Anda di halaman 1dari 11

Pengukuran

Kerapatan dan Bobot Jenis


By: Ibrahim Aji

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


Densitas

Densitas atau Kerapatan merupakan


parameter dan faktor mutu bahan h
asil sintesis yang sangat penting dan
dijadikan standar untuk dinilai baik/
buruknya suatu bahan tersebut.
Apa Itu Kerapatan (Densitas)
Dengan Bobot Jenis?
Massa jenis atau densitas atau kerapatan adalah salah
satu sifat yang penting dari suatu bahan. Didefinisikan
sebagai massa persatuan volume.

Bobot jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bob


ot zat baku yang volume dan suhunya sama dan dinya
takan dalam desimal.
Berbedakah Keduanya?
Antara kerapatan (density) dan bobot jenis memiliki perbe
daan.
Kerapatan adalah massa per satuan volume, yaitu bobot p
er satuan volume.
Contohnya

Dengan demikian kerapat


annya (density) adalah 13
,6 g/ml.

1 ml raksa berbobot
13,6 g
Berbedakah Keduanya?
Jika kerapatan dinyatakan sebagai satuan bobot dan volu
me, maka bobot jenis merupakan bilangan abstrak.
Bobot jenis menggambarkan hubungan antara bobot suat
u zat terhadap bobot suatu zat baku.
Contohnya air, yang merupakan zat baku untuk sebagian b
esar perhitungan dalam farmasi dengan bobot jenis 1,00.
Sebagai perbandingan, bobot jenis gliserin adalah 1,25 arti
nya bobot gliserin 1,25 kali bobot volume air yang setara.
Macam Densitas
Ada tiga macam densitas yang dikenal untuk mene
ntukan sifat bahan:
Absolute density (Densitas mutlak)
Perbandingan antara bobot dengan volume baha
n.
Relative density (Densitas relative/Kerapatan nisbi)
Perbandingan densitas/kerapatan satu bahan pad
a suatu suhu tertentu dengan densitas/kerapatan
standar, yang biasanya menggunakan air pada su
hu yang sama.
Apparent density (Densitas nyata/Bobot Jenis)
Perbandingan antara massa suatu bahan pada su
hu tertentu dengan massa air pada suhu yang sa
ma.
Penentuan Bobot Jenis
Penentuan bobot jenis berlangsung dengan:
Pikonometer,
Areometer,
Timbangan hidrostatis (timbangan Mohr-Wes
tphal)
Manometeris.
Metode Piknometer
Metode piknometer. Prinsip meto
de ini didasarkan atas penentuan
massa cairan dan penentuan ruan
g yang ditempati cairan ini.
Untuk ini dibutuhkan wadah untu
k menimbang yang dinamakan pi
knometer.
Ketelitian metode piknometer aka
n bertambah hingga mencapai ke
optimuman tertentu dengan bert
ambahnya volume piknometer.
Keoptimuman ini terletak pada se
kitar isi ruang 30ml.
Metode Aerometer
Aerometer adalah sebuah alat yang digunaka
n untuk mengukur massa jenis suatu zat cair.
Nilai massa jenis suatu zat cai dapat diketahu
i dengan membaca skala pada aerometer ya
ng ditempatkan mengapung pada zat cair.
Aerometer terbuat dari tabung kaca.
Agar tabung kaca terapung tegak di dalam z
at cair, bagian bawah tabung dibebani denga
n butiran timbale. Diameter bagian bawah ta
bung kaca dibuat lebih besar supaya volume
zat cair yang dipindahkan hydrometer lebih
besar.
Dengan demikian, dihasilkan gaya ke atas ya
ng lebih besar dan aerometer dapat mengap
ung di dalam zat cair.
Tangkai tabung kaca didesain supaya peruba
han kecil dalam berat benda yang dipindahk
an (sama artinya dengan perubahan kecil dal
am massa jenis zat cair) menghasilkan perba
han besar pada kedalaman tangkai yang terc
elup di dalam zat cair.
Ini berarti perbedaan bacaan pada skala untu
k berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas
Metode Neraca Hidrostatis
Metode neraca hidros
tatis. Metode ini berd
asarkan hukum archi
medes yaitu suatu be
nda yang dicelupkan
kedalam cairan akan k
ehilangan massa sebe
sar berat volume caira
n yang terdesak.
Metode Neraca Mohr-Westphal
Metode neraca mohr-westpha
l. Benda dari kaca dibenamka
n tergantung pada balok timb
angan yang ditorehkan menja
di 10 bagian dan disetimbang
kan dengan bobot lawan. Keu
ntungan penentuan kerapatan
dengan metode neraca mohr-
westphal adalah penggunaan
waktu yang singkat dan muda
h dilaksanakan.