Anda di halaman 1dari 16

IKTERUS NEONATORUM

Dr. Ngartjojo Hartadji, M.Kes


DEFINISI

Ikterus
neonatorum adalah perubahan
warna menjadi kuning yang terjadi pada
neonatus atau bayi-bayi yang baru lahir.

Perubahan warna ini dapat dilihat pada


mata, rongga mulut, dan kulit.

Dapat bersifat fisiologis (normal ) atau


patologis (tidak normal dan dapat
mengancam nyawa) pada bayi baru lahir
IKTERUS NEONATORUM

Pada orang-orang dengan ras Asia ditemukan


lebih sering mengalami ikterus neonatorus
dengan kadar bilirubin > 12 mg/dL
dibandingkan ras kulit putih dan negro.

Padabayi-bayi premature terjadi peningkatan


angka kejadian ikterus neonatorum
dibandingkan dengan bayi-bayi yang cukup
bulan.
GEJALA

Gejalautama perubahan warna kulit bayi


yang menjadi kuning yang dapat dilihat pada
mata, rongga mulut, dan kulit.

Perubahan ini awalnya mudah tampak dari


mata lalu apabila makin berat dapat menjalar
hingga ke dada, perut, tangan, paha, hingga ke
telapak kaki
GEJALA

Pada bayi dengan ikterus neonatorus


fisiologis, bayi tampak sehat dan tidak rewel.

Pada bayi ikterus neonatorus patologis dapat


ditemukan kuning disertai dengan anak
lesu, malas menetek, dan rewel, sehingga
memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
TANDA-TANDA IKTERUS NEONATORUM FISIOLOGIS

Gejalakuning muncul pertama kali lebih dari 24


jam setelah lahir;

Kenaikan kabar bilirubin < 5 mg/dL;

Puncak dari kenaikan kadar bilirubin muncul di


hari ke 3-5 dengan kadar bilirubin < 15 mg/dL;

Gejalakuning yang muncul menghilang dalam


waktu 1 minggu untuk bayi cukup bulan dan 2
minggu pada bayi yang premature atau kurang
bulan.
Apabila kuning yang muncul selain dari kriteria
yang ada di atas, maka dimasukkan ke dalam
tipe ikterus neonatorum yang bersifat patologis

Perlu evaluasi dan pemeriksaan yang lebih


lanjut.

Pemeriksaan yang dilakukan berguna untuk


mengetahui penyebab dari ikterus patologis
PEMERIKSAAN YANG DAPAT DILAKUKAN

1. Kadar bilirubin serial atau diperiksa berulang-ulang


sehingga dapat dipantau kenaikan kadar bilirubin.

2. Golongan darah dan rhesus dari ibu dan bayi. (Sering


terjadi ikterus karena golongan darah atau rhesus ibu
dan bayi tidak sesuai);

3. Tes Coomb;

4. Hapusan darah tepi untuk mengetahui bentuk dari sel


darah merah;

5. Pemeriksaan darah lengkap untuk mengevaluasi


kemungkinan infeksi.
PENYEBAB

Pada bayi yang baru lahir terjadi perubahan


dari eritrosit (sel darah merah ) saat di dalam
kandungan menjadi eritrosit di luar
kandungan.

Sel-sel
darah merah yang ada di dalam
kandungan akan hancur dan digantikan oleh
sel darah merah di luar kandungan.

Seldarah merah yang hancur tersebut di


dalam proses penghancurannya menghasilkan
bilirubinin direct.
PENYEBAB

Bilirubin
indirek ini agar dapat dibuang dari
dalam tubuh memerlukan enzim Uridil
Diphospho Glukoronil Transferase (UDPGT).

Proses
tersebut dilakukan di dalam hati
menjadi bilirubin direct lalu masuk ke dalam
usus.

Didalam usus, lalu diproses bersama dengan


kuman-kuman di dalam usus. Hasil akhirnya
dibuang bersama dengan feses
PENYEBAB IKTERUS PATOLOGIS
1. Inkompatibilitas golongan darah dan rhesus
Perbedaan antara golongan darah ibu
dengan golongan darah atau rhesus bayi
menyebabkan terjadinya penghancuran dari
sel darah merah bayi;

2. Bentuk dari sel darah merah yang tidak


normal sehingga mudah pecah atau hancur;

3. Gangguan enzim di dalam sel darah merah,


contohnya G6PD;
PENYEBAB IKTERUS PATOLOGIS

4. Lebam yang luas di kepala karena proses


persalinan yang lama dan penggunaan
vakum untuk membantu persalinan;

5. Infeksi yang berat;

6. Sumbatan di saluran pencernaan.


PENYEBAB LAIN :
1. Kurangnya asupan dari ASI pada awal-awal
proses menyusui karena produksi yang masih
rendah sehingga terjadi peningkatan
penyerapan bilirubin direct di dalam usus;

2. Pada bayi-bayi yang diberi ASI terjadi


peningkatan penyerapan bilirubin direct di
dalam usus karena kandungan yang terdapat
di ASI.
Apabila bayi tampak sehat, berat badan bertambah, dan tidak
terdapat tanda-tanda adanya gangguan lain maka pemberian
ASI dapat diteruskan dan tidak berbahaya.
PENGOBATAN

Pada bayi-bayi yang mengalami ikterus


neonatorum fisiologis dapat dijemur di bawah
sinar matahari pagi antara 7-9 pagi selama 15
menit.

Sinarmatahari mengandung sinar biru-hijau


yang dapat mengubah bilirubin indirect
menjadi bilirubin yang lebih mudah dibuang,
dan berguna sebagai sumber vitamin D.
PENGOBATAN

Jikakadar bilirubin indirect nya tinggi dan


bersifat patologis dapat dilakukan fototerapi
dengan menggunakan sinar berwarna biru
hijau (sinar UV)

Jika
tetap tinggi dapat dilakukan tranfusi agar
kadar bilirubin dapat menurun.

Pada bayi-bayi dengan faktor resiko tinggi


terjadinya ikterus neonatorum deteksi dini perlu
dilakukan dan fototerapi dilakukan lebih dini.
KOMPLIKASI

Apabila ikterus neonatorum patologis tidak


diterapi dengan adekuat dapat menyebabkan
terjadinya kernikterus.

Bilirubin indirect dapat menembus sawar otak


atau lapisan otak sehingga dapat merusak dari
sel-sel saraf terutama yang di otak karena
jumlahnya banyak.

Kerusakanyang ditimbulkan bersifat


permanen dan dapat menyebabkan kecacatan.