Anda di halaman 1dari 13

Strategi Kerjasama Pembangunan Wilayah

Di Era Globalisasi
Konsep Globalisasi
Dalam Konteks Pembangunan

Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar


definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana
orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial,
atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh
bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan
satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan
menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Dalam persaingan global, kita harus berkonsentrasi pada karakteristik
khusus yang hanya dimiliki oleh kelompok atau masyarakat itu sendiri
sebagai modal pengembangan ke dunia Internasional.
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi
dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu
kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas
teritorial negara.
Globalisasi dan Otonomi Daerah:
Peluang dan Ancaman
pada era globalisasi dan otonomi daerah, maka kompetisi
merupakan kata kunci dalam pengembangan wilayah.
Sebagai sebuah turunan dari globalisasi ekonomi, liberalisasi
ekonomi juga menjadi dominan di banyak negara. Meski begitu,
bukti-bukti memperlihatkan bahwa di banyak negara berkembang,
liberalisasi modal, pasar keuangan, tidak menjadi sumber
pertumbuhan ekonomi, bahkan menciptakan ketidakstabilan.
(Stiglitz, 2006)
globalisasi menyimpan ancaman untuk menimbulkan kesenjangan,
baik dalam skala global (kesenjangan antar negara), regional
(kesenjangan antar wilayah dalam satu negara), lokal (kesenjangan
antar daerah yang berdekatan) sampai skala paling mikro
(kesenjangan ekonomi antar individu dalam sebuah negara).
Meski begitu, Dalam konteks pengembangan perekonomian daerah,
globalisasi berpotensi untuk :
Perluasan pasar ke skala regional maupun global,
Peluang perpindahan modal (investasi), alih teknologi, ilmu
pengetahuan dan tenaga kerja yang kompeten.
Konsep Kewilayahan
Dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang diperoleh
definisi-definisi mengenai kewilayahan sebagai berikut :
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta
segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan
berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional.
Adapun Sistem wilayah adalah struktur ruang dan pola ruang yang
mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Sistem
internal perkotaan, misalnya, adalah struktur ruang dan pola ruang
yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat internal
perkotaan.
Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau
budi daya. Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan
dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang
mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Kawasan
budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama
untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya
alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.
Dari definisi-definisi tadi, kita dapat mengkonsepkan bahwa
kawasan merupakan sebuah wilayah yang diberikan sebuah
fungsi khusus atau memiliki karakteristik yang khusus.
Pembangunan Wilayah
di Era Globalisasi (1)
Dari uraian di atas, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam Pembangunan wilayah di Indonesia
secara umum dalam era globalisasi, yaitu :
Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang
pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara
kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-
produk global ke dalam pasar domestik. Untuk itu, kemantapan
dan positioning sebuah negara maupun wilayah dalam pasar
internasional akan dipengaruhi oleh tingkat keunikan (kekhasan)
serta kekuatan unsur-unsur penunjang produksi.
Perlu mengubah inter-regional competition menjadi inter-
regional cooperation untuk memperkuat faktor-faktor produksi
serta memperluas multiplier effect dari pengembangan satu
sektor ekonomi
Pembangunan Wilayah
di Era Globalisasi (2)
Dalam skala nasional, perlu mengubah paradigma bahwa
salah satu keunggulan komparatif Indonesia dibanding
negara lain adalah upah buruh yang rendah.
pertimbangan luas/tidaknya multiplier effect perlu
diperhatikan dalam menyaring investasi yang akan masuk.
Sebagian besar investasi yang masuk ke Indonesia saat ini
adalah industri bersifat footloose yang multiplier effect-nya
sempit.
Perlunya meningkatkan kerjasama antar daerah dalam
pembangunan infrastrukur dasar.
Perlunya meningkatkan kerjasama antar daerah dalam
penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam skala yang lebih
luas, penyelenggaraan publik yang efektif diharapkan akan
meminimalisir efek negatif globalisasi yang dapat
menimbulkan ketimpangan sosial.
Strategi Pengembangan Kerjasama
Pembangunan Wilayah di Era Globalisasi (1)

Tahap Inisiasi (umum) :


perlu ada kampanye atau sosialisasi mengenai
urgensi mengubah inter-regional competition menjadi
inter-regional cooperation untuk meningkatkan daya
saing daerah/kawasan dalam tatanan internasional.
pembangunan database yang valid dan up-to-date
untuk menentukan prioritas sektor yang akan
dikerjasamakan.
perlu dilakukan studi-studi mengenai potensi dan
kebutuhan bekerjasama di berbagai wilayah
Inisiasi pembentukan kerjasama diusahakan
dilakukan sendiri oleh daerah-daerah yang terkait.
Peranan pemerintah pusat adalah untuk mendorong,
memfasilitasi, dan mendukung pembentukan
kerjasama.
Strategi Pengembangan Kerjasama
Pembangunan Wilayah di Era Globalisasi (2)

Lanjutan Tahap Inisiasi (umum) :


Dukungan dari pemerintah pusat dapat berupa
penyusunan peraturan perundangan sebagai payung
hukum dan pedoman pelaksanaan kerjasama dan
pengaturan insentif pendanaan untuk pembentukan
kerjasama antar daerah. Insentif pendanaan misalnya
dapat diberikan dalam bentuk dana dekonsentrasi untuk
daerah-daerah yang membentuk kerjasama.
Perlu memperbanyak studi-studi mengenai model dan
bentuk kerjasama antar daerah. Akan tetapi perlu diingat
juga bahwa replikasi tidak selalu berhasil. Yang penting
adalah kebutuhan dan karakteristik daerah.
Melakukan pembagian peran antara pemerintah pusat,
provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan
efektivitas dan efisiensi dalam inisiasi kerjasama.
Strategi Pengembangan Kerjasama
Pembangunan Wilayah di Era Globalisasi (3)

Tahap Pelaksanaan dan Pengembangan Kerjasama


dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan
Pembangunan Infrastruktur :
perlu dilakukan proses sharing produk-produk rencana
pembangunan (masterplan) daerah.
Kerjasama dilakukan berdasarkan kajian teknis dan studi
kelayakan
Memperbanyak model kerjasama sister cities dengan negara
untuk mendorong proses pertukaran informasi, teknologi, dan
ilmu pengetahuan dalam hal manajemen pelayanan publik.
memangkas birokrasi dalam pelaksanaan kerjasama
penyelenggaraan pelayanan publik
Strategi Pengembangan Kerjasama
Pembangunan Wilayah di Era Globalisasi (4)
Tahap Pelaksanaan dan Pengembangan Kerjasama dalam
Ekonomi dan Perdagangan :
Membangkitkan kembali kawasan-kawasan ekonomi
khusus/terpadu .
Memperjelas pembagian peran/fungsi daerah-daerah yang
termasuk dalam kawasan kerjasama
Kerjasama perlu didahului dengan studi sektor/komoditi
unggulan, yang mencakup analisis pasar .
Meningkatkan akses informasi global di daerah (misalnya
akses internet)
Bentuk/model kerjasama yang disarankan adalah sebuah
badan kerjasama yang independen atau terpisah dari
kelembagaan pemerintah daerah, dan dikelola secara
profesional dengan prinsip manajemen bisnis murni
Strategi Pengembangan Kerjasama
Pembangunan Wilayah di Era Globalisasi (5)

Lanjutan Tahap Pelaksanaan dan Pengembangan Kerjasama


dalam Ekonomi dan Perdagangan :
Dukungan pemerintah pusat dapat dilakukan dengan :
Memberikan proteksi untuk produk dalam negeri
Mengendalikan arus impor barang untuk komoditi yang sudah dapat
diproduksi di dalam negeri.
Menyusun instrumen peraturan ekspor-impor, misalnya dengan
memberikan insentif untuk ekspor komoditi barang jadi (telah diolah)
dan memberikan disinsentif untuk ekspor bahan mentah.
Meningkatkan pengawasan dan penegakkan hukum terhadap
praktek perdagangan illegal.
Meningkatkan peran Indonesia dalam kerjasama ekonomi
internasional, Peningkatan peran itu adalah jangan sampai
Indonesia hanya menjadi hinterland dan target pasar dari negara
lain.
Memperbanyak program-program yang bertujuan untuk
mempromosikan potensi-potensi ekonomi Indonesia
Strategi Pengembangan Kerjasama
Pembangunan Wilayah di Era Globalisasi (4)
Tahap Pelaksanaan dan Pengembangan Kerjasama dalam
Pembangunan Kawasan Perbatasan :
Mengingat strategisnya fungsi kawasan perbatasan secara nasional,
maka inisiasi kerjasama di kawasan perbatasan perlu dilakukan oleh
pemerintah pusat, dan pelaksanaannya juga selalu terpantau oleh
pemerintah pusat.
Dalam rangka kesejahteraan masyarakat (prosperity), kerjasama
pembangunan diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Untuk itu, tidak tertutup kemungkinan bahwa kerjasama di kawasan
perbatasan juga dilakukan untuk aspek ekonomi dan perdagangan,
pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur.
Dalam sektor pertahanan keamanan (security), kerjasama
pembangunan diarahkan untuk melindungi kegiatan dan sumberdaya
yang ada agar dapat berjalan dengan baik, dan disusun pula strategi
pertahanan dan keamanan negara. Dengan demikian munculnya
kerawanan dalam bentuk penyelundupan, sengketa tapal batas dengan
negara tetangga, resiko munculnya disintegrasi wilayah, sudah dapat
diantisipasi sejak awal.
Selain dalam hal teknis pelaksanaan kerjasama, dukungan dari
pemerintah juga diperlukan dalam hal anggaran pendanaan serta
hubungan politik dengan negara-negara tetangga.
Terima Kasih