Anda di halaman 1dari 19

Retribusi Perizinan Tertentu

* Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)


1. UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah
2. Permen PU No. 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Izin
Mendirikan Bangunan Gedung
3. Permendagri No. 32 Tahun 2010 tentang IMB
4. Perda Kab. Luwu Utara No. 14 Tahun 2011 tentang Retribusi
Perizinan Tertentu
5. Peraturan Bupati No. 3 Tahun 2012 tentang Izin Mendirikan
Bangunan (IMB)

Retribusi Izin Mendirikan Bangunan


Retribusi Izin Gangguan
Retribusi Izin Trayek
Retribusi Izin Usaha Perikanan
A. Persyaratan Adminstrasi
1. Tanda bukti status kepemilikan tanah/sertifikat tanah
2. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang-pajak bumi dan bangunan (SPPT-
PBB) tahun terakhir.
3. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
4. Dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL, UPL/DKL) untuk lokasi
pembangunan perumahan

B. Persyaratan Teknis
1. Gambar rencana teknis (arsitektur, struktur
dan utilitas
2. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
3. Gambar modelling/3D untuk bangunan
khusus
Luas Bangunan
Fungsi Bangunan
Keadaan Fisik, Status Kepemilikan dan Lokasi Bangunan
(Indeks Terintegrasi)
1. Kompleksitas
2. Permanensi
3. Resiko Kebakaran
4. Zona Gempa
5. Lokasi (kepadatan bangunan)
6. Ketinggian Bangunan
7. Kepemilikan
Waktu Penggunaan Bangunan
Harga Satuan Bangunan (HSbg)
Retribusi Prasarana Bangunan
A. Retribusi pembangunan baru : L x It x 1,00 x HSbg

B. Retribusi rehabilitasi/renovasi bangunan : L x It x Tk x HSbg

C. Retribusi prasarana bangunan gedung : V x I x 1,00 x HSpbg

D. Retribusi rehabilitasi prasarana bangunan : V x I x Tk x HSpbg


Keterangan :
L = Luas lantai bangunan gedung
V = Volume/besaran (dalam satuan m2, m, unit)
I = Indeks
It = Indeks terintegrasi
Tk = Tingkat kerusakan
0,45 untuk tingkat kerusakan sedang
0,65 untuk tingkat kerusakan berat
HSbg = Harga satuan retribusi bangunan gedung
HSpbg = Harga satuan retribusi prasarana bangunan
gedung
1,00 = Indeks pembangunan baru
A. Indeks Fungsi :
No Parameter Indeks

1. Hunian 0,5
2. Rumah tinggal tunggal sederhana
0,05
3. Keagamaan 0,00
4. Perdagangan dan Jasa 3,00
5. Usaha Industri 4,00
6. Sosial dan budaya untuk bangunan gedung 0,00
milik Pemerintah

7. Sosial dan budaya untuk bangunan milik non 1,00


Pemerintah (milik Swasta)
8 Khusus 2,00
9. Ganda/Campuran 4,00
No Parameter Bobot Parameter Indeks
1. Kompleksitas 1 Sederhana 0,40
0,25
2 Tidak Sederhana 0,70
3 Khusus 1,00

2. Permanensi 1 Darurat 0,40


0,20
B. Klasifikasi Indeks
2 Semi permanen 0,70
3 Permanen 1,00

3. Resiko Kebakaran 1 Rendah 0,40


0,15 2 Sedang 0,70
3 Tinggi 1,00
4. Zonasi Gempa 1 Zona I/minor 0,10
2 Zona II/minor 0,20
0,15
3 Zona III/sedang 0,40
4 Zona IV/sedang 0,50
5 Zona V/kuat 0,70

C. Waktu 6 Zona VI/kuat 1,00

Penggunaan 5. Lokasi kepadatan


bangunan 0.10
1
2
Renggang
Sedang
0,40
0,70
Waktu Indeks 3 Padat 1,00

Jangka pendek 0,40 6. Ketinggian 1 Rendah (1-4 lantai) 0,40


Bangunan 0,10 2 Sedang (5-8 lantai) 0,70
Jangka panjang 0,70 Gedung
3 Tinggi (> 8 lantai) 1,00
Tetap 1,00
7. Kepemilikan 0,05 1 Negara 0,00
2 Perorangan 0,70
3 Yayasan 0,40
4 Badan usaha 1,00
swasta
Harga
No Jenis Prasarana Bangunan Satuan Satuan
. (Rp)
1. Konstruksi pembatas Pagar 11.000 m2
2. Konstruksi penanda Gapura/gardu jaga (luas 50.000 unit
masuk lokasi maksimal 2 m2)
Kelebihan luas 5.000 m2
3. Konstruksi kolam Kolam renang (<100 m2) 5.000 m2

Kolam renang (>100 m2) 7.000 m2


4. Konstruksi menara a Menara antene dan 50.000 unit
sejenisnya (tinggi
maksimal 5 m) diluar
menara telekomunikasi
Kelebihan tinggi 5.000 m
b Cerobong asap 25.000 unit
(maksimal 5 m)
Kelebihan tinggi 5.000 m
No. Indeks Terintegrasi (It) Indeks
A. Indeks Fungsi Bangunan : Hunian 0,5
B. Indeks Klasifikasi
Parameter Bobot (a) Indeks (b) axb
1. Kompleksitas 0,25 Sederhana 0,40 0,10
2. Permanensi 0,20 Permanen 1,00 0,20
3. Resiko Kebakaran 0,15 Sedang 0,70 0,11
4. Zona Gempa 0,15 Zona II/Minor 0,20 0,03
5. Lokasi Kepadatan 0,10 Renggang 0,40 0,04
6. Ketinggian Bangunan 0,10 Rendah 0,40 0,04
7. Kepemilikan 0,05 Perorangan 0,70 0,04
Total 0,55 0,55
C. Waktu Penggunaan : Tetap 1,00
No. Indeks Terintegrasi (It) Indeks
A. Indeks Fungsi Bangunan : Usaha 3,0
B. Indeks Klasifikasi
Parameter Bobot (a) Indeks (b) axb
1. Kompleksitas 0,25 Sederhana 0,40 0,10
2. Permanensi 0,20 Permanen 1,00 0,20
3. Resiko Kebakaran 0,15 Sedang 0,70 0,11
4. Zona Gempa 0,15 Zona III/Sedang 0,40 0,03
5. Lokasi Kepadatan 0,10 Sedang 0,70 0,04
6. Ketinggian Bangunan 0,10 Rendah 0,40 0,04
7. Kepemilikan 0,05 Badan Usaha 1,00 0,04
Total 0,63 0,63
C. Waktu Penggunaan : Tetap 1,00
No. Indeks Terintegrasi Indeks
A. Indeks Fungsi Bangunan : Hunian 0,5
B. Indeks Klasifikasi
Parameter Bobot (a) Indeks (b) axb 0,55
1. Kompleksitas 0,25 Sederhana 0,40 0,10
1. Permanensi 0,20 Permanen 1,00 0,20
1. Resiko Kebakaran 0,15 Sedang 0,70 0,11
1. Zona Gempa 0,15 Zona II/Minor 0,20 0,03
1. Lokasi Kepadatan 0,10 Renggang 0,40 0,04
1. Ketinggian Bangunan 0,10 Rendah 0,40 0,04
1. Kepemilikan 0,05 Perorangan 0,70 0,04
Total 0,55
C. Waktu Penggunaan : Tetap 1,00
D. Tingkat Kerusakan (Tk)
1. Tingkat kerusakan sedang 0,45
1. Tingkat kerusakan berat 0.65
NO. JENIS JALAN GSB (m) BSP (m)

1. ARTERI PRIMER 24 15
SEKUNDER 20 15
2. KOLEKTOR PRIMER 18 10
SEKUNDER 15 9
3. LOKAL PRIMER 12 7
SEKUNDER 10 6
4. LINGKUNGAN PERUMAHAN 1 x lebar DMJ 1/2 x lebar DMJ
+ 0,5 m

Garis Sempadan Bangunan menjadi pedoman teknis dalam penerbitan IMB.

Pedoman GSB untuk penerbitan IMB pada tahun 2012 ini masih mengacu pada
Perda No. 2 Tahun 2004

Akan diadakan revisi GSB untuk semua jalan di Kab. Luwu Utara pada TA 2012.
Keterangan :
Langkah 1 : Pemohon mengambil formulir pada Bagian Tata Usaha untuk kemudian diisi dan
dilengkapi dengan persyaratan-persyaratan. Apabila belum lengkap, bekas tersebut
dikembalikan kepada Pemohon untuk kemudian dilengkapi dan selanjutnya diregistrasi
secara administrasi di Bagian Tata Usaha

Langkah 2 : Setelah diregistrasi, Berkas kemudian diperiksa secara teknis dan dihitung
tarifnya oleh Petugas Lapangan.

Langkah 3 : Petugas Lapangan kemudian melakukan survey/peninjauan lokasi. Hasil


peninjauan kemudian disesuaikan dengan perencanaan Tata Ruang (RTRW dan RTBL).
Apabila persyaratan teknis memenuhi, berkas kemudian diserahkan kembali kepada
Pemohon

Langkah 4 : Pemohon kemudian melakukan pembayaran tarif IMB kepada Bendaharan


Penerimaan PAD (Bendaharan IMB)
Langkah 5 : Setelah pembayaran dilakukan, berkas kemudian Diperiksa oleh Koordinator
Kecamatan dan Kabupaten dengan tetap berkoordinasi dengan Petugas Lapangan.

Langkah 6 : Berkas kemudian Diperiksa oleh Kasi. Perizinan dan Pengawasan Bangunan.

Langkah 7 : Berkas kemudian Diketahui oleh Kepala Bidang Tata Ruang

Langkah 8 : Sebelum Disetujui oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, berkas diperiksa secara
admistrasi oleh Sekertaris Dinas

Langkah 9 : Berkas Disetujui oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Pemohon akan
mendapatkan sertifikat dan papan IMB

Mekanisme pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hanya memerlukan waktu paling
lama 12 (dua belas) hari kerja, apabila berkas yang diajuhkan oleh Pemohon lengkap.
1. Penerbitan, penolakan, pembekuan, dan pencabutan IMB merupakan
kewenangan Bupati atau Pejabat yang ditunjuk

2. Jangka waktu penyelesaian pelayanan IMB ditetapkan paling lama 12 hari


kerja terhitung sejak diterimanya berkas permohonan dengan lengkap dan
valid, serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

3. Bupati dapat membekukan IMB apabila terjadi sengketa, pengaduan dari pihak
ketiga, pelanggaran atau kesalahan teknis dalam membangun.

4. Bupati dapat mencabut IMB apabila:


a. IMB yang diterbitkan berdasarkan kelengkapan persyaratan IMB yang
diajuhkan dan keterangan pemohon ternyata kemudian dinyatakan tidak
benar oleh putusan pengadilan; dan
b. Adanya pelaksanaan pembangunan dan/atau penggunaan bangunan yang
menyimpang dari ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam izin.
1. IMB berlaku selama bangunan masih berdiri dan/atau tidak ada perubahan
fungsi atau fisik bangunan.

2. IMB dinyatakan batal dengan sendirinya apabila dalam jangka waktu 6


(enam) bulan terhitung dari tanggal penetapan belum dimulai kegiatan
pembangunannya, atau dilaksanakan tetapi hanya berupa pekerjaan
persiapan, kecuali karena ada pemberitahuan sebelumnya disertai alasan
secara tertulis dari Pemegang IMB.

1. Setiap dilakukan perubahan bangunan, pemegang izin


harus melakukan permohonan perubahan IMB.

2. Perubahan IMB meliputi kegiatan :


a. perubahan fisik bangunan;
b. penambahan fisik bangunan;
c. perluasan lahan dan bangunan; dan/atau
d. perubahan fungsi bangunan.
A. Jenis-Jenis Pelanggaran IMB
1. Melakukan pembangunan tanpa memiliki IMB
2. Melakukan pembangunan pada lokasi yang tidak sesuai dengan
peruntukan fungsi bangunan
3. Melakukan pembangunan dengan melanggar Garis Sempadan Bangunan
(GSB), Garis Sempadan Pagar (GSP) dan Garis Sempadan Sungai

B. Sanksi Pelanggaran IMB


1. Sanksi berupa denda administrasi
2. Sanksi pidana
3. Sanksi pembekuan IMB dan pembongkaran bangunan

Pemberitahuan pelanggaran dilakukan dengan pemberian Surat Teguran


I, II, dan III