Anda di halaman 1dari 51

ANALISIS KURIKULUM TINGKAT SATUAN

PENDIDIKAN (KTSP) TAHUN 2006


DOSEN PENGAMPU:
Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd
KELOMPOK 2:
SITI HAJAR (201310070311134)
NIKA RENI N.N (2013100703111..)
MASFADILAH (201310070311161)
ERYANSYAH F.A (201310070311168)
RADITA MIFTACHUL U (201310070311171)
IRHAM AHSANUL R (201310070311172)
YANG DI ANALISIS:
Ide Pokok
Dasar Hukum
Komponen:
A. Tujuan
B. Isi
C. Organisasi
D. Strategi
E. Evaluasi
Temuan khusus
Model Konsep Kurikulum
Prinsip Pengembangan
Kelebihan dan Kekurangan
IDE POKOK KURIKULUM 2006
Kurikulum 2006 berpusat desentralistik.
Kekurangan kurikulum 2004 yaitu masih ada indikator tapi
belum ada tempat yang cocok untuk tempat KD dan
indikator.
Penciri dari ktsp yaitu indikator bisa dihilangkan dan dibuat
sendiri oleh sekolah sesuai dengan kondisi masing-masing
sekolah, sedangkan KD dibuat oleh pusat.

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan


di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan
tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan
pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
Landasan Hukum
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Pereaturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006 tentang standar
isi untuk pendidikan dasar dan menengah.
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi
Lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menegah.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan peraturan
menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan
dasar dan menengah dan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang
standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2007 tentang
perubahan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan
peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan
pendidikan dasar dan menengah dan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006
tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar
Penilaian Pendidikan.
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang
Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah
Komponen dalam Kurikulum KTSP

TUJUAN ISI/ BAHAN

ORGANISASI STRATEGI

EVALUASI
Tujuan Pendidikan Nasional
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi Marusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.

Bab II Pasal 3 dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang


Tujuan Pendidikan Nasional.
Tujuan Institusional
Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMA/ MA/ SMALB/
Paket C bertujuan:
Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,
akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut

Dalam Permendiknas no 23 tahun 2006 tentang


Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Tujuan SKL (Standar Kompetensi
Lulusan)
Standar kompetensi lulusan pada satuan menengah umum
bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.

Bab V Pasal 26 dalam Peraturan Pemerintah No. 19


Tahun 2005 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
Tujuan Program IPA (SD-MI)
Memperoleh keyakinan Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan
keteraturan alam ciptaan-Nya.
Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan
yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan
melestarikan lingkunga alam.
Meningkatkan kesadaran untuk mengharrgai alam dan segala keteraturannya sebagai salah
satu ciptaan Tuhan.
Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk
mlanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

Lampiran I Dalam Permendiknas No.22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.


Tujuan Program IPA (SMP)
Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan
keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaanNya
Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep dan
prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya
hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan
masyarakat 378
Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bersikap
dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi
Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan
melestarikan lingkungan serta sumber daya alam
Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya
sebagai salah satu ciptaan Tuhan
Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Lampiran 2 Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi


Tujuan Program Biologi
1. Membentuk sikap positif terhadap biologi dengan menyadari keteraturan dan
keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, objektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat
bekerjasama dengan orang lain.
3. Mengembangkan pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji hipotesis
melalui percobaan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan
tertulis.
4. Mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif dengan
menggunakan konsep dan prinsip biologi.
5. Mengembangkan penguasaan konsep dan prinsip biologi dan saling
keterkaitannya dengan IPA lainnya serta mengembangkan pengetahuan,
keterampilan dan sikap percaya diri.
6. Menerapkan konsep dan prinsip biologi untuk menghasilkan karya teknologi
sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan manusia.
7. Meningkatkan kesadaran dan berperan serta dalam menjaga kelestarian
lingkungan.
ISI/BAHAN
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) dalam lampiran Permen No.
22 Tahun 2006 tentang standar isi menyatakan bahwa kurikulum
untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
d. kelompok mata pelajaran estetika;
e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Peraturan Menteri
Pendidikan
Nasional Republik
Indonesia Nomor
22 tahun 2006
tentang standar isi
untuk pendidikan
dasar dan
menengah.
Mata Pelajaran SMA Kelas X
Kurikulum SMA/MA
Kelas X terdiri atas 16
mata pelajaran, muatan
lokal, dan
pengembangan diri.

Lampiran Permen No
22 Tahun 2006 tentang
Standar Isi
Mata Pelajaran SMA Kelas XI & XII
Kurikulum SMA/MA
Kelas XI dan XII
Program IPA, terdiri atas
13 mata pelajaran,
muatan lokal, dan
pengembangan diri.

Lampiran Permen No
22 Tahun 2006 tentang
Standar Isi
ISI MATERI (BIOLOGI)
Kelas X
Ruang lingkup Biologi
Virus (ciri-ciri virus, replikasi virus, peranan virus,
Archaebacteria dan Eubacteria
Protista (ciri-ciri dan peranan)
Jamur/Fungi (ciri-ciri, pengelompokan, reproduksi, peran)
Konsep keanekaragaman gen, jenis dan ekosistem
Keanekaragaman hayati Indonesia
Plantae (ciri-ciri, pengelompokkan, dan peranan)
Animalia
Ekosistem
ISI MATERI (BIOLOGI)
Kelas XI
Struktur dan fungsi sel
Struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan
Struktur dan fungsi organ manusia beserta kelainannya
ISI MATERI (BIOLOGI)
Kelas XII
Pertumbuhan dan Perkembangan pada tumbuhan
Metabolisme pada organisme
Konsep dasar dan prinsip hereditas
Teori evolusi
Prinsip-prinsip dasar bioteknologi
ORGANISASI
Kelompok Mata Pelajaran
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa
kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian;
c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
d. kelompok mata pelajaran estetika;
e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Berdasarkan PERMEN No. 20 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
ORGANISASI
Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB, atau bentuk lain yang sederajat dapat
dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS).
Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang
sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam
satuan kredit semester.
Beban beiajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang
sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan
kredit semester.
Beban belajar minimal dan maksimal bagi satuan pendidikan yang menerapkan
sistem SKS ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usul dari BSNP.
(Pasal 11)

Berdasarkan peraturan pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional


Pendidikan
ORGANISASI
Pengorganisasian kelas-kelas pada SMA/MA dibagi ke dalam dua
kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti
oleh seluruh peserta didik, dan kelas XI dan XII merupakan
program penjurusan yang terdiri atas empat program: (1)
Program Ilmu Pengetahuan Alam, (2) Program Ilmu Pengetahuan
Sosial, (3) Program Bahasa, dan (4) Program Keagamaan, khusus
untuk MA.

Berdasarkan PERMENDIIKBUD No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi


ORGANISASI
Alokasi waktu satu
jam pembelajaran
adalah 45 menit di
SMA
Minggu efektif dalam
satu tahun pelajaran
(dua semester) adalah
34-38 minggu.

Berdasarkan PERMENDIIKBUD No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi


STRATEGI
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan.
Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi
peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang
hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran
tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk
satuan pendidikan Dasar dan Menengah
EVALUASI
Penilaian pendidikan adalah proses
pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk menentukan pencapaian hasil belajar
peserta didik.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia


Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
EVALUASI
Teknik dan Instrumen Penilaian
1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes,
observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan
karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.
2. Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.
3. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar
kegiatan pembelajaran.
4. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau
proyek.
5. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi,
adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai, (b) konstruksi, adalah memenuhi persyaratan
teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, dan (c) bahasa, adalah menggunakan
bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.
6. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian
sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti
validitas empirik.
7. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan
substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang
dapat diperbandingkan antarsekolah, antardaerah, dan antartahun.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia


Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
EVALUASI
Mekanisme dan Prosedur Penilaian:
1. Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.
2. Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat
penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
3. Ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan
kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan
pendidikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia


Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
EVALUASI
Mekanisme dan Prosedur Penilaian:
4. Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran
dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi yang tidak diujikan pada UN dan aspek kognitif
dan/atau aspek psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran
agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan
pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah untuk memperoleh
pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu
persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia


Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
EVALUASI
Mekanisme dan Prosedur Penilaian:
5. Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata
pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata
pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan
melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh
pendidik.
6. Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran
agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan
melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh
pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian sekolah/madrasah
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
EVALUASI
Mekanisme dan Prosedur Penilaian:
7. Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-
langkah: (a) menyusun kisi-kisi ujian, (b) mengembangkan
instrumen, (c) melaksanakan ujian, (d) mengolah dan menentukan
kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah, dan (e)
melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.
8. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari
kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, sebagai
perwujudan sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan
YME, dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi
dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
EVALUASI
Mekanisme dan Prosedur Penilaian:
9. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan
tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik
sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam
kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian
kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian oleh
guru pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi
dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.
10. Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian
kelompok mata pelajaran yang relevan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia


Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
EVALUASI
Mekanisme dan Prosedur Penilaian:
11. Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan
surat keterangan yang ditandatanganioleh pembina kegiatan dan kepala
sekolah/madrasah.
12. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum
diadakan ulangan harian berikutnya.Peserta didik yang belum mencapai
KKM harus mengikuti pembelajaran remedi.
13. Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam
bentuk satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai dengan
deskripsi kemajuan belajar.
14. Kegiatan penilaian oleh pemerintah dilakukan melalui UN dengan
langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN.
15. UN diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
bekerjasama dengan instansi terkait.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
EVALUASI
Mekanisme dan Prosedur Penilaian:
16. Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan
salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan
salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan
berikutnya.
17. Hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan untuk pemetaan mutuprogram dan/atau satuan
pendidikan serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan
pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia


Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
TEMUAN KHUSUS
KTSP mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam
menyelenggarakan pendidikan
Mendorong guru, kepala sekolah dan pihak menejemen
sekolah untuk semakin meningkatkan kreatifitasnya dalam
penyelenggaraan program-program pendidikan. Sekolah
dapat meniitikberatkan pada mata pelajara tertentu yang
dianggap paling dibutuhkan oleh siswanya
Model Konsep Kurikulum Yang
Digunakan di KTSP
KTSP menggunakan model konsep kurikulum
teknologis:
Menekankan isi (uraian kompetensi) (pasal 8):
1. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan
pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap
tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional
Pendidikan.
2. Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri
atas standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standart


Nasional Pendidikan
Model Konsep Kurikulum Yang
Digunakan di KTSP
KTSP menggunakan model konsep kurikulum
teknologis:
Peranan guru tidak dominan dan Disain pengajar disusun
sistemik (menggunakan analisis approach) (Pasal 19):
1) Proses pembelajaran pada satuan pendidikan di-
selenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,
dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standart
Nasional Pendidikan
Model Konsep Kurikulum Yang
Digunakan di KTSP
KTSP menggunakan model konsep kurikulum teknologis:
Disain pengajaran disusun sistemik (menggunakan analisis approach):
Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
b. Inti, Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai
KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses
eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional


Nomor 41 Tahun 2007 Tantang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan
Dasar Dan Menengah
Model Konsep Kurikulum Yang
Digunakan di KTSP
KTSP menggunakan model konsep kurikulum
teknologis:
Evaluasi menggunakan tes objektif, (Pasal 22):
1) Penilaian hasil pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 19 ayat (3) pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah melalui berbagai teknik penilaian sesuai dengan
kompetensi dasar yang harus dikuasai.
2) Teknik penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berupa tes tertulis, observasi, tes praktek, dan penugasan
perseorangan atau kelompok.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standart


Nasional Pendidikan
PENGEMBANGAN KURIKULUM
Bersifat desentralisasi
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat
keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada
pada level bawah dalam suatu struktur organisasi.
Pemberlakuan KTSP dinilai berbagai pihak cukup membawa angin
segar pada sistem pendidikan di Indonesia. Secara prinsip, KTSP
dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi, kerakteristik
daerah dan sosial budaya masyarakat setempat. KTSP dianggap sebagai
kurikulum otonom yang berbasis kerakyatan karena didalamnya dijamin
adanya muatan kearifan lokal.
Itulah yang membuat KTSP dianggap paling cocok untuk
Indonesia. Mengingat keberagaman budaya yang membentang dari ujung
Sumatera sampai Papua. Dengan KTSP segala kekayaan itu dapat diadopsi
sebagai material teaching (bahan pengajaran).
Prinsip-Prinsip dalam Kurikulum KTSP
Secara lebih khusus, KTSP dikembangkan berdasarkan
prinsip-prinsip pengembangan kurikulum (tercantum dalam
lampiran PERMENDIKNAS No.22 Tahun 2006)sebagai berikut
:
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik dan lingkungannya
2. Beragam dan terpadu
3. Tanggap terhadap perkembanganilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
6. Belajar sepanjang hayat
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan


keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan
jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku,
budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender.
Tanggap terhadap perkembanganilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa


ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara
dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum
mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan
secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni.
Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan


pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi
pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya
kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.
Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi


kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang
direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan
antarsemua jenjang pendidikan.
Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan,


pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang
berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan
keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal
dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan
lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan
manusia seutuhnya.
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan
daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan


kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk
membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus
saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto
Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Kelebihan Kurikulum KTSP
KTSP dapat mengembangkan mata pelajaran tertentu yang
disukai siswa
KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-
sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan
kebutuhan
Satuan pendidikan diberikan keleluasaan untuk menyusun dan
mengembangkan silabus mata pelajaran sehingga dapat
mengakomodasikan potensi sekolah, kebutuhan dan
kemampuan peserta didik, serta kebutuhan masyarakat
sekitar sekolah.
Kekurangan Kurikulum KTSP
Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung
sebagai kelengkapan dan pelaksanaan KTSP
Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP
pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada
Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam
pelajaran akan berdampak berkurangnya pendapatan guru.
Sulit untuk memenuhi kewajiban mengajar 24 jam, sebagai
syarat sertifikasi guru untuk mendapatkan tunjangan profesi
KD dan SKL masih belum dapat dibedakan