Anda di halaman 1dari 34

EFLORESENSI

Ricky Johnatan
Andreas Elbert
EFLORESENSI

Definisi

Kelainan kulit yang dapat dilihat dengan mata


telanjang (secara obyektif), dan bila perlu dapat
diperiksa dengan perabaan
Dibagi :

* Efloresensi primer
* Efloresensi sekunder
EFLORESENSI PRIMER

Makula Vesikel
Papula Bula

Plaque (plakat) Pustula

Nodul Purpura

Urtika Kista

Papiloma Teleangiektasis

Komedo
MAKULA
Perubahan warna kulit yang tegas dengan ukuran dan bentuk
bervariasi tanpa disertai perubahan konsistensi dan permukaannya
Makula berukuran < 1 cm, jika > 1 cm : patch
Papula
Penonjolan kulit yang solid dengan diameter < 1 cm dan
bagian terbesarnya berada diatas permukaan kulit
Plaque (Plakat)
Kelainan kulit seperti papula dgn permukaan datar & diameter > 1 cm
Plak dapat terjadi karena perluasan suatu papula, tetapi juga dapat
karena gabungan dari beberapa papula
Nodul
Penonjolan pada kulit berbatas tegas, letaknya dalam,
diameternya > 1 cm
Urtika
Penonjolan kulit dengan batas tegas, timbulnya cepat dan hilangnya
juga cepat. Biasanya berwana kemerahan dan pucat di bagian tengah
Papiloma
Penonjolan kulit yang berbentuk seperti jari-jari tangan yang
disebabkan karena meningginya papilla dermis dan ditutupi oleh
epidermis yang mengalami hiperplasi
Vesikel

Penonjolan kulit berbatas tegas, berisi cairan & diameternya < 1 cm


Bila pecah menjadi Erosi, bila bergabung menjadi Bula
Bula
Penonjolan kulit berbatas tegas, seperti
vesikel dengan ukuran > 1 cm
Pustula

Penonjolan kulit berbatas tegas, diameter < 1 cm, berisi cairan pus/ nanah
Purpura
Perubahan warna kulit menjadi kemerahan yang terjadi karena
perdarahan di dalam kulit

Berdasarkan diameter :
a. Petechie : < 1 cm
b. Echymosis : > 1 cm

Tes : Diaskopi
Kista

Suatu rongga yang dibatasi oleh epitel dan di dalamnya berisi


massa cair atau solid
Teleangiektasis
Terjadinya pelebaran pembuluh darah kapiler, venulae, atau
arteriole yang nampak pada permukaan kulit
komedo
Penonjolan kulit karena adanya pelebaran infundibulum folikel
rambut yang terisi masa keratin, sebum & mikroorganisme ttt
Dibagi : Black comedo dan white comedo
EFLORESENSI SEKUNDER

Skuama Sikatriks

Krusta Sklerosis

Erosi Likenifikasi

Ulkus Sinus

Ekskoriasi Abses

Fisura kunikulus

Atrofi
Skuama

Stratum korneum yang terkelupas dan tampak pada permukaan


Dapat kering/ berminyak, tipis/ tebal, warna putih keabuan kuning coklat
Krusta
Bahan cair, eksudat, darah atau
serum maupun jaringan nekrotik
yang mengering
Erosi
Defek pada sebagian atau seluruh epidermis tetapi tidak sampai
pada membrana basalis, sehingga pada proses
penyembuhannya tidak meninggalkan bekas sikatrik
Ulkus

Defek yang mengenai seluruh


epidermis dan melebihi membrana
basalis, bahkan mungkin sampai
dermis atau subkutis, sehingga
pada proses penyembuhannya
sering meninggalkan sikatriks
Ekskoriasi
Hilangnya jaringan sampai dengan stratum papilare
Fisura
Retakan kulit/ defek linier yang dapat mulai dari
permukaan sampai lapisan dermis
Atrofi
Penipisan kulit, baik epidermis maupun dermis.
Kulit yang mengalami atropi tanpak mengkilat, putih, dengan
gambaran permukaan yang hilang, mengkerut & tidak mempunyai
adneksa lagi
Sikatriks
Pembentukan jaringan baru yang sifatnya lebih banyak mengandung
jaringan ikat untuk mengganti jaringan yang rusak akibat penyakit
atau trauma pada dermis yang lebih dalam
Sklerosis

Mengerasnya kulit yang hanya dapat ditemukan dengan palpasi


Likenifikasi

Penebalan kulit yang ditandai dengan penegasan gambaran garis-


garis permukaan kulit baik longitudinal maupun transfersal,
biasanya disertai hiperpigmentasi.
Proses likenifikasi terjadi sebagai akibat garukan kronis dan hebat
Sinus

Saluran yang dibatasi oleh epitel dan bermuara pada kulit


Abses

Kumpulan pus pada jaringan yang terlokalisir


kunikulus
Suatu lorong yang terdapat pada stratum korneum atau stratum
spinosum, yang biasanya terjadi karena adanya infestasi larva suatu
parasit tertentu
Konfigurasi lesi
Diskret : tersebar satu- satu/ terpisah dari yang lain
Unilateral : mengenai sebelah badan
Universalis : mengenai hampir seluruh tubuh
Generalisata : tersebar hampir seluruh tubuh (90-100%)
Herpetiformis : vesikel berkelompok spt pd herpes zoster
Anuler/ Sirsinar : seperti lingkaran
Linier, arkuata : seperti garis lurus
Arsiner : seperti bulan sabit
Serpiginosa: proses menjalar ke satu jurusan diikuti
penyembuhan pd bagian yg ditinggalkan
Konfluens : dua atau lebih lesi yang menjadi satu
Batas lesi
Sirkumskripta : Batas tegas
Difus : Batas tidak tegas
Batas tepi meninggi

Batas tepi aktif


Ukuran lesi

Milier : sebesar kepala jarum pentul


Lentikuler : sebesar biji jagung
Numuler : sebesar uang logam 100 rupiah