Anda di halaman 1dari 35

DASAR HUKUM DAN UNDANG-UNDANG

OUTLINE.

APAKAH HIPPA ?

APAKAH
PEMBERDAYAAN
HIPPA?
PP No. 20 Tahun
2006
Pasal 28
PP 20 Tahun 2006
Irigasi
1. Pemerintah kabupaten/kota melakukan pemberdayaan perkumpulan petani pemakai air
2. Pemerintah kab/kota menetapkan strategi dan program pemberdayaan perkumpulan petani
pemakai air sebagaimana dimaksud apda ayat 1 berdasarkan kebijakan kab/kota dalam
pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi
3. Pemerintah prov memberikan bantuan teknis kepada pemerintah kab/kota dalam pemberdayaan
dinas/instansi terkait di bidang irigasi dan pemberdayaan perkumpulan petani pemakai air, serta
dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi berdasarkan kebutuhan pemerintah kab/kota
4. Pemerintah memberikan bantuan teknis kepada pemerintah kab/kota dalam melaksanakan
ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1
5. Pemerintah memberikan bantuan teknis kepada pemerintah provinsi dalam melaksanakan
ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 3
6. Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kab/kota dapat memberi bantuan kepada
perkumpulan petani pemakai air dalam melaksanakan pemberdayaan
7. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberdayaan kelembagaan pengelolaan irigasi diatur dengan
peraturan Menteri setelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri yang
membidangi pertanian
Apakah Himpunan Petani
Pemakai Air ?
Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) adalah :
kelembagaan pengelolaan irigasi yang
menjadi wadah petani pemakai air dalam
suatu daerah layanan irigasi yang dibentuk
oleh petani pemakai air sendiri secara
demokratis, termasuk lembaga lokal
pengelola irigasi
AZAS, SIFAT & TUJUAN

Azas : gotong-royong

Sifat : sosial ekonomi yang berwawasan lingkungan.

Tujuan :
1. pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi
pada jaringan irigasi tersier
2. Menampung masalah dan aspirasi petani
3. Memberi pelayanan kebutuhan petani
KEANGGOTAAN HIPPA

HIPPA
P3A AD/ART

SANKSI

PARA ANGGOTA HIPPA


Hubungan HIPPA/GHIPPA/IHIPPA

-Kelembagaan Sejumlah GHIPPA


-Daerah layanan blok Pimer, gabungan
beberapa blok Primer

-Kelembagaan Sejumlah HIPPA


-Daerah layanan blik sekunder, gabungan
beberapa blok sekunder

-Kelembagaan Pengelola Irigasi


- wadah petani pemakai air
-Daerah layanan/Petak tersier
-Dibentuk secara demokratis oleh petani
Wilayah Kerja HIPPA
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA

Mengikuti batas wilayah


hidrologis atau administrasi
pemerintahan
Struktur Organisasi HIPPA/G
HIPPA/IHIPPA
Contoh Struktur Organisasi HIPPA
(Sederhana)
RAPAT
RAPAT
ANGGOTA
ANGGOTA

KETUA

Sekretaris Bendahara
PelaksanTeknis /
Ulu - ulu

Ketua Blok/ Ketua Blok/ Ketua Blok/ Ketua Blok/


kuarter kuarter kuarter kuarter

ANGGOTA / PETANI
Contoh Struktur Organisasi HIPPA (Semi Komplek)

RAPAT
ANGGOTA

KETUA /
WAKIL KETUA

Sekretaris Bendahara

PelaksanTeknis /
Ulu - ulu

Ketua Blok/ Ketua Blok/ Ketua Blok/ Ketua Blok/


Kuarter Kuarter Kuarter Kuarter

ANGGOTA / PETANI
Contoh Struktur Organisasi HIPPA (Kompleks)

RAPAT ANGGOTA

KETUA /
WAKIL KETUA

Sekretaris Bendahara

Seksi Saprodi Pelaksana Teknis / Ulu-Ulu


Seksi Usaha
-

KETUA BLOK/ KETUA BLOK/ KETUA BLOK/ KETUA BLOK/


KWARTER KWARTER
/ KWARTER
/ KWARTER
/

ANGGOTA / ANGGOTA / ANGGOTA / ANGGOTA /


PETANI PETANI PETANI PETANI
Contoh Struktur Organisasi GABUNGAN HIPPA

RAPAT
ANGGOTA

KETUA GP3A
WAKIL KETUA GP3A

BENDAHARA PELAKSANA SEKRETARIS

ANGGOTA GP3A

P3A - 1 P3A - 2 P3A - 3 P3A - 4 P3A - 5


Contoh Struktur Organisasi INDUK HIPPA
RAPAT ANGGOTA
PEMBINA PENGAWAS
IP3A

KETUA I P3A
WAKIL KETUA I P3A

SEKRETARIS BENDAHARA

SEKSI SEKSI

ANGGOTA I P3A

G P3A G P3A GP3A GP3A GP3A


Hak dan Kewajiban Anggota
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA
Mendapatkan pelayanan air irigasi sesuai dengan
keadaan/realitas sumber daya air yang ada.
HAK
Mengajukan keberatan kalau pembagian dan
perolehan air irigasi tidak sesuai dengan
kesepakatan.

Berhak memilih dan dipilih menjadi pengurus.

Berhak mengontrol jalannya kepengurusan.

Berhak mengajukan usul-usul yang ada


hubungannya dengan pengembangan dan
pengelolaan sistem irigasi
Hak dan Kewajiban Anggota
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA
Wajib menjaga kelangsungan fungsi jaringan
KEWAJIBAN irigasi.
ANGGOTA
Wajib membayar iuran pengelolaan irigasi
Wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan
yang diatur dalam Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga serta keputusan-
keputusan yang ditetapkan dalam rapat
anggota
Hak dan Kewajiban Anggota
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA
1. Melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran
KEWAJIBAN
Rumah Tangga.
2. Mematuhi peraturan perundang-undangan.
PENGURUS 3. HIPPA merencanakan dan mengkoordinasikan
pelaksanaan pemeliha-raan jaringan irigasi
tersier.
4. HIPPA mengatur pembagian, pemberian,
penggunaan dan pembuangan kelebihan air
irigasi di petak tersier.
5. HIPPA menarik iuran pengelolaan irigasi dari
anggota.
6. HIPPA mengembangkan usaha tani.
Hak dan Kewajiban Anggota
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA
7. GHIPPA mengkoordinir kegiatan anggotanya
KEWAJIBAN dalam berperan-serta pada penyelenggaraan
pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi
PENGURUS tingkat sekunder dan primer.
8. GHIPPA menjalin kerjasama dengan pihak lain
termasuk pemerintah daerah dalam rangka
mitra kerja dengan anggotanya.
9. GHIPPA/IHIPPA menyampaikan usul dan
aspirasi anggotanya kepada Komisi Irigasi
kabupaten/kota dan provinsi.
10. Memberikan pelayanan kepada anggotanya
sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan air
irigasi.
Hak dan Kewajiban Anggota
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA
11. Membina anggota yang melanggar serta
KEWAJIBAN dimungkinkan untuk menerapkan sanksi.
PENGURUS
12. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan
penggunaan kas organisasi serta administrasi
keuangan dalam rapat anggota.
13. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan
penggunaan dana bantuan pemerintah dan
pemerintah daerah
TUGAS POKOK DAN FUNGSI HIPPA
DALAM OPERASI JARINGAN IRIGASI

Perkumpulan petani pemakai air dapat berperan serta


dalam operasi jaringan irigasi primer dan sekunder
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya al :

1. kegiatan pengumpulan data


mencatat data luas dan jenis tanaman, luas panen,
dan kerusakan tanaman
2. perencanaan operasi
menyampaikan usulan rencana tata tanam
menyampaikan usulan rencana pembagian dan
pemberian air irigasi
menyepakati secara tertulis rencana tahunan operasi
menyepakati rencana pembagian dan pemberian air
irigasi

22
3. pelaksanaan operasi
menerima alokasi air irigasi, mengusulkan peninjauan
kembali apabila ada alokasi air yang tidak sesuai dengan
rencana penyediaan air
melaporkan kondisi kekurangan/kelebihan air setiap
periode operasi
membantu melaksanakan pekerjaan operasi seperti
membuka, menutup pintu, dan memberikan pelumasan
pintu air
menyampaikan usulan kebutuhan air irigasi berdasarkan
luas dan jenis tanaman setiap periode operasi
4. monitoring dan evaluasi operasi
melaporkan adanya pengambilan air irigasi secara tidak
resmi
melaporkan kejadian perusakan bangunan, saluran, dan
pintu air
melaporkan konflik air dan mengupayakan
penyelesaiannya

23
TUGAS POKOK DAN FUNGSI HIPPA DALAM
PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI
Peran serta HIPPA/GHIPPA/IHIPPA dalam Pemeliharaan Jaringan Irigasi
diwujudkan mulai dari pemikiran awal, pengambilan keputusan, dan
pelaksanaan kegiatan pemeliharaan jaringan:

1. Kegiatan perencanaan.
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA bersama petugas pengelola irigasi melakukan
penelusuran untuk mengindentifikasi kerusakan-kerusakan, usulan
rencana perbaikan dan skala prioritas.
Penyusunan jenis-jenis pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh
HIPPA/GHIPPA/HIPPA
2. Kegiatan Pelaksanaan
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA berperan aktif dalam pengamanan jaringan
irigasi.
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA dapat berperan serta dalam pelaksanaan
pemeliharaan jaringan irigasi dalam bentuk tenaga, bahan, atau biaya
sesuai dengan kemampuannya.
Dinas yang membidangi irigasi melaksanakan pemeliharaan jaringan
irigasi dapat dilakukan melalui kerjasama dengan P3A/GP3A/IP3A secara
swakelola.
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan
pemeliharaan jaringan irigasi primer dan sekunder dalam bentuk
penyampaian laporan penyimpangan pelaksanaan kepada dinas atau
pengelola irigasi.
24
3. Monitoring dan Evaluasi
HIPPA/GHIPPA/IHIPPAbersama dengan petugas irigasi
melakukan monitoring hasil pelaksanaan pemeliharaan
dengan melakukan uji coba fungsi jaringan irigasi.
Melaporkan kerusakan / kehilangan peralatan yang
mengakibatkan tidak berfungsinya jaringan irigasi.
Melakukan monitoring terhadap upaya pengamanan
jaringan irigasi.

25
HARAPAN APA YANG INGIN
DI WUJUDKAN ?
UU No. 7/2004 tentang SDA psl.41 & 64, PP irigasi Ps 5 & 20 PPSIP
dilaksanakan oleh pemerintah dan pemda dengan mengikutsertakan
HIPPA

Partisipasi
Terjaminya hak guna air bagi HIPPA/GHIPPA/IHIPPA
HIPPA/GHIPPA/IHIPPA, sesuai meningkat dan
dengan rencana alokasi air. perannya menjadi
besar
Kondisi fisik jaringan
irigasi dan fungsinya
dapat terpelihara
dengan baik.

Meningkatnya efisien
dan efektifitas
pengelolaan irigasi.
Meningkatnya intensitas dan Pendapatan petani
produktivitas tanaman pada lahan meningkat.
beririgasi.
Kesempatan kerja
dipedesaan
meningkat.

Tercapainya satu
sistem irigasi, satu
sistem pengelolaan.
BAGAIMANA KEGIATAN
PERANSERTA MASYARAKAT ?
PERANSERTA MASYARAKAT HIPPA/GHIPPA/IHIPPA.

Menyusun Rencana dan


penyiapan Dana

Rehabilitasi Sal. Tersier

Bahan bangunan lokal


KEGIATAN PENDEKATAN PENYERTAAN MASYARAKAT

Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal

Aspirasi dari bawah (bottom-up approach)

Berbasis Sosial-budaya dan Ekonomi Masyarakat


INDIKATOR KEBERHASILAN PENYERTAAN MASYARAKAT

Kondisi Fisik Mencakup Eksploitasi dan Tingkat Pelayanan Irigasi & Perkembangan
Pemeliharaan yang optimal Pertanian sesuai yang diharapkan

Tingkat hasil produksi dan pemasaran hasil Tingkat Konflik Air dapat dipecahkan dengan
produksi yang baik musayawarah dan mufakat
Terima kasih
atas
perhatiannya