Anda di halaman 1dari 36

ANATOMI DAN FISIOLOGI HIDUNG

DAN SINUS PARANASAL


OLEH:
MELISA NOVITA SARI
0818011030

PEMBIMBING:
DR. FATAH SATYA WIBAWA, SP. THT-KL

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung,


Tenggorokan, dan Bedah Kepala Leher
Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek
2016
Pendahuluan

Saluran udara
yang pertama,
mempunyai dua
lubang yang
Hidung dipisahkan oleh
sekat hidung
berbentuk
seperti piramid
ANATOMI HIDUNG Hidung Luar
Hidung luar berbentuk
piramid dengan bagian-
bagiannya dari atas ke
bawah:
Ala Nasi
1. Pangkal hidung
Pangkal Hidung (bridge)
2. Dorsum nasi
3. Nasal tip
4. Ala nasi
Kolumela
5. Kolumela
Dorsum Nasi 6. Lubang hidung
(nares anterior)

Lubang Hidung
HIDUNG DALAM: VESTIBULUM NASI
Vestibulum nasi merupakan bagian
anterior dan inferior dari cavum
nasi.
Dilapisi oleh kulit dan
mengandung kelenjar sebaceous,
folikel rambut, dan rambut yang
disebut vibrissae.
Dinding lateral ditandai oleh katup
nasal : dibentuk oleh batas kaudal
dari kartilago lateral atas.
Dinding medialnya dibentuk oleh
columella dan bagian bawah dari
septum nasi.
Gambar yang dihasilkan dalam pemeriksaan CT-Scan
sinus paranasal
CAVUM NASI

Dibatasi oleh vestibulum nasi


(anterior) & nares posterior
/koana ( posterior)
Terbagi 2 bagian kanan & kiri
oleh septum nasi di tengah
Mempunyai: dasar (lantai),
atap, dinding lateral & medial
Mempunyai 3 konka nasalis
(turbinate)
CAVUM NASI

Inferior (lantai) : Processus Lateral


Palatinus os Maxilla (3/4 depan) Berbatasan dg dinding medial
+ Processus Horizontalis os Sinus Maxillaris Os Maxilla
Palatinus (1/4 belakang)
Superior (atap) : Processus
Nasalis os Frontalis (depan) +
Lamina Cribrosa os Ethmoidalis +
Os. Sphenoidalis (belakang)
Kompleks ostiomeatal (KOM)

Kompleks ostiomeatal (KOM) adalah Serambi depan dari sinus maksila


bagian dari sinus etmoid anterior dibentuk oleh infundibulum karena
yang berupa celah pada dinding sekret yang keluar dari ostium sinus
lateral hidung. Pada potongan maksila akan dialirkan dulu ke celah
koronal sinus paranasal gambaran sempit infundibulum sebelum masuk
KOM terlihat jelas yaitu suatu rongga ke rongga hidung. Sedangkan pada
di antara konka media dan lamina sinus frontal sekret akan keluar
papirasea. Struktur anatomi penting melalui celah sempit resesus frontal
yang membentuk KOM adalah yang disebut sebagai serambi depan
prosesus unsinatus, infundibulum sinus frontal. Dari resesus frontal
etmoid, hiatus semilunaris, bula drainase sekret dapat langsung
etmoid, agger nasi dan ressus frontal. menuju ke infundibulum etmoid atau
ke dalam celah di antara prosesus
unsinatus dan konka media.
VASKULARISASI
1. Arteri 2.Vena
Bagian atas :
mempunyai nama yang sama berdampingan
Arteri Etmoid anterior dan posterior dengan arteri
Bagian bawah : Bermuara ke vena oftalmika dan sinus
Arteri maksilaris interna ( a. kavernossus
Palatina major, a. Sfenopalatina) Vena dihidung tidak memiliki katup
Bagian depan hidung :
Cabang Arteri Facialis
Bagian depan septum :
Plx. Kiesselbach, terdapat :
a. Sfenoipalatina, a. Etmoid anterior,
a.Labialis superior, a. Palatina mayor
INERVASI

1. Saraf Pembau : N. Olfactorius


2. Saraf Sensoris : cab. N. Trigeminus
N. Opthalmicus N. Ethmoidalis
Anterior
N. Maxillaris melalui Ganglion
Sphenopalatina
3. Saraf Otonom
Simpatis : Ganglion Cervikalis
Superior
Ganglion
Sphenopalatina
Parasimpatis : N. Facialis
Ganglion
Sphenopalatina
N. Vidianus
Bagian rongga hidung depan & atas :
persarafan sensoris dari n. Etmoidalis anterior
Rongga hidung lainnya : sebagian besar
mendapat persarafan sensoris dari n.maksila
melalui ganglion sfenopalatinum.
Sistem Mukosiliar Hidung

Transportasi mukosiliar atau TMS


adalah suatu mekanisme mukosa
hidung untuk membersihkan
dirinya dengan cara mengangkut
partikel-partikel asing yang
terperangkap pada palut lender ke
arah nasofaring.
Transportasi mukosiliar terdiri
dari dua sistem yang bekerja
simultan, yaitu gerakan silia dan
palut lendir.
Sinus Paranasal

Definisi :
Rongga-rongga di dalam tulang kepala yang berisi udara yang
berkembang dari dasar tengkorak hingga bagian prosesus alveolaris
dan bagian lateralnya berasal dari rongga hidung hingga bagian
inferomedial dari orbita dan zygomatikus.
Sinus
Anterior Group
Sinus Maxillaris
Sinus Frontalis
Sinus Ethmoidalis
Anterior bermuara pada
meatus nasi medius (KOM)
Posterior Group
- Sinus Ethmoidalis Posterior
- Sinus Sphenoidalis
bermuara pada meatus nasi
superior
Sinus Frontal (SF)

Pada os frontal (tulang


SF
SF dahi)
Sepasang, kanan dan kiri,
tidak sama besar, kadang-
kadang hanya tumbuh
sebelah.
Ke atas dan belakang
berbatasan dengan fosa
kranii anterior.
Ke bawah berbatasan
dengan rongga orbita.
Ostium di meatus nasi
medius.
26
Sinus Sfenoid (SS)

Di tulang sfenoid,
kanan dan kiri.
Ostium di resesus
sfeno-etmoid.
Ke atas berbatasan
dengan hipofise.
SS
Ke lateral berbatasan
S dengan fosa kranii
medius.
Ke bawah berbatasan
dengan nasofaring
27
Sinus Ethmoidalis
Bentuk ethmoid seperti
piramid dan dibagi
menjadi sel multipel
oleh sekat yang tipis.

Grup anterior drainase


ke meatus nasi medius,
Grup posterior ke
meatus nasi superior
Sinus Maksilaris
Sinus maksila
merupakan sinus
paranasal yang
terbesar. Saat lahir
sinus maksila
bervolume 6-8 ml, 15
ml saat dewasa.

Dinding medial sinus


= Dinding lateral
rongga hidung

Dasar sinus
(DS)berbatasan
dengan akar gigi
geraham atas
Fisiologi Hidung

Fungsi pernapasan

Mengatur udara, menyiapkan udara, membersihkan udara

Fungsi olfaktoris (penghidu, penciuman)

Fungsi resonasi suara

Fungsi ventilasi dan drainase


Fungsi Pernapasan
1. Menyiapkan udara :

Menyaring: (vibrise, selimut lendir)

Membasahi: (dengan penguapan sekret hidung)


kelembaban udra kl 80%

Memanasi: Trasfer panas dari darah ke udara di


dalam rongga hidung (konka), udara dingin berubah
36-370

31
Hidung juga bekerja
Kuman ditangkap oleh lendir sebagai indra penghidu
Dibunuh dengan enzim lisozim dan pengecap dengan
Suasana asam mematikan kuman adanya mukosa
Selimut lendir didorong ke belakang olfaktorius pada atap
oleh silia epitel mukosa ke rongga hidung, konka
nasofaring, ditelan superior, dan sepertiga
2. Desinfeksi: 3. Fungsi Penghidu
Fagosit, limfosit, histiosit di jar bagian atas septum.
submukosa Partikel bau dapat
mencapai daerah ini
dengan cara difusi
dengan palut lendir
atau bila menarik nafas
dengan kuat.
Fungsi Lain

Fungsi resonansi suara :


Getaran yang dihasilkan pita suara
menimbulkan resonansi pada rongga sinus
suara merdu. Bila buntu hidung bindeng

Fungsi drainase dan ventilasi sinus :


Gangguan fungsi sinusitis

34
FUNGSI SINUS PARANASAL
Sebagai pengatur kondisi udara (air conditioning)

Sebagai penahan suhu (termal insulators)

Membantu keseimbangan kepala

Membantu resonansi suara

Sebagai peredam perubahan tekanan udara

Membantu produksi mukus