Anda di halaman 1dari 24

Oleh: Siegfrid C. A.

Manoeroe(1208015006)
Pembimbing: dr. Dedy Yulidar, Sp. B (K) Onk

Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana


RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang
2017
Diagnosis Pasti
Diagnosa pasti
histopatologis
Melalui:
Insisional biopsi
Eksisional biopsi
Biopsi aspirasi jarum
halus (Fine needle
aspiration biopsy)
Needle core biopsy Fine Needle
Aspiration Biopsy
dengan jarum
Silverman 2
Diagnosis Pasti
Insisional biopsi
Mengangkat sedikit jaringan tumor
Untuk tumor-tumor ganas/inoperabel atau lebih besar
dari 5 cm.
Eksisional biopsi
Mengangkat tumor dengan jaringan sehat di
sekitarnya dengan jarak 0,5 cm
Bila tumor < 5 cm dan diperkirakan operabel/stadium
dini
Dilanjutkan pemeriksaan potongan beku (frozen
section) atau pemeriksaan PA
3
Fine Needle Aspiration Biopsy

Jika ditemukan :
- Massa solid tidak
memproduksi cairan
- Cairan kental/banyak KARSINOMA
warna seperti darah
- Tdpt cairan, tp stlh
aspirasi massa tidak
mengecil
Fine Needle Aspiration Biopsy
Massa solid SUSPEK
Gambaran klinis
KARSINOMA

KEGANASAN SITOLOGI
+
TERAPI KANKER
TATALAKSANA
Operatif
Radioterapi
Kemoterapi
Hormonal terapi
Imunoterapi
Evaluasi Respon
Terapi
Rehabilitasi dan
Konstruksi
Pembedahan / operasi
kanker payudara
bedah kuratif
Bedah kuratif yang mungkin dilakukan adalah
mastektomi radikal, dilakukan jika tumor
terbatas pada payudara dan tidak ada infiltrasi
ke dinding dada dan kulit mammae, atau
infiltrasi dari kelenjar limfe ke struktur
sekitarnya.
Bedah radikal (Halsted ) angkat payudara dengan
sebagian besar kulitnya, m. pektoralis mayor, m.
pektoralis minor dan semua kelenjar aksila sekaligus.
Bedah radikal yang dimodifikasi (Patey) , m.
pektoralis mayor dan m. pektoralis minor
dipertahankan jika tumor mammae jelas bebas dari
otot tersebut.
Bedah konservatif (BCT) merupakan eksisi tumor
luas + diseksi aksila dan radiasi kuratif (uk tumor <
3cm)
Penatalaksanaan
Berdasarkan berdasarkan stadium
kanker payudara
Batas stadium yang operabel stadium
IIIA.
Stadium IIIB dan IV tidak bisa
dilakukan mastektomi, hanya terapi
paliatif

9
Penatalaksanaan berdasarkan
Stadium
Stadium I
Terapi utama: mastektomi radikal atau mastektomi radikal
modifikasi
Terapi ajuvan:
Tumor terletak di kuadran medial atau sentral
Operasi hanya eksisi tumor/mastektomi parsial
Lapangan operasi terkontaminasi sel kanker
Hasil PA kelenjar getah bening aksila mengandung metastase (N+)
Stadium II
Terapi utama: mastektomi radikal atau mastektomi radikal
modifikasi
Terapi ajuvan:
Radioterapi pasca bedah dengan dosis 4.000-6.000 rad
Kemoterapi dengan Cyclosphospamide, Metrotexate, dan Fluorourasil
(CMF) atau Cyclophospamide, Adriamycin, dan Fluorouracyl (CAF)
selama 6 seri setiap 4 minggu.

10
Penatalaksanaan berdasarkan
Stadium
Stadium III
Stadium III operabel
Terapi utama: mastektomi simpel dengan toilet aksila atau mastektomi
radikal modifikasi
Terapi ajuvan:
Radioterapi pasca bedah dengan dosis 4.000-6.000 rad
Kemoterapi dengan CMF atau CAF selama 6 seri setiap 4 minggu
Stadium III inoperabel
Terapi utama: radioterapi dengan dosis 4.000-6.000 rad, dilakukan
evaluasi ulang, bila jadi :
Operabel mastektomi simpel + toilet aksila
Inoperabel terapi seperti stadium IV
Terapi ajuvan: kemoterapi
Stadium IV
Tidak lagi dimastektomi. Pengobatan di sini tujuannya paliatif, bukan lagi
kuratif (menyembuhkan). Terapi utama stadium IV adalah terapi sistemik.

11
Terapi Paliatif
Tujuan:
Mempertahankan kualitas hidup
Menunda kematian
Menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain yang
menganggu
Berusaha agar penderita tetap aktif sampai akhir
hayatnya
Membantu dukacita keluarga
Untuk :
Kanker payudara inoperabel
Kanker operabel/kurabel yang residif

12
Terapi Operatif
Breast Conserving Therapy (BCT)
Mastektomi Simple (Mc Whirter)
Mastektomi radikal (Halsted & Meyer)
Wangesten + Lewis
Dahl-Iverson + Tobiassen tahun 1950
Urban dan Ariel
Mastektomi radikal yang dimodifikasi
(Modified Radical Mastectomy)
Sentinel Limfe Node Biopsy (SLNB)

13
Terapi Operatif
Breast Conserving Therapy (BCT)
Subcutaneus mastektomi
Mastektomi Simple (Mc Whirter)
Mastektomi radikal
Mastektomi radikal yang dimodifikasi
(Modified Radical Mastectomy)
Sentinel Limfe Node Biopsy (SLNB)

14
Kemoterapi
Penting 20% dari karsinoma mammae 1 cm
telah mengalami mikromestastasis
Kemoterapi kombinasi yang sering digunakan:
Siklosfosfamid (Cytoxan), metotreksat, dan 5-fluorouracil
(CMF)
5-fluorouracil, doxorubicin (adriamycin), dan siklosfosfamid
(FAC)
Kemoterapi baru:
Anthracyclines
Taxanes
Gemzitabine
Gapecitabine
Vinorelbine.

15
Kemoterapi
Diberikan sebagai :
Kemoterapi ajuvan pada pasien dengan
metastasis KGB regional pada pemeriksaan
histopatologi pasca mastektomi untuk
menghambat mikrometastasis
Kemoterapi paliatif pada pasien yang telah
metastasis secara sistemik.
Kemoterapi neoajuvan diberikan sebelum
mastektomi

16
Kemoterapi Neoajuvan
Disebut juga: kemoterapi induksi /
kemoterapi preoperatif / kemoterapi primer
Cara pemberian :
Kemoterapi sistemik sebelum terapi loco-regional
Pada kanker stadium dini atau lokal
Tujuan
Pengecilan masa tumor di payudara dan KGB aksila
supaya operasi lebih sederhana
Menilai respon terapi kemoterapi untuk menentukan
prognosis

17
Kemoterapi Neoajuvan
Keuntungan pemberian kemoterapi sebelum pembedahan:
Eradikasi mikrometastasis sebelum ada manipulasi lokal.
Vaskularisasi di sekitar tumor masih baik sehingga efek obat kemoterapi
maksimal
Penilaian respon kemoterapi in vivo efek bisa langsung dilihat pada
tumor yang masih ada
Ukuran tumor dan jumlah KGB metastasis sudah berkurang sebelum
operasi operasi lebih sederhana
Kerugian kemoterapi neoajuvan:
Terapi operatif tertunda merugikan terutama pada kanker operabel tapi
tidak respon kemoterapi
Massa tumor besar beban kemoterapi berat
Diduga berisiko pada operasi dan terapi radiasi lanjutan
Regimen : NAC diberikan selama 4 siklus (3 minggu/siklus)
sebelum pembedahan

18
Radioterapi
Radioterapi kuratif
Tujuan: mempertahankan mammae
Harus dikombinasikan dengan terapi lain
terapi tunggal tidak efektif
Radioterapi paliatif
Pada tumor yang inoperabel, yaitu:
Tumor >5 cm
Perlekatan dinding dada
Radioterapi standar radiasi seluruh
payudara, kGB aksila dan supraklavikula
Penyulit limfedema 19
Kombinasi Kemoterapi dan
Radioterapi
Tujuan :
Meningkatkan respon pengobatan
Menurunkan morbiditas
Meningkatkan kemampuan mempertahankan
keutuhan organ
Alasan :
Angka kegagalan radiasi saja cukup tinggi
terutama untuk tumor besar dan stadium
lanjut
Radiasi + kemoterapi perbaikan survival +
penurunan alat kekambuhan 20
Kombinasi Kemoterapi dan
Radioterapi
Prinsip kombinasi kemoterapi dan radiasi
Radiasi pengaruh langsung pada tumor dan
jaringan sekitar
Kemoterapi pengaruh pada siklus sel tumor dan
jaringan sekitar
Radias + kemoterapi efek sinergis
Waktu pemberian :
Berdasarkan prognostik dan karakteristik tumor
Resiko metastasis rendah mula-mula radiasi,
diikuti kemoterapi
Resiko metastasis tinggi mula-mula kemoterapi,
diikuti radiasi 21
Kombinasi Kemoterapi dan
Radioterapi
Rekomendasi Danish Breast Cancer Cooperation
Group
Kemoterapi (CEF) selama 7 siklus (3 minggu/siklus)
Radiasi selama 6 bulan.
Berdasarkan tujuan pengobatan:
Neoajuvan kemoterapi diikuti radiasi
Konkomitan / rekuren / radiosensitizer kemoterapi dan
radiasi diberikan bersamaan terutama pada stadium
lanjut toksisitas tinggi
Ajuvan radiasi setelah kemoterapi
Cara pemberian optimal belum ditetapkan pasti
Prinsip yang berlaku pasien resiko tinggi diberikan
kemoterapi sebelum radiasi
22
Terapi Hormonal
Merupakan terapi aditif (tidak boleh diberikan
tunggal)
Indikasi
Wanita pascamenopause dengan ER (estrogen
receptor) dan PR (progesterone receptor) positif
Pemeriksaan histopatologik metastastis
kelenjar aksila
Jenis terapi
Obat Tamoxifen (SERM = selective estrogen
receptor modulator) inhibitor kompetitif estrogen
Diberikan selama 5 tahun
Operatif o varektomi, adrenalektomi,
hipofisektomi
Manfaat tamoksifen
Mencegah kanker payudara kontralateral
Menurunkan insiden infark miokard dan stroke
Mengurangi osteoporosis

23