
Pelikan adalah burung yang terkenal dengan paruhnya yang
memiliki kantung. Paruhnya yang meruncing panjangnya bisa lebih
dari 30 cm. Paruh sebelah atas memiliki ujung yang bengkok
membentuk kait. Pada paruh bagian bawah sampai tenggorokan
terdapat kantung berupa kulit elastis, yang digunakan untuk
menangkap ikan. Kakinya pendek dan pada jari-jarinya terdapat
selaput yang memudahkannya berenang. Panjang tubuh pelikan
mencapai 1,5m. Bentangan sayapnya antara 1,8 m sampai 2,7 m
tergantung spesiesnya. Pelikan jantan memiliki rupa yang sama
dengan pelikan betina, namun tubuh pelikan jantan sedikit lebih
besar dari pelikan betina.
Undan terkecil adalah undan cokelat (Pelecanus occidentalis)
dengan massa hanya 2,75 kg, panjang tubuh 106 cm dan
lebar bentangan sayap maksimum 1,83 m. Pelikan terbesar
saat ini adalah undan dalmasia (Pelecanus crispus) dengan
massa 15 kg dan panjang 183 cm, dengan lebar bentangan
sayap hingga 3,5 m. Undan Australiamemiliki paruh
terpanjang diantara burung lainnya.
Habitat
Pelikan hidup di pinggir pantai danau dan sungai di berbagai belahan dunia.
Pelikan terdapat di semua benua kecuali benua Antartika. Ada enam spesies
burung pelikan yang terdapat di benua Amerika.

2.3.3 Makanan dan Perburuan


Sebagai burung air, makanan burung pelikan adalah ikan. Beberapa
jenis pelikan menangkap ikan dengan berenang secara bekerjasama dalam satu
kelompok. Mereka membentuk suatu barisan membentuk formasi huruf U untuk
mengepung dan menjebak ikan-ikan ke pinggir air. Mereka menggunakan sayap untuk
mengepak-ngepak permukaan air untuk mengarahkan ikan. Saat ikan-ikan terjebak
dan berkumpul di pinggiran air, mereka menangguknya dengan paruh berkantungnya.
Pelikan kemudian mengarahkan paruhnya ke bawah untuk membuang air dari
kantung tersebut, kemudian menelan ikan yang terperangkap di paruhnya.
Pelikan bersarang dalam koloni besar, dekat air atau di pohon, bergantung
spesies dan habitatnya. Saat masa berbiak, pelikan jantan dan betina
menggunakan kantung di paruhnya untuk mengumpulkan dan mengangkut
material sarang berupa ranting, rumput dan bulu-bulu. Pelikan betina bertelur
dua sampai empat butir telur yang berwarna putih kebiruan. Pelikan jantan dan
betina secara bergantian mengerami telur mereka. Telur akan menetas dalam
jangka waktu sekitar satu bulan. T
elur menetas selisih satu hari, dan anak pelikan yang baru menetas sering
menyerang saudaranya yang lebih muda supaya mendapatkan lebih banyak
makanan. Anak pelikan tidak disuapi dari kantung. Induknya akan membuka
mulutnya lebar-lebar sehingga anaknya dapat mencapai kerongkongan induknya
untuk mengambil makanan yang disediakan. Anak pelikan akan segera dewasa
dalam tiga tahun
Pinguins (Ordo Sphenisciformes)
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Sphenisciformes
Family : Spheniscidae
Penguin adalah burung akuatik yang termasuk dalam kategori burung
yang tidak dapat terbang serta secara umum hidup di belahan Bumi
Selatan. Terdapat 18 spesies penguin yang terdapat diseluruh dunia.
Walaupun secara umum hidup di belahan bumi selatan, namun penguin
tidak hanya ditemukan di daerah dingin atau Antartika saja. Terdapat
tiga spesies penguin yang hidup di daerah tropis. Salah satu contohnya
adalah penguin yang hidup di Kepulauan Galapagos (Penguin Galapagos)
yang biasanya menyeberangi garis khatulistiwa untuk mencari makan.
Umumnya penguin memakan krill (sejenis udang), ikan, cumi-cumi dan
hewan air lainnya yang tertangkap ketika berenang di laut dengan
paruhnya.
Sayapnya merupakan pendayung dan tidak mampu untuk terbang. Di daratan penguin
menggunakan ekor dan sayapnya untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan. Setiap
penguin memiliki warna putih di sebelah dalam tubuhnya dan warna gelap
(biasanya hitam) di sebelah luar tubuh. Hal ini berguna
untuk kamuflase. Hewan pemangsa seperti singa laut dari dalam air akan sulit untuk
melihat penguin karena perutnya yang berwarna putih bercampur dengan pantulan
permukaan air laut. Sedangkan permukaan gelap pada punggungnya juga menyamarkan
penguin dari pandangan hewan pemangsa di atas air. Penguin mampu berenang dengan
kecepatan 6 hingga 12 km/jam bahkan pernah tercatat hingga 27km/jam. Penguin
yang berukuran kecil biasanya menyelam selama satu hingga dua menit dari permukaan
air untuk menangkap makanan. Penguin yang berukuran lebih besar, yaitu penguin
emperor bisa menyelam lebih dalam hingga 565 meter selama 20 menit. Untuk
menghemat energi, kadang-kadang penguin berjalan dengan kaki pendeknya atau
meluncur di salju dengan perutnya.
Penguin memiliki pendengaran yang amat baik. Jika berada di
daratan, penguin amat mengandalkan
pendengarannya. Mata penguin beradaptasi untuk penglihatan
bawah air dalam mencari makanan dan menghindar dari
pemangsa. Kemampuan daya penciuman penguin hingga saat ini
masih belum banyak diketahui dan membutuhkan penelitian lebih
lanjut. Untuk melihat jenis kelamin penguin sangat sulit, karena
penguin tidak memiliki kelamin eksternal.Akibatnya untuk
membedakan jenis kelamin penguin,manusia harus memakai
teknik pemeriksaan kromosom/DNA.
Termasuk jenis yang terbesar di antara famili penguin, yaitu dengan
tinggi badan mencapai lebih dari 1 meter dan bobot lebih dari 35 kg. Sama
seperti jenis penguin lainnya, penguin kaisar juga memiliki kaki yang
berjaring dan bulu tebal di seluruh tubuhnya yang kedap air, dan merupakan
spesies burung yang tidak dapat terbang. Namun ciri yang paling terlihat
untuk membedakan penguin kaisar dengan jenis penguin lain adalah garis
kuning samar pada bagian lehernya.
Makanan utama penguin kaisar adalah ikan, udang, dan cumi-cumi.
Anatomi sayap yang pendek memungkinkan penguin jenis ini untuk
berenang hingga sejauh 15 km dan menyelam sampai pada kedalaman 900
kaki selama 18 menit. Oleh karena itu, ikan yang dimakannya lebih besar
daripada yang dimakan oleh penguin-penguin dengan ukuran tubuh lebih
kecil.
1. Penguin Kaisar (Aptenodytes patagonicus)
2. Penguin Raja (Aptenodytes forsteri)
3. Penguin Raja (Aptenodytes forsteri)
4. Penguin Raja (Aptenodytes forsteri)
5. Penguin Chinstrap (Pygoscelis Antarctica)
6. Penguin Rockhopper (Eudyptes chrysocome)
7. Penguin Magellanic (Spheniscus magellanicus)
8. Pinguin mata kuning (Megadyptes antipodes)