Anda di halaman 1dari 11

TATALAKSANA EFEK SAMPING OAT

KELOMPOK IV:
dr. Ori
Venny Banunaek
Roly Basan
Odi
A. EFEK SAMPING OAT LINI 1
1. Efek Samping Ringan
Tidak ada Nafsu makan,
Mual, sakit perut, Nyeri Sendi
Kesemutan/drasater bakar di telapak kaki atau
tangan
Warna kemerahan pada air seni (urine),
Flu sindrom (demam, mengigil, lemas, sakit
kepala, nyeri tulang)
LANJUTAN.

Seorang pasien yang mengalami efek


samping ringan sebaiknya tetap
melanjutkan pengobatannya dan
diberikan petunjuk cara mengatasinya
atau pengobatan tambahan untuk
menghilangkan keluhannya
2. Efek Samping Berat OAT Lini 1

Bercak kemerahan kulit ,dengan atau tanpa


rasa gatal
Gangguan pendengaran, Gangguan
keseimbangan
Ikterus tanpa penyebab lain, Bingung, mual
muntah (dicurigai terjadi gangguan fungsi
hati apabila disertai ikterus
Gangguan penglihatan, purpura, renjatan
(syok), gagal ginjal akut
Penurunan produksi urine
Pasien yang mengalami efek samping
berat, pengobatan harus dihentikan
sementara dan pasien di rujuk kpda
dokter atau faskes rujukan guna
penatalaksaan lebih lanjut. Sebaiknya
di rawat di rumah sakit
PASIEN DENGAN EFEK SAMPING PD KULIT

Apabila pasien mengeluh gatal tanpa


rash dan tidak ada penyebab lain,
dianjurkan untuk memberikan
pengobatan simtomatis dengan anti
histamin serta pelembab kulit.
Pengobatan TB tetap dapat dilanjutkan
dengan pengawasan ketat.
B. EFEK SAMPING OAT LINI 2
1. Efek Samping Ringan dan sedang yang sering
muncul
Reaksi Kulit Alergi, Reaksi Kulit alergi sedang
dengan/tanpa demam
Neuropati perifer, Mual muntah ringan, Mual
muntah berat, Anoreksia, diare, nyeri kepala
vertigo, artralgia, gangguan tidur, gangguan
elektrolit ringan : hipokalemi, depresi, perubahan
perilaku
Gastritis, Nyeri di tempat suntikan
Metalic taste, gatal, penuaan warna kulit
2. Efek Samping Berat yang sering muncul
Kelainan fungsi hati, kelainan fungsi ginjal,
perdarahan lambung, gangguan elektrolit
Gangguan pendengaran, gangguan penglihatan,
gangguan psikotik
Kejang, tendinitis, syok anafilaktik, reaksi alergi
toksik menyeluruh dan SJS
Hipotiroid,
C. PELAPORAN KEJADIAN EFEK SAMPING

WHO mensyaratkan penerapan aDSM (Active


Drugs Safety Monitoring) atau monitoring dan
manajemen keamanan obat secara aktif.
Penerapan aDSM digunakan untuk
Pasien MDR dan XDR yg mendapatkan obat
TB baru
Pasien MDR yang mendapatkan pengobatan
paduan/rejimen obat
Semua pasien XDR yang mendapatkan
pengobatan obat TB lini kedua.
3 tingkatan aDSM yaitu:
1. Monitoring dan pelaporan hanya untuk
serious adverse event (SAES) atau
kejadian tidak diinginkan serius (KDT
serius)
2. Monitoring dan pelaporan SAEs dan
Adverse Event yang diinginkan
3. Monitoring dan pelaporan semua
adverse event
BURUNG IRIAN
BURUNG CENDRAWASIH
SEKIAN DAN TERIMA KASIH