Anda di halaman 1dari 34

Oleh :

Rahmat Saleh Eka Putra (0810313173)


Rizqa Fiorendita Hadi (0910312088)
Amrina Rasyada (1010311004)
Anisha Fazlisia (1010313113)
Muhammad Fadhil R (1010312001)
Selulitis merupakan salah satu gangguan pada kulit dan
jaringan lunak di sekitar mata yang diakibatkan oleh
mikroorganisme. Infeksi yang terjadi biasanya berasal
dari tiga sumber utama yaitu penyebaran langsung dari
sinusitis, inokulasi langsung dari trauma atau infeksi
kulit, dan penyebaran jauh dari infeksi seperti
pneumonia.
Selulitis terbagi dua, yaitu selulitis orbita dan selulitis
preseptal. Selulitis orbita adalah infeksi aktif jaringan
lunak orbita yang terletak di posterior dari septum
orbita. Lebih dari 90% kasus selulitis orbita terjadi
akibat kasus sekunder karena sinusitis bakterial akut
atau kronis.
Selulitis preseptal adalah infeksi yang umum terjadi
pada kelopak mata dan jaringan lunak periorbital yang
menimbulkan eritema kelopak mata akut dan edema.
Infeksi yang terjadi umumnya berasal dari persebaran
dari infeksi lokal sekitar seperti sinusitis, dari infeksi
okular eksogen, atau mengikuti trauma terhadap
kelopak mata.
Selulitis preseptal dan selulitis orbita memiliki
manifestasi klinis yang mungkin mirip, akan tetapi
kedua kondisi tersebut harus dibedakan. Selulitis
preseptal hanya melibatkan jaringan lunak di anterior
septum orbital dan tidak melibatkan struktur di dalam
rongga orbita. Selulitis preseptal dapat menyebar ke
posterior septum orbita dan berprogresi selulitis orbita
dari abses orbital atau subperiosteal.
Batasan Masalah
Makalah ini membahas tentang etiologi dan tatalaksana
selulitis.

Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui tentang etiologi dan penatalaksanaan pada
selulitis.

Manfaat Penulisan
Menambah wawasan mengenai etiologi dan penatalaksanaan
selulitis.

Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan pustaka yang
merujuk dari berbagai literatur.
Selulitis
Peradangan supuratif jaringan ikat jarang intraorbita di
belakang septum orbita. Penyebab paling umum adalah
mikroorganisme.

Selulitis dibedakan menjadi :


1. Selulitis Orbita
2. Selulitis Preseptal
Anatomi Rongga Orbita
Anatomi Mata, Sinus Paranasal,
dan Drainase Vena
Septum orbital merupakan sebuah membran tipis yang
berfungsi sebagai barrier yang mencegah infeksi mata
sampai pada orbita.

Yang menyebabkan terjadinya infeksi:


1. Septum yang inkomplet dapat menyebabkan infeksi
tersebar sampai ke periorbital
2. Infeksi juga dapat menyebar melalui sinus paranasal
melalui tulang sampai ke orbita.
3. Vena yang tidak berkatup menyebabkan masuknya
infeksi secara hematogen
Epidemiologi
Insiden : 24,6 per 100 orang. Lebih dari 90% kasus
selulitis orbita merupakan infeksi sekunder karena
sinusitis bakterial akut atau kronis.
Selulitis terutama mengenai anak-anak berusia 2-10
tahun dan dapat juga terjadi pada dewasa.
Tidak ada frekuensi antara kejadian pada laki-laki dan
perempuan pada dewasa. Pada anak lebih banyak
mengenai anak laki-laki dibandingkan perempuan.
Perluasan
infeksi
Inokulasi langsung

Penyebaran hematogen

Etiologi Selulitis Orbital


Perluasan Infeksi
sinus paranasal
sinusitis etmoid (>90%)
sinus maxilla infeksi sekunder
sakus lakrimalis, dari infeksi gigi
S aureus, S pneumonia,
Streptococuc pyogens, dan H
influenza
bakteri anaerob
kelopak mata, kelenjar mata, spesies
jaringan-jaringan periokular Bakteriodes.
stapilokokus dan streptococcus
pyogen

Dari struktur
periorbital
Penyebab Traumatik
Kecelakaan:

fraktur orbital
operasi trauma.

luka perforasi pada septum orbital.

tertahannya benda asing di orbital yang bisa terlambat beberapa bulan inflamasi

Endoftalmitis postoperasi yang meluas ke jaringan lunak orbital.

Prosedur operasi yang menjadi faktor presipitasi:

dekompresi orbital
Dakrosistorhinostomi
operasi kelopak mata
operasi strabismus
operasi retina
operasi intraocular
Penyebab Bakterial
Spesies Streptokokus
Bakteri Stapilokokus aureus
penyebab Hemopilus influenza tipe B

terbanyak:
Pseudomonas
Bakteri yang Klebsiella
jarang menjadi Eikenella
Enterococus
penyebab:
Jamur
Mukormikosis Aspergilosis

penyebaran luas suasana hangat dan iklim


onset yang cepat (1-7 hari) lembab
menyebabkan sindrom Onset lebih lama (bulan ke
orbital apex (termasuk tahun)
nervus cranial 2,3,4,5-1 dan menyebabkan proptosis
6, dan simpatetik orbital) kronik dan penglihatan
gejala nyeri, edema kelopak yang menurun
mata, propotosis dan menyebabkan fibrosis
kehilangan penglihatan kronik dan proses
menyebabkan arteritis granulomatosa non
thrombosis dan nekrosis nekrosis
iskemik menyebabkan nekrosis di
menyebabkan nekrosis di hidung dan palatum
hidung dan palatum
Selulitis Preseptal
Infeksi saluran pernafasan atas:

sinusitis paranasal

Organisme terbanyak:
Stapilokokus Stapilokokus Spesies
aureus epidermidis Streptokokus
Klasifikasi Selulitis
1. Selulitis Preseptal
2. Selulitis Orbital
I = Selulitis preseptal, II = selulitis orbital,
III = abses subperiosteum,
IV = abses intraorbital, V = sinus trombosis cavernosa
Selulitis preseptal Selulitis orbital
Patogenesis
Selulitis preseptal
Patogenesis
Selulitis orbital
Perluasan Selulitis
Preseptal

Selulitis Orbital

Inokulasi
Perluasan
mikroorganisme
peradangan pada
lansung pasca
sinus
trauma
Manifestasi Klinis
Selulitis Preseptal:
- Udem palpebra
- Proptosis (-), Gangguan
Visus (-), Nyeri pada
pergerakan bola mata
(-)
Manifestasi Klinis
Selulitis Orbital:
- Mata merah
- Edema kelopak mata
- Proptosis
- Kemosis
- Nyeri tekan pada wilayah
orbita
- Pergerakan bola mata
terbatas
Diagnosis
Anamnesis + Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang:
- Pemeriksaan Darah Lengkap
- Kultur
- CT scan
- MRI
Differensial Diagnosis
Pseudotumor
Limfangioma
Hemangioma
Rhabdomiosarkoma
Neuroblastoma
Algoritma Penatalaksanaan Selulitis
Selulitis Preseptal
< 1 tahun tanpa
sefalosporin
penyakit Amoksisilin-asam klavulanat
sistemik

>1 tahun dengan


penyakit Antibiotik intravena
sistemik

amoksisilin
>2 tahun azitromisin
klaritomisin
Diberikan selama 7-10 hari
Selulitis Orbital
Terapi awal diberikan secara intravena (seftriakson dan
vankomisin)

Setelah hasil kultur keluar diberikan antibiotik spesifik

Pengobatan diberikan selama 2-3 minggu


Selulitis orbita dengan community-associated MRSA

Trimetropim-
Klindamisin
sulfametoksazole

Tablet dosis
Tablet 500 mg
ganda

4 kali
2 kali sehari
sehari

Pengobatan diberikan selama 2-3 minggu


Tindakan bedah dilakukan jika:

1. Tidak dapat diatasi dengan medikamentosa yang


adekuat
2. Terdapat abses
3. Terdapat tanda-tanda supurasi
4. Drainase sinus
5. Penurunan visus
Trombosis Sinus
Kavernosus
Komplikasi
Komplikasi Abses
Intrakranial Meningitis
Prognosis
Prognosis baik jika penyakit ini
diketahui cepat dan diterapi
dengan cepat. Jika diketahui
dalam keadaan yang lenih
lanjut, maka dapat
menyebabkan kebutaan.
TERIMA KASIH