Anda di halaman 1dari 27

Pedoman Pelaksanaan

SE-MENLH Pasal 121 UU 32/2009


dan DELH/DPLH

Ir. Ary Sudijanto, MSE


Asisten Deputi

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)


Deputi I Bidang Tata Lingkungan
Asdep Kajian Dampak Lingkungan
Kebijakan terhadap Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak
Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup
PP 29 Tahun 1986;
SEMDAL
1986
Berlaku selama 7 Tahun
(1986-1993)

Upaya Keputusan MENLH No. 30 Tahun


Pemutihan
DPL
1999 tentang Panduan
Penyusunan Dokumen
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Berlaku selama 3 Bulan
(12 Okt 199-31 Des 1999)
2001
Peraturan MENLH No. 12 Tahun
DPPL 2007
Berlaku selama 2 Tahun Audit LH Wajib
(2007-2009) sesuai dengan
Keputusan
Pasal 121 UU 32/2009 MENLH No. 30
DELH/DPLH Peraturan MENLH No. 14 Tahun 2010 Tahun 2001
Berlaku selama 2 Tahun (2009-2011)

Upaya 2012
Penegakan Pasal 121 UU 32/2009 (PP27/2012)
Hukum DELH/DPLH

Peraturan MENLH No. 14 Tahun 2010
SE MENLH 27 Desember 2013
Berlaku selama 2 Tahun (2013-2015)
Undang-undang No. 32 tahun 2009
Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pasal 121

(1) Pada saat berlakunya Undang-Undang ini,dalam waktu paling


lama 2 (dua) tahun, setiap usaha dan/atau kegiatan yang telah
memiliki izin usaha dan/atau kegiatan tetapi belum memiliki
dokumen amdal wajib menyelesaikan Audit Lingkungan Hidup.

(2) Pada saat berlakunya Undang-Undang ini, dalam waktu paling


lama 2 (dua) tahun, setiap usaha dan/atau kegiatan yang telah
memiliki izin usaha dan/atau kegiatan tetapi belum memiliki UKL-
UPL wajib membuat Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup
(DPLH).
Isi SE-MENLH B1413-4/MENLH/KP/12/2013
Tanggal 27 Desember 2013
1. Target SE Usaha dan/atau Kegiatan yang sudah miliki izin usaha dan/atau kegiatan
sebalum UU 32/2009 (Kriterianya Sesuai dengan Peraturan MENLH No. 14
Tahun 2010)
2. Kebijakan a. Bentuk Kebijakan: Penerapan Sanksi Administrasi berupa teguran
tertulis Perintah membuat dokumen LH (BUKAN PEMUTIHAN);
b. Pelaksana kebijakan: MENLH, Gubernur atau bupati/walikota sesuai
dengan kewenangannya;
c. Waktu penerapan sanksi administrasi: 18 Bulan (27 Desember 2013-27
Juli 2015).
d. Waktu penyelesaian dan mendapat keputusan dokumen LH: 6 (enam)
bulan sejak sanksi teguran tertulis diterbitkan
3. Dokumen LH a. DELH untuk Usaha dan/atau Kegiatan Wajib Amdal
b. DPLH untuk Usaha dam/atau Kegiatan Wajiab UKL-UPL
c. Tata cara penyusunan dan penilaiannya sesuai dengan Peraturan MENLH
No 14 Tahun 2010
4. DELH dan DPLH Keputusan Dokumen LH (DELH/DPLH) digunakan sebagai dasar penerbitan
serta Izin izin lingkungan
Lingkungan
5. Tindak lanjut Tidak menyelesaikan kewajiban membuat dan mendapat keputusan
SE MENLH DELH/DPLH sampai batas yang telah ditentukan (6 bulan setelah mendapat
sanksi administrasi)- Dikenakan pasal 109 UU 32/2009
SE-MENLH Pasal 121 UU 32/2009: Penegakan Hukum untuk Usaha dan/atau Kegiatan
sudah Memiliki Izin Usaha dan/atau Kegiatan tetapi Belum Memiliki Dokumen
Lingkungan

SE-MENLH tentang
Pelaksanaan
Pasal 121 UU 32/2009
1. Usaha dan/atau Belum Memiliki
Kegiatan sudah DELH atau DPLH
memiliki Izin Usaha Sanksi Administrasi
yang Telah
SEBELUM 3 Oktober
Disetujui
SE- Teguran Tertulis (Paling
2009, Lambat 18 bulan setelah
2. Sudah beroperasi MENLH SE)
SEBELUM 3 Oktober Tidak Penyusunan dan Penilaian
2009; DELH/DPLH (6 Bulan)
3. Lokasi usaha Berlaku Izin Lingkungan
dan/atau kegiatan
sesuai dengan
rencana tata ruang,;
1. Usaha dan/atau Kegiatan sudah memiliki Izin Jika Tidak
dan,
Usaha SETELAH 3 Oktober 2009, dan
4. belum memiliki
dokumen lingkungan 2. belum memiliki dokumen lingkungan Pasal 109
UU32/2009
Waktu/Time Line UU 32/2009 PP 27/2012 Saat ini
3 Okt 2011
3 Okt 2009 23 Feb 2012
Timeline Pelaksaan SE-MENLH Pasal 121 UU No. 32 Tahun 2009
Batas akhir penerbitan
SE-MENLH Pasal Batas akhir
persetujuan DELH/DPLH dan Izin
121 UU 32/2009 penerapan sanksi
Lingkungan untuk penerapan
(mulai berlaku 27 Administrasi
sanksi Administrasi
Desember 2013) (27 Juni 2015)
27 Juni 2015

Penegakan Hukum
Administrasi LH:
Penerapan sanksi
administrasi
27 Des teguran tertulis 27 Juni 27 Des
2013 2015 2015

Masa penyusunan, penilian/pemeriksaan DELH/DPLH dan


Penerbitan Izin Lingkungan

Keterangan: (PENTING)
Jika penerapan sanksi administrasi dilakukan pada tanggal 1 Januari 2014, maka dalam masa 6 (enam)
bulan, DELH/DPLH sudah harus disusun dan dinilai/diperiksa serta diterbitkan persetujuannya dan izin
lingkungan (JIKA DISETUJUI), (1 Juli 2014).
Untuk usaha dan/atau kegiatan pemerintah, masa penerapan sanksi administrasi disesuaikan dengan
penganggaran untuk penyusunan dan penilaian/pemeriksaan DELH dan DPLH
Tindak Lanjut Pelaksanaan SE-MENLH tentang
Pelaksanaan Pasal 121 UU 32/2009 (Surat Deputi I)
Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai dengan
Instansi Lingkungan Hidup Pusat,
kewenangangannya mendelegasikan kepada
Provinsi, atau kabupaten/kota
Kepala Instansi LH untuk melakukan penerapan
sesuai dengan kewenangannya
sanksi Administratif teguran tertulis

Penerbitan
Inventarisasi Usaha keputusan
Usaha dan/atau
dan/atau kegiatan Penyusunan Penilaian
sesuai dengan
kegiatan sesuai DELH/DPLH
kriteria SE-MENLH
DELH/DPLH DELH/DPLH
kriteria SE-MENLH dan Izin
Lingkungan
Penanggung Jawab Usaha
dan/atau kegiatan (Pemrakarsa)

1. Sekretaris Membantu dalam


Jenderal, penyusunan Kriteria Penyusun DELH: Auditor
2. Sekretaris DELH/DPLH Lingkungan Hidup yang telah
Kementerian, memiliki sertifikat kompetensi
3. Sekretaris Utama atau Sesuai dengan Kriteria
LPNK, Pembinaan
dalam Surat Deputi No.
4. Kepala SKPD oleh Instansi Lingkungan
096/Dep.I/LH/PDAL/01/2014
Hidup
(butir angka 4)
Percepatan Proses Penyusunan dan Penilaian DELH
atau Pemeriksaan DPLH (Surat Deputi I)
Dalam rangka percepatan proses penyusunan dan
penilaian DELH atau Pemeriksaan DPLH, Kepala
Instansi Lingkungan Hidup diharapkan antara lain dapat:

Mendorong kepada para penanggung jawab


Mengembangkan dan
usaha dan/atau kegiatan
Menerapkan
Penyusunan DELH & DPLH
Sistem Clustering Bersama-sama

Menyusun Melakukan
Template DELH & DPLH Proses Penilaian DELH &
untuk Usaha dan/atau
kegiatan sejenis Pemeriksaan DPLH secara Kolektif

Memprioritaskan kepada
Usaha dan/atau Kegiatan Pemerintah
Kriteria Penyusun DELH
Auditor Lingkungan Hidup yang telah memiliki sertifikasi
kompetensi Auditor LH
Atau
1) Telah memiliki sertifikat penyusun Amdal; dan
2) Pernah mengikuti kursus audit (audit LH, audit mutu, EMS,
K3/HSE dan/atau pengenalan audit)
Atau
1) Pendidikan minimal S1;
2) Pengalaman kerja terkait dengan pengelolaan LH minimal 3 tahun;
3) Pelatihan audit SML ISO 14000, diklat teknis pengelolaan lingkungan
hidup
4) Pengalaman audit lingkungan hidup SML minimal 3 kali atau
penyusun dokumen Amdal minimal 5 dokumen (dalam 5 tahun
terakhir);
Keputusan DELH dan DPLH serta Izin Lingkungan

1. Deputi I MENLH Bidang Tata


Lingkungan;
Keputusan 2. Kepala Instansi Lingkungan Provinsi;
atau
DELH atau DPLH 3. Kepala Instansi Lingkungan Hidup
Kabupaten/kota
Sesuai dengan kewenangannya

Menjadi
dasar
1. MENLH;
2. Gubernur; atau
Keputusan Izin 3. Bupati/Walikota

Lingkungan Sesuai dengan kewenangannya, sesuai


dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan (PUU)
Format Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH)
Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) paling sedikit berisi
hal-hal sebagai berikut:
1
Pendahuluan

4 RKL-RPL DELH Ruang


2
Lingkup

Kajian Evaluasi
terhadap Kegiatan
yang berjalan
3
Pendahuluan dan Ruang Lingkup
Pada Bab ini diinformasikan: Pada Bab ini
a. Identitas Perusahaan; diinformasikan deskripsi
b. Perizinan yang telah dimiliki; kegiatan utama dan
c. Latar belakang kegiatan kegiatan pendukung yang
meliputi:
1 a. Kegiatan yang telah
Pendahuluan berjalan;
b. Pengelolaan dan
pemantauan
Ruang lingkungan yang
Lingkup 2 pernah dilakukan
(apabila tidak pernah
melakukan pengelolaan
lingkungan, hal ini agar
diinformasikan di dalam bagian
ini)
Kajian Evaluasi terhadap Kegiatan yang Berjalan
d a b
Data-data jenis,
Baku mutu yang telah Komponen kegiatan-kegiatan
parameter, sifat, dan
ditetapkan oleh peraturan yang menimbulkan dampak
jumlah bahan
perundang-undangan atau sebagai sumber dampak,
pencemar/buangan/
limbah yang dihasilkan
oleh masing-masing
e sumber dampak
Upaya pengelolaan
dan pemantauan yang c
telah dilakukan
Data-data kondisi rona
apabila telah ada
lingkungan atau kondisi
upaya-upaya tersebut,
eksisting lingkungan yang
berpotensi terkena
f dampak,
Informasi kegiatan dan
kondisi lingkungan
sekitar
Kajian Evaluasi terhadap
3 Kegiatan yang berjalan
Kajian Evaluasi terhadap Kegiatan yang Berjalan

Kajian Evaluasi seharusnya dapat menjawab:


keterkaitan antara komponen-komponen tersebut di atas,
sehingga dapat dianalisis dan diambil kesimpulan mengenai
dampak-dampak yang dihasilkan,
pengaruhnya terhadap lingkungan serta
upaya pengelolaan yang seharusnya dilakukan sehingga
tidak mencemari lingkungan

Hasil evaluasi dan kesimpulan dijadikan arahan-arahan


pengelolaan dan pemantauan yang kemudian
digunakan sebagai dasar penetapan RKL-RPL.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan

a b c d e f g
No Dampak LH Tolok Tujuan PLH Upaya Lokasi Periode Institusi
ditimbulkan ukur PLH PLH PLH
dan Sumber dampak
PLH
Dampak

1.

Pada Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup diuraikan dan dilengkapi matrik yang berisi:
a. Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan yang mencakup dampak dan sumber dampak;
b. Tolok ukur dampak, untuk mengukur komponen yang terkena dampak berdasarkan baku mutu
standar;
c. Tujuan rencana pengelolaan lingkungan hidup;
d. Upaya pengelolaan lingkungan hidup;
e. Lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan (peta, sketsa, gambar);
f. Periode pengelolaan lingkungan yang memuat kapan dan berapa lama kegiatan pengelolaan
dilaksanakan;
g. Institusi pengelolaan lingkungan hidup, yang memuat:
Pelaksana yang bertanggungjawab melaksanakan pengelolaan lingkungan;
Pengawas pengelolaan lingkungan
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
a b c d e
No Dampak LH Parameter LH Tujuan RKL Metode Institusi PLH
ditimbulkan dan yang dipantau Pemantuan LH
Sumber Dampak

1.

Pada Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup diuraikan dan dilengkapi matrik yang berisi:
a. Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan yang mencakup dampak dan sumber dampak,
b. Parameter lingkungan hidup yang dipantau
c. Tujuan rencana pemantauan lingkungan hidup
d. Metode pemantauan lingkungan hidup, yang memuat:
i. Metode pengumpulan dan analisis data;
ii. Lokasi pemantauan lingkungan hidup;
iii. Jangka waktu dan frekuensi pemantauan.
e. Institusi pemantauan lingkungan hidup, yang memuat:
i. Pelaksana yang bertanggungjawab melaksanakan pemantauan lingkungan;
ii. Pengawas pemantauan lingkungan
Format Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)
Format Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)
1. Penanggungjawab Kegiatan

Pasal 1 angka 12 PP 27/2012: Pemrakarsa adalah setiap orang atau instansi pemerintah yang
bertanggung jawab atas suatu usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan
Format Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

2. Lokasi Kegiatan Nama desa/kelurahan,


kecamatan, kabupaten dan
provinsi dimana
kegiatan/infrastruktur
ketenagalistrikan dilakukan

Titik koordinat infrastruktur


ketenagalistrikan
merupakan titik koordinat
yang dinyatakan dengan
koordinat geografis

Dapat berisi informasi antara lain:


Kesesuain lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan dengan RTRW;
Informasi lain yang relevan i.e. Peta lokasi kegiatan
Informasi terkait dengan berbagai perizinan yang telah dimiliki
LANJUTAN - Format Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

3. Bidang Usaha dan/atau Kegiatan

Diisi sesuai dengan bidang


X
dan jenis kegiatan di dalam
Peraturan MENLH No. 05
Tahun 2012:
Bidang : ESDM,
Ketenaalistrikan

4. Mulai Beroperasi
LANJUTAN - Format Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

5. Deskripsi Usaha dan/atau Kegiatan

Kegiatan
Utama
(Fasilitas
Utama)

Kegiatan
Pendukung
/Fasilitas
Penunjang
LANJUTAN - Format Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Kapasitas

Sarana
Penunjang

Catatan:
Berbagai informasi pendukung deksripsi kegiatan dapat
disampaikan, baik berupa peta, gambar, foto, sketsa, tata letak
fasilitas (layout bandara), dan spesifikasi bandara dll.
Format DPLH: Matrik Pengelolaan Lingkungan Hidup

*) Kolom tindakan perbaikan pengelolaan lingkungan hidup ini wajib diisi apabila upaya
pengelolaan lingkungan hidup yang dilaksanakan saat ini masih belum memadai untuk
memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku
(baku mutu, baku kerusakan dan lain-lain)
Format DPLH: Matrik Pemantauan Lingkungan Hidup

*) Kolom tindakan perbaikan pemantauan lingkungan hidup ini wajib diisi apabila upaya
pemantauan lingkungan hidup yang dilaksanakan saat ini masih belum memadai untuk
memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku (baku
mutu, baku kerusakan dan lain-lain).
Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)
No Izin PPLH Ketentuan dalam PP Bidang Peraturan MENLH
UU No. 32/2009 PPLH
1. Izin Pembuangan Pasal 20 ayat 3 PP 82/2001 Peraturan MENLH No. 1
Air Linbah ke Sungai Huruf b. tentang PKA Tahun 2010: Tata
& PPA Laksanana Pengendalian
Pencemaran air

2. Izin pemanfaatan Pasal 20 ayat 3 PP 82/2001 Peraturan MENLH No. 1


air limbah untuk Huruf b. tentang PKA Tahun 2010: Tata
aplikasi ke Tanah & PPA Laksanana Pengendalian
(Land Application) Pencemaran air

3. Izin Pembuangan air Pasal 20 ayat 3 PP No. 19 Peraturan MENLH No 12


limbah ke laut Huruf b. Tahun 1999 Tahun 2006 :Persyaratan
tentang dan Tata Cara
Pengendalian Pembuangan Air Limbah
Pencemaran Ke laut
dan/atau
Kerusakan
Laut
Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)
No Izin PPLH Ketentuan PP Bidang PPLH Peraturan MENLH
dalam UU No.
32/2009
4. Izin Injeksi Air Pasal 20 ayat 3 Peraturan MENLH No. 13 Tahun 2007:
Limbah bagi Huruf b. Persyaratan dan Tata Cara Pengelolaan
Usaha Air Limbah bagi Usaha dan/Atau
dan/atau Kegiatan Hulu Minyak Dan Gas Serta
Kegiatan Hulu Panas Bumi dengan Cara Injeksi
Migas & Panas
Bumi
5. Izin Pasal 59 ayat PP 18 Tahun a. Peraturan MENLH No. 18 Tahun 2009:
Pengelolaan (4), ayat (5) 1999 Tata Cara Perizinan PLB3
LB3 dan ayat (6) Pengelolaan LB3 b.Peraturan MENLH No. 30 Tahun 2009:
serta Pasal 102 Tata Laksana Perizinan dan
Pengawasan Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya Dan Beracun Serta
Pengawasan Pemulihan Akibat
Pencemaran Limbah Bahan Berbahaya
Dan Beracun Oleh Pemerintah Daerah

6. Izin Dumping Pasal 60, Pasal


Limbah 61, Pasal 104
Terima kasih
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)


Deputi I Bidang Tata Lingkungan Asdep Kajian Dampak Lingkungan

Jl. D.I. Panjaitan Kab. 24 Kebon Nanas Jakarta Timur 13410


Gedung A lanta 6, Telp/Fax: 021-85904925
http://www.menlh.go.id/