Anda di halaman 1dari 74

MATERI INTI V

TERAPI GIZI
PADA ANAK GIZI BURUK

DIREKTORAT BINA GIZI


KEMENTERIAN KESEHATAN RI
1
TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan umum:
Pada akhir sesi peserta mampu menerapkan terapi gizi dan cara
pembuatan formula dan makanan serta konseling untuk anak gizi
buruk.
Tujuan khusus:
Pada akhir sesi peserta mampu:
a. Menjelaskan tujuan dan prinsip dasar terapi gizi pada anak gizi buruk
b. Menjelaskan terapi gizi pada fase stabilisasi, transisi dan rehabilitasi
pada anak gizi buruk
c. Melakukan anamnesis diet dan konseling gizi pada anak gizi buruk
selama perawatan
d. Melakukan pemantauan dan evaluasi terapi gizi pada anak gizi buruk
e. Menerapkan terapi gizi pada fase tindak lanjut
f. Membuat formula dan makanan untuk anak gizi buruk pada fase
2
stabilisasi, transisi dan rehabilitasi
POKOK BAHASAN

a. Tujuan dan prinsip dasar terapi gizi pada anak gizi


buruk
b. Terapi gizi pada fase stabilisasi, transisi dan rehabilitasi
c. Anamnesis diet dan konseling gizi pada anak gizi buruk
d. Pemantauan dan evaluasi terapi gizi pada anak gizi
buruk
e. Terapi gizi pada fase tindak lanjut
f. Praktek membuat ReSoMal dan formula serta makanan
untuk anak gizi buruk

3
POKOK BAHASAN 1

TUJUAN DAN PRINSIP DASAR


TERAPI GIZI
PADA ANAK GIZI BURUK

4
TUJUAN DAN PRINSIP DASAR TERAPI GIZI

1. Tujuan terapi gizi pada anak gizi buruk


adalah memberikan energi & nutrien (zat
gizi) guna mencegah dan mengatasi:

Hipoglikemia
Dehidrasi
Kekurangan zat gizi mikro, vitamin mineral dan
elektrolit (K, Mg, Cl, Zn, Cu)
Memulihkan kondisi kesehatan
Meningkatkan status gizi anak

5
TUJUAN DAN PRINSIP DASAR TERAPI GIZI
(Lanjutan ..)
2. Prinsip Dasar Terapi Gizi pada Anak Gizi Buruk:
Kerusakan mukosa usus & enzim dalam waktu lama
mengakibatkan seluruh organ
(pencernaan,hati,pankreas,ginjal,jantung) anak gizi
buruk lemah
Pemberian Cairan dan Makanan:
Secara teratur (selama 24 jam)
Bertahap, mulai dari bentuk cair, lumat & padat (mudah
diserap)
mulai dg porsi kecil , sering dan rendah natrium
Melalui fase stabilisasi, transisi & rehabilitasi
Cara pemberian formula sebaiknya menggunakan gelas

6
TUJUAN DAN PRINSIP DASAR TERAPI GIZI
(Lanjutan ..)

Tidak boleh tergesa-gesa dalam


memberikan makanan
Kenaikan BB baru dinilai setelah pemberian
F 100
Selalu dipantau dan dievaluasi

7
POKOK BAHASAN 2

TERAPI GIZI
PADA FASE STABILISASI, TRANSISI
DAN REHABILITASI

8
FASE STABILISASI

Tujuan memberikan makanan:


Tidak untuk menaikkan berat badan
Agar kondisi anak stabil

Diberikan F75
Cukup Energi (80 100 kkal/kg BB)
Cukup Protein (1 1,5 g/kgBB)
Cukup Cairan
- tanpa edema atau edema +, ++ ( 130 ml / kg BB )
- edema berat +++ ( 100 ml / kg BB )
Cukup Elektrolit
Dibagi dalam 12 kali pemberian
(Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku II)
9
TABEL PETUNJUK PEMBERIAN F-75 UNTUK
ANAK GIZI BURUK TANPA EDEMA

Volume F75/ 1 kali makan (ml)a) Total 80% dari


BB anak total a)
(kg) Setiap 2 Setiap 3 Setiap 4 Sehari (130 Sehari
jam b ) jam c) jam ml/kg) (minimum)
(12x mkn) (8 x mkn) (6 X mkn)
2.0 20 30 45 260 210
2.2 20 35 50 286 230
2.4 25 40 55 312 250
2.6 25 45 55 338 265
2.8 30 45 60 364 290
3.0 30 50 65 390 310
3.2 30 55 70 416 335
3.6 35 60 80 468 375

Bagan Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku I


TABEL PETUNJUK PEMBERIAN F-75
UNTUK ANAK GIZI BURUK
YANG EDEMA BERAT
Volume F75/ 1 kali makan (ml)a) Total 80% dari
BB anak total a)
(kg) Setiap 2 Setiap 3 Setiap 4 Sehari(100 Sehari
jam b ) jam c) jam ml/kg) (minimum)
(12 x mkn) (8 x mkn) (6 X mkn)
3.0 25 40 50 300 240
3.2 25 40 55 320 255
3.4 30 45 60 340 270
3.6 30 45 60 360 290
3.8 30 50 65 380 305
4.0 35 50 65 400 320
4.2 35 55 70 420 335
4.4 35 55 75 440 350

Bagan Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku I 11


FASE STABILISASI-TRANSISI

Tahap Akhir Stabilisasi:


F 75 interval 4 jam (bila dpt dihabiskan) diganti
F100 setiap 4 jam dg jumlah cairan sesuai BB (tabel F 75)
berikan selama 2 hari
Pada Hari ke 3:
F100 dgn jumlah cairan sesuai BB (tabel F100), 4 jam berikut
cairan dinaikan 10 ml dilanjutkan F 100 sesuai tabel tetapi
tak melebihi jumlah max
Pada Hari ke 4:
F100 dengan jumlah cairan sesuai BB (tabel F100) dan
dilihat bila kondisi klinis membaik dan anak mampu
menghabiskan F100 sesuai dengan yang dibutuhkan,
lanjutkan ke fase rehabilitasi

12
b. FASE TRANSISI

Tujuan memberikan Makanan:


Mempersiapkan anak untuk menerima cairan dan
energi lebih besar

Diberikan F100:
Cairan : 150 ml/kg BB
Energi : 100 150 kkal/kg BB
Protein : 2 3 g /kg BB
Catatan : anak gizi buruk < 6bl pemberian F100 diencerkan menjadi
130 ml, bila < 6 bl putus ASI harus direlaktasi selama 2
minggu.

(Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku II)

13
TABEL PETUNJUK PEMBERIAN F-100
UNTUK ANAK GIZI BURUK

Batas volume pemberian Batas volume


makan F-100 pemberian F100
BB anak Per 4 jam (6 kali sehari) dalam sehari
(kg)
Minimum Maksimum Minimum Maksimum
(ml) (ml) 150 220
ml/kg/hari ml/kg/hari
2.0 50 75 300 440
2.2 55 80 330 484
2.4 60 90 360 528
2.6 65 95 390 572
2.8 70 105 420 616
3.0 75 110 450 660

14
(Bagan Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II)
FASE REHABILITASI
Tujuan memberikan makanan:

Untuk Mengejar pertumbuhan. Diberikan setelah


anak bisa makan

Diberikan (F100 ditambah makanan bayi/anak):

Kebutuhan energi 150-220 kkal/kg BB, protein 4 6 g/kg


BB, cairan 150-200 ml/kg BB, Lemak minimal 40 % total
energi.

Bentuk Makanan padat gizi, diberikan menurut BB:

BB < 7 kg , diberikan makanan bayi/lumat padat gizi


BB > 7 kg , diberikan makanan anak/lunak padat gizi
15
FASE REHABILITASI (Lanjutan ...)

Contoh Soal 1:
Kebutuhan energi seorang balita dgn berat badan 6 kg
pada fase rehabilitasi adalah :
6 kg x 200 kkal/kgBB/hr = 1200 kkal/hr

Kebutuhan energi tersebut dapat dipenuhi :


F-100 : 3 x 150 cc 3 x 150 kkal = 450 kkal
Makanan lumat/lembik+buah 3 x 250 kkal = 750 kkal +

Total = 1.200 kkal

Bagan Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II

16
LATIHAN (LANJUTAN KASUS ANI)

Ternyata Ani selama ini tidak mendapatkan asupan


makanan yang cukup. Hanya mendapatkan susu formula
2 gelas sehari @ 2 sendok makan full cream dengan 1
sendok teh gula pasir + nasi tim 1 mangkok kecil (25 g
beras) sekali/hari

a. Bagaimana terapi gizinya ?


b. Berapakah kebutuhan sehari untuk kalori dan
protein Ani?

17
POKOK BAHASAN 3

ANAMNESIS DIET DAN KONSELING GIZI


PADA ANAK GIZI BURUK

18
a. TUJUAN ANAMNESIS DIET

Untuk mengetahui kebiasaan makan/pola


makan anak sebelum sakit dan sebelum
masuk rumah sakit, sehingga dapat
diketahui asupan gizi dibandingkan
dengan kebutuhan gizi anak.
Hasil anamnesis dapat digunakan sebagai
dasar melakukan konseling gizi

19
ANAMNESIS DIET

Cara melakukannya melalui :


1. Food Frequency (Catatan pola makan),
bertujuan menganalisis kebiasaan makan anak
secara kualitatif dengan menggunakan formulir
catatan pola makan (buku II hal 49, lampiran 1).

2. Food recall 24 jam/Asupan makanan


sebelum masuk RS, bertujuan untuk:
mengetahui jumlah energi yang dimakan dalam
sehari secara kuantitatif.

Lampiran 1 dan 2 : Bagan Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II


20
ANAMNESIS DIET (Lanjutan ..)

Langkah-langkah menganalisis zat gizi secara


sederhana:
Catat jumlah dan jenis makanan yang dimakan
dalam lampiran 2) BUKU II
Untuk membantu mengingat kebiasaan makan,
tanyakan waktu, tempat dan aktivitas
Klasifikasikan tiap jenis makanan yang dimakan
tiap hari dengan food model dan daftar bahan
makanan penukar

Lampiran 6 : Bagan Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II


21
ANAMNESIS DIET (Lanjutan ..)

Anamnesis secara Kualitatif:

Kebiasaan dan pola makan


Frekuensi konsumsi makanan
Usia saat pengenalan makanan padat
Jenis makanan yang diberikan dan
persiapannya
Pemberian suplemen vitamin dan mineral
Masalah-masalah gizi: nafsu makan, mual,
muntah, diare, konstipasi dan kemampuan
makan.
22
ANAMNESIS DIET (Lanjutan ..)

Contoh hasil anamnesis secara kuantitatif :


Pagi : Bubur gelas belimbing 50 gram
Teh manis gelas gula 1sdm (10 gram)
Selingan : Biskuit 1 buah 10 gram

Siang : Nasi 5 sdm 50 gram


Kuah sayur
Selingan : Pisang ambon buah 25 gram

Malam : Mie instant 1/3 bungkus 25 gram


Telor butir 25 gram
23
HASIL ANAMNESIS DIET SECARA
KUANTITATIF

Bahan makanan Energi Protein Lemak K.H

Gula 10 g 40 kkal - - 10 g
Bubur 50 g 40 kkal 1g - 10 g
Nasi 50 g 80 kkal 2g - 20 g
Biskuit 10 g 40 kkal 1g - 10 g
Mie instant 25 g 80 kkal 2g - 20 g
Telor 25 g 38 kkal 3,5 g 2,5 g -
Pisang 25 g 25 kkal - - 6g

Jumlah 343 kkal 9,5 g 2,5 g 76 g

24
b. KONSELING GIZI

Konseling adalah:
Upaya membantu orang lain untuk dapat mengenali
diri, menetapkan alternatif pemecahan masalah dan
mengambil keputusan untuk mengatasi masalah
sesuai keadaan, dan kebutuhan dirinya yang disadari
dan bukan karena terpaksa.

Konseling gizi merupakan salah satu terapi gizi dan


bagian penting dalam rangkaian kegiatan pelayanan
gizi di sarana yankes, bertujuan untuk mengubah
kebiasaan makan anak guna mempercepat proses
penyembuhan.

25
b. KONSELING GIZI (Lanjutan)

Konseling gizi perlu komunikasi dua arah antara


konselor dan klien.

UNSUR UNSUR KOMUNIKASI EFEKTIF

Bina suasana
Bertanya kepada klien
Memberikan umpan balik
Mendengar dan mengulangi perkataan klien

26
b. KONSELING GIZI (Lanjutan)

Langkah melakukan konseling (SATUTUJU):


SALAM (SA) : Sambut klien dg ramah, sopan
TANYAKAN (T) : Tanyakan peluang yang dimiliki
dan hambatan yang dihadapi
URAIKAN (U) : Upayakan klien untuk memahami
permasalahan yang dihadapi
BANTU (TU) : BanTu klien untuk menyesesuaikan
permasalahan yg dihadapi, memahami
cara pemecahan dan mengambil
keputusan.
27
b. KONSELING GIZI (Lanjutan)

JELASKAN (J) : Jelaskan pada klien semua


informasi sumber daya yg tersedia
untuk pemecahan masalah.

ULANGI (U) : Ulangi secara ringkas semua


informasi yang telah disampaikan
dan keputusan yang akan diambil
Ucapkan terima kasih dan buat
janji untuk pertemuan berikutnya.

28
LANGKAH-LANGKAH DALAM
MELAKUKAN KONSELING GIZI

Menyapa orang tua dan anak.


Menanyakan/mencatat identitas pasien.
Menanyakan masalah yang dihadapi,
berempati (ikut merasakan perasaan klien)
Menanyakan riwayat makanan (nafsu makan,
BB, muntah, diare)
Mengisi lembar food frequency dan food
recall

29
LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN
KONSELING GIZI (lanjutan)

Gunakan Bahan Makanan Penukar dan food model


untuk menghitung kebutuhan gizi anak
Mengisi leaflet diet anak (lampiran 5)
Menjelaskan cara melaksanakan anjuran makan &
memilih/mengganti makanan
Menjelaskan cara memasak makanan untuk anak
kepada ibu
Menganjurkan untuk kontrol/mengunjungi
posyandu secara berkala

Lampiran 5: Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II


30
POKOK BAHASAN 4

PEMANTAUAN DAN EVALUASI


TERAPI GIZI PADA ANAK GIZI BURUK

31
PEMANTAUAN DAN EVALUASI

Kualitas pemantauan dan evaluasi sangat berhubungan


dengan keberhasilan pengobatan dan perawatan anak
gizi buruk. Kegagalan pengobatan dan perawatan dapat
terjadi, bila pemantauan dan evaluasi dilakukan tidak
baik.

Kriteria gagalnya perawatan anak gizi buruk:


Nafsu makan anak belum pulih setelah hari ke 4
Edema belum berkurang setelah dirawat hari ke 4
BB gagal naik (min 5 g/kg BB/hr, selama 3 hari
berturut turut)
32
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
(Lanjutan..)

Penyebab gagalnya perawatan anak gizi buruk:

Pemberian makanan yang kurang dari kebutuhan,


kurang padat gizi dan kurang frekuensi pemberiannya
Fasilitas pelayanan kesehatan
Masalah pada anak (ada komplikasi dan penyakit
penyerta)
Kenaikan BB tidak adekuat selama perawatan :
Kenaikan BB < 5 gr/kgBB/hr : kurang
Kenaikan BB 5-10 gr/kg BB/hr : sedang
Kenaikan BB > 10 gr/kg BB/hr : baik
Atau
Kenaikan BB > 50 gr/kg BB/minggu : baik
33
Kenaikan BB tidak adekuat karena : asupan
makan tidak cukup, gangguan
penyerapan/diare, penyakit penyerta dan
komplikasi belum teratasi, SDM dan alat
antropometri
Kematian kasus tinggi, bila mortalitas > 5%
Mortalitas < 24 jam, cari sebab terutama pada
fase stabilisasi
Mortalitas > 72 jam, volume dan frekuensi
makan terlalu banyak mungkin karena refeeding
syndrome
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
(lanjutan )

Pemantauan dan evaluasi pemberian terapi diet


Perhatikan frekuensi pemberian cairan dan makan
selama 24 jam terutama pemberian formula pada
malam hari, banyak anak meninggal karena
hipoglikemi yang disebabkan tidak diberi formula
pada malam hari.
Catat ada/tidak muntah, dan diare
Catat dan timbang BB setiap hari pada waktu yang
sama, pagi sesudah bangun tidur, tanpa baju,
sebaiknya sebelum mandi

35
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
(Lanjutan..)

Timbang BB setiap pagi sebelum makan

Hitung kenaikan BB setiap pagi dlm gram/kgBB


gram/kgBB//minggu

Kenaikan BB < 50 g/KgBB


g/KgBB/mg
/mg Kenaikan BB 50 g/KgBB
g/KgBB/mg
/mg

Kurang berhasil baik

Kaji penyebabnya : Teruskan pemberian makan


sesuai dengan jadwal
1. Asupan gizi tak adekwat
2. Defisiensi zat gizi
3. Penyakit infeksi
4. Masalah psikologik

Asupan zat gizi kurang Ggan sal.


sal. pencernaan hipoglikemia

Formula rendah/
rendah/bebas Beri air gula & makanan
Modifikasi diit laktosa & hipo setiap 2 jam
osmolaritas

36
(Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II)
POKOK BAHASAN 5

TERAPI GIZI PADA FASE TINDAK LANJUT

37
TERAPI GIZI
PADA FASE TINDAK LANJUT

TINGKAT RUMAH TANGGA

Makan padat gizi aneka ragam, porsi


kecil dan sering
Suapi Balita dengan sabar
Beri ASI 2 Tahun
Pergunakan Minyak, Santan, Lemak
Berikan Buah-buahan

38
39
TERAPI GIZI PADA FASE
TINDAK LANJUT (lanjutan..)

POSYANDU

Berikan PMT- P: energi 350 kkal & protein 15 g, lemak


minimal 40 % selama 3 bulan, diberikan setiap hari.
Gunakan bahan makanan lokal (tepung beras, susu,
gula, minyak, kacang-kacangan, sayuran, telur, dan
lauk pauk lainya (makanan keluarga).
Setiap minggu lakukan demonstrasi memasak,
berikan bahan makanan untuk dibawa pulang.
Gunakan KMS untuk memantau BB anak setiap bulan

40
POKOK BAHASAN 6

CARA MEMBUAT RESOMAL DAN


FORMULA SERTA MAKANAN UNTUK
ANAK GIZI BURUK

41
RESOMAL
(Rehydration Solution for Malnutrition)

Bahan membuat ReSoMal

Bubuk WHO-ORS (oralit )utk 1 liter (*) : 1 pak (5 sachet @ 200 ml


Gula pasir : 50 gram
Lar. Elektrolit/Mineral Mix : 40 ml
Ditambah air matang sampai
larutan menjadi : 2 liter

Setiap 1 liter cairan ReSoMal : Na = 37,5 mEq,


(*) Bubuk WHO-ORS/1 liter : Nacl 2,6 gram, trisodium citrat
dihidrat 2,9 gram, KCl = 1,5 g dan glukosa 13,5 gram

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II)


42
RESOMAL
(Rehydration Solution for Malnutrition)

Komposisi larutan elektrolit/Mineral Mix

KCl : 224 gram


Tripotasium citrat : 81 gram
MgCl2.6H2) : 76 gram
Zn acetat 2 H2O : 8,2 gram
CuSO4.5H2O : 1,4 gram
Ditambah air sampai : 2.5 liter

Sudah tersedia dalam bentuk sachet @ 8 gram ditambah air


matang menjadi larutan elektrolit 20 ml

43
MODIFIKASI RESOMAL
(Rehydration Solution for Malnutrition)

Bila tidak tersedia Mineral Mix, dapat digunakan


KCl sebagai berikut:

BAHAN UNTUK 2000 ml UNTUK 400 ml


Bubuk WHO-ORS 1 pak @ 1000 ml 1 sachet @ 200 ml
Gula pasir 50 gr 10 gr
Bubuk KCl 4 gr 0,8 gr
Ditambah air sampai 2 liter 400 ml

Karena tidak mengandung Mg, Zn dan Cu,


dapat diberikan MgSO4 50 % i.m 1 x dosis 0,3 ml/kg BB maksimum
2 ml.

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II)


44
CARA MEMBUAT RESOMAL

Campurkan oralit + gula pasir + mineral mix, aduk


rata
Tambahkan air matang sampai menjadi 1000 ml
Larutan ini bisa langsung diminum.

45
Contoh Resomal

46
CARA MEMBUAT FORMULA

1. Komposisi Bahan F -75 / 1000 ml :


- Susu bubuk skim : 25 g
- Gula Pasir : 100 g
- Minyak : 30 g
- Mineral Mix : 20 ml
- Tambahkan air sampai 1000 ml
2. Komposisi Bahan F-100 / 1000 ml :
- Susu bubuk skim : 85 g
- Gula Pasir : 50 g
- Minyak : 60 g
- Mineral Mix : 20 ml
- Tambahkan air sampai 1000 ml
(Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II)
47
CARA MEMBUAT FORMULA

1. Formula WHO 75/100


Campurkan gula dan minyak sayur, aduk sampai rata
Tambahkan larutan elektrolit/Mineral Mix,
Tambahkan susu skim sedikit sedikit, aduk sampai
rata
Encerkan dengan air hangat sedikir demi sedikit,
sambil diaduk sampai homogen samapi menjadi
1000 ml
Larutan ini bisa langsung diminum. Masak selama 4
menit, bagi balita yang disentri atau diare persisten
(Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II)
48
CARA MEMBUAT FORMULA
(Lanjutan )

2. Formula 75 /100 Modifikasi:


Campurkan,gula, minyak, aduk rata
Tambahkan tepung, susu skim/full cream/susu
segar
Tambahkan air sehingga mencapai 1 liter
Didihkan sambil diaduk-aduk hingga larut selama
5-7 menit

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk, Buku II)


49
KIAT UNTUK MEMPERSIAPKAN
FORMULA

1. Timbang kebutuhan bahan makanan dengan


menggunakan timbangan makanan untuk 5-10 kg,
pastikan timbangan di posisi 0.

2. Untuk menimbang tempatkan bahan makanan


ditempat yang ringan, kantong plastik sangat
dianjurkan untuk alas menimbang bahan makanan
yang kering.

3. Bila menggunakan sendok makan (Ukuran Rumah


Tangga), pereskan permukaannya dengan pisau
supaya isinya sama.

50
KIAT UNTUK MEMPERSIAPKAN
FORMULA (Lanjutan )

4. Minyak adalah bahan makanan yang sangat


penting, sehingga perlu tercampur dengan benar.
Bila menggunakan margarin dicairkan terlebih
dahulu

5. Bila tidak ada blender, gunakan pengocok telur dan


kocok dengan perlahan sehingga formula
tercampur rata

6. Hati-hati dalam menambahkan cairan (agar tidak


terlalu encer atau pekat)

51
CARA MEMBUAT FORMULA
(Lanjutan )

Campur gula dan minyak, aduk sampai rata

52
CARA MEMBUAT FORMULA
(Lanjutan )

Minyak dan gula sudah tercampur

53
CARA MEMBUAT FORMULA
(Lanjutan )

Tambahkan susu setelah gula dan minyak tercampur rata

54
CARA MEMBUAT FORMULA
(Lanjutan )

Gula, minyak dan susu sudah tercampur, disebut GEL

Gel aman dikonsumsi dalam penyimpanan pada suhu ruang 2 x 24 jam 55


CONTOH : FORMULA 100

Formula 100 berbentuk GEL, disimpan didalam kantong plastik

56
Contoh Formula 100 Kering

57
CONTOH : FORMULA 75

58
FORMULA 100

Formula dibuat untuk 6 kali pemberian

59
FORMULA 100

60
F75 DAN F100 SETELAH DICAIRKAN

61
RESEP MAKANAN (Fase Rehabilitasi)

3. BUBUR BREDA
Bahan:

- Tep. Beras 15 gr
- Tep. Maezena 15 gr
- Ayam 50 gr
- Minyak Jagung 5 gr
- Minyak Kelapa 5 gr
- Garam dan Seledri
- Vit B.Compleks tab
- Vit C tab

62
RESEP MAKANAN (Lanjutan)

Siap dihidangkan

63
Bubur Kentang siap saji

64
KASUS ANAMNESA DIET

Melani (Perempuan)
- Umur : 2Th BB: 8 kg PB:70 Cm
- Ada bengkak di kedua ujung kaki
- Tidak muntah diare ataupun demam
- Anak tampak sadar dan tidak ada tanda-tanda
renjatan/syok

1. Bagaimana riwayat gizi/anamnesa diet Armani


sebelum sakit?
2. Berikan konseling gizi bagi orang tua armani 65
KASUS KONSELING
( Jawaban Kasus )

Diet yang diberikan:


Total kebutuhan energi Armani dalam sehari:
8 kg x 200 Kkal = 1600 Kkal

Kebutuhan energi tersebut dipenuhi dengan:


- F100 3x200 ml : 3 x 200 Kkal = 600 Kkal
- Makanan lunak/ biasa + Buah: 3 x 350 Kkal = 1050 Kkal +
Total = 1650 Kkal

Susun rencana konseling gizi


(Bahan konseling gunakan leaflet anjuran pemberian makan
selama anak sakit dan sehat, Buku II lampiran 5)
66
BERMAIN PERAN KASUS

Lakukan Anamnesa Diet dan Konseling Gizi


dengan formulir-formulir:
- Catatan pola makan
- Recall 24 jam (Konsumsi makan anak)
- Contoh menu makan anak sehari
- Kebutuhan energi & protein /hr (anak umur 1-12 thn)
- Anjuran Pemberian Makan selama anak sakit dan
sehat
- Bahan Makanan Penukar
(Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku II ) 67
TERIMA KASIH
Jawaban Latihan

a. Ani datang dengan kondisi yang tidak menunjukkan


tanda bahaya, terapi gizinya sesuai dengan rencana V pada fase
stabilisasi (Buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku I).

Ani diberikan F-75 dengan diberikan setiap 30 menit selama 2


jam pertama sesuai dengan berat badan (lihat tabel petunjuk
pemberian F-75 untuk anak gizi buruk tanpa edema pada Buku
Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk).

Berat badan Ani 5 kg, maka F-75 yang diberikan setiap


30 menit (dalam 2 jam pertama) sebanyak dari 55 ml:
1/4 x 55 ml atau 15 ml x 75/100 Kkal = 11,25 Kkal

69
Jawaban Latihan (lanjutan ..)

Selanjutnya 10 jam berikutnya pemberian 55 ml setiap 2 jam dan


dinaikkan menjadi 80 ml setiap 3 jam lalu 110 ml setiap 4 jam sesuai
dengan keadaan dan kondisi pasien.

Setelah lewat fase stabilisasi lanjutkan ke fase transisi dengan F100


tetapi dosis masih 110 ml setiap 3 jam, pertahankan selama 2 hari.
Pada hari ke tiga pemberian F100 menjadi 125 ml, naikkan 10 ml
setiap 3 jam sampai dosis maksimal 200 ml setiap pemberian

Setelah kondisi anak membaik masuk dalam fase rehabilitasi anak


dapat diberikan F135 dan makanan bayi serta sari buah.
(lihat pemberian cairan dan makanan rencana V pada buku Bagan
Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku I).

70
Jawaban Latihan(lanjutan )

b. Selama ini Ani mendapat susu formula 2 gelas sehari


@ 2 sendok makan full cream dengan 1 sendok teh gula
pasir + nasi tim 1 mangkok kecil (25 g beras) sekali/hari

Kalori yang didapat oleh Ani sebelum dirawat:


(lihat daftar penukar bahan makanan, Buku Petunjuk Teknis
Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku II)

2 sendok makan full cream (30 g) : 150 kalori


1 sendok teh gula pasir (5 g) : 25 kalori
Nasi tim 1 mangkok kecil (25 g beras) : 90 kalori

Total kalori yang didapat Ani selama 1 hari 265 kalori

71
Jawaban Latihan (lanjutan .)

Protein yang didapat oleh Ani sebelum dirawat:


(lihat daftar penukar bahan makanan)

2 sendok makan full cream (30 g) :7g


Nasi tim 1 mangkok kecil (25 g beras) :2g

Total protein yang didapat oleh Ani selama 1 hari: 9 g

Menurut Angka Kecukupan Gizi untuk Ani dengan


BB 5 kg, minimal harus mendapat 12,5 g protein sehari
(5 kg x 2,5 g)

72
Jawaban Latihan (lanjutan ..)

Menurut Angka Kecukupan Gizi untuk Ani dengan


BB 5 kg, minimal harus mendapat 525
(5 kg x 105 kalori) kalori/hari.

Berarti makanan yang dikonsumsi Ani selama ini


kurang mencukupi, hanya 50% dari Angka kecukupan
Gizi.

(lihat lampiran 4: kebutuhan energi dan protein sehari


pada Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi
Buruk/Buku II).

73
Jawaban Latihan (lanjutan )

Berarti protein yang dikonsumsi Ani selama ini kurang


mencukupi, hanya 72% dari Angka Kecukupan Gizi.

(lihat lampiran 4: Kebutuhan energi dan protein sehari


pada Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk,
Buku II)

74