Anda di halaman 1dari 27

Pengertian dan Jenis

Kelim
UMI SAADAH
(14050404049)
S1 PEND. TATA BUSANA
Tujuan Pembelajaran
Agar siswa mampu mengenal dan memahami pengertian dan jenis-jenis
kelim.
Agar siswa mampu membuat berbagai jenis kelim dan menerapkan pada
penyelesaian busana.
Pengertian Kelim

Salah satu metode menyelesaikan garmen yaitu


menyelesaikan kelim, dimana tepi kain dilipat dan
dijahit untuk mencegah terjadinya pengurangan
tiras kain. Kelim merupakan penyelesaian tepi atau
bawah produk busana.
2 macam teknik kelim :

Lebar kelim tergantung pada jenis kelim dan bahan yang


digunakan. Kain berat membutuhkan kelim yang relatif
lebih pendek, sedangkan kain ringan dan transparan
membutuhkan 2 kali lipatan lebar kelim.
Teknik mengelim dapat dilakukan dengan 2 macam cara
yaitu dengan menggunakan tusuk dasar dan mesin
jahit.
A. Kelim Tusuk Dasar
1. Kelim sum/biasa
Caranya: lipatkan pinggir rok sesuai lebar yang diinginkan, lalu
tirasnya dilipatkan ke dalam kurang lebih 1 cm dan dibantu dengan
tusuk jelujur, kemudian di sum dengan jarum, upayakan dalam
lipatan betul-betul rata dan dijahit dengan jarum tangan.
Menusukkan benang kebahan pada bagian bawah kurang lebih 3
helai serat benang, sehingga tidak kelihatan bekas tusukannya, cara
ini dilakukan terus-menerus sampai selesai. Agar hasil tusukan tidak
mudah lepas kurang lebih setiap 6 langkah tusukan dimatikan.
Contoh kelim sum :
2. Kelim sumsang

Teknik mengerjakan sama dengan mengelim sum, tetapi


pada saat memasukkan benang ke bahan dilakukan dua
kali dalam satu lubang sehingga benangnya mati dan tidak
mudah lepas. Jika ada yang putus kegunaan sama dengan
kelim biasa. Kelim ini diselesaikan seperti kelim biasa
bagian baik terlihat tusuk datar serat 1-2 serat.
2. Contoh kelim sumsang :
3. Kelim tusuk flanel
Kelim yang bahan pinggirnya diobras, kemudian dilipat kurang lebih 3
sampai 5 cm dan disum menggunakan tusuk flanel. Terutama dipakai untuk
teknik pengerjaan yang kelimnya lebih rapi dan lebih berkualitas dan juga
untuk bahan yang tebal, untuk rok, blus, ujung lengan dan sebagainya.
Caranya :
a). Dilipitkan pinggir rok, selebar yang dinginkan dan di bantu dengan jelujur;
b). Dijahit dengan tusuk flanel yang satu diatas keliman tidak tembus sampai
keluar dan yang satunya dibawah kelim dekat pinggir lipatan dengan langkah
mundur;
c.) Hasil dari bagian baik hanya tampak satu baris dengan jarak 0.5 cm
Contoh kelim tusuk flanel :
4. Kelim rompok

Teknik pengerjaannya sama dengan disum, hanya tiras pada


pinggiran tidak dilipatkan tetapi dirompok dengan bahan yang
tipis agar tidak terlalu tebal. Kelim yang di rompok terutama
untuk bahan yang tebal seperti jas, mantel, teknik pengerjaannya
sama dengan disum, cuma tiras pinggirnya tidak dilipatkan tapi
dirompok dengan bahan yang tipis agar tidak terlalu tebal,
kemudian baru di sum.
Contoh kelim rompok :
5. Kelim palsu
Kelim palsu yaitu kelim untuk mengatasi masalah bila panjang
kain tidak cukup untuk dibuat keliman, atau bahan yang terlalu
tebal untuk dikelimkan, maka dibuat kelim palsu. Membuat kelim
palsu yaitu dengan cara menyambungkan kain untuk kelim, kain
yang digunakan bisa bahan yang sama atau bahan lain yang lebih
tipis.
Cara penggabungannya adalah: gunting kain sesuai dengan bentuk
yang akan disambung dan lebar keliman, lalu disatukan dengan di
jahit dan kelim di sum. Lebar hasil setikan penyambungan tidak
lebih dari 0.5 cm.
Contoh kelim palsu :
B. Kelim dengan Mesin Jahit
6. Kelim sum mesin
Caranya :
Pinggir kain dikelim dengan jelujur sesuai dengan yang diinginkan,
Kemudian kelim dilipatkan dengan bagian keliman kebawah sebesar 0.2 cm,
Lalu dijahit pada sisa keliman dengan cara sepatu mesin sedikit diangkat,
Kemudian turunkan sepatu mesin dan jahit terus berulang-ulang sampai selesai.
Kelim sum mesin dapat dibuat dengan memakai mesin khusus untuk garmen atau mesin
serbaguna.
Kelim sum mesin untuk bahan-bahan yang tebal dan peneylesaian pada busana konveksi
agar pekerjaan lebih efektif dan efisien.
Contoh kelim sum mesin :
7. Kelim tindas

Kelim tindas yaitu kelim yang dijahit dengan mesin. Cara


mengerjakan kelim tindas adalah, kelim dilipitkan lebih
kurang 1 cm, kemudian ditindas dengan mesin pada
pinggir kelim. Ini biasanya dipakai untuk pinggiran
kemeja, ujung kaki piyama, kaki celana, bawah rok, blus,
dsb.
Contoh kelim tindas :
8. Kelim konveksi

Kelim konveksi yaitu kelim yang sering dipakai untuk


menjahit pakaian di konveksi, yaitu untuk keliman rok,
blus, kemeja, ataupun kaki celana. Caranya sama dengan
kelim tindas tapi perbedaannya terletak pada tusukannya.
Tusukan kelim konveksi terdiri dari 2 baris setikan yaitu di
atas dan di bawah (double) dan lebarnya kurang lebih 1 cm.
Contoh kelim konveksi :
9. Kelim obras

Kelim ini diselesaikan dengan mengobras bagian tepi kampuh


yang akan dikelim dan melipatnya sesuai batas kelim kemudian
diselesaikan dengan jahit tangan yaitu tusuk flanel.
10. Kelim rol
Kelim ini biasa digunakan untuk pakaian yang terbuat dari kain tembus
terang.
Cara penyelesaiannya dapat dibuat dengan dua cara :
a) Kelim yang dibuat dengan mesin serbaguna dengan memakai sepatu rol
serta setikan zig-zag.
b) Kelim juga dapat dibuat dengan cara manual, dengan dipilin sedikit demi
sedikit bagian tepi kain (pakaian), kemudian diselesaikan dengan dijahit
tangan yaitu tusuk balut dengan jarak 0,5-1 cm. Kegunaan adalah kelim rol
untuk mengelim pinggiran kain yang tipis, pinggiran baju kerut/rimpel, ujung
lengan poof, dsb.
Contoh kelim rol :
Diskusi Kelompok
Siswa membentuk dua kelompok diskusi :
Kelompok I :
Menjelaskan langkah-langkah pembuatan kelim sum tangan dan kelim flannel
Kelompok II :
Menjelaskan langkah-langkah pembuatan kelim sum mesin dan kelim konveksi