Anda di halaman 1dari 13

Sesak Napas Pada Anak

Disusun Oleh:
Asterisa Retno Putri

Dokter Pembimbing
dr. Catharina Dian, Sp.A
Sesak napas/dispnea

Suatu persepsi subjektif mengenai


ketidaknyamanan bernapas yang terdiri dari
berbagai sensasi yang berbeda intensitasnya.

Merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor


fisiologi, psikologi, sosial dan lingkungan dan
dapat menginduksi respons fisiologis dan
perilaku sekunder.
Mekanisme dispnea
Pembagian Dispnea
Sesak napas akut: Berlangsung < dari 1 bulan,
dengan awal yang tiba-tiba. Penyebab
diantaranya penyakit paru-paru, jantung atau
trauma dada.
Sesak napas kronik: Berlangsung > dari 1
bulan. Penyebabnya diantaranya asma,
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK),
emfisema, inflamasi paru-paru, tumor,
kelainan pita suara.
Klasifikasi dispnea
Inspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu inspirasi
yang disebabkan oleh karena sulitnya udara untuk memasuki paru.
Ekspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu ekspirasi
yang disebabkan karena sulitnya udara yang keluar dari paru-paru.
Kardiak dispnea, yakni dispnea yang disebabkan primer penyakit
jantung.
Exertional dispnea, yakni dispnea yang disebabkan karena olahraga.
Expansional dispnea, dispnea yang disebabkan karena exspansi dari
rongga toraks.
Paroksimal dispnea, yakni dispnea yang terjadi sewaktu-waktu, baik
pada malam maupun siang hari.
Ortostatik dispnea, yakni dispnea yang berkurang pada waktu posisi
duduk.
Etiologi
Kardiovaskular
Sistem respirasi:
- Bronkiektasis
- Pneumonia
- Asthma bronkiale
Hematogenous dispneu: adanya asidosis, anemia atau anoksia,
biasanya berhubungan dengan exertional (latihan).
Neurogenik dispneu: oleh karena emosi dan organik dispneu yang
terjadi akibat kerusakan jaringan otak atau karena paralisis dari
otot-otot pernapasan.
Sistem Endokrin: Penderita hipertiroid yang diakibatkan kelemahan
otot-otot pernapasan
Intoksikasi: organofosfat (petroleum distillates dan paraquat)
menimbulkan bronkospasme dan yang menyebabkan kesulitan
bernapas. Keracunan salisilat dapat menekan pusat pernapaasan.
Psikogenik: Pada gangguan somatisasi, ansietas dan depresi.
Klasifikasi sesak nafas menurut onset

Menit: pneumotoraks, asma, aspirasi benda asing,


akut left ventrikular failure

Jam hari: pneumonia, bronkiolitis

minggu bulan: anemia, efusi pleura

Bulan tahun: TB paru


Anamnesis
Kapan saja sesak napas dirasakan? Muncul secara mendadak atau
perlahan? Sesak napas terakhir kali kapan? Berapa sering
dirasakan?
Tanyakan mengenai pemicu? Kondisi yang memperingan dan
memperberat?
Apa yang dirasakan? Apakah dapat di deskripsikan?
Dapat menunjukan lokasi sesaknya? Sesaknya menyebar?
Tentukan apakah masalah yang muncul saat ini merupakan kasus
baru atau kambuh?
Jika diberi angka berapa skala sesak yang dirasakan? Gunakan skala
dari 110 (1 = hanya disadari saja; 10 = panik).
Apakah sesak disertai nyeri dada, batuk dengan sputum atau tidak,
demam?
Adakah riwayat pengobatan, pajanan rokok, atau pajanan dengan
penderita tb?
Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : gelisah, tampak sakit, sianosis
Merintih/grunting
Frekuensi pernapasan cepat ( PALS Guidlines 2015 )
Umur < 1 tahun : 30 - 53
Umur 1 2 tahun : 22- 37
Umur 3 5 tahun : 20- 28
Umur 6 - 11 tahun : 18 25
Umur 12 15 tahun : 12 - 20
Hidung: pernapasan cuping hidung
Pemeriksaan fisik Thorax
Inspeksi :
Adanya cedera atau tidak
Gerakan dinding dada
Retraksi dinding dada dan kelainan pada dinding dada yang lain

Perkusi
Pada perkusi dada ditemukan : sonor, hipersonor

Palpasi : vokal fremitu, perabaan massa dsb

Auskultasi
Suara nafas : vesikuler, bronchial, ronkhi, wheezing
Jantung : gallop, murmur
Pemeriksaan penunjang
Complete blood count
Arterial blood gas
Pulse oximetry
Spirometry
Echocardiography
Chest x-ray
Diagnosa banding sesak
Penyakit Anamnesis Pemerikaan Pemeriksaan Tatalaksana
fisik penunjang
Asma
pneumonia Sesak nafas - RR: takipnue - Leukositosis Antibiotik :
Demam - Hidung: - Ro thorax: kloramfenikol
Batuk Pernafasan gambaran 15mg/kgbb
Mual muntah cuping infiltrat, setiap 6 jam
diare hidung airbronchog
- Thorax: ram
retraksi
dada, ronki

TB Paru
Terima kasih