Anda di halaman 1dari 29
Kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD)
Kontrasepsi
Intra Uterine Devices (IUD)

Oleh : Dewi Armitha Sari

Pembimbing : Dr dr Hermanus Suhartono Sp.OG (K)

Pendahuluan

Menurut WHO , 1970. keluarga Berencana adalah

tindakan yang membantu suami istri agar :

Pendahuluan Menurut WHO , 1970. keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu suami istri agar : •
• • • • • menghindari kehamilan yang tidak diinginkan Mendapatkan kelahiran yang benar-benar diinginkan Mengatur
menghindari kehamilan yang tidak diinginkan
Mendapatkan kelahiran yang benar-benar diinginkan
Mengatur interval diantara kehamilan
Mengontrol waktu saat kelahiran (umur)
Menentukan jumlah anak dalam keluarga

Tinjauan pustaka

Tentang AKDR

Salah satu kontrasepsi yang mengalami perkembangan cukup signifikan adalah AKDRIUD atau dikenal dengan spiral

Tentang AKDR Salah satu kontrasepsi yang mengalami perkembangan cukup signifikan adalah AKDR  IUD atau dikenal

IUD ditanamkan di dalam
rahim dan bekerja menghambat pembuahan melalui sistem mekanik

Tentang AKDR Salah satu kontrasepsi yang mengalami perkembangan cukup signifikan adalah AKDR  IUD atau dikenal

tidak semua klien

berminat terhadap AKDR dikarenakan berbagai alasan seperti takut efek samping, takut proses

pemasangan , dilarang

oleh suami, dan kurang mengetahui tentang KB AKDR.

diyakini sebagai salah

satu alat yang secara efektif mampu

  • kehamilan dalam rentang waktu yang cukup panjang (2-6 tahun).

menghindari terjadinya

Sejarah AKDR
Sejarah AKDR

Richard Richter pada tahun 1909 di JermanAKDR dgn

mempunyai kawat nikel & tembaga yang mejulur keluar melalui serviks.

catgut ulat sutera yg
catgut ulat sutera yg

cicin

tahun 1960 melahirkan

AKDR berbentuk “Loop” hasil

karya Jack Lippes.

Tahun 1920-an Grafenberg mengganti cincin catgut dengan cicin berlapis emas atau perak

tahun 1968-1969, Zipper menambahkan Cu (tembaga)

(1934) Ota di Jepang menambahkan struktur pendukung cincin AKDR yang berlapiskan emas atau perak

Doye dan Clewe (Amerika)

menggunakan progestin

sebagai bahan anti fertilitas.

Pengertian AKDR
Pengertian AKDR

AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) adalah suatu alat atau benda yang dimasukkan ke dalam rahim yang sangat efektif, reversibel dan berjangka panjang, dapat dipakai oleh semua

perempuan usia reproduktif (Saefuddin,2003)

AKDR atau IUD atau Spiral adalah suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai
AKDR atau IUD
atau
Spiral adalah suatu benda
kecil yang
terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai lilitan tembaga
atau juga mengandung hormon dan dimasukkan ke dalam
rahim melalui vagina dan mempunyai benang (BKKBN,2003)

Macam-macam AKDR

Bentuk terbuka (oven device)
Bentuk terbuka
(oven device)
Misalnya: LippesLoop, CUT, Cu-7. Marguiles, Spring Coil, Multiload, Nova-T
Misalnya: LippesLoop,
CUT, Cu-7. Marguiles,
Spring Coil, Multiload,
Nova-T
Bentuk tertutup (closed device)
Bentuk tertutup
(closed device)
Ota-Ring, Atigon, dan Graten Berg Ring
Ota-Ring, Atigon, dan
Graten Berg Ring
Mengandung logam Medicated IUD Mengandung Menurut Tambahan obat atau Metal: hormon UnMedicated Lippes Loop IUD
Mengandung
logam
Medicated IUD
Mengandung
Menurut
Tambahan obat
atau Metal:
hormon
UnMedicated
Lippes Loop
IUD
Jenis-jenis IUD yang ada diindonesia Lippers Copper-T Copper-7 Multi Load IUD Nova T Loop
Jenis-jenis IUD yang ada diindonesia Lippers Copper-T Copper-7 Multi Load IUD Nova T Loop
Jenis-jenis IUD yang ada diindonesia Lippers Copper-T Copper-7 Multi Load IUD Nova T Loop
Jenis-jenis IUD yang ada diindonesia
Lippers
Copper-T
Copper-7 Multi Load
IUD Nova T
Loop

a. Copper-T

a. Copper-T • IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi
a. Copper-T • IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi

IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus.mempunyai efek

antifertilisasi (anti

pembuahan) yang cukup baik.

IUD bentuk T yang baru ini melepaskan levorgegestrel

dengan konsentrasi yang

rendah selama minimal 5 thn

Copper-7

Copper-7 • IUD ini berbentuk angka 7,mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan

IUD ini berbentuk angka

7,mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama

seperti halnya lilitan

tembaga halus pada jenis Copper-T.

Multi Load

Multi Load • IUD ini terbuat dari dari plastik ( polyethelene ) dengan dua tangan kiri

IUD ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel.

Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm 2 atau 375 mm 2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.

Lippes Loop

Lippes Loop • IUD ini terbuat dari bahan polyethelene , bentuknya seperti spiral atau huruf S

IUD ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan

kontrol, dipasang benang

pada ekornya. Keuntungan lain dari

pemakaian spiral jenis ini

ialah bila terjadi perforasi

jarang menyebabkan luka karena terbuat dr plastik

IUD Nova T

IUD Nova T • terbentuk dari rangka plastik dan tembaga. Pada ujung lengan IUD bentuknya agak
IUD Nova T • terbentuk dari rangka plastik dan tembaga. Pada ujung lengan IUD bentuknya agak

terbentuk dari rangka

plastik dan tembaga.

Pada ujung lengan IUD bentuknya agak

melengkung tanpa ada

tembaga, tembaga hanya ada pada batang IUD.

IUD Mirena

terbentuk dari rangka

plastik yang dikelilingi

oleh silinder pelepas

hormon Levonolgestrel

IUD Mirena • terbentuk dari rangka plastik yang dikelilingi oleh silinder pelepas hormon Levonolgestrel

Mekanisme kerja IUD (menurut Saefuddin et.al (2003)

Timbulnya reaksi radang lokal yang non-spesifik di

dalam cavum uteri sehingga implantasi sel telur yang

telah dibuahi terganggu.

Produksi lokal prostaglandin yang meninggi, yang menyebabkan terhambatnya implantasi.

Gangguan / terlepasnya blastocyst yang telah berimplantasi di dalam endometrium.

Pergerakan ovum yang bertambah cepat di dalam tuba fallopi.

Immobilisasi spermatozoa saat melewati cavum uteri.

Dari penelitian terakhir, disangka bahwa AKDR juga mencegah spermatozoa membuahi sel telur (mencegah fertilisasi).

Untuk AKDR yang mengandung Cu :

Antagonis kationik yg spesifik terhadap zn terdapat dm enzim karbonik anhidraseCu menghambat reaksi carbonic anhydrase sehingga
Antagonis kationik yg spesifik
terhadap zn terdapat dm enzim
karbonik anhidraseCu
menghambat reaksi carbonic
anhydrase sehingga tidak
memungkinkan terjadinya
implantasi

2) Mengganggu pengambilan estrogen endogenous oleh

mucosa uterus.

3) Mengganggu jumlah DNA dalam sel endometrium.

4) Mengganggu metabolisme glikogen.

Untuk AKDR yang

mengandung hormon

progesterone :

Gangguan proses pematangan proliteratif – sekretoir sehingga timbul penekanan terhadap endometrium dan terganggunya proses implantasi (endometrium
Gangguan proses pematangan
proliteratif – sekretoir sehingga
timbul penekanan terhadap
endometrium dan terganggunya
proses implantasi (endometrium
tetap berada dalam fase
decidual/ progestational).
Lendir serviks yang
menjadi lebih kental/
tebal karena
pengaruh progestin

Indikasi pemasangan IUD

Usia reproduktif

Keadaan nulipara

Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang

Perempuan menyusui yang menginginkan menggunakan

kontrasepsi Setelah melahirkan dan tidak menyusui

Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi

Risiko rendah dari IMS

Tidak menghendaki metoda hormonal

Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil setiap hari

Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 5 hari senggama

Gemuk ataupun kurus

Kontra indikasi

Belum pernah melahirkan

Adanya perkiraan hamil

Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.

Perdarahan vagina yang tidak diketahui

Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)

Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP

Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak

rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri.

Penyakit trofoblas yang ganas.

Kanker alat genital

Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

Keuntungan AKDR Non

hormonal

Kerugian

Sebagai kontrasepsi efektivitasnya tinggi angka kegagalan minim

AKDR dapat efektf segerasetelah

pemasangan

Metode jangka panjang

Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat

Tidak mempengaruhi hubungan sexual

Meningkatkan kenyamanan sexual karena tidak perlu takut untuk hamil

Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI

Dapat dipasang segera setelah

melahirkan atau sesudah abortus Dapat digunakan sampai menopause

Tidak ada intraksidengan obat-obat.

• • • • • • Perubahan siklus haid Haid lebih lama dan banyak Perdarahan(spotting) antar
Perubahan siklus haid
Haid lebih lama dan banyak
Perdarahan(spotting) antar menstruasi
Disaat haid lebih sakit
Perforasi dinding uterus(sangat jarang
apabila pemasangan benar)
Tidak mencegah IMS termasuk
HIV/AIDS
Tidak baik digunaka pada perempuan
dengan IMS atau perempuan yang
sering berganti pasangan
Klien tidak dapat melepas AKDR oleh
dirinya sendiri
Tidak mencegah terjadinya kehamilan
ektopik karena fungsi AKDR untuk
mencegah kehamilan normal.

Kuntungan IUD hormonal

Mengurangi volume darah haid dan mengurangi disminorrhoe

Untuk mencegah adhesi dinding-dinding uterus oleh

synechiae(Asherman’s

Syndrome)

Kerugian

jauh lebih mahal dari pada Cu IUD

Harus diganti setelah 18 bulan

Lebih sering menimbulkan perdarahan mid-siklus dan

perdarahan

bercak(spotting)

Insidens kehamilan ektopik lebih tinggi

Komplikasi IUD Pada saat insersi Dikemudian hari rasa sakit dan Embedding dan displacement Rasa sakit/ nyeri
Komplikasi IUD
Pada saat insersi
Dikemudian hari
rasa sakit dan
Embedding dan
displacement
Rasa sakit/ nyeri
Perforasi uterus
perdarahan
infeksi

permasalahan pada Insersi Uteri

Ekspulsi Kerja kontrasepsi tdk efektif
Ekspulsi
Kerja kontrasepsi
tdk efektif

Perforasi uterus

Ukuran dan macam IUD beserta tbung inserternya Waktu/ saat insersinya Teknik insersi
Ukuran dan macam IUD
beserta tbung inserternya
Waktu/ saat insersinya
Teknik insersi

Teknik Insersi

Tehnik push out = mendorong : lippes loop Tehnik withdrawal = menarik : Cu IUD Tehnik
Tehnik push out =
mendorong :
lippes loop
Tehnik
withdrawal =
menarik : Cu IUD
Tehnik plunging
=
“mencelupkan” :
progestasert – T

Cara pemasangan dan melepaskan IUD

Cara pemasangan dan melepaskan IUD

Kesimpulan

Pengertian dari kontrasepsi adalah cara untuk mencegah

terjadinya konsepsi yaitu bertemunya sel sperme dan

ovum. Dalam pelayanan KB ada berbagaimacam cara untuk mencegah konsepsi salah satunya dengan menggunakan AKDR.

Dalam penggunaan AKDR juga terdapat manfaat,

keuntungan serta kerugian dari penggunaan AKDR

tersebut. Masalah yang timbul dari penggunaan AKDR tersebut juga

diharapkan bisa teratasi dengan beberapa cara antara lain dengan memperhatikan cara pemakaian yang bena, efek

samping serta konseling bagi pengguna oleh tenaga

kesehatan.

Saran

1.Bagi pengguna alat kontrasepsi AKDR

Pengguna hendaknya mengetahui terlebih dahulu alat kontrasepsi yang akan di pakai dengan cara bertanya hal yang ingin diketahui ke tenaga kesehatan.

2.Bagi tenaga kesehatan

Sebagai tenaga kesehatan hendakna meningkatkan

keterampilannya memasang AKDR yang baik dan sesuai prosedur.

Sebelum memasang AKDR pada klien jangan lupa

untuk melakukan infom choice pada klien serta

menjelaskan segala informasi tentang AKDR secara lengkap.

Terimakasih