Anda di halaman 1dari 47

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN

GASTRITIS
PADA NY. T DI RUANG FLAMBOYAN
RS MEDIKA STANNIA SUNGAILIAT
Setiap tahun kurang lebih terdapat 5 juta kasus Gastritis
yang ditemui.
Selain membutuhkan pencegahan, jenis penyakit yang bisa
kambuh sehingga memerlukan perawatan dan pengawasan
yang ketat.
Sekitar 5-15 % Gastritis yang tidak terawat menjadi tukak
peptik (luka lambung) dan sekitar 1 % dalam jangkauan
waktu beberapa puluh tahun akan menderita kanker
lambung (Prasetyo, H; 2005).
Tinjauan
teori
Definisi
Gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung
yang dapat bersifat akut, kronik, difus atau lokal (Sylvia;
1995).
Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung. (Arif
Mansjoer; 2000).
Gastritis menurut Diagram Group (2002), diartikan sebagai
istilah umum untuk peradangan lambung karena iritasi,
kondisi ini mencakup nyeri akut, muntah, diare, hilang selera
makan dan demam jika penyebabnya adalah suatu infeksi.
Merupakan inflamasi mukosa lambung
yang sering diakibatkan oleh diet yang
terlalu banyak, terlalu cepat atau makanan
yang terlalu berbumbu, meningkat
kejadiannya pada laki-laki dengan usia
tertinggi pada 40 50 tahun dan atau
dengan riwayat minum alkohol atau
merokok
Etiologi

Gastritis bakterialis merupakan akibat dari infeksi


oleh Helicobacter pylori (bakteri yang tumbuh
didalam sel penghasil lendir di lapisan lambung).

Gastritis karena stress akut


Etiologi
Gastritis erosif kronis bisa merupakan
akibat dari:
Bahan iritan seperti aspirin dan NSAID
lainnya , alkohol.

Gastritis karena virus atau jamur bisa terjadi


pada penderita penyakit menahun atau
penderita yang mengalami gangguan sistem
kekebalan.
Etiologi

Gastritis atrofik terjadi jika antibodi menyerang


lapisan lambung, sehingga lapisan lambung
menjadi sangat tipis dan kehilangan sebagian
atau seluruh selnya yang menghasilkan asam dan
enzim. Keadaan ini biasanya terjadi pada usia
lanjut. Gastritis atrofik bisa menyebabkan
anemia pernisiosa karena mempengaruhi
penyerapan vitamin B 12 dari makanan.

Patofisiologi

PATOFISIOLOGI GASTRITIS.docx
Manifestasi klinik
Nyeri epigastrium yang tiba-tiba
Anoreksia
Mual dan muntah
Kram abdomen
Dyspepsia
Perdarahan
Nyeri samar yang meningkat bila makan,
Perasaan penuh,
intoleran terhadap lemak dan makanan pedas
penurunan berat badan
anemia pernisiosa
Pemeriksaan penunjang
Endoskopi
Biopsy mukosa lambung
Analisa cairan lambung
Radiologi abdomen
Kadar Hb
Penatalaksanaan Medis

Antasida
Penghambat asam
Antibiotic juga digunakan untuk membunuh
bakteri
Diet lambung dengan porsi kecil dan sering
Analgesic untuk mengurangi nyeri
Konsep asuhan
keperawatan
Data Fokus Pengkajian
Aktivitas/Istirahat
Gejala : Apakah ada kelemahan, kelelahan,
malaise, cepat lelah. Apakah ada perasaan gelisah,
ansietas, Apakah ada pembatasan aktivitas/kerja
sehubungan dengan efek proses penyakit

Sirkulasi
Gejala : Apakah ada takikardia (respons
terhadap demam, dehidrasi, proses inflamasi dan nyeri),
Apakah ada (pada kulit/membrane mukosa) : turgor kulit
buruk, kering, lidah pecah-pecah, kulit pucat, membrane
mukosa pucat (konjungtiva, mulut, bibir dan dasar kuku),
Apakah pengisian capiler melambat, Apakah kuku mudah
patah, Apakah rambut kering, mudah patah, menipis
Eliminasi
Gejala : Apakah ada hematemesis, melena, diare atau
konstipasi, penurunan haluaran urine
Tanda : Apakah ada distensi abdomen

Makanan/cairan
Gejala : Apakah ada mual/muntah, dyspepsia,
anoreksia, penurunan BB, Apakah ada nyeri mulut, lidah, sakit
tenggorokan, atau kesulitan menelan makanan, Apakah ada
intoleran terhadap makanan pedas, berlemak, dan asam
Tanda : apakah membran mukosa pucat, tonus otot
lemah, turgor kulit buruk, konjungtiva pucat
Pernapasan
Gejala : apakah ada nafas pendek pada istirahat dan
aktivitas
Tanda : apakah ada takipnea, dispnea

Neurosensori
Gejala : apakah ada sakit kepala, pusing,
ketidakmampuan berkonsentrasi, Apakah keseimbangan buruk
Tanda : apakah ada disorientasi

Nyeri/kenyamanan
Gejala : apakah ada nyeri pada kuadran kiri atas
Tanda : apakah ada nyeri tekan abdomen/distensi

Interaksi sosial
Gejala : apakah ada masalah hubungan/peran
sehubungan dengan kondisi, ketidakmampuan aktif dalam sosial
Diagnosa keperawatan
Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan
komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman
oksigen/nutrient ke sel
Nyeri (akut) berhubungan dengan iritasi mukosa gaster
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake inadekuat
Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan
antara suplai oksigen dan kebutuhan
Resiko kekurangan volume cairan tubuh
Tinjauan
kasus
Pengkajian

1. Identitas Klien
Tanggal Pengkajian: 24 Januari 2012
Nama : Ny. T
Umur : 82 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Marital : Menikah
Agama : Kristen
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tanggal Masuk RS : 24 Januari 2012
2. Riwayat Penyakit

Keluhan Utama : klien mengatakan kepalanya


pusing, mengeluh sakit perut, tenggorokan
sakit, muntah 1 x dan mual
Riwayat Penyakit Dahulu : keluarga klien
mengatakan punya riwayat penyakit darah
tinggi dan penyakit maag
Riyawat Penyakit Sekarang : klien
mengatakan 1 hari yang lalu, perutnya
sakit, pusing, mata berkunang-kunang, mual,
tidak nafsu makan sudah 2 hari yang lalu.
3. Riwayat Biologis sebelum dan sesudah masuk RS
1. Pola Cairan
Sebelum MRS : klien minum sekitar 7 - 8
gelas/hari
Setelah MRS : klien jadi malas minum,
hanya sekitar 4-5 gelas/hari

2. Pola nutrisi
Sebelum MRS : klien makan 3x/hari dengan
nasi dan lauk pauk, porsi makan selalu
dihabiskan 1 piring.
Setelah MRS : klien mengatakan mual dan
tidak nafsu makan, hanya menghabiskan
makanan kurang dari porsi.
3. Pola Eliminasi
Sebelum MRS : klien BAB 1x/hari,
konsistensi lembek, warna tidak
diperhatikan. BAK lancar, nyeri (-).
Setelah MRS : klien BAB 1x/hari,
konsistensi lembek, warna hitam. BAK
lancar, nyeri (-).

4. Pola Tidur dan Istirahat


Sebelum MRS : klien mengatakan
tidak mengalami kesulitan dalam hal
tidur
Setelah MRS : klien mengatakan
5. Pola Aktivitas dan Latihan
Sebelum MRS : klien melakukan
aktivitas sehari-hari kadang dibantu oleh anak
dan menantu
Setelah MRS : saat pengkajian klien tidak
dapat melakukan aktivitas secara mandiri,
terbaring lemah.
4. PENGKAJIAN FISIK DARI HEAD TO TOE
(FOKUS DAN SESUAIKAN DENGAN PENYAKITNYA)

KEADAAN UMUM
TB : 157 cm
BB : 52 kg
Tekanan Darah : 130/70 mmHg
Kesadaran : compos mentis

KEPALA
Bentuk : normochepali, uban (+), rontok (+)
Keluhan : pusing (+)
SISTEM PENGLIHATAN
Pupil bulat, reflek cahaya (+), konjungtiva anemis (+),
tidak menggunakan alat bantu
Keluhan : klien mengatakan penglihatan sudah
berkurang (rabun)

SISTEM THT
Klien mengatakan tidak mempunyai riwayat alergi apapun

Mulut dan Tenggorokan


Gigi geligi : tidak lengkap lagi
Membran mukosa : mukosa bibir kering (+)
Kesulitan berbicara :-
Kesulitan menelan : klien mengatakan mengalami
sakit tenggorokan sehingga mengalami kesulitan dalam
menelan makanan
SISTEM SYARAF
Tingkat kesadaran, GCS : compos mentis, GCS 15 E4V5M6
Disorientasi : (-)
Riwayat epilepsy : (-)
Refleks : (+)
Kekuatan genggaman : lemah
Pergerakan ekstremitas : terbatas

SISTEM PERNAPASAN
Suara paru-paru : vesicular (+)
Pola napas, RR : 20x/menit
Batuk : (-)
Sputum : (-)
Nyeri pada saat bernafas: (-)
Hemaptoe : (-)
Dispnea: : (-)
Keluhan : (-)
SISTEM KARDIOVASKULER
Nadi perifer : 108x/menit
Kapilarry refill : > 3 detik
Suara jantung : DJ I (+), DJ II (+)
Chest pain : negatif
Edema : negatif
Palpitasi : negatif
Sianosis : (+)
Clubbing finger : (-)

SISTEM PENCERNAAN
Jenis diet : makanan lunak
Nafsu makan : berkurang (tidak pernah dihabiskan
kurang dari porsi)
Keluhan, mual, muntah : mual (+), muntah (+)
SISTEM PERKEMIHAN
Pola rutin : klien mengatakan BAK lancar,
tidak mengalami kesulitan.
Keluhan : negatif
Pemasangan kateter : Klien tidak terpasang kateter
Urine output :-

SISTEM REPRODUKSI
Keluhan : tidak ada keluhan

SISTEM MUSKULOSKELETAL
Nyeri : negatif
Pola latihan gerak : terbatas terkoordinasi
Kekuatan otot/tonus otot : lemah
Warna kulit : pucat
Integritas kulit : kering, keriput
Turgor : tidak elastic
Ekstermitas : pucat, dingin
5. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Hasil Nilai normal


1 Hb 5,6 gr/dl 12-15 gr/dl
2 leukosit 15.500/mm3 5000-12.000/mm3
3 GDS 134 mg/dl Sp 200 mg/dl
4 Trigliserida 163 mg/dl 60-150 mg/dl
5 Kolesterol 146 mg/dl 50-250 mg/dl
6 Ureum 85 mg/dl 10-50 mg/dl
7 Kreatinin 1,2 mg/dl 0,5-0,9 mg/dl
8 Asam urat 20,1 mg/dl 2,4-5,7 mg/dl
6. TERAPI YANG DIDAPAT
IVFD Assering gtt 25 tpm/makro
Rocer 1x1 ampul
Onetic 2x1 ampul
Transamin 250 mg 2x1 ampul
Invomit 2x1 ampul
Cephaplox 2x1 ampul
Inpepsa 3x1
Librax 2x1
Progesic 2x1
7. Analisa data
Data Etiologi Masalah keperawatan
DS : klien mengatakan Intake inadekuat Perubahan nutrisi
mual, muntah dan tidak kurang dari kebutuhan
nafsu makan, hanya
menghabiskan makanan
kurang dari porsi,
sulit menelan

DO : BB = 52 kg, klien
tampak lemas,
konjungtiva pucat,
tonus otot lemah, porsi
makan tidak habis
Data Etiologi Masalah keperawatan
DS : klien mengatakan Iritasi Mukosa gaster Nyeri (akut)
perutnya sakit,
kepalanya pusing.

DO : skala nyeri 5,
nyeri hilang timbul
durasi 1 menit, lokasi
di perut kiri, klien
tampak meringis, P :
108x/menit

DS : klien mengatakan penurunan komponen Perubahan Perfusi


pusing dan lemah seluler yang diperlukan jaringan
untuk pengiriman
DO : kulit pucat, oksigen/nutrient ke sel
membrane mukosa bibir
kering, konjungtiva
pucat, ekstermitas
dingin, capiler refill > 3
detik, TD =130/70
mmHg.
Data Etiologi Masalah keperawatan
DS : klien mengatakan ketidakseimbangan Intoleran aktivitas
tidak dapat melakukan antara suplai oksigen
aktivitas secara mandiri dan kebutuhan

DO : nadi
=108x/menit, TD
=130/70mmHg, klien
tampak terbaring lemah
8. Prioritas Diagnosa Keperawatan
1) Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan
penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk
pengiriman oksigen/nutrient ke sel
2) Nyeri akut berhubungan dengan iritasi gaster
3) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan intake inadekuat
4) Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan
suplai oksigen dengan kebutuhan
Intervensi dan implementasi
keperawatan

intervensi RSMS.doc
Catatan Perkembangan
CP Rabu, 25-01-2012 (hari ke-2)
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Rabu, Perubahan perfusi 1. Mengawasi TTV, Pukul 21.00
25-01- jaringan berhubungan kaji pengisian S: klien mengatakan
2012 dengan penurunan capiler, warna pusing sudah berkurang
14.00 komponen seluler yang kulit/membrane
O :
WIB diperlukan untuk mukosa TD:130/80 mmHg,
pengiriman 2. Meninggikan kepala P:80x/menit
oksigen/nutrient ke sel tempat tidur sesuai RR : 20x/menit
toleransi CRT > 3 detik
3. Mencatat keluhan Kulit pucat
rasa dingin, Membrane mukosa
pertahankan suhu kering
Klien tampak lemah
lingkungan dan
Ekstermitas dingin
tubuh hangat sesuai Transfuse kolf II selesai
indikasi
4. Berkolaborasi : A : masalah belum
memberikan teratasi
transfusi PRC 150
cc kolf II jam 17.30 P : intervensi
WIB dilanjutkan
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Rabu, Nyeri akut berhubungan 1. Mendorong pasien Pukul 21.00 WIB
25-01- dengan iritasi gaster. untuk melaporkan S : klien mengatakan
2012 nyeri nyeri diperutnya
14.00 2. Memantau skala berkurang
WIB nyeri, catat lokasi,
lamanya, intensitas O :
3. Mencatat petunjuk Skala nyeri 4, perut
non-verbal kiri atas, 1-2
4. Mengatur posisi menit hilang timbul
klien yang nyaman Klien tidak tampak
5. Berkolaborasi: meringis
memberikan Posisi semi fowler
analgesik (progesic
2x1, librax 2x1) A : masalah teratasi
sebagian

P : intervensi
dilanjutkan
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Rabu, Perubahan nutrisi kurang 1. Memantau riwayat Pukul 21.00 WIB
25-01- dari kebutuhan nutrisi S : klien mengatakan
2012 berhubungan dengan 2. Memantau konjungtiva mual berkurang, tapi
dan tonus otot
14.00 intake inadekuat masih tidak nafsu
3. Mengobservasi dan
WIB catat masukan makan
makanan pasien
4. Memberikan makanan O :
sedikit tapi sering muntah (-)
atau makan diantara konjungtiva pucat
waktu makan tonus otot lemah
5. Memobservasi dan porsi makan hanya
catat kejadian
dihabiskan setengah
mual/muntah
6. berkolaborasi porsi
memberikan diet
lunak, rendah serat, A : masalah teratasi
menghindari makanan sebagian
panas, pedas atau
terlalu asam P : intervensi
7. berkolaborasi: dilanjutkan
memberikan inpepsa
3x1, invomit 2x1
ampul
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Rabu, Intoleran aktivitas 1. Memantau Pukul 21.00 WIB
25-01- berhubungan dengan kemampuan klien
untuk melakukan S:
2012 ketidakseimbangan suplai klien mengatakan sudah
tugas, catat laporan
14.00 oksigen dengan kebutuhan bisa makan sendiri, tetapi
kelelahan, keletihan BAB dan mandi masih
WIB dan kesulitan dibantu oleh keluarga
menyelesaikan tugas klien mengatakan pusing
2. Mengawasi TD, nadi, sudah berkurang
RR, selama dan
sesudah aktivitas, O :
Klien tampak masih lemah
catat adanya respons Klien dibantu oleh keluarga
terhadap tingkat dan perawat untuk BAB
aktivitas (peningkatan TD:130/80 mmHg,
denyut jantung/TD, P:80x/menit
disritmia, pusing, RR : 20x/menit
dipsnea, takipnea S : 36,3 C
3. Memberikan Pusing berkurang
lingkungan yang A: masalah teratasi
tenang. Pertahankan sebagian
tirah baring. Batasi
dan pantau jumlah P : intervensi dilanjutkan
pengunjung.
CP Kamis, 26-01-2012 (hari ke-3)
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Kamis, Perubahan perfusi 1. Mengawasi TTV, kaji Pukul 14.00
26-01- jaringan berhubungan pengisian capiler, S: klien mengatakan
warna kulit/membrane kadang-kadang
2012 dengan penurunan Masih pusing
mukosa
07.00 komponen seluler yang
2. Meninggikan kepala
WIB diperlukan untuk tempat tidur sesuai O :
pengiriman toleransi
TD:120/80 mmHg,
oksigen/nutrient ke sel P:76x/menit
3. Mencatat keluhan rasa
RR : 20x/menit
dingin, pertahankan CRT > 3 detik
suhu lingkungan dan Kulit pucat
tubuh hangat sesuai Membrane mukosa agak
indikasi lembab
4. Berkolaborasi : Klien tampak lemah
memberikan transfusi Ekstermitas teraba
PRC 150 cc kolf III hangat
jam 13.30 WIB, Transfuse kolf III
rencana transfusi 150 (+),rencana transfusi 150
cc kolf IV jam 23.30 cc kolf IV jam 23.30

A : masalah teratasi
sebagian

P : intervensi dilanjutkan
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Kamis, Nyeri akut berhubungan 1. Mendorong pasien Pukul 14.00 WIB
26-01- dengan iritasi gaster. untuk melaporkan S : klien mengatakan
2012 nyeri nyeri diperutnya
07.00 2. Memantau skala sudah banyak
WIB nyeri, catat lokasi, berkurang
lamanya, intensitas
3. Mencatat petunjuk O :
non-verbal Skala nyeri 2, perut
4. Mengatur posisi kiri atas, 1-2
klien yang nyaman menit hilang timbul
5. Berkolaborasi: Klien tidak tampak
memberikan meringis
analgesik (progesic Posisi semi fowler
2x1, librax 2x1)
A : masalah teratasi
sebagian

P : intervensi
dilanjutkan
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Kamis, Perubahan nutrisi kurang 1. Memantau riwayat Pukul 14.00 WIB
26-01- dari kebutuhan nutrisi S : klien mengatakan
2012 berhubungan dengan 2. Memantau konjungtiva mual berkurang,
dan tonus otot
07.00 intake inadekuat nafsu makan sudah
3. Mengobservasi dan
WIB catat masukan ada
makanan pasien
4. Memberikan makanan O :
sedikit tapi sering muntah (-)
atau makan diantara konjungtiva merah
waktu makan muda
5. Memobservasi dan tonus otot baik
catat kejadian
porsi makan
mual/muntah
6. berkolaborasi dihabiskan
memberikan diet
lunak, rendah serat, A : masalah teratasi
menghindari makanan
panas, pedas atau P : intervensi
terlalu asam dihentikan
7. berkolaborasi:
memberikan inpepsa
3x1, invomit 2x1
ampul
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Kamis, Intoleran aktivitas 1. Memantau kemampuan Pukul 14.00 WIB
26-01- berhubungan dengan klien untuk melakukan S:
2012 ketidakseimbangan tugas, catat laporan klien mengatakan sudah
07.00 suplai oksigen dengan kelelahan, keletihan bisa makan sendiri
WIB kebutuhan dan kesulitan klien mengatakan BAB dan
mandi tidak lagi dibantu
menyelesaikan tugas oleh keluarga
2. Mengawasi TD, nadi, klien mengatakan kadang-
RR, selama dan kadang masih pusing
sesudah aktivitas, O :
catat adanya respons Klien tampak ke kamar
terhadap tingkat mandi sendiri
aktivitas (peningkatan Pusing berkurang
TD:120/80 mmHg,
denyut jantung/TD, P:76x/menit
disritmia, pusing, RR : 20x/menit
dipsnea, takipnea T : 36,8 C
3. Memberikan lingkungan A: masalah teratasi
yang tenang.
4. membatasi dan pantau P : intervensi dihentikan
jumlah pengunjung.
CP Jumat, 27-01-2012 (hari ke-4)
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Jumat, Perubahan perfusi 1. Mengawasi TTV, Pukul 14.00
27-01- jaringan berhubungan kaji pengisian S: klien mengatakan
2012 dengan penurunan capiler, warna sudah tidak pusing
07.00 komponen seluler yang kulit/membrane lagi
WIB diperlukan untuk mukosa
pengiriman 2. Meninggikan kepala O :
oksigen/nutrient ke sel tempat tidur sesuai TD:120/80 mmHg,
toleransi P:80x/menit
3. Mencatat keluhan RR : 20x/menit
rasa dingin, CRT < 3 detik
pertahankan suhu Kulit pucat (-)
lingkungan dan Membrane mukosa
tubuh hangat sesuai lembab
indikasi Ekstermitas teraba
4. Berkolaborasi : hangat
memantau nilai Nilai Hb : 9,6 gr/dl
laboratorium Hb
A : masalah teratasi

P : intervensi
dihentikan
Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
Jumat, Nyeri akut berhubungan 1. Mendorong pasien Pukul 14.00 WIB
27-01- dengan iritasi gaster. untuk melaporkan S : klien mengatakan
2012 nyeri nyeri diperutnya
07.00 2. Memantau skala sudah hilang
WIB nyeri, catat lokasi,
lamanya, intensitas O :
3. Mencatat petunjuk Skala nyeri 0
non-verbal Klien tidak tampak
4. Mengatur posisi meringis
klien yang nyaman Posisi semi fowler
5. Berkolaborasi:
memberikan nalgesic A : masalah teratasi
(progesic 2x1,
librax 2x1) P : intervensi
dihentikan