Anda di halaman 1dari 18

KOMUNIKASI DAN

KONSELING
Program Studi Farmasi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tadulako
Sesi Konseling
Mengingat kembali
Konseling : memberi nasihat, diskusi timbal
balik, pertukaran opini

Konsultasi : nasihat, satu arah

Edukasi : pembelajaran, memberikan


keterampilan dan pengetahuan
Konseling tanpa protokol

Ibu Devi adalah wanita paruh baya, berumur 56 tahun, mengalami infeksi
tonsilnya. Saat ini aadalah kedatangannya yang pertama kali ke Apotek Sumber
Sehat. Dia belum pernah mendapatkan konseling dari apoteker. Ibu Devi
menyerahkan resep yang diperolehnya dari dokter THTnya berisi fradiomisin dan
gramisidin kepada apoteker. Apoteker menyadari bahwa Ibu Devi adalah pasien
baru di apoteknya.
Konseling tanpa protokol
Apoteker: Halo Ibu Devi, pernah beli obat di apotek ini?
Ibu Devi : Tidak, biasanya saya pergi ke apotek dekat kantor saya.
Apoteker: Kalau begitu anda harus mengisi formulir riwayat pasien ini. Dimana alamat
anda, berapa nomor telpon anda, dan informasi riwayat pengobatan anda.
Ibu Devi : Kalau beli di apotek sebelumnya tidak seribet ini.
Apoteker : (dengan cepat)Tidak, tidak. Kami dapat menyediakan obat anda di sini. Anda
cukup mengisi formulir ini sambil menunggu. Sebagai permulaan, saya hanya
membutuhkan nama, alamat dan informasi pengobatan anda.
Ibu Devi : (dengan enggan) Baiklah.
Konseling tanpa protokol
10 menit kemudian.
Apoteker : " Ibu Evi, obat Anda sudah siap."
Ibu Evi : (kembali ke meja apotek dan menyerahkan formulir riwayat pasien). "Ini
formulirnya. Saya tidak tahu mengapa Anda membutuhkan semua informasi ini.
Dokter saya sudah menyimpan semua informasi ini."
Apoteker : "Ini hanya untuk catatan kami. Nah, coba saya lihat (melihat formulir riwayat
pasien sekilas). Sepertinya Anda harus mengisi formulir ini dengan benar."
Ibu Evi : (Semakin jengkel pada saat itu. Pasien tidak menyadari bahwa obat antasida
yang kadang-kadang diminumnya bila terjadi gangguan lambung dan suplemen
kalsium yang dikonsumsinya termasuk obat tanpa resep). "Saya tidak tahu apa
gunanya saya mengisi semua informasi ini. Berikan saja obat saya sekarang."
Apoteker : (Tidak ingin membuat pasien semakin jengkel) "Kalau begitu, baiklah. Saya
hanya perlu waktu sebentar untuk mendiskusikan obat ini dengan Anda. Ini
adalah obat antibiotik Fradiomisin dan Gramisidin."
Konseling tanpa protokol
Ibu Evi : "Begini, saya sudah pernah minum antibiotik.
(Pasien mengira dia harus minum obat itu empat kali sehari selama beberapa
minggu seperti obat yang pernah ia minum sebelumnya untuk infeksi).
Boleh saya pergi sekarang?"
Apoteker : "Ya, boleh. Coba Anda lihat, di kertas ini ada beberapa informasi."
(berusaha membahas informasi dalam kertas tersebut bersama pasien)
Ibu Evi : (langsung mengambil kertas tersebut dari tangan apoteker). "Baiklah. Saya akan
baca nanti di rumah." .
Apoteker : "Bila Anda ada pertanyaan setelah membaca informasi tersebut, jangan
sungkan, telepon saja!"
Ibu Evi : "Tentu saja." (Dia berjalan keluar sambil berpikir), "Buang-buang waktu saja!
Lain kali, saya akan pergi ke apotek yang biasa. Mereka tidak pernah
menyusahkan saya seperti ini."
Konseling tanpa protokol
Ketika tiba di rumah, dia mengeluarkan obat dari kantung obat dan
membuang kantung beserta kertas informasi yang ada di dalamnya ke
tempat sampah, lupa bahwa kertas informasi tersebut ada di dalam
kantung obat.
Selanjutnya, pasien minum obat empat kali sehari tanpa membaca
penandaan tersebut.
SOP Konseling

Px baru Px lama

obat obat obat obat


baru lama baru lama

Perlu modifikasi SOP standar


atau tidak
Modifikasi dalam konseling

Tahapannya dapat diubah sesuai keinginan pasien


Kenali Px anda sebelum memulai konseling!

Privacy
Daya ingat
Kondisi penyakit
Privacy

Pemahaman
Kesibukan
Usia
Faktor sosial
budaya lain
Privacy
Penentu Hasil konseling

Cara penyampaian
Susunan kata
Tahapan Konseling

Pembukaan
Mengumpulkan informasi dan identifikasi kebutuhan
Mengatasi masalah dan menyusun rencana asuhan kefarmasian
Memberikan informasi dan edukasi
Penutup
Tahapan Konseling
Tahapan Konseling
Konseling pengobatan

Manfaat terbesar Hal-hal yang berkaitan


obat dengan obat

Referensi / tingkat pengetahuan