Anda di halaman 1dari 18

Angga Tri Prasetyo

Fahmi Ramdan
Fikry Septian
Hendro Herutomo
Ivanda Adrian
Evaporasi
A. Pengertian Evaporasi
adalah pengurangan air dari bahan encer untuk
mendapatkan produk cair konsentrat
B. Prinsip
menghilangkan sebagian air dari bahan pangan cair
dengan cara pemanasan. Pemisahan/penguapan air
disebabkan oleh perbedaan volatilitas antara air dan
padatan
KOMPONEN EVAPORATOR
Heat exchanger
berfungsi sebagai pemanas caieran yang ingin di pekatkan
Vacum
berfungsi mengatur tekanan, sehingga sampel mudah di
uapkan
Vapour separator
tempat terjadinya penguapan
Kondensor
berfungsi untuk mendinginkan uap hasil evaporasi
Jenis jenis evaporator
Batch pan
Seperti penguapan alami dengan matahari, the batch pan merupakan metode
yang paling tua dan paling sederhana untuk memekatkan larutan.
Secara teknologi sudah ketinggalan, tapi masih digunakan dalam aplikasi
terbatas, seperti pemekatan nira untuk pembuatan gula merah.
Waktu tinggal produk dalan pan biasanya beberapa jam
Yang penting adalah mendidihkan pada suhu rendah dan gunakan tekanan
vakum jika produk sensitif terhadap panas.
Pemanasan pan dengan jaket atau dengan coil atau dipanaskan langsung
dengan api dari bawah.
Luas perpindahan panas umumnya sangat kecil karena bentuk dari bejana dan
koefisien perpindahan panasnya cenderung kecil karena konveksi natural.
Kapasitas evaporator kecil karena rendahnya koefisien dan luas perpindahan
panas.
Perpindahan panas dapat ditingkatkan dengan adanya pengadukan
Penggunaannya terbatas karena rendahnya kapasitas penguapan
Horisontal tube evaporator
Evaporator sederhana. Tidak mahal,
Steam di tube dan cairan di bagian luar
Sirkulasi cairan kurang baik
Koefisien transfer panas rendah, akibatnya transfer panas kurang efisien.
Baik untuk cairan yang tidak mengendap, rendah
Pengendapan kerak terjadi di luar tabung, jadi sukar dibersihkan
Konstruksi harus diusahakan agar bundel tabung-tabung bisa dikeluarkan untuk
dibersihkan.
Vertikal tube basket evaporator
Cairan dalam tabung, steam dalam
shell.
Sirkulasi / aliran cairan bisa
berjalan dengan baik sehingga
akibat aliran tersebut, koefisien
transfer panas besar,
mengakibatkan transfer panas
cukup efisien.
Endapan / kerak terjadi dalam
tabung sehingga lebih mudah
dibersihkan.
Long tube vertical evaporator
Cairan dalam tube, steam dibagian luar

Cairan disirkulasikan secara konveksi natural sekali

jalan (single pass)

Untuk memperbesar kecepatan sirkulasi cairan dengan

harapan koefisien transfer panas makin besar, tabung-

tabung untuk transfer panas diperpanjang.

Aliran cairan kembali ke bawah lewat pipa di luar

evaporator.

Keuntungan : Koefisien transfer panas besar sehingga

transfer panas lebih efisien

Kerugian : Jumlah penguapan tiap pass sangat besar

(karena tabung panjang) sehingga konsentrasi lokal di

mulut tabung bagian atas sangat tinggi (cairan dalam

evaporator tidak homogen). Hal ini bisa menyebabkan

kristalisasi atau pembentukan gel pada tabung, sehingga

bisa mengganggu sirkulasi cairan


Forced circulation evaporator
Cairan dalam tube, steam dibagian luar
Cairan disirkulasikan secara konveksi paksa
Baik untuk fluida dengan m tinggi
Sirkulasi cairan untuk memperbesar
koefisien transfer panas dibantu dengan
pompa.
Koefisien transfer panas bisa besar dan
penyumbatan-penyumbatan dalam tabung bisa
terdorong keluar tabung oleh pompa.
Tabung tidak terlalu panjang. Sirkulasi cepat,
sehingga larutan dalam evaporator lebih
homogen.
Diperlukan pompa yang menjadi satu dengan
evaporator sehingga harga alat lebih mahal.
Perlu biaya pemompaan.
Karena aliran keluar tabung cepat, maka
pemisahan uap dan cairan lebih sulit, sehingga
perlu baffle yang lebih baik dan ruang
pemisah lebih besar di bagian atas.
Falling film evaporator
Umpan evaporator dimasukkan pada bagian
atas Calandria melalui distributor.
Steam diberikan pada sisi shell.
Larutan pekat dikeluarkan pada bagian
bawah.
Cairan mengalir ke bawah membentuk film di
keliling dalam tabung. Aliran disebabkan gaya
berat dan gesekan uap.
Uap bergerak ke bawah. Meskipun t kecil,
tetapi aliran tetap baik (gravity). Bandingkan
dengan natural convection evaporator
misalnya. Luas permukaan pemanasan sangat
besar dibanding volum cairan dalam
evaporator. Hal ini memungkinkan transfer
panas cukup dan perusakan belum banyak
terjadi karena waktu tinggal kecil (volume
cairan dalam evaporator kecil).
Kapasitas alat ini tidak bisa divariasi terlalu
besar.
Faktor faktor kecepatan evaporasi
1. Suhu; walaupun cairan bisa evaporasi di bawah suhu titik
didihnya, namun prosesnya akan cepat terjadi ketika suhu di
sekeliling lebih tinggi. Hal ini terjadi karena evaporasi menyerap
kalor laten dari sekelilingnya. Dengan demikian, semakin
hangat suhu sekeliling semakin banyak jumlah kalor yang
terserap untuk mempercepat evaporasi.

2. Kelembapan udara; jika kelembapan udara kurang, berarti


udara sekitar kering. Semakin kering udara (sedikitnya
kandungan uap air di dalam udara) semakin cepat evaporasi
terjadi. Contohnya, tetesan air yang berada di kepingan gelas di
ruang terbuka lebih cepat terevaporasi lebih cepat daripada
tetesan air di dalam botol gelas. Hal ini menjelaskan mengapa
pakaian lebih cepat kering di daerah kelembapan udaranya
rendah.
Faktor faktor kecepatan evaporasi
3. Tekanan; semakin besar tekanan yang dialami semakin
lambat evaporasi terjadi. Pada tetesan air yang berada di
gelas botol yang udaranya telah dikosongkan (tekanan
udara berkurang), maka akan cepat terevaporasi.

4. Gerakan udara; pakaian akan lebih cepat kering ketika


berada di ruang yang sirkulasi udara atau angin lancar
karena membantu pergerakan molekul air. Hal ini sama
saja dengan mengurangi kelembapan udara.

5. Sifat cairan; cairan dengan titik didih yang rendah


terevaporasi lebih cepat daripada cairan yang titik didihnya
besar. Contoh, raksa dengan titik didih 357C lebih susah
terevapporasi daripada eter yang titik didihnya 35C.
Skema evaporator :

dimana : subkrip:
m : massa (kg) f : umpan
T : suhu (0C) u : uap air
H : enthalpi (kJ/kg) s : steam
x : kadar (%) L : larutan
y : kadar (%) i : inlet
W: berat ( N) o : outlet

14
Neraca masa evaporasi
Koefisien Perpindahan Kalor
Persamaan perpindahan kalor mempunyai bentuk :
Q= U A DT
dimana Q adalah kalor terpindah per satui satuan waktu,
U koefisien perpindahan kalor keseluruhan, A luas permukaan
perpindahan kalor dan DT beda suhu antara dua arus.
APLIKASI
industri aluminium dan gula
mendaur ulang pelarut seperti hexane ataupun
sodium hydroxide
bisa juga untuk menguapkan limbah agar proses
penanganan limbah lebih murah.
Pemekatan larutan NaOH, Pemekatan larutan KNO3,
Pemekatan larutan NaCL, Pemekatan larutan nitrat
dan lain-lain.