Anda di halaman 1dari 16

EVIDENCE BASED

MEDICINE
LATAR BELAKANG
Archie Cochrane (1972) Keputusan klinis yang berhubungan
dengan terapi tidak berdasar pada tinjauan sistematis
penelitian Klinis,
David Sackett (1981) mempublikasikan strategi
pemanfaatan bukti riset untuk praktik kedokteran Critical
Apraisal
EBM secara ringkas dapat didefinisikan kerangka untuk
menerapkan bukti mutakhir yang sahih dalam tatalaksana pasien

BUKTI KLINIS
TERBAIK

PELAYANAN
KESEHATAN
BERMUTU

HARAPAN
KETRAMPILAN
DAN NILAI2
KLINIS
PASIEN
TUJUAN
membantu klinisi memberikan pelayanan medis yang lebih
baik agar diperoleh hasil klinis (clinical outcome) yang
optimal bagi pasien, dengan cara memadukan bukti terbaik
yang ada, keterampilan klinis, dan nilai-nilai pasien
WHY EBM??
Kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran saat ini berlangsung amat
cepat
Tidak seorang dokter pun yang dapat menguasai kemajuan ilmu
kedokteran tersebut
Secara alamiah kemampuan klinis seorang dokter makin lama
makin berkurang sejalan dengan waktu ia meninggalkan institusi
pendidikan atau pelatihan
Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan yang tradisonal telah diteliti
tidak berperan dakam mengubah prilaku dan kinerja dokter
Praktik EBM yang membina prilaku belajar sendiri seumur hidup
(life-long self education) diharapkan dapat meniadakan atau
mengurangi kekurangan tersebut
LANGKAH EBM (5A)
RUMUSKAN PERTANYAAN KLINIS (ASKING)
CARI BUKTI ILMIAH TERBAIK (ACQUIRING)
LAKUKAN PENILAIAN KRITIS THD BUKTI (APPRAISING)
TERAPKAN BUKTI KEPADA PASIEN (APPLYING)
LAKUKAN EVALUASI (ASSESING)
ASKING
BACKGROUND QUESTION
1. Bagaimana cara mendiagnosis tuberkulosis paru?
2. Apakah gejala dan tanda yang terbanyak dijumpai tentang
malaria?
FOREGROUND QUESTION
Apakah vaksin MMR (mumps, measles, rubella) menyebabkan
autisme pada anak, sehingga sebaiknya tidak diberikan kepada
anak?
CARA MEMBUAT PERTANYAAN
KLINIS
P Problem / patient
I Intervention
C Comparation
O Outcome
ACQUIRING

U UNDERSTABLE
R RELEVANT
E EXTENDIBLE
C CURRENT
A APPRAISED
CARA MENCARI BUKTI TERBAIK

APAKAH
LIHAT JUDUL ARTIKEL ASLI / LIHAT ABSTRAK
TELAAH KRITIS

LAKUKAN APAKAH
PENILAIAN RELEVAN
KRITIS DENGAN PICO?
Melakukan telaah kritis terhadap
bukti
Validity: apakah studi tersebut secara metodologi sahih?
RAMMbo (Recruitment, Allocation, Maintenance, Measurement-
blinded and objective)
Importance: Apakah hasil penelitian secara klinis penting?
Applicability
Mengapa sebagian dokter enggan
mempelajari dan menerapkan EBM?
Kemampuan metodologi para praktisi senior yang
kurang
Terbatasnya sumber daya terutama waktu
Walau sarana tersedia, sering tidak diperoleh bukti
(evidence) dengan kualitas baik untuk menjawab
pertanyaan klinis
Sebagian dokter merasa skeptis terhadap praktik
kedokteran berbasis bukti
Perasaan sudah cukup puas dengan praktik yang
dilakukan selama ini
Kritik terhadap EBM
Praktik EBM membuat perawatan kesehatan menjadi
mahal
EBM tidak dapat diterapkan di negara berkembang
Penerapan EBM membutuhkan sumber daya, termasuk
waktu
Praktik EBM mengandalkan bukti klinis sehingga
menafikan aspek patofisiologi dan logika
EBM menafikan pengalaman klinis (clinical experience)
dan penilaian klinis (clinical judgment)
Panduan berbasis bukti melanggar autonomi profesional
Kelebihan EBM
Praktik EBM meningkatkan kebiasaan membaca
Meningkatkan keterampilan metodologi penelitian dan
memicu keinginan untuk meneliti
Menjamin praktik dan tatalaksana pasien yang terkini
dan rasional
Mengurangi intuisi dan penilaian klinis namun tidak
menghilangkannya
Bila diterapkan secara taat asas maka praktik dokter akan
sesuai dengan etika dan medikolegal
EBM dapat menjadi dasar utama dalam kebijakan
Pemerintah dalam bidang kesehatan
TERIMA KASIH