Anda di halaman 1dari 22

Pemeriksaan Nervus II

dan III
Rima Aprilia K.A (13201110101083)
Dosen Pembimbing :
dr. Komang Yunita W, Sp.S

LAB/SMF ILMU PENYAKIT SARAF


RSD DR. SOEBANDI
JEMBER/UNIVERSITAS JEMBER
2016
Pemeriksaan Nervus II
Pemeriksaan
Visus
Pemeriksaan
Visus
Pemeriksaan
Visus
Tajam penglihatan dinyatakan dalam pecahan.
Pembilang menunjukkan jarak pasien dengan
kartu, sedangkan penyebut adalah jarak pasien
yang penglihatannya masih normal bisa
membaca baris yang sama pada kartu
?

Bagaimana jika pasien tidak bisa


membaca huruf terbesar
menggunakan kartu snellen
Uji Hitung jari

Bila pasien tidak dapat mengenal huruf terbesar pada


kartu Snellen maka Anda dapat melakukan uji hitung
jari. Jari dapat dilihat terpisah oleh orang normal pada
jarak 60 meter

Bila pasien hanya dapat melihat atau


menentukan jumlah jari yang diperlihatkan pada
jarak 3 meter, maka dinyatakan tajam
penglihatan 3/60

Dengan pengujian ini tajam penglihatan hanya


dapat dinilai sampai 1/60, yang berarti hanya
dapat menghitung jari pada jarak 1 meter
?

Bagaimana jika pasien tidak


dapat menghitung jari dalam
jarak 1 meter?
Uji lambaian
tangan

Dengan uji lambaian tangan, maka dapat


dinyatakan visus pasien yang lebih buruk dari
pada 1/60. Orang normal dapat melihat gerakan
atau lambaian tangan pada jarak 1 meter, berarti
visus adalah 1/300
?

Bagaimana jika pasien tidak


dapat melihat lambaian
tangan?
Penlight

Lakukanlah pemeriksaan tajam


penglihatan dengan rangsangan sinar.
Gunakanlah lampu senter atau
penlight. Gerakkan sinar ke kanan dan
ke kiri, suruh pasien menggerakkan
bola matanya mengikuti sinar. Kadang-
kadang mata hanya dapat mengenal
adanya sinar saja dan tidak dapat
melihat lambaian tangan. Keadaan ini
disebut tajam penglihatan 1/~. Orang
normal dapat melihat adanya sinar
pada jarak tidak berhingga. Bila
penglihatan sama sekali tidak
mengenal adanya sinar maka
dikatakan penglihatannya 0 (nol) atau
buta total.
Pemeriksaan
lapang pandang

Pemeriksaan Lapangan Pandang (Visual Field)


Paling sederhana: tes konfrontasi. Nilai N untuk penglihatan superior 60, penglihatan
inferior 75, penglihatan temporal 100, penglihatan nasal 60.
Cara : Penderita duduk dalam posisi berhadapan dgn pemeriksa pada jarak 1 meter,
masing-masing mata diperiksa bergantian. Mata yg tdk diperiksa ditutup oleh tangan
penderita. Saat pemeriksaan, mata penderita difiksasi dgn menyuruh melihat ke arah
hidung pemeriksa, baru pemeriksa memeriksa secara cermat masing-masing kuadran
dgn menggunakan ujung tangan/ballpoint. Bila dgn tes konfrontasi ada
kelainan,selanjutnya dilakukan pemeriksaan Perimetri Goldman.
PemeriksaanW
arna

Menggunakan tes Ishihara atau benang


wool berwarna (mis:px disuruh mengambil
benang wool merah pd kumpulan benang
wool berwarna).
Kelainan : color blindness
Pemeriksaan
funduskopi
Pada pemeriksaan ini dapat ditentukan secara kasar
adanya: (1) myopia, hipermetropia atau emetropia (2)
kondisi retina (3) papil nerve optikus.
Cara : Mata yg tidak diperiksa ditutup dgn tangan px,
kemudian ia diminta melihat jauh ke depan. Untuk
melihat mata kanan px dg menggunakan mata kanan
pemeriksa,serta berdiri di sisi kanan, begitu sebaliknya.
Tangan kiri pemeriksa melakukan fiksasi dahi,
opthalmoskop dipegang dgn tangan kanan, kemudian
dilakukkan penyinaran 15 dr nasal.
Nervus Oculomotorius, Troklearis
& Abducens (III, IV &VI)
Pemeriksaan kedudukan bola mata saat diam.
Dilihat apakah bola mata terletak di tengah, bergeser ke lateral dsb .

Pemeriksaan gerakan bola mata Diperiksa masing2 mata scr bergantian.


Gerakan ke lateral untuk m.rectus lateralis (n.VI), gerakan ke nasal inferior
untuk m.obligus superior (n.IV), gerakan ke medial untul m.rectus medialis
(n.III), gerakan ke nasal superior untuk m.obligus inferior (n.III), gerakan ke
lateral atas untuk m. rectus superior (n.III) serta gerakan ke lateral bawah
untuk m. rectus inferior (n.III).
PemeriksaanP
upil
Bentuk, lebar & perbedaan lebar \
Reflex cahaya langsung & konsensuil
Pada saat melakukan pemeriksaan reflex cahaya langsung,
mata yg tidak diperiksa harus ditutup.
Mata yg diperiksa dilakukan penyinaran dgn senter dari arah lateral ke
medial.
Reflex langsung pd mata yg disinari jaras yg ipsilateral
Reflex konsensuil pada mata yang lain karena adanya hubungan melalui
commisura posterior

Reflex akomodasi & konvergensi


Px kita minta melihat jauh ke arah jari tangan pemeriksa, kemudian jari
pemeriksa mendadak didekatkan ke hidung pasien & pasien diminta
mengikuti gerakan jari pemeriksa. Kita lakukan pengamatan pada kedua
mata apakah saling mendekat ke medial (konvergensi positif) & kita lihat
juga apakah terjadi pengecilan pada pupil (miosis), menunjukkan reaksi
akomodasi positif. Reflex akomodasi meliputi jaras dari cortex visual di
lobus occipital ke pretectum.