Anda di halaman 1dari 49

Pertemuan 5

MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

HAL : 1
MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU

3
PEKANBARU
2016

HAL : 2
MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU

2
PEKANBARU
2016

HAL : 3
MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU

1
PEKANBARU
2016

HAL : 4
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Sistematika
1. Rekonsiliasi Laba Komersial dengan Laba
Fiskal
2. Beda Permanen dan Temporer
3. Perhitungan pajak terhutang
4. Kredit Pajak
5. Pajak akhir tahun

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 5


MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

HAL : 6
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Bagan Pajak Perusahaan

Dipotong
PPh 23 atas
penghasilan jasa Memotong
Badan PPh 21 atas
gaji

Penghitungan Pajak Perusahaan


PPN atas
Penghasilan XXX
PBB penyerahan
Beban yang dapat dikurangkan (XXX Bea Materai barang/ jasa
) BPHTB
Penghasilan Kena Pajak XXX Pajak Daerah
Dikalikan tarif pajak
Pajak terutang setahun fiskal XXX
Kredit pajak (XXX Lapor
Dipotong pihak lain (PPh 22, 23) )
KPP
Pajak luar negeri (PPh 24)
Angsuran pajak (PPh 25)

Pajak kurang/ lebih bayar (PPh XXX Setor


29/28) Kas negara
04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 7
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Hakikat Rekonsiliasi

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 8


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Teknik Rekonsiliasi

Di dunia praktik, teknik rekonsiliasi yang lebih banyak digunakan. Untuk


memenuhi kebutuhan Catatan Atas Laporan Keuangan, koreksi atas
pendapatan dan beban diklasifikasikan atas koreksi positif dan negatif.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 9


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Trade Off Akuntansi - Perpajakan

Tingginya Laba

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 10


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Latar Belakang Perbedaan


Akuntansi dan pajak ditetapkan oleh otoritas yang berbeda dan
dengan tujuan yang berbeda. Perbedaan antara akuntansi dan pajak
tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga terjadi di negara lain.
Penelitian pajak terkait Book Tax Gap.
Apa penyebab BTG.
Apa akibat terjadinya BTG Persistensi laba, persistensi return,
nilai informasi dari BTG.
Apakah BTG dapat dianggap sebagai alat untuk melakukan
earning management.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 11


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Kerangka Perbedaan
Undang-
PSAK
Undang

Akuntansi Pajak

Perbedaan
Perman Tempor
en er
Penelitian:
Book Tax Gap Pajak Tangguhan:
Aktiva/ Utang
Effective Tax
Beban/ Pendapatan
Rate
04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 12
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Macam Perbedaan

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 13


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Langkah Penyesuaian Perbedaan

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 14


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Terjadianya Koreksi Fiskal


Penyebab terjadinya koreksi fiskal karena Perbedaan
pengakuan secara komersial dan secara fiskal (pajak)
Perbedaan tsb adalah :
Beda Tetap : Perbedaan atas penghasilan biaya yg
Secara fiskal tidak dapat diakui tetapi di komersial dapat
diakui
Contoh : Sumbangan, hibah, deviden, PPh, dll
Beda waktu : Perbedaan pengakuan atas penghasilan /
biaya karena selisih waktu pengakuannya saja artinya
sama sama tetap diakui tetapi dalam waktu yang
berbeda.
Contoh : Penyusutan secara komersial dibebankan
selama 5 tahun tetapi menurut fiskal hanya 4 tahun.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 15


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Pengertian - Pengertian
Laba bersih komersial : laba yang dihitung sesuai
prosedur pembukuan yg wajar sesuai Standar Akuntansi
Keuangan (SAK)
Laba bersih fiskal : laba bersih komersial yang telah
disesuaikan atau dikoreksi secara fiskal/sesuai ketentuan
perpajakan sebagai dasar pengenaan pajak disebut
Penghasilan Kena Pajak.
Koreksi Fiskal : Koreksi atas laba bersih komersial
menjadi penghasilan kena pajak
Jadi untuk mendapatkan penghasilan kena pajak laba
komersial tersebut harus dilakukan koreksi fiskal.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 16


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Jenis koreksi fiskal


Koreksi Fiskal Positif : koreksi fiskal yang
menyebabkan bertambahnya penghasilan kena
pajak drpd laba komersial. Terjadi apabila biaya
secara fiskal lebih kecil atau penghasilan lebih
besar.
Koreksi Fiskal Negatif : koreksi fiskal yang
menyebabkan berkurangnya penghasilan kena
pajak drpd laba komersial. Terjadi apabila biaya
secara fiskal lebih besar atau penghasilan lebih
kecil.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 17


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Koreksi Fiskal Positif


1. Biaya yang tidak berkaitan langsung dengan
usaha untuk mendapatkan, menagih dan
memelihara penghasilan (3M)
2. Biaya yang tidak diperkenankan sebagai
pengurang penghasilan (psl. 9 (1) UU PPh)
3. Biaya untuk mendapatkan penghasilan yang
bukan obyek Pajak
4. Biaya untuk mendapatkan Penghasilan bersifat
final
5. Biaya yg diakui secara fiskal lebih kecil

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 18


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Pencatatan Pajak Tangguhan

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 19


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Dialektika Pajak:
Kesalahan Pembebanan atau Kapitalisasi

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 20


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Laporan Keuangan dan Laporan Fiskal

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 21


MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

HAL : 22
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Penghasilan Bukan Objek Pajak


Pasal 4 Ayat (3) UU PPh

a. Bantuan atau sumbangan kegamaan bersifat wajib.


b. Hibah diterima keluarga, badan keagamaan, pendidikan, sosial.
c. Warisan.
d. Harta sebagai pengganti penyertaan modal.
e. Natura.
f. Klaim asuransi diterima WP OP.
g. Dividen dari laba ditahan atas kepemilikan > 25%.
h. Iuran diterima Dana Pensiun.
i. Penghasilan investasi oleh Dana Pensiun.
j. Bagian laba diterima anggota persekutuan.
k. Bagian laba diterima perusahaan modal ventura.
l. Beasiswa.
m. Sisa lebih diterima badan pendidikan/ litbang nirlaba yang
ditanamkan kembali.
n. Bantuan dibayarkan BPJS

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 23


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Non Deductible Expenses
Pasal 9 Ayat (1) UU PPh

a. Pembagian laba.
b. Biaya untuk kepentingan pribadi.
c. Pembentukan dana cadangan, kecuali
usaha tertentu.
d. Premi asuransi dibayar WP OP.
e. Natura, kecuali akibat tuntutan kerja atau
makanan bagi semua karyawan.
f. Jumlah melebihi kewajaran atas
hubungan istimewa.
g. Harta yang dihibahkan, bantuan, atau
sumbangan selain yang dikecualikan.
h. Pajak penghasilan.
i. 04/08/17
Gaji anggota persekutuan.
H.AMIR HASAN HAL : 24
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Non Deductible Expenses Lain

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 25


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Penghasilan Dikenai PPh Final


Pasal 4 Ayat (2) UU PPh

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 26


MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

HAL : 27
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Ilustrasi
Persekutuan (1)
Fa. Cartenz merupakan wajib pajak badan yang sepanjang tahun 2012
mencatatkan laba bersih dalam laporan keuangannya senilai Rp 34.575.000.000,00.
Berikut merupakan informasi terkait penghasilan dan beban yang termasuk dalam
laporan keuangan perusahaan.
a.Perusahaan telah menerima pesanan luar biasa dari Istana Kepresidenan
dengan nilai kontrak Rp 2.650.000.000,00, dikenai PPh 22 dan PPN. Perusahaan
mencatat penghasilan sesuai dengan kas yang diterima saat pembayaran.
b.Perusahaan menerima Rp 510.000.000,00 atas penyewaan lahan kosong yang
dimiliki dan Rp 765.000.000,00 atas penyewaan mesin produksi.
c.Perusahaan mencatat keuntungan revaluasi tanpa dilaporkan sebesar Rp
115.000.000,00.
d.Piutang perusahaan yang telah dihapuskan sebesar Rp 3.165.000.000 dan
baru setengahnya dilaporkan kepada otoritas pajak.
e.Di dalam biaya depresiasi, termasuk depresiasi rumah dinas Direktur senilai Rp
yang diperoleh tahun 2001 dengan nilai Rp 2.000.000.000,00. Aset didepresiasikan
dengan nilai sisa Rp 100.000.000,00 dan masa manfaat 25 tahun.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 28


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (2)

Di samping itu, diketahui pula beberapa informasi lain terkait kewajiban


perpajakan Fa. Cartenz yang telah dipotong pihak lain, sebagai berikut.
a.Kredit PPh 22 atas impor sebesar Rp 1.785.000.000,00.
b.Kredit PPh 23 atas bunga pinjaman sebesar Rp 598.500.000,00.
c.Kredit PPh 24 atas penghasilan dari luar negeri sebesar Rp
1.165.000.000,00.
d.Angsuran PPh 25 yang telah dibayar sendiri sebesar Rp
2.755.000.000,00.
e.STP PPh 25 sebesar Rp 812.250.000.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 29


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (3)
Pertanyaan :
a.Bagaimanakah koreksi fiskal ditetapkan atas Fa. Cartenz?
b.Berapakah besar PPh terutang dan kredit pajak di periode
berjalan?
c.Berapakah pajak kurang (lebih) bayar di periode berjalan?
d.Berapakah angsuran PPh 25 per bulan yang seharusnya
dibayarkan di periode mendatang?
e.Bagaimanakah Fa. Cartenz melakukan penjurnalan terkait
kewajiban perpajakannya?

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 30


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (4)

Jawaban :
a.
b.
c.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 31


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (5)

Keterangan :
Atas kontrak dengan Istana Kepresidenan
Nilai penghasilan bruto yang telah dicatat
= 2.650.000.000 + 10% * 2.650.000.000 1,5% *
2.650.000.000
= 2.650.000.000 + 265.000.000 37.100.000
= 2.877.900.000
Koreksi negatif atas penghasilan bruto
= 2.877.900.000 - 2.650.000.000
= 227.900.000

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 32


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (6)

Keterangan :
Depresiasi menurut akuntansi
= 4% * (2.100.000.000 - 100.000.000 )
= 4% * (2.000.000.000)
= 80.000.000
Depresiasi menurut fiskal
= 50% * 5% * 2.000.000.000
= 50.000.000
Koreksi positif atas beban depresiasi
= 80.000.000 50.000.000
= 30.000.000

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 33


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (7)
Jawaban :
d.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 34


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (8)

Jawaban :
e.Penjurnalan atas kewajiban pajak akhir tahun
Beban pajak kini 8.834.900.000
Pajak dibayar di muka PPh 22 1.822.100.000
Pajak dibayar di muka PPh 23 598.500.000
Pajak dibayar di muka PPh 24 1.165.000.000
Pajak dibayar di muka PPh 25 3.567.250.000
Utang PPh 29 1.682.050.000

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 35


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (9)

Keterangan :
Kredit PPh 22
= Atas impor + Atas penyerahan kepada bendaharawan negara
= 1.785.000.000 + 37.100.000
= 1.822.100.000
Kredit PPh 25
= Angsuran PPh 25 + STP PPh 25
= 2.755.000.000 + 812.250.000
= 3.567.250.000

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 36


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Ilustrasi
Persekutuan (10)

Jawaban :
e.Aset pajak tangguhan muncul akibat perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan, berdasar perspektif perpajakan. Nilai aset pajak tangguhan Fa.
Cartenz meliputi
= Akibat beban piutang tak tertagih + Akibat beban depresiasi
= 25% x 50%x 3.165.000.000 + 25% x 30.000.000
= 395.625.000 + 7.500.000
= 403.125.000
Jurnal
Aset pajak tangguhan 403.125.000
Manfaat pajak tangguhan
403.125.000

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 37


MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

HAL : 38
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Kasus

Informasi Identitas Wajib Pajak


1. Nama CV Xena NPWP 01.232.212.9-012.000,
Alamat Jl. Nangka 5, Pekanbaru
2. Modal sebesar Rp. 400.000.000,- (milik Husnan
50% dan Iwan 50%)
3. Direktur adalah Husnan (07.229.604.9-612.000)
dan komisaris adalah Iwan (07.229.605.9-
612.000)

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 39


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Biaya usaha :
Laporan Keuangan Wajib Biaya gaji 484,000,000

Pajak : Biaya bunga


Biaya sewa
100,000,000
40,000,000
Penjualan dan HPP L/R komersial Biaya penyusutan 80,000,000
Penjualan 39,093,000,000 Biaya iklan 10,000,000
Harga pokok penjualan Biaya listrik 44,000,000
Persediaan awal 420,000,000 Biaya air 4,000,000
Pembelian 37,400,000,000 Biaya perbaikan kantor 24,000,000
Tersedia untuk dijual 37,820,000,000 Biaya pemeliharaan invt. 18,000,000
Persediaan akhir 487,000,000 Biaya pemlhran kendaraan 26,000,000
Harga pokok penjualan 37,333,000,000 Biaya audit pembukuan 18,000,000
Laba Kotor 1,760,000,000 Biaya training karyawan 15,000,000
Biaya usaha : Biaya pengiriman dan pos 3,500,000
Biaya PBB kantor 3,600,000
Biaya telepon 44,500,000
Biaya Alat tulis kantor 13,000,000
Biaya cetak dan foto copy 6,500,000
Biaya pajak kendaraan 7,000,000
Biaya langganan koran 1,000,000
Biaya konsumsi 20,000,000
Biaya Sumbangan 7,000,000
Biaya administrasi bank 4,000,000
Jumlah Biaya usaha 973,100,000
Penghasilan dari usaha 786,900,000
Penghasilan lain lain :
Bunga / Jasa giro 10,000,000
Hadiah undian 100,000,000
Jumlah penghasilan lain lain 110,000,000

04/08/17 H.AMIR Laba


HASANbersih 896,900,000
HAL : 40
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Persiapan pengisian
a. Melakukan Analisis atas Laporan keuangan dengan
tujuan untuk mengidentifikasi :
1. Penghasilan yang bukan obyek pajak,
2. Penghasilan dikenakan PPh Final,
3. Biaya biaya yang tidak dapat dibebankan (koreksi
positif),
4. Biaya yang kurang dibebankan (kor negatif),

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 41


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Biaya usaha : Koreksi 40,000,000 Karena gaji kepada direktur CV tidak dapat dikurangkan
Biaya gaji 484,000,000 (+) sebagai biaya
Biaya bunga 100,000,000
Biaya sewa 40,000,000 Koreksi 10.250.000 Berupa penyusutan sedan dan HP yang hanya boleh
Biaya penyusutan 80,000,000 ( +) dibebankan 50%
Biaya iklan 10,000,000 - Penyusutan sedan = 50% x 20.000.000,-
Biaya listrik 44,000,000 - Penyusutan HP = 50% x 500.000,-
Biaya air 4,000,000
Biaya perbaikan kantor 24,000,000
Biaya pemeliharaan invt. 18,000,000 Koreksi 10.000.000 Biaya pemeliharaan kendaraan sedan dapat dibebankan
Biaya pemlhran kendaraan 26,000,000 (+) 50% dari 20 jt
Biaya audit pembukuan 18,000,000
Biaya training karyawan 15,000,000
Biaya pengiriman dan pos 3,500,000
Biaya PBB kantor 3,600,000 Koreksi 2.000.000 Biaya HP hanya boleh dibebankan 50% (4.000.000 x 50%)
Biaya telepon 44,500,000 (+)
Biaya Alat tulis kantor 13,000,000
Biaya cetak dan foto copy 6,500,000
Koreksi 7.000.000 Sumbangan yang tidak jelas tidak boleh dibebankan sebagai
Biaya pajak kendaraan 7,000,000 (+) biaya
Biaya langganan koran 1,000,000
Biaya konsumsi 20,000,000
Jumlah Koreksi Positif 69.250.000
Biaya Sumbangan 7,000,000
Jumlah koreksi negatif Nihil
Biaya administrasi bank 4,000,000
Jumlah Biaya usaha 973,100,000
Penghasilan dari usaha 786,900,000 Pengidentifikasian Penghasilan dikenakan PPh Final :
Penghasilan lain lain : 1. Bunga/jas giro = 10.000.000, (bruto ), dipotong pajak 2.000.000 = neto 8.000.000
Bunga / Jasa giro 10,000,000 2. Undian = 100.000.00, (bruto ) dipotong pajak 25.000.000 = neto 75.000.000
Hadiah undian 100,000,000
Jadi total penghasilan final adalah Rp. 110.000.000
Jumlah penghasilan lain lain 110,000,000
Laba bersih (komersial) 896,900,000
04/08/17 H.AMIR
Laba bersih HASAN
(komersial) menjadi 896,900,000 HAL : 42
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Informasi Laporan keuangan WP
Lampiran II : Perincian HPP dan Biaya usaha
Uraian L/R komersial
Penjualan 39,093,000,000
Harga pokok penjualan
Persediaan awal 420,000,000
Pembelian 37,400,000,000
Tersedia untuk dijual 37,820,000,000
Persediaan akhir 487,000,000
Harga pokok penjualan 37,333,000,000
Laba Kotor 1,760,000,000
Biaya usaha :
Biaya gaji 484,000,000
Biaya bunga 100,000,000
Biaya sewa 40,000,000
Biaya penyusutan 80,000,000
Biaya iklan 10,000,000
Biaya listrik 44,000,000
Biaya air 4,000,000
Biaya perbaikan kantor 24,000,000
154.600.000
Biaya pemeliharaan invt. 18,000,000
Biaya pemlhran kendaraan 26,000,000
Biaya audit pembukuan 18,000,000
38.306.100.00 Biaya training karyawan 15,000,000
0
Biaya pengiriman dan pos 3,500,000
Biaya PBB kantor 3,600,000
Biaya telepon 44,500,000
Biaya Alat tulis kantor 13,000,000
Biaya cetak dan foto copy 6,500,000
Biaya pajak kendaraan 7,000,000
Biaya langganan koran 1,000,000
Biaya konsumsi 20,000,000
Biaya Sumbangan 7,000,000
04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 43
LAMPIRAN I : UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Berasal dari form lampiran II
PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO
FISKAL

110.000.000 Penghasilan lain - lain /final:


110.000.000 1. Bunga/Jasa Giro (bruto) 10,000,000
896.900.000 2. Undian (bruto) 100,000,000
896.900.000 Jumlah 110,000,000
110.000.000

Koreksi Positif Jumlah Alasan


Biaya gaji 40,000,00 Karena gaji kepada direktur CV tidak dapat
0 dikurangkan sebagai biaya
Biaya penyusutan 10.250.00 Berupa penyusutan sedan dan HP yang hanya
0 boleh dibebankan 50%
-Penyusutan sedan = 50% x 20.000.000,-
-Penyusutan HP = 50% x 500.000,-
Biaya telepon 2.000.000 Biaya HP hanya boleh dibebankan 50%
(4.000.000 x 50%)
Biaya pemeliharaan 10.000.00 Biaya pemeliharaan kendaraan dapat dibebankan
0 50% dari 20 jt
Biaya sumbangan 7.000.000 Sumbangan yang tidak jelas tidak boleh
dibebankan sebagai biaya
Jumlah 69.250.00
0

856.150.000 Berasal dari :

896.900.000
- 110.000.000
04/08/17 +
69.250.000
= 856.150.000
H.AMIR HASAN HAL : 44
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
SPT Induk : Halaman I

PPh Terutang (tarif lama / 2008)


10% X 50.000.000 = 5,000,000
15% X 50.000.000 = 7,500,000
30% X 756.150.000 = 226,845,000
Jumlah = 239,345,000

Informasi berkenaan kredit pajak (pajak yang telah dibayar/dipotong) :


1. Membayar angsuran PPh (PPh 25) sebesar Rp. 50.000.000,-
2. Membayar PPh 22 Impor Rp. 12.500.000 atas ppembelian impor sebesar
Rp. 500.000.000,- tanggal 28-12-08
3. Dipotong PPh final atas hadiah undian sebesar Rp. 25.000.000,-
4. Dipotong PPh final atas bunga / jasa giro sebesar Rp. 2.000.000,-

Pajak Yang harus dibayar/dilunasi


04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 45
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
FORMULIR 1771 HALAMAN
2

Harus ditanda tangani


04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 46
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 47


UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU
Q&A

48
04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 48
UNIVERSITAS
UNIVERSITAS RIAU
RIAU

Terima kasih.

04/08/17 H.AMIR HASAN HAL : 49