Anda di halaman 1dari 26

REPUBLIK INDONESIA

Rencana Pembangunan dan


Pengembangan Perumahan dan Kawasan
Permukiman (RP3KP) Provinsi Banten
Tim Ahli PT. Benatin Surya Cipta
| Tiar Pandapotan Purba, ST, IAP | Averous, ST, MT | Topan Himawan, ST, IAP

7 Agustus 2017
REPUBLIK INDONESIA

OUTLINE PEMBAHASAN 1

PENDAHULUAN 1 2

MUATAN KAK 2
3
METODOLOGI 3
RENCANA KERJA 4 4

TINDAK LANJUT 5
5
REPUBLIK INDONESIA

01 PENDAHULUAN
PROFIL PERUMAHAN DAN
KAWASAN PERMUKIMAN
REPUBLIK INDONESIA PROVINSI BANTEN
Didalam RTRW Provinsi Banten, ditetap bahwa:
1. Terdapat 3 WKP: Wilayah Kerja Pembangunan
(WKP) I, meliputi Kabupaten Tangerang, Kota
Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan;
Wilayah Kerja Pembangunan (WKP) II, meliputi
Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota
Cilegon; Wilayah Kerja Pembangunan (WKP) III,
meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten
Lebak.
2. Pada tiap WKP terdapat Perumahan dan
Kawasan Permukiman.
3. Terkait backlog, menurut REI Banten dan APERSI
Banten terdapat 516.020 s.d 600.000 unit per
tahun (Sumber: MediaElektronik 2016).
4. Pada tahun 2015 dinyatakan oleh KemenPUPR
terdapat 500.000 unit backlog di Banten. (Sumber:
Dirjen Pembiayaan Perumahan PUPR-DR Maurin Sitorus)
5. Pada tahun 2017 (April), dinyatakan oleh Dinas
Perumahan dan Kawasan Permukiman Banten
luas kawasan permukiman kumuh sebesar 610
Ha, paling luas berada di Kota Serang. (Sumber:
Kepala Dinas Perkim-MediaKompas)
KEBIJAKAN
REPUBLIK INDONESIA TERKAIT Beberapa kebijakan daerah yang menjadi
pertimbangan pekerjaan, meliputi:
1. RPJMD, RENSTRA OPD Perkim & RTRW Provinsi
Beberapa kebijakan yang menjadi landasan pekerjaan,
meliputi:
Banten,
1. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang 2. RPJMD, RENSTRA OPD Perkim & RTRW Kab Lebak,
Pemerintahan Daerah, terkait urusan pelayanan dasar Kab Pandeglang, Kab Tangerang, Kab Serang.
(wajib) dan kewenangan Pemerintah Provinsi sesuai 3. RPJMD, RENSTRA OPD Perkim & RTRW Kota
Lampiran C & D Sub Urusan Perumahan dan Kawasan Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, dan Kota
Permukiman. Tangerang Selatan.
2. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan 4. Perda/Perkada dan Materi Teknis RP3KP
dan Kawasan Permukiman.
3. Peraturan Presiden No.2 Tahun 2015 tentang Rencana
Kabupaten/Kota yang telah menyusun.
Pembangunan Jangka Menengah Nasional: terkait
Program 100-0-100 dan Program 1 juta Rumah 5. Hal penting (terbaru) yang harus dimasukkan
4. Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2016 tentang dalam Dokumen RP3KP adalah terkait
Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Kewenangan Provinsi/Kab/Kota mengenai sub
Rendah. (Bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi XIII RI) urusan (komponen) perumahan yang RPP SPM
5. Permendagri/SE Mendagri No. 648/1062/SJ/ 2017 segera di tandatangani Presiden dan Pedoman
tentang Percepatan Pembangunan Perumahan
Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
Teknisnya sedang disusun oleh KemenPUPR
6. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (sekarang
menjadi PUPR) No. 12 Tahun 2014 tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Pembangunan dan
Pengembangan Perumahan Dan Kawasan Permukiman
Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota.
REPUBLIK INDONESIA

02 MUATAN KAK
REPUBLIK INDONESIA
MUATAN KAK
Hasil pengkajian terhadap kerangka acuan kerja
(KAK) dan acuan pada PermenPUPR (PERA) No.
12 Tahun 2014, dapat disimpulkan sbb:
1. Secara keseluruhan muatan KAK sudah
mengarahkan substansi sesuai pedoman.
2. Namun ada beberapa hal yang perlu
dikonfirmasi dan penyepakatannya.
3. Berdasarkan pedoman tersebut tahapan
penyusunan RP3KP Provinsi Banten meliputi 3
Tahapan yakni: (i) persiapan; (2) penyusunan
rencana; dan (3) legislasi. Tahapan saat ini
adalah tahap penyusunan rencana.
Sedangkan tahap persiapan sebagaimana
diatur dalam psl 8 ay (1) sudah dibentuk oleh
Provinsi.
4. Secara prinsip, tim ahli akan menyusun
dokumen RP3KP mengacu kepada
PermenPUPR/PERA tersebut, termasuk upaya
pembuatan produk berupa Buku Data dan
Analisis dan Buku Rencana.
REPUBLIK INDONESIA
MUATAN KAK
Pada halaman 11 terkait Laporan Kemajuan Pekerjaan, pada
poin 11.5 dan 11.7 perlu mendapat konfirmasi kesesuaian
terhadap Pedoman PermenPUPR No. 12 Tahun 2014.
REPUBLIK INDONESIA

03 METODOLOGI
PENDEKATAN & Outputnya :
Profil Daerah bidang perumahan dan
REPUBLIK INDONESIA METODOLOGI kawasan permukiman.
Kebutuhan Data Primer RP3KP
a. Sebaran perumahan dan
Metode penyusunan RP3KP Provinsi Banten ini disusun secara
permukiman;
partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku
b. Sebaran perumahan kumuh dan
kepentinganyang berkaitan dengan Perumahan dan
permukiman kumuh;
kawasan Permukiman di Provinsi Banten, meliputi:
1. Persiapan Penyusunan, meliputi kegiatan: c. Ketersediaan dan kondisi prasarana,
Persiapan Kelembagaan; sarana dan utilitas umum;
Persiapan Pembiayaan dan Pendanaan; d. Tipologi perumahan dan
Mekanisme Kerja permukiman;
Outputnya : e. Budaya bermukim masyarakat; dan
KAK dan RAB; f. Kualitas lingkungan pada perumahan
SK Pokja PKP (bagi daerah yang belum membentuk); dan permukiman.
Metodologi pelaksanaan pekerjaan yang akan Data Sekunder
digunakan; a. Data dari RPJP dan RPJM Daerah
Rencana kerja pelaksanaan penyusunan RP3KP Provinsi;
b. Data RTRW Daerah Provinsi;
2. Penyusunan Rencana, meliputi kegiatan: c. Data dan informasi tentang
Pendataan yang terdiri dari : kebijakan pembangunan dan
Penyepakatan jenis dan sumber data meliputi pengembangan PKP di tiap daerah
identifikasi kebutuhan data primer dan data kabupaten/kota;
sekunder beserta sumbernya; d. Data Ijin lokasi pemanfaatan tanah;
Survey pengumpulan data meliputi Invetarisasi e. Data dan informasi PKP di tiap
data dan informasi berdasarkan kebutuhan data daerah kabupaten/kota yang
RP3KP; berada dalam wilayah provinsi:
Penyepakatan Validasi Data dimaksudkan data
yang sudah didapatkan kemudian divalidasi dan
disepakati bersama;
PENDEKATAN & Analisa Data terdiri dari :
1. Analisis Implikasi kebijakan pembangunan

METODOLOGI
dan kebijakan tata ruang nasional dan
REPUBLIK INDONESIA provinsi terhadap P3KP;
2. Analisis Implikasi Kebijakan pembangunan
1. Data kependudukan tiap kecamatan; dan kebijakan tata ruang kabupaten/kota
2. Data kondisi perumahan dan terhadap P3KP;
permukiman di daerah 3. Analisis system pusat-pusat pelayanan;
kabupaten/kota yang terbatasan; 4. Analisis karakteristik social kependudukan:
3. Data dan informasi tentang rencana a. Pola migrasi, pola pergerakan
pembangunan terkait pembangunan penduduk;
dan pengembangan PKP lintas b. Proporsi penduduk perkotaan dan
daerah kabupaten/kota yang perdesaan dan proyek 20 tahun ke
berbatasan, pada kawasan depan;
perkotaan atau kawasan perdesaan c. Struktur penduduk (mata
yang mencakup 2 (dua) atau lebih pencaharian,usia produktif, tingkat
wilayah kabupaten/kota. pendidikan, sex ratio), dan
4. Data tentang prasarana, sarana dan d. Sebaran kepadatan penduduk dan
utilitas umum lintas daerah proyeksi 20 tahun ke depan;
kabupaten/kota yang berbatasan; e. Jumlah pertumbuhan Kepala Keluarga
5. Data perizinan pembangunan PKP 5. Analisis karakteristik PKP :
yang telah diterbitkan; a. Identifikasi permasalahan PKP;
6. Data daya dukung wilayah; b. Jumlah rumah dan kondisinya;
7. Data tentang kemampuan keuangan c. Jumlah kekurangan rumah (backlog)
pembangunan daerah; dan proyeksi 20 th ke depan;
8. Data tentang pendanaan dan d. Lokasi perumahan pada kawasan fungsi
pembiayaan PKP; dan lain yang perlu penanganan;
9. Data dan informasi tentang e. Lokasi perumahan kumuh dan
kelembagaan terkait PKP di daerah permukiman kumuh yang perlu
provinsi. pemugaran, peremajaan, atau
permukiman kembali;
f. Lokasi perumahan dan permukiman
yang perlu peningkatan kualitas
PENDEKATAN & 3. Perumusan Konsep RP3KP, meliputi kegiatan:
Penyusunan konsep RP3KP mencakup visi, misi,

METODOLOGI
kebijakan , strategi, dan pengendalian.
REPUBLIK INDONESIA Penyusunan indikasi program, indikasi program
dapat terukur jelas baik lokasi, waktu, biaya, dan
6. Analisis arah pengembangan PKP di daerah pelakunya.
kab/kota yang berbatasan terhadap rencana Penyempurnaan RP3KP konsep dokumen RP3KP
pengembangan wilayah kab/kota secara yang telah dibuat kemudian disempurnakan dan
keseluruhan; disepakati oleh pemangku kepentingan.
7. Analisis kebutuhan PSU wilayah provinsi dan lintas
daerah kab/kota yang mencakup 2 atau lebih
kab/kota;
8. Analisis arah pengembangan PKP, dukungan
potensi wilayah seperti ketersediaan sumber air
baku, pasar pengguna/pemanfaat, kemampuan
penyediaan rumah dan jaringan PSU;
9. Analisis kesesuaian terhadap rencana investasi PSU
ataurencana induk system;
10. Analisis besarnya permintaan masyarakat terhadap
rumah;
11. Analisis kebutuhan tanah untuk pembangunan PKP
dengan kebijakan hunian berimbang;
12. Analisis daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup;
13. Analisis kemampuan keuangan daerah;
14. Analisis kebutuhan kelembagaan PKP di daerah
provinsi
KENAPA PERLU
REPUBLIK INDONESIA RP3KP
RTRW menjadi pedoman untuk :
1. penyusunan rencana pembangunan jangka panjang
daerah;
2. penyusunan rencana pembangunan jangka menengah Permasalahan perumahan dan kawasan
daerah; permukiman:
3. pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan 1. Backlog
ruang; 2. Rumah tidak layak huni
4. mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan 3. Perumahan kumuh dan permukiman kumuh
keseimbangan antarsektor; 4. Rumah liar, perumahan liar
5. penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi

RTRW hanya mengatur :


1. Penetapan pusat perkotaan dan pusat pelayanan
2. Penetapan sistem jaringan prasarana Bagaimana merumuskan kebijakan dan strategi
3. Penetapan kawasan lindung pembangunan dan pengembangan perumahan dan
4. Penetapan kawasan permukiman perkotaan dan kawasan permukiman ?
permukiman perdesaan (skala provinsi) Bagaimana mengalokasikan ruang untuk tipologi
5. Penetapan kawasan permukiman perkotaan dan perumahan dan kawasan permukiman?
permukiman perdesaan (skala kabupaten) Bagaimana menangani/mengatur kualitas
6. Penetapan kawasan perumahan kepadatan rendah, perumahan?
sedang, dan/atau tinggi (skala kota)
7. Penetapan indikasi program
REPUBLIK INDONESIA
RP3KP (Rencana Pembangunan dan Pengembangan
Perumahan dan Kawasan Permukiman)

DASAR HUKUM
UU No 1 Th 2011 tentang PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
1. Pasal 14 Tugas pemerintah provinsi, huruf e.
menyusun rencana pembangunan dan pengembangan
perumahan dan kawasan permukiman (RP3KP) lintas 1. UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
kabupaten/kota. Ruang;
2. Pasal 15 Tugas pemerintah kabupaten/kota, huruf e. 2. PP Nomor 15 Tahun 2010 tentang
menyusun rencana pembangunan dan pengembangan Penyelenggaraan Penataan Ruang, Pasal 97 ayat
perumahan dan kawasan permukiman (RP3KP) di (1) huruf f tentang program pembangunan
tingkat kabupaten/kota. sektoral dan Pasal 98.

Permenpera No 12 Tahun 2014


tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan dan
Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Daerah Provinsi
dan Daerah Kabupaten/Kota

LINGKUP WILAYAH RP3KP


Dokumen perencanaan umum penyelenggaraan 1. RP3KP Nasional;
perumahan dan kawasan permukiman yang terkoordinasi 2. RP3KP Provinsi;
dan terpadu secara lintas sektoral dan lintas wilayah 3. RP3KP Kota;
administratif. 4. RP3KP Kabupaten.
PENGERTIAN MENDUKUNG
RPJP*, RPJM**,
REPUBLIK INDONESIA RP3KP RENCANA
TAHUNAN, DAN
SESUAI RTRW***

GRAND STRATEGI/
PERENCANAAN LINTAS SEKTORAL PROGRAM
RP3KP UMUM
DAN WILAYAH
DAN KEGIATAN
PENYELENGGARAAN
PKP**** DI DAERAH

TERKOORDINASI
DAN
TERPADU
* RPJP : Rencana Pembangunan Jangka Panjang
** RPJM : Rencana Pembangunan Jangka Menengah
*** RTRW : Rencana Tata Ruang Wilayah
****PKP : Perumahan dan Kawasan Permukiman
KEDUDUKAN RP3KP DALAM SISTEM PERENCANAAN
REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN
KEDUDUKAN RP3KP TERKAIT KETENTUAN PERIZINAN TATA RUANG
(PP15/2010 PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG)
Ps. 64 (1) UU 1/2011
REPUBLIK INDONESIA
Perencanaan Kawasan
Ps. 165 (1) PP 15/2010
Permukiman
Izin Prinsip
RTRW Kab/kota
Perencanaan Perencanaan Tempat Izin Lokasi
Lingkungan Hunian Kegiatan Pendukung

Pembangunan Pembangunan Izin Penggunaan


Pengembangan
Baru Kembali
Pemanfaatan
Tanah

Rencana
Rencana Rencana penyediaan
penyediaan lokasi
penyediaan PSU lokasi pelayanan jasa
permukiman

Lingkungan Hunian baru Lingkungan Hunian baru bukan


skala besar dengan Kasiba skala besar dengan PSU

Perencanaan Perumahan
Perencanaan dan Perancangan
Perencanaan PSU Perumahan
Rumah

Ps. 26 (1) UU 1/2011


persyaratan teknis, Izin
Ps. 26 (2) Izin Mendirikan RDTR atau
administratif, tata ruang, Mendirikan
UU 1/2011 Bangunan Peraturan Zonasi
dan ekologis Bangunan
Ps. 165 (3) PP 15/2010
Pembangunan Perumahan

Pembangunan Perumahan
Skala Besar

Pembangunan Pembangunan Peningkatan Kualitas


PSU Rumah Perumahan

Ps. 38 (4) UU 1/2011


Seharusnya mengacu pada
hierarki ini
Lingkungan Hunian
Sebagai dasar penyusunan
Yang akan didorong Yang akan dikendalikan
pengembangannya pengembangannya Mengacu (harus dilakukan
sesuai dengan)
Proses Perencanaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Terdiri atas
berdasarkan UU 1/2011
Ilustrasi:
Kawasan-kawasan permukiman yang diatur dalam RP3KP Provinsi, Kota,
REPUBLIK INDONESIA dan Kabupaten
REPUBLIK INDONESIA
OBJEK PENGATURAN PKP
REPUBLIK INDONESIA
DALAM UU 1/2011
PERUMAHAN adalah kumpulan rumah sebagai
bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun
perdesaan yang dilengkapi dengan PSU sebagai hasil
KOTA BARU Lingkungan Hunian Skala Besar/Kasiba Perumahan
upaya pemenuhan rumah layak huni (UU PKP Pasal 1
angka 2) Permukiman
Permukiman/Lisiba (Perumahan
Skala besar) Lingkungan Hunian

Kawasan
Permukiman

Kawasan Fungsi Lain/ Bukan


Permukiman

Pelayanan Sosial

KAWASAN FUNGSI LAIN/KWS. Kegiatan Ekonomi


BUKAN PERMUKIMAN

Jasa Pemerintahan

Perumahan mendukung Kawasan


Fungsi Lain Pusat Kws. Perkim
KAWASAN PERMUKIMAN adalah bagian dari
LINGKUNGAN HUNIAN adalah lingkungan hidup diluar kawasan lindung baik
bagian dari kawasan permukiman
Pusat Lingk. Hunian
PERMUKIMAN adalah bagian dari lingkungan berupa kawasan perkotaan maupun kawasan
hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan yang terdiri atas lebih dari satu perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan
perumahan yang mempunyai PSU serta satuan permukiman (UU PKP Pasal
Pusat Permukiman
mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di
tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat
1 angka 4) kegiatan yang mendukung perikehidupan dan
kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan (UU Pusat Perumahan
PKP Pasal 1 angka 5) penghidupan (UU PKP pasal 1 angka 3 )
REPUBLIK INDONESIA

04 RENCANA KERJA
RENCANA KERJA
REPUBLIK INDONESIA

JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER


NO KEGIATAN
3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
A. TAHAP PERSIAPAN
1 Penyusunan KAK
dan RAB
2 Surat keputusan
Pembentukan pokja
3 Penyusunan
metodologi
pelaksanaan
4 Rencana kerja
pelaksanaan
penyusunan RP3KP
5 Identifikasi data
primer dan
sekunder
6 Perangkat dan
survei data primer
dan sekunder
RENCANA KERJA
REPUBLIK INDONESIA

JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER


NO KEGIATAN
3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
B. TAHAP PENYUSUNAN RENCANA
1 Pendataan data
primer dan
sekunder
2 Analisis data

3 Perumusan konsep
RP3KP Provinsi
Banten
C. LEGISLASI
1 Penetapan konsep
RP3KP Daerah
Provinsi menjadi
peraturan daerah
provinsi
REPUBLIK INDONESIA

05 TINDAK LANJUT
RENCANA
REPUBLIK INDONESIA TINDAK LANJUT
Beberapa tindaklanjut yang perlu disepakati, sbb:
1. Muatan KAK yang belum sesuai pedoman;
2. Muatan Amanat Habitat III Surabaya New Urban Agenda dalam
RP3KP Provinsi Banten;
3. Rencana Studi Banding ke Bappeda/OPD Perkim Provinsi Sumatera
Barat atau provinsi lainnya;
4. Jadwal Rencana survei primer dan sekunder;
5. Surat Penugasan survei kepada seluruh Kabupaten/Kota;
6. Fasilitasi penyediaan data digital (GIS SHAPEFILE) RTRW Provinsi dan
Kab/Kota, Integrasi data Program KOTAKU, Integrasi data Program
Perumahan (1 Juta Rumah), Data perumahan komersil dan swadaya,
Integrasi data perumahan dan perkim dari REI Banten dan asosiasi
lainnya;
REPUBLIK INDONESIA

Rencana Pembangunan dan


Pengembangan Perumahan dan Kawasan
Permukiman (RP3KP) Provinsi Banten
Tim Ahli PT. Benatin Surya Cipta
Averous, ST, MT | Tiar Pandapotan Purba, ST, IAP | Topan Himawan, ST, IAP

7 Agustus 2017