Anda di halaman 1dari 11

KONSEP DAN ASUHAN KEPERAWATAN KDRT

PADA ANAK DAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA


DAN PEKERJA

KELOMPOK 9 :
Bawendu S. Yuliana
Ayu Monica
Indriani Asnur
Mulyani Siombi
Yosua Danniel
Riza Hendri
Pengertian :

KDRT merupakan segala bentuk tindakan kekerasan


yang terjadi terhadap lawan jenis, namun biasanya
perempuan lebih banyak menjadi korban daripada
menjadi pelaku. KDRT mengakibatkan timbulnya
penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, atau
penelantaran rumah tangga pada korban KDRT.
Tanda dan Gejala :

Tanda kekerasan meliputi :


a. Kekerasan fisik :
yang termasuk dalam bentuk kekerasan fisik adalah: Menampar;
Memukul,Menarik rambut; Menyulut dengan rokok; Melukai
dengan senjata;dan Mengabaikan kesehatan istri
b. Kekerasan psikologis :
Kekerasan psikologis/emosional adalah suatu tindakan penyiksaan
secara verbal (seperti menghina, berkata kasar dan kotor) yang
mengakibatkan menurunnya rasa percaya diri, meningkatkan rasa
takut, hilangnya kemampuan untuk bertidak dan tidak berdaya.
c. Kekerasan seksual
d. Kekerasan ekonomi / penelantaran rumah tangga
Gejala KDRT :

Gejala-gejala istri yang mengalami kekerasan adalah merasa


rendah diri, cemas, penuh rasa takut, sedih, putus asa, terlihat
lebih tua dari usianya, sering merasa sakit kepala, mengalami
kesulitan tidur, mengeluh nyeri yang tidak jelas penyebabnya,
kesemutan, nyeri perut, dan bersikap agresif tanpa penyebab
yang jelas.
Faktor-faktor Penyebab Tatakelola; Program
Terjadinya Tindak Intervensi Terhadap Pelaku
Kekerasan dalam KDRT :
Rumah Tangga :
1. Pendekatan Konfrontasional.
1. Secara Teoritis. 2. Pendekatan Client Centered.
2. Secara Empiris 3. Pendekatan Pacing and
Leading
Diagnosa keperawatan :
1. Gangguan pola tidur
Intervensi :
.Instruksikan pasien dan orang terdekat lain tentang faktor (mis, faktor
psikologis, fisiologis, gaya hidup,.
. Instruksikan pasien cara melakukan relaksasi otot autogenic atau bentuk
non farmakologis lainnya agar merangsang tidur.
instruksikan pasien untuk menghindari mengkonsumsi makanan dan
minuman ketika mendekati waktu tidur yang mengganggu tidur (mis,
kafein)

2. Ketidakefektifan koping
Intervensi :
Berikan informasi aktual terkait diagnosis, terapi dan prognosis.
nstruksikan pasien mengenai penggunaan tehnik relaksasi, jika diperlukan
Berikan latihan keterampilan sosial yang tepat.
Ajarkan penyelesaian masalah
3. Ansietas
Intervensi :
Buat rencana penyuluhan dengan tujuan yang
realistis, termasuk kebutuhan untuk pengulangan,
dukungan, dan pujian terhadap tugas-tugas yang
telah dipelajari.
Berikan informasi mengenai sumber komunitas yang
tersedia seperti teman, tetangga, kelompok
Informasikan tentang gejala ansietas
Ajarkan anggota keluarga bagaimana membedakan
antara serangan panik dan gejala penyakit fisik.
Instruksikan pasien tentang penggunaan teknik
relaksasi
KONSEP LAYANAN KESEHATAN/PERAWAT PADA KASUS
KDRT :

Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:


a. Sosialisasi seluruh peraturan dan perundang-undangan
terkait tindak KDRT dan pengendaliannya
b. Mengembangkan surveilans KDRT berbasis
masyarakat
c. Mengembangkan sistem informasi pengendalian
KDRT
d. Melakukan pendampingan dan konseling pada
anggota
KONSEP SASARAN PROMOTION HEALTH DAN
PREVENTION :
1. Primer (Pemberdayaan Masyarakat) :
Sasaran primer (utama) upaya promosi kesehatan
sesungguhnya adalah pasien, individu sehat dan keluarga
(rumah tangga) sebagai komponen dari masyarakat.
2. Sekunder (Social Support) :
Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh-
tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta orang-
orang yang memiliki kaitan serta berpengaruh penting dalam
kegiatan promosi kesehatan.
3. Tersier (Strategi Advokasi) :
Sasaran tersier adalah para pembuat kebijakan publik
(decission maker) atau penentu kebijakan (policy maker)
yang berupa peraturan perundang-undangan di bidang
kesehatan dan bidang-bidang lain
Peran dan Fungsi Perawat :
Peran dan fungsi perawat dalam kasus KDRT di antaranya adalah sebagai
berikut :
Memeriksa kesehatan korban sesuai dengan standar profesi ( anjurkan
segera lakukan pemeriksaan visum).
Melakukan konseling untuk menguatkan dan memberikan rasa aman bagi
korban.
Memberikan informasi mengenai hak-hak korban untuk mendapatkan
perlindungan dari kepolisian dan penetapan perintah perlindungan dari
pengadilan.
Mengantarkan korban ke rumah aman atau tempat tinggal alternatif (
Ruang Pelayanan Khusus).
Melakukan koordinasi yang terpadu dalam memberikan layanan kepada
korban dengan pihak kepolisian, dinas sosial, serta lembaga sosial yang
dibutuhkan korban.
Sosoalisasi Undang - Undang KDRT kepada keluarga dan masyarakat.
SEKIAN
HATUR NUHUN