Anda di halaman 1dari 18

Perawatan prostodonsia

pada penderita diabetes


melitus

Disusun Oleh :
Moh. Andriyanto
Surya Grita
ABSTRAK
Diabetes Militus

Mempengaruhi
rongga mulut
Pemahaman
dokter gigi
Perawatan
prostodonsia

Tujuan Penelitian
Pendahuluan

Komplikasi
Diabetes Militus

mulut kering, gingivitis, kalkulus,


resorbsi tulang alveolaris,
hiperglikemia kronik akibat
periodontitis, hiposalivasi, timbul
kekurangan insulin. yang
rasa terbakar dan timbulnya jamur .
bersifat absolut karena
pengeluaran insulin yang
rendah dari pankreas. Manifestasi DM dalam mulut
menjadi kendala pembuatan gigi
tiruan

ketidaknyamanan dalam
pemakaian gigi tiruan
Tinjauan Pustaka
Diabetes
tipe 1 (IDDM) : akibat aktivasi autoimun yang menyerang sel
beta di pankreas, glukosa darah dan gejala simtomati
tipe 2 (NIDDM) : tidak adanya mekanisme autoimun, masalah
genetik lebih berperan.
Penegakan Diagnosa Manifestasi pada Rongga Mulut

Poliuri gula darah puasa gangguan saliva


Polidipsi (GDP) >126 mg/dL karies gigi
Polifagi atau kadar gula gangguan pengecapan dan
darah sewaktu kerusakan
(GDS) >200 mg/dL neurosensorlainnya
peningkatan prevalensi
periodontitis dan gingivitis
gangguan pada mukosa
mulut dan penyakit infeksi
mulut lainnya.
PEMBAHASAN
Penanganan penderita DM

Riwayat kesehatan pasien


Perawatan
Menetapkan tingkat kontrol
Pengambilan radiografi gigi sebagai
glikemik
evaluasi kondisi gigi secara
Pengurangan stres
menyeluruh
Menginstruksikan kebersihan
mulut, pengobatan untuk Waktu perawatan gigi.

profilaksis dan monitor kesehatan Pembuatan gigi tiruan


periodontal
Manajemen Kegawatdaruratan
DM di tempat praktik
Hentikan semua prosedur perawatan

Periksa glukosa darah dengan glukometer.

Jika tidak tersedia glukometer, penanganan tetap dianggp seperti


hipoglikemia, dan pasien diberikan karbohidrat 15 g (jus jeruk 6 ons, 4
oz cola,3-4sendokgula teh) secaraoral.

Jika pasien tidak dapat makan melalui mulut, berikan secara intra
vena, 25-50 mL larutan dekstrose, 50% atau 1 mg glukagon. Tanda dan
gejala hipoglikemia akan berkurang dalam 10-15 menit.
GTSL
Jika penderita DM membutuhkan GTSL, maka awalnya harus dilakukan

pemeliharaan kebersihan mulut,berupa skeling,dan rootplaning.

beberapa kondisi, dapat dilakukan splint periodontal, bahkan operasi


periodontal.

Design baik

gerakan oklusi harus bebas

retensi maksimal seperti pada gigi tiruan lengkap.

Pelebaran self cleansing daerah interdental, daerah embrasur, gingival


margin, titik kontak antara gigi tiruan dan gigi penyangga
Desain GTSL, yang menggunakan plat pada konektor mayor dapat
menyebabkan akumulasi plak, peningkatan karies dan gingivitis. Plat
lingual mengganggu sirkulasi saliva sehingga mengurangi self cleansing
pada daerah yang tertutup, sehingga disarankan menggunakan bar
sebagai pilihan konektor mayor
GTL
Penderita DM cenderung harus memperhatikan
memperbesar kejadian penggunaan bahan yang
kandidiasis oral terutama dapat diterima oleh tubuh
pada mukosa palatal, yang melakukan pencetakan
disebabkan adanya dengan teknik mukostatik dapat
penurunan vaskularisasi teknik pengukuran dimensi mengurangi
akibat tekanan dari GTL vertikal yang sesuai tekanan pada
dan kebersihan mulut yang menggunakan gigi yang jaringan di
buruk, sering dimensi bukolingual dan bawahnya,
menyebabkan penderita mesiodistal lebih sempit sehingga dapat
DM merasakan perubahan enyusunan gigi dengan menghambat
sensasi dan gangguan menggunakan konsep zona resorbsi tulang
neurosensorik lain, seperti netral
sindrom mulut terbakar, Sayap GTL harus halus dan
disfagia dan lesi proliferasi dipoles
saat gigi beroklusi tidak ada
oklusal working dan non
working
Keadaan serostomia pada pasien
DM juga akan mengurangi retensi
GTL dan stabilitas, terjadi iritasi
pada mukosa dan kesulitan pasien
beradaptasi dengan gigi tiruannya.
Untuk menghubungkan reservoir
dan rongga mulut dapatdibuat
lubang kecil sehingga saliva
buatan keluar secara perlahan
GTC
preparasi harus ditempatkan pada supragingiva dan dibentuk chamfer pada
bagian fasial gigi preparasi.

Akhiran chamfer lebih baik dibandingkan shoulder karena tekanan pada


akhiran shoulder lebih kuat pada gigi yang lemah

bentuk preparasi minimal seperti mahkota tiga perempat dapat dilakukan


pada gigi premolar.

Penempatan akhiran preparasi dari mahkota, kontur mahkota, kontak


proksimal antara mahkota dan gigi alami akan berkontribusi
DM dimasukkan sebagai kontraindikasi relatif untuk pemasangan
implan, tingkat kegagalan yang tinggi
penambalan, PSA dan skeling dilakukan sebelum implan.
Sebelum operasi, glukosa pasien harus berkisar 100 mg/dL,
evaluasi diet sebelum dan sesudah operasi. Pasien diberi antibiotik
preventif sehari sebelum operasi
Kortikosteroid yang sering digunakan untuk mengurangi rasa nyeri
Sesaat sebelum operasi pasien berkumur 3x denganobat kumur yang
mengandung 0,12% klorin, dan dilanjutkan hingga 14 hari pasca
operasi.
Dari pembahasan, disimpulkan bahwa tujuan utama terapi prostodonsia
padapenderita DM adalah

menjaga jaringan keras dan lunak yang tersisa di dalam mulut.

Menjaga kebersihan mulut dan gigitiruan merupakan syarat bertahannya


gigi tiruan dalam jangka waktu lama.

Pengetahuan holistik yang menyeluruh tentang penyakit DM dan


manifestasinya di dalam mulut sangat membantu dokter gigi memahami
penderita DM sehingga membuat gigi tiruan dengan adekuat dan tidak
menambah penyakit yang terdapat di dalam mulut.