Anda di halaman 1dari 25

PENGENDALIAN APOTEK DAN

ANALISA KEUANGAN
PENGENDALIAN APOTEK
Barang REGULAR
Pengendalian Barang NARKOTIKA dan PSIKOTROPIKA
BARANG Barang Macet
Barang KADALUARSA

Pengendalian Pengendalian Pembatalan Penjualan Tunai


Pemeriksaan RETUR BARANG
UANG Pemeriksaan UANG SETORAN

Survey harga di apotek sekitar


Pengendalian Bandingkan HJA apotek dengan HJA apotek
Kompetitor
HARGA Indeks harga maks HET
MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen adalah suatu proses kegiatan yang terdiri dari
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
pengawasan dengan memadukan penggunaan ilmu dan seni
untuk mencapai tujuan organisasi.
Agar tujuan organisasi dapat tercapai diperlukan unsur
atau sarana (The Tool of Management), yang meliputi unsur 5
M, yaitu :
Men : Sumber Daya Manusia
Money : Uang yang dibutuhkan
Methods : Metode yang digunakan
Materials : Bahan yang digunakan
Machines : Mesin yang digunakan
Keuangan terdiri dari 3 bidang yang saling terkait,
yaitu :
Pasar uang dan Pasal Modal
Investasi
Manajemen keuangan

Analisis keuangan termasuk salah satu bagian


terpenting dalam manajemen keuangan.
MENGAPA ANALISIS KEUANGAN ITU PENTING??
1. Bagaimana likuiditas apotek ?
Dapatkah apotek membayar pinjaman jangka pendeknya bila jatuh
tempo ?
Apotek yang dapat membayar pinjaman jangka pendeknya tepat
waktu dikatakan telah memiliki cukup likuiditas.
2. Bagaimana solvabilitas apotek ?
Dapatkah apotek membayar pinjaman jangka panjang secara
berkesinambungan ? Ini disebut solvency (solvabilitas) atau daya /
kemampuan membayar utangnya.
3. Apakah dana yang disediakan sudah digunakan dengan benar ?
Dalam hal ini, dana yang mencakup pinjaman dan modal. Pinjaman
adalah dana yang dipinjam oleh apotek. Modal adalah uang yang
ditanamkan oleh APA/PSA untuk apotek. Rasio yang digunakan untuk
menjawab pertanyaan ini dinamakan test of overall performance
Mengapa.
4. Seberapa efisienkah aset/harta apotek dikelola ?
Apotek yang dikelola secara efisien dapat
meminimalkan aset seperti persediaan obat dan
perkiraan piutang untuk mencapai tingkat
penjualan dan pendapatan yang telah ditetapkan.
5. Apakah apotek mendapat laba yang cukup ?
Dengan kata lain, apakah apotek tersebut
mendapatkan laba yang sama besarnya dengan
laba yang diperoleh apotek lain dan sumber
keuangan yang sama ? Ini disebut Test of
Profitability
Neraca dan Laba/Rugi
Neraca menunjukkan posisi kekayaan perusahaan,
kewajiban keuangan dan modal sendiri perusahaan pada
waktu tertentu.
Kekayaan disajikan dalam sisi aktiva
kewajiban dan modal sendiri pada sisi pasiva.
Tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan
suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya
pada waktu dimana buku-buku ditutup dan ditentukan
sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender,
sehingga neraca sering disebut Balance sheet.
Laporan rugi-laba merupakan suatu laporan hasil operasi
perusahaan dalam suatu periode tertentu.
AKTIVA dan PASIVA
Aktiva merupakan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Disebut juga harta. Aktiva dibagi dua, yaitu :
1. Aktiva Lancar, adalah uang kas dan aktiva lainnya yang
dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi
uang tunai, dijual atau dikonsumer dalam periode berikutnya
(paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan
perusahaan yang normal). Termasuk dalam aktiva lancar
antara lain, kas, bank, piutang, persediaan.
2. Aktiva tetap adalah aktiva yang mempunyai umur
kegunaan relatif permanen atau jangka panjang (mempunyai
umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis
dalam satu kali perputaran operasi perusahaan). Termasuk
dalam aktiva tetap antara lain, inventaris dan bangunan.
Pasiva : kewajiban dan ekuitas (modal)
FIXED COST dan VARIABEL COST
Fixed cost (biaya tetap)
adalah jenis biaya yang selama satu periode jumlahnya
tetap dan tidak mengalami perubahan.
Contoh : gaji, sewa bangunan, bunga bank, biaya listrik,
biaya air, pajak, dll. Biaya tetap ini tidak tergantung
volume produksi.
Variabel cost (biaya variabel)
adalah biaya yang naik danturun bersamaan dengan
volume kegiatan.
Bila produksi atau penjualan bertambah, maka biaya
variabel akan bertambah.
Contoh : biaya pokok produksi, HPP (harga pokok
penjualan), biaya pengiriman, etiket, label, dll.
BEP dan PBP
Break even point = titik impas, tak rugi-tak laba (bisa dikatakan
balik modal).
Analisis BEP digunakan untuk mengetahui kelangsungan hidup
suatu usaha dengan omzet berapa yang harus dicapai,
penentuan harga berapa dengan biaya perusahaan yang ada
sehingga tidak menderita kerugian.
PBP = waktu kembalinya modal.
Fixed cost
BEP =
1-( Variable cost / penjualan)

total investasi
PBP =
laba bersih
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Test of Overall Return On Equity
Performance Return On Assets

Presentase Laba Kotor


Test of Profitability
Presentase Laba Bersih
Current Ratio
Test of Liquidity Quick Ratio
Account Payable Periode

Test of Solvency Ratio Solvability

Account Receivable Collection Periode


Test of Efficiency
Inventory Turn Over
Test of Overall Performance
(Tes penampilan menyeluruh)
Test of Overall Performance menunjukkan apakah dana yang tersedia
bagi apoteker telah digunakan secara efektif.
1. Perolehan atas modal sendiri (Return On Equity/ROE)
Rasio ini mengukur apakah dana yang diinvestasikan dalam apotek
oleh PSA / APA telah digunakan secara efektif. ROE untuk apotek
minimum 18%.
ROE ini sebenarnya dasarnya adalah tingkat suku bunga di bank.
Bila modal semakin besar sedangkan net income (ni) tetap, maka
ROE akan kecil.

ROE = NET INCOME (PENGHASILAN BERSIH) X 100%


MODAL PEMILIK
2. Perolehan atas harta (Return On Assets/ROA)
Rasio ini mengukur apakah semua dana yang
tersedia oleh apotek baik hutang ataupun
modal telah digunakan secara efektif. ROA
disebut juga ROI (Retun on Investment).
ROA untuk apotek minimal 12%.

LABA BERSIH
ROI = X 100%
TOTAL AKTIVA
Test Daya Laba (Test of Profitability)
Menunjukkan kemampuan apotek dalam menutup biaya yang dikeluarkan, yang
akhirnya akan meningkatkan laba apotek.
1. Presentase Laba Kotor (PLK)
Adalah pengukuran daya tata apotek sebelum beban usaha diperhitungan.

penjualan - HPP
PLK = X 100%
penjualan

PLK seharusnya berkisar antara 20% sampai 33%. PLK yang lebih tinggi dari
presentase tersebut menunjukkan harga yang tinggi. PLK yang lebih rendah
menunjukkan salah satu dari keadaan berikut :
a. Harga rendah
b. Pembelian yang tidak tepat; sehingga HPP (harga pokok penjualan)
mungkin terlalu tinggi.
c. Shrinkage
d. Penjualan tidak tercatat
2. Presentase Laba Bersih (PLB)
Pengukuran daya laba setelah
memperhitungkan beban usaha. PLB
seharusnya berkisar antara 5% sampai dengan
7,5%.
Laba bersih
PLB = X 100%
penjualan
Test Likuiditas (Test of Liquidity)
Mengukur kemampuan apotek dalam membayar hutang
lancarnya bila jatuh tempo.
1. Rasio Lancar (Current Ratio/CR)
harta lancar
CR =
kewajiban lancar
CR sebaiknya berkisar antara 2 dan 3,8.
CR < 2, artinya apotek memiliki masalah dalam membayar
hutang lancar tepat waktu.
CR > 3,8 artinya proporsi harta lancar terlalu tinggi dari yang
dibutuhkan untuk beroperasi secara efektif (ini tidak baik).
2. Rasio Cepat (Quick Ratio/QR)
QR = harta lancar - persediaan obat
kewajiban lancar

Rasio cepat sama dengan rasio lancar tapi QR


merupakan tes yang lebih keras terhadap liquiditas
apotek.
Nilai QR sebaiknya berada diantara 1 dan 2.
Rasio ini mengukur apakah apotek mampu membayar
hutang lancarnya bila tidak mampu menjual
persediaan obatnya.
3. Masa Perkiraan Utang (Accounts Payable Period)
Menunjukkan berapa lama waktu yang dibutuhkan
apotek untuk membayar pembelian kreditnya.
perkiraan hutang
MPU =
pembelian per hari
Tes Solvabilitas (Test of Solvency)
Menunjukkan apakah suatu usaha akan dapat
memenuhi pembayaran hutang jangka
panjangnya.
Nilai rasio solvabilitas sebaiknya sebesar 80%,
kecuali untuk apotek yang baru berdiri bisa
lebih tinggi (>100%).
total pinjaman
RS = X 100%
modal pemilik
Tes Efisiensi (Test of Efficiency)
Rasio ini mengukur seberapa efisienkah apoteker
menggunakan hartanya.
1. Masa Penagihan Perkiraan Piutang (MPPP) Accounts
Receivable Collection Period = ARCP)
Merupakan perkiraan jumlah hari rata-rata yang diperlukan
apotek untuk menagih perkiraan piutang.
MPPP sebaiknya tidak lebih dari 1,5 kali syarat kredit
perusahaan (jangka waktu yang diberikan pada pelanggan
untuk membayar rekening mereka setelah rekening
dikirimkan).
Kebanyakan syarat kredit perusahaan adalah 30 hari.
piutang
MPPP =
penjualan kredit bersih/hari
2. Perputaran Persediaan (PP) (Inventory Turn
Over)
Mengukur berapa cepat persediaan obat dibeli,
dijual, dan digantikan. Persediaan di apotek
seharusnya berputar paling sedikit 4 kali
pertahun, 12 kali perputaran masih dapat
diterima.
TOR (Turn Over Ratio) = inventory turn over

HPP
TOR =
persediaan rata-rata
Contoh Kasus
Lakukanlah Analisa Keuangan serta BE dan
PBP untuk Apotek Rasendriya berdasarkan
Neraca dan Perhitungan Laba Ruginya seperti
yang tercantum berikut :

23
I PENJUALAN JUMLAH Prosentase (%)
1 Tunai 635.422.500 70.00
2 Kredit 272.322.500 30.00
TOTAL 907.745.000 100.00
II PEMBELIAN / HPP
- SALDO AWAL 111.657.500
- PEMBELIAN 632.377.500
- SALDO AKHIR 131.990.000
II. HARGA POKOK PENJUALAN 612.045.000 67.42

III MARGIN 295.700.000 32.58

IV BIAYA USAHA
1. BIAYA PEGAWAI 144.817.500
2. BIAYA SEWA KANTOR 17.187.500
3. BIAYA PEMAKAIAN SUPLAI KANTOR/APOTEK 7.150.000
4. BIAYA ASURANSI 9.290.000
5. BIAYA BUNGA 5.930.000
6. BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG & PERALATAN 8.895.000
7. BIAYA IKLAN 4.197.500
8. BIAYA PEMASARAN 15.245.000
9. BIAYA PENYUSUTAN 7.822.500
10. BIAYA AIR, TELEPON, LISTRIK 2.712.500
11. BIAYA SERBA SERBI 27.390.000
TOTAL BIAYA USAHA 250.637.500 27.61
V LABA / RUGI OPERASI 45.062.500 4.96
Tugas
Suatu Apotek Sehat Lancar akhir tahun 2014 ingin mengetahui apakah Apotek yang
selama ini dikelola Apoteker , sudah baik dalam pengelolaan keuangannya, maka anda
diminta untuk melakukan analisis keuangannya dari indikator keuangan.
Diperoleh informasi bahwa modal awal Apotek ini adalah Rp. 110.000.000,-
dan selama ini mempunyai nilai persediaan obat sebesar Rp. 130.500.000,-.
Namun persediaan obat tersebut sebagian masih hutang dengan PBF sebesar Rp.
45.325.000.000,-. Dari data yang diperoleh Apotek ini mempunyai piutang sebesar Rp.
3.365.000,- ada uang di bank sebesar Rp. 10.500.000,- dan uang cash Rp. 8.625.000,-.
Hutang apotek di bank Rp. 30.500.000,- serta biaya lain yang harus dikeluarkan Rp.
4.325.000,-. Inventarisasi alat dan fasilitas yang ada Rp. 30.320.000,- serta adanya
kendaraan seharga Rp. 16.500.000,-. Selama tahun 2014 apotek melakukan pengadaan
obat dan alat kesehatan sebesar Rp. 525.550.000,-. Hasil stock opname pada akhir
tahun 2013 sebesar Rp.115.768.000,-dan akhir tahun 2014 sebesar Rp. 130.500.000,-.
Diketahui bahwa selama tahun 2014 penjualan kontan sebesar Rp. 687.986.500,-
dan kredit sebesar Rp. 145.547.000,- ada 2 Apoteker yang digaji tiap bulannya masing-
masing Rp. 1.250.000,- dan 4 asisten apoteker masing-masing Rp. 500.000,-. Selain itu 2
kasir masing-masing Rp. 400.000,- dan 2 reseptir masing-masing Rp.300.000,-. Biaya
telepon Rp. 350.000,-/bulan, listrik Rp. 150.000,-/bulan. Biaya bunga bank 4,5 juta,
biaya maintenance 2 juta, biaya penyusutan 3 juta, biaya sewa kontrak 8 juta, biaya
marketing 3 juta, biaya asuransi 2,5 juta serta biaya serbai-serbi 2,5 juta.