Anda di halaman 1dari 16

KEZIA MIRACLE THEOFANI SORMIN

Pembimbing :
dr. Gerald Mario Semen, Sp. KJ, S.H.
dr. Imelda Wijaya, Sp. KJ
dr. Herny Taruli Tambunan, M.Ked(KJ),
Sp. KJ
Kata phobia berasal dari istilah Yunani
phobos yang berarti lari (fight), takut dan
panik (panic-fear), takut hebat (terror). Istilah
ini dipakai sejak zaman Hippocrates.

Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan


pada sesuatu hal atau fenomena yang tidak
masuk akal dan dapat mengganggu keadaan
penderitanya.
Fobia khusus yaitu ketakutan irasional terhadap obyek atau situasi

tertentu yang sangat mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari.

Fobia sosial yaitu ketakutan dan perilaku menghindar yang ekstrim,

menetap, dan irasional terhadap situasi-situasi sosial. Fobia sosial

lebih dari sekedar sikap pemalu yang berlebihan.

Agoraphobia yaitu sebagai kecemasan atau ketakutan yang terjadi

dikarenakan kesulitan untuk melarikan diri dari situasi yang sulit,

ataupun ketakutan dikarenakan tidak adanya bantuan dalam situasi

panik. Dimana kriteria penting dari agoraphobia itu sendiri adalah

penghindaran terhadap situasi.


Faktor genetik

Teori non-asosiatif

Teori belajar

Faktor kognitif
Animal Type

Natural Environment Type

Blood-Injection-Injury Type

Situational Type

Other Type
Natural Environtmet Blood-Injection-Injury
Animal Type Situasional Type
Type Type

Serangan Masa kanak-kanak Variabel Masa kanak-kanak Masa remaja

Rasio wanita-pria Wanita > pria Wanita > pria Wanita = pria Wanita > pria

Adanya serangan
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada
panik tak terduga

Takut akan gejala


fisik atau serangan
Tema dominan, Penilaian bahaya Kejijikan, khawatir
Kejijikan panik, penilaian
masalah atau isu yang berlebihan akan pingsan
bahaya yang
berlebihan

Familial komponen Kurang menonjol Kurang menonjol Lebih menonjol Kurang menonjol
Rasa takut yang jelas dan menetap yang
berlebihan, ditunjukkan oleh adanya atau
antisipasi suatu objek atau situasi
tertentu (misalnya, menghindari naik
pesawat terbang, menghindari ketinggian,
menghindari binatang, takut
mendapatkan suntikan, takut melihat
darah).
Pemaparan dengan stimulus fobik hampir selalu
mencetuskan respons kecemasan yang segera,
yang dapat berupa serangan panik yang
berhubungan dengan situasi.

Orang menyadari bahwa rasa takut adalah


berlebihan atau tidak beralasan.
Penghindaran, antisipasi kecemasan, atau penderitaan
dalam situasi yang ditakuti secara bermakna mengganggu
rutinitas normal, fungsi pekerjaan (atau akademik), atau
aktivitas sosial atau hubungan dengan orang lain, atau
terdapat penderitaan yang jelas karena menderita fobia.

Situasi fobik dihindari, atau jika tidak dapat dihindari,


dihadapi dengan kecemasan atau penderitaan yang kuat.

Pada individu yang berusia di bawah 18 tahun, durasi


sekurangnya adalah 6 bulan.
Gangguan cemas umum

Gangguan stres post-trauma

Agorafobia

Fobia sosial

Obsessive Compulsive Disorder


Psikoterapi Berorientasi Tilikan
Terapi Lain
Hipnosis, terapi suportif, dan terapi keluarga
Terapi Pemaparan
Paparan In Vivo
Terapan Ketegangan Otot
Paparan Virtual Reality
Desensitisasi Sistematis
Flooding
Terapi Kognitif Perilaku / Cognitive
Behavioral Therapy

One-Session Treatment
Exposure

Tantangan Kognitif

Pemodelan Peserta

Penguatan

Pelatihan Keterampilan
Benzodiazepines

Alprazolam, Diazepam, Lonazepam dan Lorazepam

Selective Serotonin Reuptake Inhibitors


Fluoxetine dan Paroxetine

-adrenergic antagonists
Atenolol
Fobia spesifik mempunyai prognosis yang paling
baik.

Fobia sosial cenderung meningkat secara


berangsur-angsur.

Agorafobia yang paling buruk prognosisnya


dibandingkan kelompok fobia lainnya karena
cenderung ke arah kronik.
Fobia spesifik ialah rasa takut yang tidak sesuai
kenyataan terhadap stimuli spesifik seperti laba-laba,
ular, tempat tinggi, halilintar, penyakit, cedera,
kesendirian, kematian, dan ketularan penyakit.

Ada beberapa cara dalam pendekatan pengobatan


yang dipakai untuk menanggulangi fobia. Jika cara-
cara ini dikombinasikan akan memberikan banyak
manfaat pada penderita fobia.

Pilihan farmakoterapi yang dipakai adalah golongan


benzodiazepine, SSRI, dan -adrenergic antagonists.

Dibanding dengan jenis lainnya, fobia spesifik


memiliki prognosis yang paling baik.