Anda di halaman 1dari 28

ZOONOSIS

KULIAH 2007
SKABIES
Etiologi : Sarcoptes scabiei var
humanus
Lokasi lesi : sela jari, fleksor, lipat
lutut, perut, bokong, ketiak,
penis.(daerah fleksor & tertutup
pakaian).
UKK : kanalikuli (pendek, abu-abu,
spt lilin, garis kotor); papul eritem,
ekskoriasi.
TERSANGKA SKABIES
1.Gatal malam hari
2.Mengenai keluarga / kelompoknya
3.Ditemukan lesi kanalikuli di daerah predileksi
4.Dg pengobatan spesifik sembuh
Perlu dilakukan pemeriksaan untuk mencari
tungau atau terowongannya.
Diagnosis pasti : ditemukan tungau dewasa (utuh
/ potongan tubuhnya, larva, telor, atau
kotorannya dg cara selotip tes, kuretase atau
kerokan kulit, biopsi iris, tetrasiklin + lampu
Scabies atipik

Scabies in clean : lesi jarang, kanalikuli sulit


ditemukan.
Scabies inkognito : atipik, distribusi luas.
Scabies nodularis : pada daerah tertutup.
Scabies bayi & anak : generalisata.
Scabies pd orang tua : mirip pruritus senilis.
Scabies norwegia/krustosa: pada cacat fisik/mental,
imunitas rendah (HIV/Aids)
Scabies pd kulit kepala: bayi/anak, ortu,HIV/Aids
Komplikasi : infeksi sekunder, eksema.
Terapi : Dioles leher ke bawah, didiamkan beberapa
jam baru dibasuh.Barang yang kontak dicuci air panas
atau disetrika.
1. Permetrin 5% : pengolesan 10 jam, dpt diulang 1
minggu, tak boleh pada bayi dibawah 2 bln.
2. Lindane 1 % : dioles selama 8 jam, neurotoksik, tak
boleh pd bayi/anak, hamil, menyusui.
3. Sulfur (6%) : dioles 3 kali 12 jam dan 1 kali 24 jam,
aman u ibu hamil/ susui, bayi/anak.
4. Gameksan : dioles selama 8 jam
5. Invermectin : sediaan oral, 200 ug/kgBB (Belum ada di
Indonesia)
PEDIKULOSIS
Etiologi : Pediculus capitis, Pediculus humanus &
Phthirius pubis.
Pedikulosis Kapitis / Korporis :
disebabkan saling tukar sisir, handuk & baju. Papul
gatal kepala, dibelakang leher, dada & perut.
Phthirus Pubis : ditularkan malalui hubungan
seksual. Khas ditemukan makulae caerulae (bintik
biru) pd badan & paha.
Diagnosis : cabut rambut, periksa mikroskop
Terapi :
1.Permetrin 1 % : cuci rambut, keringkan, oles
krim, cuci. Dapat diulang 1 minggu kemudian.
2.Shampo lindane : 4 -5 menit, 30 -40 ml, toksis.
CUTANEUS LARVA MIGRANS
(Creeping eruption)
Etiologi : larva cacing Ancylostoma braziliense,
A. caninum dari kucing , anjing dan mamalia
lain.
Patogenesis : tinja dg telor cacing pd tanah
lembab, telor larva rabditiform larva
filariform masuk kulit (antara str basale
korneum bergerak bbrp mm cm/hari
merangsang reaksi inflamasi eosinofilik lokal.
Cacing tak dpt menembus kulit karena tak punya
enzim kolagenase. Kelainan dpt berlangsung 2-
8 mgg, kadang sampai 2 tahun.
Gambaran Klinis : garis eritem meninggi,
berkelok-kelok, kadang vesikuler, lebar 3
mm, panjang 15-20 cm. Lesi tunggal /
multipel, sangat gatal, kd sakit.
Lab : eosinofilik, sulit temukan cacing.
Diagnosis : gambaran klinik yg khas.
DD : DKA, infeksi jamur.
Terapi : topikal dan atau oral thiabendasol,
invermectin, albendazol. Semprot dg chlorethyl.
Pencegahan : kontak dg tanah yg lembab &
mengandung tinja binatang.
LARVA CURRENS

Etiologi : Strongyloides stercoralis.


Patogenesis : Autoinokulasi dari larva
filariform di tinja ke kulit perianal.
Gambaran Klinis : larva berjalan dlm kulit dg
sangat cepat berupa erupsi urtikarial
serpiginosa, sangat gatal, dan berjalan 5-10
cm/jam.
Diagnosis : ditemukan telor & larva di tinja &
erupsi yg khas. Larva di kulit sulit didpt.
Dx Banding : larva migrans.
Terapi : thiabendazol atau invermectin.
Pencegahan : hindari kontak yang mengandung
tinja.
FILARIASIS
Etiologi : limfatik filariasis oleh Brugia malayi,
Brugia timori & Wuchereria brancrofti.
Patogenesis : Larva masuk (saat nyamuk
menggigit) pembuluh limfe cacing
dewasa melepas mikrofilaria ke darah.
Cacing dewasa memacu eosinofilia dan
inflamasi kronik pembuluh limfe dilatasi &
hipertrofi rusak, skar, obstruksi. Cacing
mati di limfe rx inflamasi granulomatous
& nekrosis kasifikasi
Gambaran klinis
Awal : limfangitis limfadenitis,
Orchitis, epididimitis, panas 3-7 hari,
berulang sampai 6-10 kali setahun. Kulit
masih normal.
10-15 tahun : obstruksi limfatik limfedem,
elefantiasis, hidrokel, chyluria.
Kulit : hipertrofik, verukosa & fibrotik. >>
ektremitas bawah, penis, skrotum. Stadium
akhir ireversibel.
Lab : eosinofilia, mikrofilaria.
Terapi : dietil karbamasin, albendazol &
invermectin.
Pencegahan : dietil karbamasin 500 mg/hr,
2 kali sebulan.