Anda di halaman 1dari 49

BRIEFING UJIAN KOMPREHENSIF 1

BIDANG APOTEK

ANGKATAN 27
PROGRAM PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI UMS
Komponen nilai akhir Praktek Kerja
Profesi Apoteker (PKPA) adalah sbb 2

Nilai praktek : 40%


Nilai DPF : 20%
Nilai ujian komprehensif : 40%
MODEL DAN PELAKSANAAN UJIAN 3

UJIAN TERTULIS :
Tanggal : Senin 23 Januari 2017
JAM : 08.00- SELESAI,
RUANG : K.4. C-D
UJIAN PRAKTEK :
Tanggal : Selasa, 24 Januari 2017
Jam : 08.00- selesai.
Ruang : k.3 AB (Ruang Profesi)
Tata tertib peserta 4

Pakaian :
DILARANG memakai : sandal, pakaian berbahan kaos
atau jeans, anting dan topi (laki-laki)
Wanita : Pakaian atas : putih longgar, bawah : rok hitam
menutup seluruh aurot
Laki-laki : atas putih lengan panjang , celana hitam
panjang, mengenakan dasi
Datang 15 menit sebelum ujian dimulai
Selama ujian DILARANG membawa HP / alat
komunikasi lain
PELAKSANAAN
UJIAN PRAKTEK 5

Mahasiswa datang 15 menit sebelum jadwal ujian


Mahasiswa menempati ruang perpustakaan untuk
dikarantina (tas dan HP diletakkan di luar, diambil setelah
selesai ujian)
Briefing dilaksanakan menjelang ujian di ruang karantina
Petugas akan memanggil peserta sesuai dengan no peserta
(no undian)
Peserta memasuki ruang ujian dan mengerjakan soal yang
diberikan
TEHNIS
6
PELAKSANAAN

ADA 4 STATION, @ 10 MENIT

KELENGKAPAN : BOLPEN, KALKULATOR, KERTAS CORETAN,


BUKU-BUKU SUMBER INFORMASI, PRODUK OBAT, LEMBAR
JAWAB (TERSEDIA)

DI STATION I LEMBAR JAWAB DITINGGAL DI MEJA

DI STATION II LEMBAR JAWAB DIBAWA, PESERTA OBAT KE


STATION III SD IV UNTUK KONSELING DENGAN PASIEN
MATERI UJIAN 7

PerUU apotek & aspek pendirian apotek


Pengetahuan dasar farmasetik & kalkulasi farmasetik

Farmakoterapi: (Hipertensi,DM, Dislipidemia,Pneumonia, gastritis ,


asma, anemia, infeksi parasit
Swamedikasi: sakit kepala, konstipasi,influenza, infeksi jamur kulit
Manajemen perapotekan: Inventory, Penyimpanan, keuangan,
pelaporan
Pengetahuan ALKES

Etika Profesi Apoteker


MATERI UJIAN PRAKTEK
Gastritis dan Gangguan kulit 8

1. Skrining resep : admministratif,


farmakologis dan klinis
2. Komunikasi dengan Dokter
3. Perhitungan jumlah sediaan dan
Harga
4. Pembuatan etiket & copy resep
5. Penyiapan sediaan
6. Melengkapi PMR (Patient
Medication Record)
7. Komunikasi dengan Pasien :
konseling dan swamedikasi
LAYOUT RUANG 9

Sta 4

Sta 1
Sta 3
Sta 2
STATION I
10

Skrining resep
administratif,
farmakologis
klinis
Komunikasi dengan
Dokter
Kompetensi yang diuji 11

1. Kemampuan menganalisis resep terkait problem


administrasi, farmasetis dan farmakologi
2. Komunikasi dengan health professional
3. Kemampuan mengambil keputusan dalam rangka
pelayanan kefarmasian :

Contoh : Penentuan dosis, usulan terapi. Propranolol untuk


antihipertensi ibu hamil , maka peserta mampu mengusulkan
penggantian yang rasional untuk kasus terkait
Metildopa, nifedipin, hidralazin, labetolol
Contoh 12

Lakukan Skrinning terhadap resep di


bawah ini !

Adm : Tidak ada paraf dokter:

Belum ada signa : .

Klinis : Tidak ada tanda


hipertensi
POINT-POINT KOMUNIKASI 13

ETIKA KOMUNIKASI :
Salam, perkenalan diri
TEHNIK KOMUNIKASI
Volume, Tempo, Empati, Pandangan Mata, Pilihan Bahasa
Yang Dipakai. Verifikasi akhir
MATERI KOMUNIKASI
Kebenaran Informasi Yang diberikan
Kelengkapan Informasi yang diberikan
STATION II 14

Kemampuan :
Perhitungan
jumlah sediaan
Perhitungan Harga
Penulisan etiket
Penyiapan sediaan
Kompetensi yang diuji 15

1. Kemampuan membaca resep


2. Kemampuan perhitungan jumlah bahan
3. Kemampuan perhitungan harga
4. Kemampuan membuat etiket yang lengkap
5. Kemampuan menyiapkan bahan sesuai dengan resep
6. Keputusan dalam pelayanan farmasi, misal:
pasien meminta generik, boleh atau tidak?
Mengambil keputusan dalam layanan kefarmasian, misal obat
diminum ac, dc, pc
STATION III 16

Pembuatan
copy resep
Melengkapi
PMR (patient
Medication
Record)
Kompetensi yang diuji 17

Kemampuan membaca resep


Kemampuan membuat kopi resep
Kemampuan menggali informasi
kepada pasien yang dituangkan dalam
PMR (patient medication record)
STATION IV 18

Komunikasi
dengan
Pasien :
konseling &
swamedikasi
Kompetensi yang diuji 19

Kemampuan komunikasi kepada pasien


Aspek yang dinilai :
ETIKA KOMUNIKASI :
Salam, perkenalan diri
TEHNIK KOMUNIKASI
Volume, Tempo, Empati, Pandangan Mata, Pilihan Bahasa
Yang Dipakai. Verifikasi akhir
MATERI KOMUNIKASI
Kebenaran Informasi Yang diberikan
Kelengkapan Informasi yang diberikan
GAMBARAN LALU LINTAS PESERTA UJI 20
Penguji LAY OUT RUANG
pasif Pasien

A B C D E
O
UT

IV IV IV IV IV

III III III III III

II II II II dokter
II

IN I I I I I

21
Jalannya ujian 22

IN
STATION I

STATION II

STATION III

STATION IV out
23
REVIEW MATERI
PerUU apotek & aspek pendirian apotek
24
1. UU Obat Keras (St. No.419 tgl 22 Desember 1949)
2. UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
3. UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika
4. UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika
5. UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
6. UU No. 29 Tahun 2004 tentang: Praktik Kedokteran
7. UU No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika
8. Permenkes No. 919/ Menkes/Per/X/1993 tentang Kriteria Obat Yang
Dapat Diserahkan Tanpa Resep
9. MenKes, 2002, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No
1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian
Ijin Apotek, in DepKesRI, ed., Jakarta.
10. Permenkes. (2014). PerMenKes RI No 35 tahun 2014 TENTANG STANDAR
PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK
PENDIRIAN APOTEK

Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan


No.1332/Menkes/SK/X/2002 pasal 4 (2) menyatakan
bahwa wewenang pemberian izin apotek
dilimpahkan oleh Menteri kepada Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota
.

APOTEK Ka Dinkes Kabupaten/ Kota

STRTTK Ka Dinkes Propinsi

25
SKEMA PERIZINAN

26
SYARAT MENJADI APA 27

Berijazah Apoteker
Apoteker yang telah mengucapkan Sumpah Apoteker
Lulus Uji Kompetensi Apoteker Sertifikat
kompetensi (Exit Exam)
Terdaftar sebagai tenaga kesehatan STRA
Mempunyai SIPA
Sehat Jasmani dan Rohani
Pengetahuan dasar farmasetik & kalkulasi
farmasetik 28

Dapat membedakan bentuk sediaan : Emulsi, suspensi,


syrup, elixir, cream, pasta, unguenta, aerosol , dll
Nama latin
Penamaan obat: Generic , dagang, kimia, IUPAC
Nomenklatur umum :
Suhu : dingin, lewat dingin, sejuk, dll

Derajat Kelarutan

%b/v, %b/b
kalkulasi farmasetik 29

Dosis : Dosis Maksimal, Dosis Lazim


Penghitungan jumlah bahan
Penghitungan jumlah bahan dalam
sediaan cair
Penghitungan kapan obat habis
Pengenceran
1.Pabrik
5. Resep
Pemesanan RANTAI
apotik PELAYANAN OBAT 6.Penerimaan
resep
2.Penerimaan
3.Penyimpanan 7.Status & data
di gudang pasien
Distribusi 4.Penyimpanan
di racik 8.Screening resep

MEDICATION ERROR 10.Penyiapan 9. Etiket


obat

11Pemanggilan pasien Keterangan


12.Penyerahan obat Screening resep :
COUNSELING OBAT 13Inform/Counseling Administrasi error
Pharmaceutical error
Pemahaman Ketaatan Clinical error
Monitoring Outcome
A. SKRINNING ADMINISTRASI
Farmasi menerima resep

Penilaian terhadap resep:


31
Cek Pasien :
1. Nama pasien, (L/P)
2. Umur (tahun), Berat (Kg)
3. Tanggal (hari/bulan/tahun)

Nama dokter, No izin & paraf

Cek Farmasetis : Signatura,


Kompatibilitas, jumlah sediaan

Cek Problem klinis : Pilihan obat,


kontraindikasi, dosis, interaksi

Perlu Hubungi
ada masalah ?? dokter
DM 32
KRITERIA DIAGNOSIS DM
Kadar Gula Plasma Kadar Gula Plasma 2
Diagnosis
Puasa (FPG) Jam PP (OGTT)

Normal <100 mg/dL(5,6 mmol/L) <140 mg/dL (7,8 mmol/L)

Pra Diabetes: 100-125 mg/dL (5,6-6,9


-
IFG mmol/dL)

Pra Diabetes: > 140mg/dL (7,8 mmol/L) dan


-
IGT < 200 mg/dL (11,1 mmol/dL

DIABETES > 126 mg/dL (7 mmol/L) > 200 mg/dL (11,1 mmol/L)

IFG = Impaired Fasting Glucose; IGT = Impaired Glucose Tolerance 33


INTERVENSI FARMAKOTERAPI
PASIEN DIABETES MELLITUS
METFORMIN
PANKREAS OTOT SULFONYLUREA
Insulin Metabolisme
Glucagon
Ambilan
SULFONYLUREA Sekresi Glukosa
MEGLITINIDE
Insulin
Gula disimpan sbg glikogen
SAL.CERNA Absorbsi
DARAH LIVER
Glukosa Glikogen
Diet glukosa

Output glukosa dari Hepar

Penyimpan an THIAZOLI-
Glukosa DINEDIONE

INSULIN
ACARBOSA
EKSOGEN
JAR.ADIPOSA
34
Metabolisme
Changes in BP
Classification

Hypertension 2003;289:2560-2572.
"The Goal is to Get to Goal!

37
38
Pharmacis
t

SWAMEDIKASI: ATURAN
DAN TATA LAKSANA
YANG TEPAT 40
KONSTIPASI

41
Apa penyebab konstipasi?

Perubahan kebiasaan : perjalanan


Lansia : Perubahan metabolism
Kebiasaan menggunakan laxatif
Penyakit atau kondisi tertentu :
Hypokalemia, Hypomagnesemia,
Hypothyroidism, Diabetes mellitus,
Parkinsons, Dementia, Strokes.

42
Apa penyebab konstipasi?

Karena Obat
narkotik
antasida : Al
antidepresan
Supplemen besi

43
What Can You Do?

Banyak minum air putih (8 gelas)


Hindari kafein atau alkohol dehidrasi
Makan kaya serat
buncis, biji-bijian, cereals, buah dan
sayur segar

44
What Can You Do?
Olah raga yang
cukup : Jalan pagi
30 menit perhari

45
What Can You Do? 46

Membiasakan buang air besar secara


teratur dan jangan menunda jika ada
keinginan BAB
Minum laxatives hanya jika perlu,
karena :
Laksatif menurunkan absorbsi vitamin
dan mineral
Mengeluarkan air, elektrolit tubuh
Malas usus
Laxatives: Mekanisme aksi 47
ALKES :

Nama
&
Fungsi

48
PSPA 49
FAKULTAS FARMASI UMS

Terima kasih