Anda di halaman 1dari 13

Disusun Oleh :

1. Andaru Agustyananda Putra ( 041511233278 )


2. Mentari Al Indriana ( 041511233264 )
3. Rifqi Ramadhani Santoso ( 041511333264 )
ETIKA
Etika adalah ajaran yang berbicara tentang baik dan
buruk dan yang menjadi ukurannya adalah akal. Dari
segi etimologi, etika berasal dari bahasa berbicara
tentang baik dan buruk dan yang menjadi ukurannya
adalah akal. Dari segi etimologi, etika berasal dari
bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti adat atau watak
kesusilaan. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara,
etka adalah ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan
keburukan di dalam hidup manusia, terutama yang
mengenai gerak-gerik pikiran dan rasa yang
merupakan pertimbangan dan perasaan sampai
mengenai tujuannya yang merupakan perbuatan.
MORAL
Moral di dalam kamus umum Bahasa Indonesia adalah
penentuan baik atau buruk terhadap suatu perbuatan.
Sedangkan secara terminologi moral adalah suatu
istilh yang digunakan untuk menentukan batas-batas
dari sifat, perangai, kehendak, pendapa atau
perbuatan yang secara layak dikatakan benar, salah,
baik atau buruk.
AKHLAK
Akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu khuluk yang
berarti tabiat, perangai, atau tingkah laku. Sedangkan
secara terminologi, akhlak berarti tingkah laku
seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara
sadar untuk melakukan suau perbuatan yang baik.
Karakteristik Etika Islam
Didalam islam, etika yang diajarkan dalam islam berbeda
dengan etika filsafat. Etika Islam memiliki karakteristik sebagai
berikut:
Etika Islam mengajarkan dan menuntun manusia kepada
tingkah laku yang baik dan menjauhkan diri dari tingkah laku
yang buruk.
Etika Islam menetapkan bahwa yang menjadi sumber moral,
ukuran baik dan buruknya perbuatan seseorang didasarkan
kepada al-Quran dan al-Hadits yang shohih.
Etika Islam bersifat universal dan komprehensif, dapat diterima
dan dijadikan pedoman oleh seluruh umat manusia kapanpun
dan dimanapun mereka berada.
Etika Islam mengatur dan mengarahkan fitrah manusia
kejenjang akhlak yang luhur dan mulia serta meluruskan
perbuatan manusia sebagai upaya memanusiakan manusia
Hubungan Tasawuf dengan Akhlak

Tasawuf adalah proses pendekatan diri pada tuhan dengan


cara mensucikan hati sesuci - sucinya. Akhlak adalah ilmu
yang menentukan batas antara baik dan buruk. Jadi kaitan
/ hubungan tasawuf dengan akhlak yaitu bahwa orang
yang suci hatinya akan tercermin dalam air muka dan
perilakunya yang baik. Selain itu, Akhlak dan tasawuf
saling berkaitan. Akhlak dalam pelaksanaannya mengatur
hubungan horizontal antara sesama manusia. Sedangkan
tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertikal antara
manusia dengan tuhannya. Akhlak menjadi dasar dari
pelaksanaan tasawuf, sehingga dalam prakteknya tasawuf
mementingkan akhlak.

Aktualisasi Akhlak dalam Kehidupan


Masyarakat

Kedudukan akhlak dalam agama Islam adalah identik dengan


pelaksanaan agama Islam itu sendiri dalam segala bidang
kehidupan. Maka pelaksanaan akhlak yang mulia adalah
melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menjauhi segala
larangan-larangan dalam agama, baik yang berhubungan dengan
Allah maupun yang berhubungan dengan makhluk-Nya, dirinya
sendiri, orang lain dan lingkungannya dengan sebaik-baiknya,
seakan-akan melihat Allah dan apabila tidak bisa melihat Allah
maka harus yakin bahwa Allah selalu melihatnya sehingga
perbuatan itu benar-benar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Salah satu kodrat manusia adalah menjadi makhluk sosial yang
tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Jadi, untuk
mewujudkan hubungan yang harmonis dengan orang lain, kita
harus memiliki dan melakukan perbuatan dan akhlak yang
mulia agar kita dapat diterima dalam kehidupan bermasyarakat.
E. Akhlak kepada Allah SWT.

a. Mentauhidkan Allah swt. (QS. Al-Ikhlas/112:1-4)


b. Beribadah kepada Allah swt. (QS. Adz-
Dzaariyat/51:56)
c. Berdzikir kepada Allah swt. (QS. Ar- Rad/13:28)
d. Tawakkal kepada Allah swt.
F. Akhlak terhadap diri sendiri

. Sabar (QS. Al-Baqarah/2:153)


b. Syukur (QS. An-Nahl/16:14)
c. Tawaddu (QS. Luqman/31:18)
d. Iffah, yaitu mensucikan diri dari perbuatan
terlarang (QS. Al-Isra/17:26)
e. Amanah (QS. An-Nisa/14:58)
f. yajaah (QS. Al-Anfaal/18:15-16)
g. Qanaah (QS. Al-Isra/17:26)
G. Akhlak terhadap orang lain

Akhlak terhadap kedua orang tua (QS. Al-Isra/17:23-


24)
Akhlak terhadap keluarga, yaitu mengembangkan
kasih sayang, keadilan dan perhatian. (QS. An-
Nahl/16:90 dan QS. At-Tahrim/66:6)
Akhlak terhadap tetangga (QS. An-Nisa/4:36)
H. Akhlak terhadap lingkungan

Berakhlak terhadap lingkungan hidup adalah di mana


manusia menjalin dan mengembangkan hubungan yang
harmonis dengan alam sekitarnya. Allah menyediakan
kekayaan alam yang melimpah hendaknya disikapi dengan
cara mengambil dan memberi dari dan kepada alam serta
tidak dibenarkan segala bentuk perbuatan yang merusak
alam. Maka alam yang terkelola dengan baik dapat
memberi manfaat yang berlipat ganda, sebaliknya alam
yang dibiarkan merana dan diambil manfaatnya saja justru
mendatangkan malapetaka bagi manusia. (QS. Al-
Qashash/28:77, QS. ar-Rum/30:41, dan QS. Hud/11:61)