Anda di halaman 1dari 35

DERMATITIS KONTAK FOTO ALERGEN

LAPORAN KASUS

Pembimbing :
dr. Sunaryo Sp.KK

Presentan :
Fina Nur Insiyah S.Ked
Muhamad Prayoga, S.Ked
Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin
Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta
A. IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. Salim


Usia : 35 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Matesih
Agama : Islam
Tgl Pemeriksaan : 7 juli 2017
B. KELUHAN UTAMA

Pasien mengeluh gatal pada muka dan tangan


kanan dan kiri
C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke poli kulit dan kelamin RSUD
Karanganyar mengeluhkan
jempol kaki kanan yang terasa gatal. Gatal dirasakan
hampir 5 tahunan, sejak duduk dibangku SD. Pasien
sudah mengobati gatalnya dengan obat-obatan yang
dibeli di apotek, berupa obat minum yang diminum 1
kali sehari dan salep hidrokortison yang dioleskan
setelah mandi. Pasien sering merendam kaki dengan air
garam. Namun, gatal tak juga berkurang. Pasien
mengaku sehabis makan telur dan daging, jempol kaki
kanan akan terasa semakin gatal.
D. Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat keluhan serupa : disangkal


Riwayat alergi (rhinitis, asma) : disangkal

E. Riwayat Keluarga

Riwayat keluhan serupa : disangkal


Riwayat alergi (rhinitis, asma) : disangkal
Jempol Kaki Kanan
Patch eritem dengan
batas tak tegas
deskuamasi,hiperker
atosis dan ekskoriasi

F. PEMERIKSAAN FISIK
STATUS DERMATOLOGI
DIAGNOSIS BANDING

Dermatitis Kontak

DERMATITIS KERJA

Dermatitis Kontak Iritan


TERAPI

1. Desoksimethason tube No. II


Dioles 2 kali sehari
2. Cetirizine tab no. V
Diminum 1x1 tab pada malam hari
3. Fusycom tube No. I
Dioles 2 kali sehari
SARAN/NASEHAT

1. Memakai dan menghabiskan obat yang hanya


diresepkan
2. Menjaga kebersihan agar tidak timbul infeksi
sekunder
3. Tidak merendam kaki dengan air hangat atau
garam, dan tidak digosok-gosokkan
4. Kontrol kembali
DERMATITIS
Definisi
Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis
dan dermis) sebagai respon terhadap pengaruh
faktor endogen atau faktor eksogen, menimbulkan
kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik
(eritema, edema, papul, vesikel, skuama,
likenifikasi) dan keluhan gatal.
Klasifikasi Dermatitis :

I. Dermatitis Eksogen : - Dermatitis Kontak Alergik


(DKA)
- Dermatitis Kontak Foto
alergik (DKFA)
II. Dermatitis endogen : - Dermatitis Medikamentosa
- Dermatitis Alimentosa
- Id reaksi(Dermatofitid)
III. Dermatitis dng. Kausa tidak diketahui
- Dermatitis Atopik
- Dermatitis Sebore
- Dermatitis Stasis
- Neurodermatitis
- Prurigo nodularis
- Dermatitis Numularis
Dermatitis Dermatitis yang disebabkan
oleh bahan / substansi yang
kontak menempel pada kulit

Klasifikasi :
Dermatitis Kontak Iritan
Dermatitis Kontak Alergi
Dermatitis Foto Kontak Alergi
DERMATITIS KONTAK IRITAN
Dermatitis yang disebabkan oleh bahan/substansi
yang menempel pada kulit, dimana reaksi peradangan
kulit bersifat non imunologik, kerusakan kulit terjadi
langsung tanpa didahului proses sensitisasi.
Kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang
disebabkan oleh bahan iritan melalui kerja kimiawi
atau fisik.
ETIOLOGI
Bahan iritan, misalnya :
asam dan basa yang kuat
pelarut organik
minyak pelumas
serbuk kayu
Detergen
PATOGENESIS

Toksin (bahan iritan) Merusak membran lemak keratinosit

Fosfolipase aktif
Menembus membran sel

Merusak lisosom dan mitokondria asam arakidonat, diasilgliserida, platelet


activating factor, dan inositida
PATOGENESIS

Asam arakidonat Menginduksi vasodilatasi


dan meningkatkan
permeabilitas vaskular

Prostaglandin dan kemoantraktan kuat untuk


Leukotrien untuk limfosit dan neutrofil

Aktivasi sel
mast

Histamin, Leukotrien, Prostaglandin lain,


PAF
PATOGENESIS

Keratinosit

TNF mengaktivasi sel T, makrofag dan


granulosit
menginduksi ekspresi molekul adhesi sel
dan pelepasan sitokin

Seluruh kejadian tersebut menimbulkn gejala peradangan yang klasik di tempat


terjadinya kontak di kulit berupa eritema, edema, panas, dan nyeri
GAMBARAN KLINIS
Kelainan kulit yang terjadi beragam tergantung pada
sifat iritan
Predileksi yang terjadi pada kedua tangan, kaki dan
daerah yang terpajan
FIGURE 2-2 Acute irritant contact dermatitis on the hand due to an
industrial solvent There is massive blistering on the palm.
FIGURE 2-4 A. Chronic irritant dermatitis with acute exacerbation in a housewife
The patient used turpentine to clean her hands after painting. Erythema, fissuring,
and scaling
PEMERIKSAAN PENUNJANG

KOH dan kultur Patch test Biopsi kulit


bakteri
Untuk menyingkirkan Untuk menyingkirkan
KOH : untuk DKA kelainan kulit yang
menyingkirkan lain
adanya infeksi jamur
Kultur bakteri : bila
ada infeksi sekunder
DIFFERENTIAL DIAGNOSA

Dermatitis Kontak Alergi


Non medikamentosa
Menghindari bahan-bahan iritan
Melakukan proteksi, misalnya menggunakan sarung
tangan
Melakukan substitusi

Medikamentosa
Topikal: jika basah kompres terbuka, jika kering dengan
salep kortikosteroid
Sistemik : antihistamin, antibiotik, kortikosteroid (luas).
PROGNOSIS

Prognosis kurang baik apabila bahan iritan


tidak dapat disingkirkan dengan sempurna
Hal tersebut sering terjadi pada penderita DKI
yang penyebabnya multifaktorial
DERMATITIS KONTAK ALERGI

reaksi hipersensitivitas tipe IV atau tipe


D lambat

akibat kontak kulit dengan alergen spesifik


K

terjadi pada seseorang yang telah mengalami


A sensitisasi terhadap suatu allergen
ETIOLOGI
Bahan kimia sederhana dengan berat molekul
rendah (hapten), bersifat lipofilik, sangat reaktif, dan
dapat menembus stratus korneum.
PATOGENESIS
Fase sensitisasi
- Fase induksi/ aferen
- Hapten menempel pada kulit komplek hapten protein
- Sel Langerhans duktus limfatikus &parakorteks limfonodus regional CD
4+ &CD3 (pada permukaan Sel T)
- Sel Langerhans IL 1 Sel T IL 2 proliferasi sel T primed memory T
cells

Fase Elisitasi
- Pajanan ke dua dari antigen yang sama , dan telah ada sel yang
tersensitisasi.
- Sel Langerhans IL 1 Sel TIL 2, INF ICAM1 & HLA DR
keratinosid eikosanoid sel mast histamin
vasodilatasi dan permeabilitas meningkat
PATOGENESIS
GAMBARAN KLINIS
Gatal
Eritematosa, edema, papulovesikel, vesikel dan bula pecah
erosi dan eksudasi
Kronis: kulit kering, likenifikasi, papula, skuama, fisur
Lokasi :
Tangan
Lengan
Wajah
Telinga
Leher
Badan
Genetalia
Paha dan tungkai bawah
GAMBARAN KLINIS

Fase Akut Fase Sub akut Fase Kronis


Lesi umumnya muncul 24-48 eritema, edema ringan, Lesi cenderung simetris,
jam pada tempat terjadinya vesikula, krusta dan batasnya kabur
kontak dengan bahan pembentukan papul-papul Lesi : likenifikasi, papula,
penyebab skuama, terlihat pula bekas
Derajat ringan : eritema dan garukan berupa erosi atau
edema ekskoriasi, krusta serta
Derajat berat : eritema dan eritema ringan
edema yang lebih hebat
disertai vesikel atau bula
Lesi cenderung menyebar dan
batasnya kurang jelas
gatal
FIGURE 2-5 Acute allergic contact dermatitis on the lips due to lipstick The patient was
hypersensitive to eosin. Note bright erythema, microvesiculation. At close inspection a
papular component can be discerned. At this stage there is still sharp margination
FIGURE 2-6 Allergic contact dermatitis of hands: chromates Confluent
papules, vesicles, erosions and crusts on the dorsum of the left hand in a
construction worker who was allergic to chromates
PEMERIKSAAN PENUNJANG

KOH
Patch Test

Biopsi kulit
DIFFERENTIAL DIAGNOSA

Dermatitis Dermatitis
Dermatitis atopi
Kontak Iritan numularis

Dermatitis
Psoriasis
seboroik
PENATALAKSANAAN

Pencegahan terulangnya kembali


kontak dengan alergen penyebab.
Kortikosteroid jangka pendek
mengatasi peradangan DKA akut

PROGNOSIS

Baik