Anda di halaman 1dari 21

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN

(SUPLLY CHAIN MANAGEMENT)

Tuhu Pamekas
PENTINGNYA STRATEGI SCM

Manajemen rantai pasokan (Supply


Chain Management/SCM) integrasi
aktivitas pengadaan bahan dan
pelayanan, pengubahan menjadi
barang setengah jadi dan produk
akhir serta pengiriman ke
pelanggan.
PENTINGNYA STRATEGI SCM

Cakupan Aktivitas Manajemen Rantai


Pasokan:

1. Penyedia transportasi
2. Transfer uang secara kredit dan tunai
3. Para pemasok
4. Distributor
5. Utang dan piutang usaha
6. Pergudangan dan persediaan
7. Pemenuhan pesanan
8. Berbagi informasi pelanggan, prediksi dan
produksi
Make-or-Buy vs. Outsourcing

Make-or-Buy Decisions
Sebuah pilihan antara memproduksi
sendiri sebuah komponen produk atau
jasa atau membelinya dari sumber luar

Outsourcing
Memindahkan aktivitas internal yang
biasanya dilakukan ke pemasok di luar
perusahaan
Make-or-Buy vs. Outsourcing
STRATEGI 6 (ENAM) SUMBER

Seorang manajer operasi harus memilih


strategi yang baik untuk memperoleh barang
dan jasa dari luar.

Strategi enam sumber yaitu :


1. Banyak Pemasok (Many Suppliers)
2. Sedikit Pemasok (Few Suppliers)
3. Integrasi Vertikal (Vertical Integration)
4. Ventura Bersama (Joint Venture)
5. Jaringan Keiretsu (Keiretsu Networks)
6. Perusahaan Virtual (Virtual Companies)
STRATEGI 6 (ENAM) SUMBER

1. Banyak Pemasok (Many Suppliers)


Umumnya digunakan untuk produk komoditas
Pembelian biasanya didasarkan pada harga
Pemasok bersaing satu sama lain
Pemasok bertanggung jawab untuk teknologi,
keahlian, peramalan, biaya, kualitas, dan pengiriman

2. Few Suppliers
Pembeli membentuk hubungan jangka panjang dengan
pemasok yang lebih sedikit
Menciptakan nilai melalui skala ekonomi dan belajar
memperbaiki kurva
Pemasok lebih bersedia untuk berpartisipasi dalam
program tepat waktu/ JIT (Just In Time) dan
berkontribusi dalam desain serta keahlian teknologi
Biaya pemasok berubah sangat besar
Rahasia dagang dan aliansi lainnya
STRATEGI 6 (ENAM) SUMBER

3. Vertical Integration
Mengembangkan kemampuan untuk
memproduksi barang atau jasa yang dibeli
sebelumnya
Integrasi mungkin ke depan, ke arah
pelanggan, atau mundur, ke arah pemasok
Dapat meningkatkan biaya, kualitas dan
persediaan tetapi membutuhkan modal ,
keterampilan manajerial dan permintaan
Risiko dalam industri dengan perubahan
teknologi yang cepat
3. Vertical Integration (lanjutan) STRATEGI 6 (ENAM) SUMBER
STRATEGI 6 (ENAM) SUMBER

4. Joint Venture
Kolaborasi formal
Meningkatkan keterampilan
Pasokan aman
Mengurangi biaya
Kerja sama tanpa adanya penipisan merek atau
kebobolan keunggulan kompetitif
5. Keiretsu Networks
Sebuah jalan tengah antara beberapa pemasok dan
integrasi vertikal
Pemasok menjadi bagian dari koalisi perusahaan
Sering memberikan dukungan keuangan untuk pemasok
melalui kepemilikan atau pinjaman
Anggota mengharapkan hubungan jangka panjang dan
memberikan keahlian teknis dan pengiriman stabil
Dapat diperpanjang melalui beberapa tingkatan rantai
pasokan adalah efisiensi.
STRATEGI 6 (ENAM) SUMBER

6. Virtual Companies
Mengandalkan berbagai hubungan pemasok untuk
menyediakan layanan on demand
Batas-batas organisasi memungkinkan penciptaan
usaha unik untuk memenuhi perubahan kebutuhan
pasar
Hubungan mungkin jangka pendek atau jangka
panjang
Kinerja sangat ramping, investasi modal yang
rendah, fleksibilitas dan kecepatan
Risiko Rantai Pasokan (Supply Chain Risk)

Memiliki banyak pemasok membuat


ketergantungan baik dengan pemasok maupun
konsumen dan adanya resiko dari kedua belah
pihak. Resiko ini adalah gabungan dari
globalisasi dan kompleksitas logistik.
Risiko Rantai Pasokan (Supply Chain Risk)

1. Risks and Mitigation Tactics


Meneliti dan menilai risiko yang mungkin
terjadi
Perencanaan inovatif
Mengurangi gangguan potensial
Siapkan tanggapan untuk peristiwa negatif
Fleksibel, rantai pasokan aman
Basis pemasok diversifikasi
Risiko Rantai Pasokan (Supply Chain Risk)

2. Security and JIT


Rute pengiriman yang salah, dicuri, rusak
atau penundaan yang lama
Inovasi teknologi yang meningkatkan
keamanan dan manajemen persediaan
seperti lokasi, sensor gerak, segel rusak
dan suhu
Tracking dapat membantu mempercepat
pengiriman
Managing the Integrated Supply Chain
Mengelola Rantai Pasokan Terintegrasi

1. Local Optimization,
Optimasi local dapat memperbesar fluktuasi
2. Incentives (Sales Incentives, Quantity Discounts,
Quotas and Promotions),
Insentif mendorong barang dagangan ke dalam
rantai pasokan untuk penjualan yang belum terjadi
3. Large Lots,
Mengurangi biaya pengiriman tetapi meningkatkan
penyimpanan barang dan tidak mencerminkan
penjualan aktual
Managing the Integrated Supply Chain
Mengelola Rantai Pasokan Terintegrasi

Sistem pasokan yang berjalan baik perlu didasarkan


pada informasi yang akurat akan jumlah produk yang
melalui rantai pasokan. Ketiga kejadian tersebut
(Optimasi lokal, insentif dan lot yang besar)
berkontribusi pada distorsi informasi yang
menyebabkan Bullwhip Effect.

Bullwhip effect (efek cambuk) terjadi ketika


perintah ini diteruskan melalui rantai pasokan dengan
peningkatan fluktuasi dalam setiap langkahnya.
Fluktuasi bullwhip dalam rantai pasokan meningkatkan
biaya yang berkaitan dengan persediaan, transportasi,
pengiriman dan penerimaan, namun menurunkan
keuntungan dan pelayanan bagi pelanggan.
Opportunities in Managing the Integrated
Supply Chain

1. Accurate Pull Data (penarikan data yang akurat)


2. Lot Size Reduction (pengurangan besar lot)
3. Single-Stage Control of Replenishment (kontrol
penambahan satu tahap)
4. Vendor-Managed Inventory (persediaan yang dikelola
vendor)
5. Collaborative Planning, Forecasting and Replenishment
/CPFR (perancanaan, peramalan dan penambahan
kolaboratif)
6. Blanket Orders (pesanan kosong)
7. Standardization (standarisasi)
8. Postponements (penundaan)
9. Electronic Ordering and Funds Transfer (pemesanan
elektronik dan transfer dana)
10. Drop Shipping and Special Packaging (drop shipping dan
pengemasan khusus)
Building the Supply Base

Untuk pembelian produk barang dan jasa


melalui supplier yang dikenal dengan istilah
vendor harus terseleksi dan dikelola dengan
baik.
Terdapat empat langkah dalam proses seleksi
vendor yaitu :
1. Supplier Evaluation
2. Supplier Development
3. Negotiations
4. Contracting
Building the Supply Base

1. Supplier Evaluation
Mencakup proses menemukan vendor yang potensial dan
menentukan kemungkinan bahwa mereka akan menjadi
pemasok yang baik.
Supplier certification
Qualification
Education
Certification

2. Supplier Development
Langkah kedua adalah pengembangan vendor, dengan
mengasumsikan bahwa suatu perusahaan ingin berhubungan
dengan vendor tertentu. Pengembangan vendor dapat
mencakup segalanya, mulai dari pelatihan, bantuan teknis dan
produksi, hingga prosedur perpindahan informasi.
Building the Supply Base

3. Negotiations
Pendekatan yang dilakukan oleh petugas rantai pasokan untuk
mengembangkan hubungan kontrak dengan pemasok.

Terdapat tiga jenis negosiasi :


Cost-Based Price Model
Pemasok membuka buku (catatan-catatan keuangannya
kepada pembeli.
Market-Based Price Model
Berdasarkan pasar, harga didasarkan pada harga yang
diumumkan, lelang atau harga indeks
Competitive Bidding
Kebijakan umum bagi banyak pembelian dan umumnya
tidak membina hubungan jangka panjang
Building the Supply Base

4. Contracting
Kontrak diciptakan untuk berbagi resiko, manfaat
dan menciptakan insentif untuk mendorong anggota
dalam rantai pasokan menyetujui ketentuan yang
memberi hasil optimal bagi keseluruhan rantai.