Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN KKP

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN VAKSINASI JAMAAH


UMROH DI POLI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN
PERIODE TAHUN JANUARI 2015-DESEMBER 2016

BAGIAN KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL AZHAR MATARAM
2017
LATAR BELAKANG

1 PEMBANGUNAN KESEHATAN

MELAKSANAKAN TERHADAP MASUK DAN


2
KELUARNYA PENYAKIT

3 KKP KLS II 16 FUNGSI, 9 WILKER

4 TUGAS POKOKNYA PELAYANAN VAKSINASI


INTERNATIONA & PENERBITAN ICV

5
PENTINGNYA MEMBERIKAN PELAYANAN
MAKSIMAL
RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah


yang dapat dirumuskan yaitu, Bagaimana Kualitas
Pelayanan Vaksinasi Internasional pada Jamaah
Umroh di Poliklinik KKP Kelas II Mataram tahun
2015-2016?
TUJUAN
Mengetahui Kualitas Pelayanan
Vaksinasi Internasional pada
Jamaah Umroh di Poliklinik
KKP Kelas II Mataram tahun
2015-2016?
TUJUAN UMUM
TUJUAN KHUSUS

- MENGETHAUI JUMLAH KUNJUNGAN JAMAAH


UMROH YG MELAKUKAN VAKSINASI
INTERNATIONAL MENGETAHUI APAKAH
PELAYANAN SUDAH SESUAI DENGAN
PERMENKES NO 13 2016
- MENGETAHUI KUALITAS PELAYANAN DARI SDM
- MENGETAHUI KUALITAS PELAYANAN DARI
SARANA
MANFAAT

BAGI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN


Hasil penelitian ini diharapkan dapat
dijadikan acuan KKP untuk meningkatkan
program kerja

BAGI PEMERINTAH
Penelitian ini sebagai masukan bagi
pemerintah untuk memecahkan masalah
kesehatan
TINJAUAN PUSTAKA

Kegiatan Seksi Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah (UKLW)

1. PELAYANAN KESEHATAN DASAR

2. PELAYANAN KESEHATAN HAJI

3. PENGAWASAN KESEHATAN MATRA PADA SITUASI KHUSUS

4. PENGUJIAN KESEHATAN NAKHODA, ANAK BUAH KAPAL, & PENJAMAH


MAKANAN

5. VAKSINASI & PENERBITAN INTERNATIONAL CERTIFICATE OF VACCINATION


(ICV)

6. LEGALISASI ICV PADA BUKU KESEHATAN JAMAAH HAJI


7. SOSIALISASI VAKSIN, ICV JAMAAH HAJI DAN UMROH

8. PENGAWASAN PENGANGKUTAN ORANG SAKIT

9. PELAYANAN SURAT KETERANGAN KESEHATAN

10. PENGAWASAN PENGANGGKUTAN JENAZAH

11. PENGAWASAN OBAT-OBATAN DAN PERLENGKAPAN P3K KAPAL

12. SKRINING KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

13. PENEMUAN DAN TATALAKSANA PENYAKIT IMS


VAKSINASI INTERNATIONAL

PerMenKes Nomor 13 Tahun 2016 tentang


pemberian sertifikat vaksin internasional

Perlu diberikan vaksinasi yang dibuktikan


dengan pemberian Sertifikat Vaksinasi
Internasional
DASAR HUKUM

1.Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1962 tentang Karantina Laut

2.Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1962 tentang Karantina Udara

3.Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran

4.Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan


Ibadah Haji

5.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran

6.Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan

7.Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


8.Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

9.Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian

10.Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2013 tentang Jenis dan


Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku
pada Kementerian Kesehatan

11.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290/Menkes/Per/III/2008


tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran
13.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 356/Menkes/Per/IV/2008
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan

14.Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 442/Menkes/SK/VI/2009


tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji Indonesia

15.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 tentang


Penyelenggaraan Imunisasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2013 Nomor 966)

16.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 tentang


Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan
KETENTUAN UMUM

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 13 Tahun 2016 yang


dimaksud dengan:

1.Sertifikat Vaksinasi Internasional adalah surat keterangan yang


menyatakan bahwa seseorang telah mendapatkan vaksinasi dan/atau
profilaksis yang diperlukan untuk perjalanan internasional tertentu.

2.Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati,


masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah
diolah, berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi
toksoid, protein rekombinan yang bila diberikan kepada seseorang
akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit
infeksi tertentu.
3.Vaksinasi adalah pemberian vaksin yang khusus diberikan dalam
rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang
secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat
terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya
mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

4.Profilaksis adalah suatu tindakan medis pemberian obat tertentu


untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit menular
tertentu dalam jangka waktu tertentu.
5.Jemaah Haji adalah Warga Negara Indonesia yang beragama
Islam dan telah mendaftarkan diri untuk menunaikan Ibadah
Haji, baik secara reguler maupun khusus, sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan.

6.Jemaah Umrah adalah Warga Negara Indonesia yang


beragama Islam dan telah mendaftarkan diri untuk menunaikan
ibadah umrah yang dilaksanakan di luar musim haji sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan.
7.Blanko Sertifikat Vaksinasi Internasional adalah
lembaran berupa buku Sertifikat Vaksinasi
Internasional yang belum diisi oleh petugas yang
berwenang.

8.Kantor Kesehatan Pelabuhan yang selanjutnya


disingkat KKP adalah unit pelaksana teknis di
lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Direktorat
Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
9.Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat
jalan, dan gawat darurat.

10.Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan


pemerintahan di bidang kesehatan.

11.Direktur Jenderal adalah direktur jenderal pada Kementerian


Kesehatan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab di
bidang pencegahan dan pengendalian penyakit.
VAKSINASI

1.Setiap orang yang akan melakukan perjalanan internasional dari


dan ke negara terjangkit dan/atau endemis penyakit menular
tertentu dan/atau atas permintaan negara tujuan wajib diberikan
vaksinasi tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

2.Vaksinasi sebagaimana dimaksud dilakukan di KKP.

3.Vaksinasi Meningitis untuk Jemaah Umrah selain dilakukan di


KKP sebagaimana dimaksud dapat dilakukan di rumah sakit yang
4.Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada,
Vaksinasi untuk Jemaah Haji dilakukan di fasilitas
pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

5.Vaksinasi dilakukan oleh dokter yang telah memiliki


surat izin praktik sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
SERTIFIKAT VAKSINASI INTERNASIONAL

1. Setiap orang yang telah diberikan Vaksinasi dan/atau Profilaksis berhak memperoleh
Sertifikat Vaksinasi Internasional.

2. Sertifikat Vaksinasi Internasional sebagaimana dimaksud dikeluarkan oleh KKP atau rumah
sakit yang ditunjuk oleh Menteri.

3. Sertifikat Vaksinasi Internasional sebagaimana dimaksud harus ditandatangani oleh:

a. dokter yang ditunjuk kepala KKP atau dokter yang ditunjuk direktur/kepala rumah sakit; dan

b. orang yang telah diberikan Vaksinasi dan/atau Profilaksis.

4. Dalam hal orang yang telah diberikan Vaksinasi dan/atau Profilaksis sebagaimana dimaksud
huruf b berada di bawah pengampuan, Sertifikat Vaksinasi Internasional ditandatangani oleh
orang tua atau walinya.

5. Sertifikat Vaksinasi Internasional selain ditandatangani oleh sebagaimana dimaksud pada


ayat (3) dan ayat (4) harus diberi cap KKP atau cap rumah sakit sesuai tempat
dikeluarkannya Sertifikat Vaksinasi Internasional.
6.Sertifikat Vaksinasi Internasional hanya berlaku untuk 1 (satu) orang yang namanya
tercantum dalam sertifikat.

7.Sertifikat Vaksinasi Internasional dilengkapi dengan nomor seri yang bersifat nasional,
barcode, lambang WHO, hologram bakti husada, berbahasa Inggris dan Perancis, dan
memiliki security printing.

8.Blanko Sertifikat Vaksinasi Internasional hanya dapat dicetak oleh direktorat jenderal
yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit.

9.Untuk mendapatkan Blanko Sertifikat Vaksinasi Internasional kepala KKP atau


direktur/kepala rumah sakit yang ditunjuk mengajukan permohonan kepada Direktur
Jenderal sesuai kebutuhan.

10.Sertifikat Vaksinasi Internasional dinyatakan tidak valid atau tidak berlaku apabila:

a.penerbitan dan pengesahannya tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;

b.pemilik Sertifikat Vaksinasi Internasional meninggal dunia; dan atau

c.ada koreksi, ada bagian yang dihapus dan/atau ada bagian yang tidak diisi.
PENCATATAN DAN PELAPORAN

1.KKP atau rumah sakit yang ditunjuk oleh Menteri wajib

mencatat pemberian Sertifikat Vaksinasi Internasional

dan/atau surat keterangan kontra indikasi.

2.Pencatatan yang dilakukan oleh KKP atau rumah sakit


sebagaimana dimaksud dilaporkan secara berkala kepada
Direktur Jenderal.
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

1.Pembinaan dan pengawasan terhadap pemberian Sertifikat


Vaksinasi Internasional dilakukan oleh direktorat jenderal
yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang pencegahan
dan pengendalian penyakit.

2.Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) diarahkan untuk meningkatkan kinerja pelayanan
pemberian Sertifikat Vaksinasi Internasional dan tertib
administrasi.
3.Menteri dapat memberikan sanksi administratif kepada
setiap orang atau pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan
yang melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Menteri
ini berupa peringatan tertulis sampai dengan pencabutan
izin.

4.Dalam hal pelanggaran berupa pemalsuan terhadap


Sertifikat Vaksinasi Internasional dikenakan sanksi pidana
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
TATA CARA PEMBERIAN DAN BENTUK SERTIFIKAT VAKSINASI
INTERNASIONAL
PEMBAHASAN
1. Jumlah Kunjungan Jamaah Umroh di Poliklinik Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram Januari -
Desember 2015

Tabel 3.1 Distribusi Frekuensi Jamaah Umroh Januari-Desember tahun 2015

No. Bulan
Vaksinasi ICV

1. Januari 496 521

2. Februari 473 481

3. Maret 656 652

4. April 369 373

5. Mei 387 363

6. Juni 519 492

7. Juli 43 30

8. Agustus 88 102

9. September 319 338

10. Oktober 366 377


2. Jumlah Kunjungan Jamaah Umroh di Poliklinik Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram Janua

Tabel 3.1 Distribusi Frekuensi Jamaah Umroh Januari-Desember tahun 2016

No. Bulan
Vaksinasi ICV

1. Januari 498 484

2. Februari 832 827

3. Maret 694 684

4. April 468 463

5. Mei 523 513

6. Juni 112 110

7. Juli 43 40

8. Agustus 126 124

9. September 175 173

10. Oktober 597 586


Pengguna
Jasa

Pemohon

Pendaftaran

Legalisasi

Online Manual

Pemeriksaan
Kesehatan
Tes Kehamilan

Kontra Indikasi Tidak Kontra Indikasi

Pemberian Vaksin Sesuai


Tidak Divaksinasi Dosis

Diberi Surat Pengisian Buku ICV


Keterangan
Buku ICV Ditandatangani/Cap
Jempol Oleh Pemohon

Penandatanganan ICV
Kepala/Dokter KKP

Pemberian Cap Stempel


Identitas KKP

Serah Terima Buku ICV dan


Pembayaran

Serah Terima Buku ICV dan


Pembayaran
4. Kualitas Pelayanan dari segi jumlah sumber daya manusia yang
tersedia.
Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam
pelayanan yang baik.

Di KKP mataram jumlah SDM khususnya dari segi jumlah tenaga


medis atau lebih tepatnya jumlah dokter termasuk dikatakan
kurang. Jumlah dokter yang ada di pelayanan hanya satu dokter.
Khususnya pada bulan yang ramai akan kunjungan jamaah umroh
tentunya pelayanan yang akan diterima oleh jamaah umroh akan
kurang maksimal. Jamaah umroh yang akan melakukan vaksinasi
akan terlalu lama dan mengurangi kepuasan dan kenyamanan
jamaaah umroh.
5. Kualitas Pelayanan dari segi sarana yang tersedia

Sarana yang memadai menentukan faktor kelancaran dari


pelayanan vaksinasi jamaah umroh. Di KKP Mataram, sarana yang
tersedia termasuk sudah lengkap dari segi alat-alat kesehatan .

Tapi sarana dalam hal pembayaran vaksinasi yang akan dilakukan


oleh jamaah umroh termasuk kurang memadai. Mesin EDC yang
ada di KKP Mataram hanya berjumlah1. Jumlah ini tentunya
sangat kurang melihat banyaknya jumlah kunjungan jamaah umroh
dan meningkat setiap tahunnya. Ini menyebabkan jamaah umroh
akan mengantri cukup lama untuk melakukan pembayaran.
PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan data tahun 2015 dan 2016 jumlah kunjungan jamaah umroh
selalu mengalami peningkatan terutama pada akhir tahun. Pelayanan yang
tepat dan maksimal akan memberikan kepuasan tersendiri dari jamaah
umroh yang melakukan vaksinasi.

Dari data dan analisis yang dilakukan, pelayanan yang ada di Kantor
Kesehatan Pelabuhan sudah bagus sudah berjalan dengan baik dan sesuai
dengan PERMENKES No. 13 Tahun 2016. Hanya perlu perbaikan dari
segi sumber daya manusia khusunya dokter harus ditambah dan
menambah mesin EDC untuk kelancaran dari pelayanan vaksinasi yang
dilakukan.
SARAN

Sebagai bahan pertimbangan bagi KKP untuk memperhatikan


jumlah dokter yang masih kurang dan penambahan mesin EDC
untuk kelancaran pelayanan yang ada di Kantor Kesehatan
Pelabuhan Mataram.
2 0 1 7

THANK YOU