Anda di halaman 1dari 39

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Direktorat Jenderal Cipta Karya


Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman

MODUL 2

PEMAHAMAN TENTANG PERDA PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS


TERHADAP PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH

TRAINING OF FACILITATOR (TOF)


PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH
PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS PERUMAHAN KUMUH DAN
PERMUKIMAN KUMUH
Ditjen Otonomi
Ditjen Daerah
Otonomi Daerah

Anatomi
Urusan Pemerintahan
(UU Nomor 23 tahun 2014)

Urusan
Pemerintahan

Urusan
Absolut
Urusan Konkuren Urusan PUM

o Politik LN;
Pilihan Wajib
o Pertahanan;
o Kemanan;
o Yustisi; Non
Yandas
o Moneter & Fikal Yandas
Nasional
o Agama;
Ditjen Otonomi
Ditjen Daerah
Otonomi Daerah

Urusan pemerintahan
konkuren yang
diserahkan ke Daerah
menjadi dasar
pelaksanaan Otonomi
Daerah (pasal 9 ayat 4)
TA H A PA N P E M B E N T U K A N P E R AT U R A N D A E R A H
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 12 TAHUN 2011

1. Perencanaan (Prolegda & NA)


2. Penyusunan (Rapat Antar SKPD &
Harmonisasi)
3. Pembahasan (DPRD Bersama
Bupati/Walikota)
4. Pengesahan atau Penetapan; dan
5. Pengundangan.
PENTINGNYA PERDA KUMUH

Hal - 7
Arti Penting Perda Kumuh
1. Amanah UU-PKP
Sesuai amanah dalam Pasal 98 ayat (3) UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman perlu dibentuk
Peraturan Daerah.
2. Amanah PP Pembagian Urusan
Sesuai PP No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Lampiran Bid PU, Sub Bid Pemrukiman, Sub-Sub
Bid Permukiman Kumuh, disebutkan pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab menetapkan Perda Kumuh.
3. Komitmen Internasional
Penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh merupakan salah satu komitmen internasional dalam Deklarasi
HAM, Konvenan Hak Eksosbud dan MDGs.
4. Instruksi Presiden
Pada Hari Habitat Dunia, Presiden menginstruksikan untuk melakukan pengentasan terhadap perumahan kumuh dan
permukiman kumuh hingga tahun 2020.
5. Salah Satu Kewajiban Pemerintah Daerah Sesuai Semangat Otonomi Daerah
Penetapan Perda yang berkaitan dengan penanggulangan permukiman kumuh merupakan salah satu kewajiban
Pemerintah Daerah dalam bidang Pekerjaan Umum sub bidang Permukiman sub sub bidang Permukiman Kumuh
sesuai PP 38 Tahun 2007.
6. Sebagai Dasar Alokasi APBN Keciptakaryaan
Sebagai komitmen nasional, maka program pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan
permukiman kumuh menjadi prioritas nasional, dalam hal ini Ditjen Cipta Karya dalam alokasi APBN hingga 2020.
Termasuk dalam program ini adalah terkait dengan bidang bangunan gedung dan lingkungan, pengembangan
permukiman, air minum, pengelolaan limbah dan persampahan.

Hal - 8
K e d u d u k a n P e r d a K u m u h
UUD 1945

UU-PR UU-HAM UU-PKP


(UU 26/2007) (UU 39/1999) (UU 1/2011)

PP-PPR PP-RTRWN
(PP 15/2010) (PP 28/2006) PP Penyelenggaraan Perumahan dan
Kawasan Permukiman
(PP .../...)
PERPRES RTR
KSN

Perda RTRW Permen tentang Pedoman Teknis


Provinsi Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh
dan Permukiman Kumuh
Perda RTRW
Kab/Kota
Perda tentang Pencegahan dan
Perda RDTR Peningkatan Kualitas terhadap
Kws Perkot. Perumahan Kumuh dan
Permukiman Kumuh

SK Bupati/Walikota tentang Perbup/wal tentang Rencana


Penetapan Lokasi Perumahan Penanganan Perumahan
Kumuh dan Permukiman Kumuh dan Permukiman
Kumuh Kumuh
Hal - 9
Kedudukan Program Kumuh
Rencana Pembangunan Rencana Tata Ruang
Jangka Panjang Daerah Wilayah (RTRW)
(RPJPD) Kabupaten/Kota

Rencana Detail Tata


Rencana Pembangunan Kebijakan & Strategi
Ruang (RDTR) Kawasan
Jangka Menengah Daerah Perkotaan Daerah
Perkotaan
(RPJMD) (KSPD)

Pencegahan & Peningkatan Rencana Pembangunan dan


Kualitas thd Perumahan Pengembangan Perumahan Rencana Induk Sektor (RIS)
Kumuh dan Permukiman dan Kawasan Permukiman Rencana Induk Sektor Rencana Induk
Kumuh (RP3KP) Penyediaan Air Minum Sistem Sanitasi
(RISPAM) Kota (RISSK)
Rencana Induk Sistem Rencana Induk
Rencana Program
Penetapan Daftar Lokasi Pengelolaan Sektor Lainnya
Investasi Jangka
Perumahan Kumuh dan Persampahan (RISPP)
Menengah (RPIJM)
Permukiman Kumuh

Rencana Penanganan
Perumahan Kumuh dan
Permukiman Kumuh

Pelaksanaan Fisik
Keciptakaryaan

Hal - 10
OUTLINE NASKAH AKADEMIS
RAPERDA

Hal - 11
Sistematika Naskah Akademis
BAB I PENDAHULUAN 4.1 Landasan Filosofis
1.1 Latar Belakang 4.2 Landasan Sosiologis
1.2 Identifikasi Masalah 4.3 Landasan Yuridis
1.3 Tujuan dan Kegunaan BAB V JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN, DAN RUANG LINGKUP MATERI
1.4 Metode MUATAN PERATURAN DAREAH KABUPATEN/KOTA
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN PRAKTIK EMPIRIS 5.1 Ketentuan Umum;
2.1 Kajian Teoretis 5.2 Kriteria dan Tipologi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh;
2.2 Kajian Asas/Prinsip 5.3 Pencegahan Terhadap Tumbuh dan Berkembangnya Perumahan Kumuh
2.3 Kajian Praktik Penyelenggaraan, Kondisi Eksisting, dan Permasalahan dan Permukiman Kumuh Baru;
2.4 Kajian Implikasi Penerapan Sistem Baru 5.4 Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman
BAB III EVALUASI DAN ANALISIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Kumuh;
TERKAIT 5.5 Penyediaan Tanah;
3.1 Yang Bersifat Atributif 5.6 Pendanaan dan Sistem Pembiayaan;
Pasal 18 ayat (6) UUD 5.7 Tugas dan Kewajiban Pemerintah Daerah;
UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah 5.8 Pola Kemitraan, Peran Masyarakat, dan Kearifan Lokal;
UU No...Tahun...tentang Pembentukan Daerah 5.9 Sanksi Administratif;
3.2 Yang Bersifat Delegasi 5.10 Ketentuan Pidana;
UU No.1 Tahun 2014 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman 5.11 Ketentuan Penyidikan;
3.3 Teknis Penyusunan Peraturan Perundangan 5.12 Ketentuan Peralihan;
UU No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- 5.13 Ketentuan Penutup
undangan BAB VI PENUTUP
Permendagri No.1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum 6.1 Kesimpulan
Daerah 6.2 Rekomendasi dan Saran
3.4 Teknis Substansi terkait Permukiman dan Infrastruktur Permukiman
Permen PUPR terkait Permukiman;
Permen PUPR terkait Infrastruktur Permukiman
Hal -BAB
12 IV LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS, DAN YURIDIS
MODEL PERDA KUMUH 2015

Hal - 13
Lingkup Kewenangan Pengaturan Menurut UU
No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT DAERAH PROVINSI DAERAH KABUPATEN / KOTA

Kawasan Permukiman Penetapan sistem kawasan Penataan dan peningkatan Penerbitan izin pembangunan dan
permukiman kualitas kawasan permukiman pengembangan kawasan
Penataan dan peningkatan kumuh dengan luas 10 (sepuluh) permukiman
kualitas kawasan ha sampai dengan di bawah 15 Penataan dan peningkatan kualitas
permukiman kumuh dengan (lima belas) ha kawasan permukiman kumuh
luas 15 ((lima belas) ha atau dengan luas di bawah 10 (sepuluh)
lebih ha

Perumahan dan Pencegahan perumahan dan


Kawasan Permukiman kawasan permukiman
Kumuh kumuh pada Daerah
kabupaten/kota.

Hal - 14
Sistematika Model Perda Kumuh

Konten
Lokal
Bab I Ketentuan Umum Bab V Penyediaan Tanah
1. Pengertian Bab VI Pendanaan dan Sistem Pembiayaan
Bab II Kriteria dan Tipologi Perumahan Kumuh dan Bab VII Tugas dan Kewajiban Pemerintah Daerah
Permukiman Kumuh; 1. Umum

Konten Lokal
1. Kriteria Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh 2. Tugas Pemerintah Daerah
Konten
Lokal

2. Tipologi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh 3. Kewajiban Pemerintah Daerah


Bab III Pencegahan Terhadap Tumbuh dan 4. Pola Koordinasi
Berkembangnya Perumahan Kumuh dan Permukiman Bab VIII Pola Kemitraan, Peran Masyarakat, dan Kearifan
Kumuh Baru Lokal
1. Umum 1. Pola Kemitraan
2. Pengawasan dan Pengendalian 2. Peran Masyarakat

Konten
Lokal
3. Pemberdayaan Masyarakat 3. Kearifan Lokal
Bab IV Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh Bab IX Sanksi Administratif
dan Permukiman Kumuh 1. Ketentuan Lain dan Larangan
1. Umum 2. Bentuk Sanksi Administratif
Konten Lokal

2. Penetapan Lokasi Bab X Ketentuan Pidana


3. Pola-pola Penanganan Bab XI Ketentuan Penyidikan
4. Pengelolaan
Bab XII Ketentuan Peralihan
Bab XIII Ketentuan Penutup
Hal - 15
Konsideran (Menimbang & Mengingat)
Menimbang: Mengingat:
a. bahwa Pemerintah Daerah wajib melaksanakan a. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik
pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap Indonesia Tahun 1945
perumahan kumuh dan permukiman kumuh; b. Undang-Undang Nomor ... Tahun ... tentang
b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 98 ayat (3) Pembentukan Kabupaten/Kota .... .
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang c. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang
Perumahan dan Kawasan Permukiman; Perumahan dan Kawasan Permukiman
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana d. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
dimaksud dalam huruf a, dan huruf b perlu menetapkan Pemerintah Daerah
Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Peningkatan e. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang
Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Pembagian Urusan Pemerintahan
Kumuh

Hal - 16
K e t e n t u a n U m u m
Pengertian : 12. Prasarana Tujuan:
1. Rumah 13. Sarana
a. mencegah tumbuh dan berkembangnya perumahan kumuh dan
2. Perumahan 14. Utilitas umum
permukiman kumuh baru untuk mempertahankan perumahan dan
3. Permukiman 15. Izin Mendirikan Bangunan
permukiman yang telah dibangun agar tetap terjaga kualitasnya;
4. Lingkungan hunian Gedung
16. Pelaku b. meningkatkan kualitas terhadap perumahan kumuh dan
5. Kawasan permukiman
17. pembangunan permukiman kumuh untuk mewujudkan kawasan permukiman
6. Perumahan kumuh
18. Setiap orang yang layak huni dan terjangkau, sehat, aman, serasi, teratur,
7. Permukiman kumuh
19. Badan hukum terencana, terpadu dan berkelanjutan.
8. Pencegahan
9. Peningkatan kualitas 20. Pemerintah pusat
10. Masyarakat 21. Pemerintah daerah
11. Berpenghasilan Rendah 22. Menteri Ruang Lingkup:
a. kriteria dan tipologi perumahan kumuh dan permukiman kumuh;
b. pencegahan terhadap tumbuh dan berkembangnya perumahan
Maksud:
kumuh dan permukiman kumuh baru;
Peraturan Daerah ini dimaksudkan sebagai pengaturan lebih lanjut dan
c. peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan
operasionalisasi di daerah dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 permukiman kumuh;
tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang merupakan
d. penyediaan tanah;
landasan upaya pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap
e. pendanaan dan sistem pembiayaan;
perumahan kumuh dan permukiman kumuh.
f. tugas dan kewajiban pemerintah daerah; serta
g. peran masyarakat dan kearifan lokal.

Hal - 17
Kriteria Perumahan Kumuh & Permukiman Kumuh
Ketidakteraturan Bangunan
Aspek Kondisi Bangunan Gedung Tingkat Kepadatan Bangunan
Ketidaksesuaian dengan Persyaratan Teknis Bangunan

Cakupan Pelayanan Jalan Lingkungan


Aspek Kondisi Jalan Lingkungan Kualitas Permukaan Jalan Lingkungan

Kriteria yang Aspek Kondisi Penyediaan Air Minum Ketidaktersediaan Akses Aman Air Minum
Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Air Minum
digunakan
untuk Ketidakmampuan Mengalirkan Limpasan Air
menentukan Aspek Kondisi Drainase Lingkungan Ketidaktersediaan Drainase
Ketidakterhubungan dengan Sistem Drainase Perkotaan
kondisi
Tidak Terpeliharanya Drainase
kekumuhan Kualitas Konstruksi Drainase
pada suatu
perumahan Sistem Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai Standar Teknis
Aspek Kondisi Pengolahan Air Limbah Prasarana dan Sarana Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai dengan
dan
Persyaratan Teknis
permukiman
Prasarana dan Sarana Persampahan Tidak Sesuai dengan Persyaratan Teknis
Aspek Kondisi Pengelolaan Persampahan Sistem Pengelolaan Persampahan yang Tidak Sesuai Standar Teknis
Tidakterpeliharanya Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan

Ketidaktersediaan Prasarana Proteksi Kebakaran


Aspek Kondisi Proteksi Kebakaran
Ketidaktersediaan Sarana Proteksi Kebakaran

Hal - 18
Tipologi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh

perumahan kumuh dan permukiman


kumuh di atas air;
Tipologi
perumahan
Tipologi perumahan kumuh dan permukiman kumuh
kumuh dan perumahan kumuh dan permukiman
disesuaikan dengan kondisi spesifik di dalam wilayah
permukiman kumuh di tepi air;
kumuh merupakan kabupaten/kota

pengelompokan perumahan kumuh dan permukiman Tipologi perumahan kumuh dan permukiman kumuh
perumahan harus disesuaikan dengan alokasi peruntukan dalam
kumuh di dataran;
kumuh dan rencana tata ruang
permukiman
perumahan kumuh dan permukiman Dalam hal rencana tata ruang tidak mengalokasikan
kumuh
kumuh di perbukitan; keberadaan tipologi perumahan kumuh dan permukiman
berdasarkan letak
lokasi secara kumuh, maka keberadaannya harus dipindahkan pada
geografis lokasi yang sesuai
perumahan kumuh dan permukiman
kumuh di daerah rawan bencana.

Hal - 19
P e n c e g a h a n Tu m b u h & B e r k e m b a n g n y a
Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Baru
Bagian Kesatu Umum

Pencegahan Terhadap Tumbuh Dan Berkembangnya Perumahan Kumuh


Dan Permukiman Kumuh Baru, Meliputi:

Pengawasan dan Pengendalian Pemberdayaan Masyarakat

Hal - 20
Bagian Kedua - Pengawasan dan Pengendalian
izin prinsip Untuk menjamin:
Perizinan izin lokasi Kesesuaian dengan RTR
Tahap izin pemanfaatan tanah Keterpaduan rencana
Perencanaa izin mendirikan bangunan pengembangan PSU
Pengawasan
n izin lain
dan
PENGAWASAN Dilakukan Standar teknis bangunan gedung Untuk menjamin
Standar pengendalian
atas Standar teknis jalan lingkungan terpenuhinya:
DAN Teknis dilakukan
Standar teknis air minum sistem pelayanan
kesesuaian sesuai dengan
PENGENDALIAN Tahap Standar teknis drainase lingkungan kuantitas kapasitas
terhadap Standar teknis air limbah kualitas bahan dan ketentuan
Pemba-
ngunan Standar teknis persampahan pelayanan peraturan
Standar teknis kebakaran perundang-
Kelayakan bangunan gedung Untuk menjamin kondisi: undangan
Kelaikan
Kelayakan jalan lingkungan sistem pelayanan,
Fungsi Kelayakan air minum kuantitas kapasitas &
Tahap Kelayakan drainase lingkungan kualitas bahan
Pemanfaata Kelayakan air limbah keberfungsian
n Kelayakan persampahan kerusakan
Kelayakan kebakaran

Pemantauan Evaluasi Pelaporan


(Berkala / insidental) menilai kesesuaian terhadap
Tata Cara dasar Pemda melaksanakan
Pengawasan & perizinan pd standar kelayakan
upaya pencegahan tumbuh
Langsung Tdk Langsung dan berkembangnya
Pengendalian Pengamatan Melalui data & tahap teknis pada fungsi pada
perumahan kumuh dan
Langsung pada informasi / perencanaa tahap tahap
permukiman kumuh baru
lokasi pengaduan n pemba- pemanfaata
sesuai kebutuhan
Hal - 21 ngunan n
Bagian Ketiga - Pemberdayaan Masyarakat
Penyuluhan BENTUK:
Sosialisasi
kegiatan untuk memberikan informasi dalam
Diseminasi
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
masyarakat terkait pencegahan terhadap tumbuh
dan berkembangnya perumahan kumuh dan
permukiman kumuh BENTUK:
Pendampingan pembimbingan kepada kelompok masyarakat
Pembimbingan pembimbingan kepada masyarakat
dimaksudkan untuk
kegiatan untuk memberikan petunjuk atau perorangan
meningkatkan kapasitas penjelasan mengenai cara untuk mengerjakan pembimbingan kepada dunia usaha
masyarakat melalui kegiatan atau hal terkait pencegahan terhadap
pembentukan dan tumbuh dan berkembangnya perumahan kumuh
peningkatan kapasitas dan permukiman kumuh FISIK: fasilitasi pemeliharaan, perawatan,
Pemberdayaan
Masyarakat

kelompok swadaya dan/atau perbaikan:


masyarakat bangunan gedung;
Bantuan Teknis jalan lingkungan;
kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah drainase lingkungan;
dan/atau pemerintah daerah untuk memberikan sarpras air minum;
dukungan yang bersifat teknis sarpras air limbah;
sarpras persampahan
Pelayanan Informasi
sarpras persampahan
merupakan kegiatan sarpras kebakaran
pelayanan kepada
NON FISIK:
masyarakat dalam bentuk rencana tata ruang fasilitasi penyusunan perencanaan;
pemberitaan hal-hal terkait penataan bangunan dan lingkungan fasilitasi penyusunan NSPK;
upaya pencegahan perizinan fasilitasi penguatan kap kelemb;
perumahan kumuh dan standar perumahan dan permukiman fasilitasi alternatif pembiayaan;
permukiman kumuh fasilitasi persiapan pelaksanaan kerjasama
Hal - 22 pemerintah swasta.
Peningkatan Kualitas terhadap
Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh
Bagian Kesatu Umum

Peningkatan Kualitas wajib didahului proses pendataan yang dilakukan


Perumahan Kumuh dan oleh pemerintah daerah dengan melibatkan peran

Permukiman Kumuh masyarakat

Ditindaklanjuti dengan pengelolaan untuk


mempertahankan dan menjaga kualitas perumahan
dan permukiman secara berkelanjutan

Hal - 23
Peningkatan Kualitas terhadap
Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh
Bagian Kedua Penetapan Lokasi

IDENTIFIKASI PENILAIAN LEGALISASI


LOKASI LOKASI DAFTAR LOKASI
PROSEDUR PENDATAAN
dilakukan oleh pemerintah daerah dengan
melibatkan masyarakat
Dlm bntk Keputusan Bup/Wal
Identifikasi Satuan Perumahan dan Permukiman Kondisi Kekumuhan (gubernur utk DKI)
Menentukan batasan atau lingkup entitas perumahan atau
permukiman dari setiap lokasi Legalitas Lahan
Identifikasi Kondisi Kekumuhan Dilengkapi Tabel Daftar Lokasi
menentukan tingkat kekumuhan pada suatu perumahan dan Pertimbangan Lain & Peta Sebaran
permukiman dengan menemukenali permasalahan bangunan
gedung, sarana dan prasarana pendukungnya.

Identifikasi Legalitas Lahan


menentukan status legalitas lahan pada setiap lokasi
perumahan kumuh dan permukiman kumuh sebagai dasar yang
menentukan bentuk penanganan.

Identifikasi Pertimbangan Lain


identifikasi terhadap beberapa hal lain yang bersifat non fisik
untuk menentukan skala prioritas penanganan perumahan &
permukiman kumuh.

Hal - 24
Peningkatan Kualitas terhadap
Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh
Bagian Ketiga Pola-pola Penanganan
Pertimbangan Pola-Pola Penanganan Berdasarkan
Kondisi Kekumuhan dan Aspek Legalitas Lahan
dilakukan oleh Pemerintah dan a. Kumuh berat & status lahan legal Peremajaan
pemerintah daerah sesuai b. Kumuh berat & status lahan tidak legal Pemukiman Kembali
dengan kewenangannya c. Kumuh sedang & status lahan legal Peremajaan
dengan melibatkan peran d. Kumuh sedang & status lahan tidak legal Pemukiman Kembali
masyarakat e. Kumuh ringan & status lahan legal Pemugaran
f. Kumuh ringan & status lahan tidak legal Pemukiman Kembali

Pertimbangan Pola-Pola Penanganan Berdasarkan


Tipologi Perumahan Kumuh & Permukiman Kumuh

Pola-Pola Penanganan a. Kumuh di atas air memperhatikan karakteristik daya guna, daya dukung,
daya rusak air serta kelestarian air
b. Kumuh di tepi air memperhatikan karakteristik daya dukung tanah tepi
air, pasang surut air serta kelestarian air dan tanah
c. Kumuh di dataran memperhatikan karakteristikdaya dukung tanah, jenis
tanah serta kelestarian tanah
Pemugaran Peremajaan Pemukiman
d. Kumuh di perbukitan memperhatikan karakteristik kelerengan, daya
Kembali
dukung tanah, jenis tanah serta kelestarian tanah
e. Kumuh di kawasan rawan bencana memperhatikan karakteristik
kebencanaan, daya dukung tanah, jenis tanah serta kelestarian tanah
Hal - 25
Peningkatan Kualitas terhadap
Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh
Bagian Keempat Pengelolaan
dilakukan melalui pemeliharaan dan
perbaikan
dapat difasilitasi oleh pemerintah daerah
untuk mempertahankan untuk meningkatkan keswadayaan
dan menjaga kualitas Pengelolaan terhadap masyarakat dalam pengelolaan perumahan
perumahan dan perumahan kumuh dan dan permukiman layak huni

permukiman secara permukiman kumuh yang telah Fasilitasi dilakukan antara lain dalam bentuk:
berkelanjutan
ditangani a. penyediaan dan sosialisasi norma, standar,
pedoman, dan kriteria;
b. pemberian bimbingan, pelatihan/penyuluhan,
dilakukan oleh masyarakat secara supervisi, dan konsultasi;
c. pemberian kemudahan dan/atau bantuan;
swadaya
d. koordinasi antar pemangku kepentingan secara
periodik atau sesuai kebutuhan;
e. pelaksanaan kajian perumahan dan permukiman;
dapat dilakukan oleh kelompok dan/atau
swadaya masyarakat f. pengembangan sistem informasi dan komunikasi.
Hal - 26
P e n y e d i a a n T a n a h
Sesuai kewenangannya, pemerintah daerah bertanggung jawab atas penyediaan tanah dalam peningkatan kualitas
perumahan kumuh dan kawasan permukiman kumuh

Ketersediaan tanah termasuk penetapannya di dalam rencana tata ruang wilayah merupakan tanggung jawab
pemerintahan daerah

Penyediaan tanah untuk peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh merupakan salah satu
pengadaan tanah untuk pembangunan bagi kepentingan umum

Penyediaan tanah untuk peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh
dapat dilakukan melalui:
1. pemberian hak atas tanah terhadap tanah yang langsung dikuasai negara;
2. konsolidasi tanah oleh pemilik tanah;
3. peralihan atau pelepasan hak atas tanah oleh pemilik tanah;
4. pemanfaatan dan pemindahtanganan tanah barang milik negara atau milik daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan; dan/atau
5. pendayagunaan tanah negara bekas tanah terlantar.

Penyediaan tanah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan


Hal - 27
Pendanaan dan Sistem Pembiayaan
Anggaran Pendapatan Dan

Pendanaan dimaksudkan Belanja Negara (APBN)


Pendanaan merupakan
untuk menjamin tanggung jawab
kemudahan pembiayaan pemerintah daerah Anggaran Pendapatan Dan
pencegahan dan Belanja Daerah (APBD)
Sumber dana
peningkatan kualitas berasal dari
Pendanaan dapat
perumahan kumuh dan
difasilitasi oleh Pemerintah Sumber Dana Lain Yang Sesuai
permukiman kumuh Dengan Ketentuan Peraturan
dan pemerintah provinsi
Perundang-undangan

Sistem pembiayaan yang dibutuhkan dalam rangka pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan
kumuh dan permukiman kumuh dirumuskan dalam rencana penanganan yang ditetapkan dalam
peraturan kepala daerah.

Hal - 28
Tugas dan Kewajiban Pemerintah Daerah
Bagian Kesatu - Umum

Pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan

permukiman kumuh wajib dilakukan oleh pemerintah daerah.

Dalam melaksanakan kewajibannya, pemerintah daerah melakukan koordinasi

dengan Pemerintah, dan pemerintah provinsi.

Hal - 29
Bagian Kedua - Tugas Pemerintah Daerah

Tugas Pemerintah Daerah


1. merumuskan kebijakan dan strategi kabupaten/kota serta rencana pembangunan kabupaten/kota terkait
pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh
2. melakukan survei dan pendataan skala kabupaten/kota mengenai lokasi perumahan kumuh dan permukiman
kumuh
3. melakukan pemberdayaan kepada masyarakat
4. melakukan pembangunan kawasan permukiman serta sarana dan prasarana dalam upaya pencegahan dan
peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh
5. melakukan pembangunan rumah dan perumahan yang layak huni bagi masyarakat, khususnya masyarakat
miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah
6. memberikan bantuan sosial dan pemberdayaan terhadap masyarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan
rendah
7. melakukan penyediaan pertanahan dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan kumuh dan
permukiman kumuh

Hal - 30
Bagian Ketiga - Kewajiban Pemerintah Daerah

Kewajiban Pemerintah Kabupaten/Kota

Kewajiban Dalam Pencegahan Kewajiban Dalam Peningkatan Kualitas

Kewajiban pada Tahap Kewajiban pada Tahap Kewajiban pada Tahap Kewajiban pada Tahap Kewajiban pada Tahap
Pengawasan & Pemberdayaan Penetapan Lokasi Pola Penanganan Pengelolaan
Pengendalian Masyarakat
Melaksanakan memberikan melakukan identifikasi melakukan melakukan
pengawasan & pendampingan lokasi melalui survei perencanaan pemberdayaan kepada
pengendalian terhadap kepada masyarakat lapangan melibatkan penanganan masyarakat untuk
kesesuaian: utk meningkatkan masyarakat melakukan membangun partisipasi
perizinan pada tahap kesadaran dan melakukan penilaian sosialisasi dan dalam pengelolaan
perencanaan partisipasi lokasi sesuai kriteria konsultasi publik memberikan fasilitasi
standar teknis pada memberikan yang telah ditentukan hasil perencanaan dalam upaya
tahap pembangunan pelayanan informasi melakukan penetapan penanganan pembentukan kelompok
kepada masy lokasi melalui keputusan melaksanakan swadaya masyarakat
kelaikan fungsi pada
tahap pemanfaatan mengenai rencana kepala daerah penanganan pola- memberikan fasilitasi
tata ruang, perizinan melakukan peninjauan pola pemugaran, dan bantuan kepada
dan standar teknis ulang terhadap ketetapan peremajaan, masyarakat dalam upaya
lokasi setiap tahun dan/atau pemeliharaan dan
pemukiman kembali perbaikan

Hal - 31
Bagian Keempat - Pola Koordinasi

PELAKSANAAN TUGAS DAN KEWAJIBAN

Pelaksanaan Tugas dan Kewajiban Pemerintah Daerah, dilakukan oleh SKPD sesuai Kewenangan

Pemerintah Daerah Melakukan Koordinasi & Sinkronisasi Program Antar SKPD

Koordinasi & Sinkronisasi Program Dilakukan Melalui Pembentukan Tim Koordinasi Tingkat Daerah

KOORDINASI VERTIKAL

Pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan Pemerintah dan pemerintah provinsi dalam
melaksanakan tugas dan kewajibannya

Hal - 32
POLA KEMITRAAN, PERAN MASYARAKAT, DAN KEARIFAN LOKAL

Bagian Kesatu Pola Kemitraan

antara Pemerintah dan/atau pemerintah


daerah dengan badan usaha milik negara,
Pola Kemitraan antar pemangku
daerah, atau swasta
kepentingan
dapat dikembangkan dalam upaya
antara Pemerintah dan/atau pemerintah
peningkatan kualitas terhadap
daerah dengan masyarakat
perumahan kumuh dan permukiman
kumuh

Hal - 33
Bagian Kedua Peran Masyarakat (Pencegahan)

PERAN MASYARAKAT PADA TAHAP PENGAWASAN DAN PERAN MASYARAKAT PADA TAHAP PEMBERDAYAAN
PENGENDALIAN MASYARAKAT
1. berpartisipasi menjaga kesesuaian perizinan dari bangunan, perumahan 1. berpartisipasi dalam berbagai kegiatan penyuluhan, pembimbingan,
dan permukiman pada tahap perencanaan serta turut membantu dan/atau bantuan teknis yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah
pemerintah daerah dalam pengawasan dan pengendalian kesesuaian provinsi dan/atau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran dan
perizinan dari perencanaan bangunan, perumahan dan permukiman di partisipasi dalam rangka pencegahan terhadap tumbuh dan
lingkungannya berkembangnya perumahan kumuh dan permukiman kumuh

2. berpartisipasi menjaga kesesuaian standar teknis dari bangunan, 2. memanfaatkan dan turut membantu pelayanan informasi yang diberikan
perumahan dan permukiman pada tahap pembangunan serta turut oleh Pemerintah, pemerintah provinsi dan/atau pemerintah daerah
membantu pemerintah daerah dalam pengawasan dan pengendalian mengenai rencana tata ruang, perizinan dan standar teknis perumahan
kesesuaian standar teknis dari pembangunan bangunan, perumahan dan dan permukiman serta pemberitaan hal-hal terkait upaya pencegahan
permukiman di lingkungannya perumahan kumuh dan permukiman kumuh

3. berpartisipasi menjaga kesesuaian kelaikan fungsi dari bangunan,


perumahan dan permukiman pada tahap pemanfaatan serta turut
membantu pemerintah daerah dalam pengawasan dan pengendalian
kesesuaian kelaikan fungsi dari pemanfaatan bangunan, perumahan dan
permukiman di lingkungannya

Hal - 34
Bagian Kedua Peran Masyarakat (Peningkatan Kualitas)
Pada Tahap Penetapan & Perencanaan Pada Tahap Peningkatan Kualitas

Tahap Penetapan Tahap Perencanaan Tahap Pemugaran dan Tahap Pemukiman Kembali Pada Tahap pengelolaan
Lokasi Penanganan Peremajaan
a. berpartisipasi a. berpartisipasi aktif dalam a. berpartisipasi aktif dalam a. berpartisipasi aktif dalam a. berpartisipasi aktif pada
dalam proses pembahasan yang sosialisasi dan rembuk warga; sosialisasi dan rembuk warga; berbagai program
pendataan lokasi, dilaksanakan pada tahapan b. berpartisipasi aktif dalam b. berpartisipasi aktif dalam pemerintah dalam
dengan mengikuti perencanaan yang dilakukan musyawarah dan diskusi musyawarah dan diskusi pemeliharaan dan perbaikan;
survei lapangan oleh pemerintah daerah; penyepakatan rencana; penyepakatan rencana; b. berpartisipasi aktif secara
dan/ atau b. memberikan pendapat dan c. berpartisipasi dalam pemugaran c. membantu pemerintah daerah swadaya dan/atau dalam
memberikan data pertimbangan kepada instansi dan peremajaan; dalam penyediaan lahan; KSM pada upaya
dan informasi yang yang berwenang dalam d. membantu pemerintah daerah d. membantu menjaga ketertiban pemeliharaan dan perbaikan;
dibutuhkan; dan penyusunan rencana; dalam upaya penyediaan lahan; dalam pemukiman kembali; c. menjaga ketertiban dalam
b. berpartisipasi c. memberikan komitmen dalam e. membantu menjaga ketertiban e. berpartisipasi dalam pemeliharaan dan perbaikan;
dalam memberikan mendukung pelaksanaan dalam pemugaran dan pemukiman kembali; d. mencegah perbuatan yang
pendapat terhadap rencana pada lokasi terkait peremajaan; f. mencegah perbuatan yang dapat menghambat atau
hasil penetapan sesuai dengan f. mencegah perbuatan yang dapat menghambat atau menghalangi proses
lokasi dengan kewenangannya; dan/atau dapat menghambat atau menghalangi proses pelaksanaan pemeliharaan
pertimbangan d. menyampaikan pendapat dan menghalangi proses pemugaran pemukiman kembali; dan/atau dan perbaikan; dan/atau
dokumen atau data pertimbangan terhadap hasil dan peremajaan; dan/atau g. melaporkan perbuatan e. melaporkan perbuatan
dan informasi penetapan rencana dengan g. melaporkan perbuatan sebagaimana dimaksud pada sebagaimana dimaksud
terkait yang telah dasar pertimbangan berupa sebagaimana dimaksud pada huruf d, kepada instansi pada huruf d, kepada
diberikan dokumen atau data dan huruf f, kepada instansi berwenang. instansi berwenang
informasi terkait yang telah berwenang
diajukan

Hal - 35
Bagian Keempat - Kearifan Lokal

Kearifan lokal merupakan ketentuan atau norma yang mengandung kebijaksanaan dalam berbagai perikehidupan
masyarakat setempat sebagai warisan turun temurun dari leluhur.

Pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap Dilakukan dengan mempertimbangkan kearifan


perumahan kumuh dan permukiman kumuh yang lokal dan tidak bertentangan dengan ketentuan
dilakukan oleh pemerintah daerah dan setiap orang peraturan perundang-undangan

Hal - 36
Sanksi Administratif, Ketent. Pidana & Penyidikan
SANKSI ADMINISTRATIF KETENTUAN PIDANA
1. peringatan tertulis; 8. pencabutan izin mendirikan KETENTUAN PIDANA RINGAN
2. pembatasan kegiatan bangunan; Tidak memenuhi Perda ini Penjara maks 6 bln /
pembangunan; 9. pembekuan/pencabutan Denda maks Rp. 50jt
3. penghentian sementara atau surat bukti kepemilikan
rumah; KETENTUAN PIDANA SESUAI UU-PKP
penghentian tetap pada
Membangun perumahan dan/atau permukiman tdk Denda maks Rp. 5 M
pelaksanaan pembangunan; 10. perintah pembongkaran
sesuai kriteria, spek, persyaratan, PSU yang
4. penghentian sementara atau bangunan rumah;
dipersyaratkan
penghentian tetap pada 11. pembekuan izin usaha;
Membangun perumahan dan/atau permukiman di luar Penjara maks 2 thn /
pengelolaan perumahan atau 12. pencabutan izin usaha; kawasan yang diperuntukan Denda maks Rp. 2 M
permukiman; 13. pengawasan;
5. penguasaan sementara oleh Membangun perumahan dan/atau permukiman di Penjara maks 1 thn /
14. pembatalan izin;
pemerintah daerah (segel); tempat yg berpotensi dapat menimbulkan bahaya Denda maks Rp. 50jt
15. kewajiban pemulihan fungsi
6. kewajiban membongkar sendiri Pejabat dengan sengaja mengeluarkan izin yang Penjara maks 5 thn /
lahan dalam jangka waktu
bangunan dalam jangka waktu tidak sesuai dgn fungsi dan pemanfaatan ruang Denda maks Rp. 5 M
tertentu;
tertentu;
16. pencabutan insentif; Sengaja menolak atau menghalang-halangi Penjara maks 1 thn /
7. pembatasan kegiatan usaha;
17. pengenaan denda permukiman kembali Denda maks Rp. 100jt
8. pembekuan izin mendirikan administratif; dan/atau
bangunan; Badan Hukum yang mengalihfungsikan PSU di luar Denda maks Rp. 5 M
18. penutupan lokasi. fungsinya

KETENTUAN PENYIDIKAN
Penyidikan terhadap suatu kasus dilaksanakan setelah diketahui terjadi suatu peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana dalam penyelenggaraan perumahan
dan kawasan permukiman berdasarkan laporan kejadian.
Penyidikan dugaan tindak pidana dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dilakukan oleh penyidik
Hal - 37 umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketentuan Peralihan & Ketentuan Penutup

KETENTUAN PERALIHAN
Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka semua ketentuan dan/atau dokumen yang telah ditetapkan atau
dikeluarkan atau diterbitkan sebelum Peraturan Daerah ini ditetapkan, selama masih sesuai dengan Peraturan
Daerah ini dinyatakan tetap berlaku.
Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka semua ketentuan dan/atau dokumen yang telah ditetapkan atau
dikeluarkan atau diterbitkan sebelum Peraturan Daerah ini ditetapkan, namun bertentangan dan/atau tidak sesuai
dengan Peraturan Daerah ini harus disesuaikan.

KETENTUAN PENUTUP
Peraturan daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya
dalam Lembaran Daerah Kabupaten/Kota.

Hal - 38
Lampiran Model Perda Kumuh

LAMPIRAN I - FORMAT ISIAN DAN PROSEDUR PENDATAAN IDENTIFIKASI LOKASI PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN
KUMUH
I.1. Format Isian Pendataan
I.2. Prosedur Pendataan

LAMPIRAN II - FORMULASI PENILAIAN LOKASI DALAM RANGKA PENDATAAN IDENTIFIKASI LOKASI PERUMAHAN KUMUH
DAN PERMUKIMAN KUMUH
II.1. Formulasi Kriteria, Indikator Dan Parameter
II.2. Formulasi Penilaian, Berbagai Kemungkinan Klasifikasi Dan Skala Prioritas Penanganan

LAMPIRAN III - FORMAT KELENGKAPAN PENETAPAN LOKASI PERUMAHAN KUMUH & PERMUKIMAN KUMUH
III.1. Format Keputusan Kepala Daerah
III.2. Format Tabel Daftar Lokasi
III.3. Format Peta Sebaran Lokasi Lokasi

Hal - 39