Anda di halaman 1dari 28

MILD HEAD INJURY

OPEN FRAKTUR DEPRESS


FRONTAL DEXTRA
EPIDURAL HEMATOMA

Yohana Debrita Rere Koli, S.Ked


(1108012037)

Pembimbing : dr. Donny Argie, Sp.BS


Bagian/ SMF Ilmu Bedah
RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes
Kupang
ANATOMI
LAPISAN KEPALA
CEDERA KEPALA

Defenisi Trauma pada otak yang


mampu menghasilkan
(National Head perubahan fisik, intelektual,
Injury emosional dan sosial
Foundation)

Cedera kepala primer


Klasifikasi Cedera kepala sekunder
(Progresifitas)
Fraktur Tulang Tengkorak
Hilangnya kontinuitas tulang tengkorak yang terjadi karena
peregangan melebihi kemampuan deformasi tulang tengkorak

Tabula
Eksterna

Tengkorak
Diploe
(Lapisan)
Tabulla
Interna
Fraktur Tulang Tengkorak

Besarnya
Arah
energi
benturan
benturan
LUAS & TIPE
FRAKTUR
Bentuk 3 Lokasi
dimensi anatomis
obyek yg tempat
membentur benturan
Fraktur Tulang Tengkorak
Linier
Diastase
Gambaran Comminuted
fraktur Depressed

Lokasi Konveksitas
KLASIFIKASI
anatomis basis cranii
FRAKTUR

Keadaan terbuka
luka tertutup
Fraktur Tulang Tengkorak
Linier : mengenai seluruh ketebalan tulang,
bentuk garis tunggal

Comminuted : mengakibatkan >1 fragmen


tulang dalam 1 area fraktur

Diastasis :garis fraktur mencapai sutura &


memisahkan sutura >2mm (>> anak <3thn)

Depressed : fragmen tulang masuk >1tabula


Cedera Kepala Sekunder

Intracranial Intraventrikular
Hematom Hematom

Subrakhnoid
Hematom
Cedera Kepala Sekunder

Terjadi akut/beberapa waktu setelah trauma


Berdasarkan lokasi :
Epidural Hematom Rongga epidural
antara duramater & tulang tengkorak e.c
ruptur A/V meningea media (85%)
Subdural Hematom Rongga subdural
antara duramater dan subarakhnoid e.c
robek bridging vein
Intraserebral Hematom dalam jaringan
otak e.c pecah arteri besar maupun
perkembangan kontusio serebri

INTRAKRANIAL
HEMATOM
Cedera Kepala Sekunder

Perdarahan intrakranial yang masuk ke rongga


ventrikel. Sering dikaitkan dengan perdarahan
parenkim/basal ganglia yang meluas

INTRAVENTRIKULAR
HEMATOM

Dibawah lapisan arakhnoid e.c regangan PD


subarakhnoid. Dapat ditemukan pada fisura sylvii,
sulkus serebri & sisterna basalis.

SUBARAKHNOID
HEMATOM
Cedera Kepala Sekunder
PENATALAKSANAAN

Fraktur yang menghasilkan derajat depresi yang besar


ditangani secara operatif apabila fraktur merupakan
fraktur terbuka dan menimbulkan laserasi dura &
cedera otak
Operasi yang dilakukan adalah debridement
PENATALAKSANAAN

Indikasi tindakan operatif pada lesi


hematoma intrakranial yaitu :

Lesi signifikan dengan


pergeseran garis tengah >5mm

Penurunan Kraniektomi evakuasi dan dekompresi


kesadaran/perburukan untuk mengevakuasi perdarahan dan
klinis progresif mengurangi tekanan intracranial.
IDENTITAS

Nama : An. CT
Umur : 6 tahun
Agama : Protestan
Alamat : Soe
Rujukan : RSUD Soe
Tanggal MRS : 24 Juni 2017 pukul 16.30 WITA
Tanggal dilakukan operasi : 26 Juni 2017

Diambil menjadi laporan kasus setelah dilakukan


tindakan pembedahan.
ANAMNESIS
Luka pada wajah dan kaki kanan

Rujukan Soe dgn


CKB setelah
Pasien + dua mengalami
saudara + kecelakaan
ayahPt duduk motor.
Jatuh dan kepala di posisi depan
membentur di tnp mengenakan
aspal. Nyeri (+) pd helm tabrak
kepala bagian sapi yg tiba tiba
Setengah jam kanan Luka melintas di depan
sebelum terbukaTerlihat mereka
masuk RS tulang kepala

Muntah 1x berisi
makanan, pingsan
(-), kejang (-)
PEMERIKSAAN FISIK
Primary survey
A: Clear, paten
B: RR: 24 x/menit, pengembangan dada simetris, jejas (-) ,
bunyi nafas vesikuler, vocal fremitus N/N, retraksi (-)
C: TD 100/80 mmHg, Nadi 80x/menit, reguler
D: Allert, GCS E4V5M6, pupil bulat isokor +/+, 3mm/3mm,
RCL +/+
E:
Vulnus laseratum regio frontal dextra
Multiple vulnus ekskoriatum regio facial dextra dan cruris
dextra
Hematoma periorbital dextra
PEMERIKSAAN FISIK
Secondary survey

Kepala/wajah : Open fraktur depresi regio frontal


dextra

Mata : Periorbital hematom (-/-), konjungtiva anemis


(-/-), sklera ikterik (-/-), pupil bulat, isokor, 3 mm,
RCL (+/+), RCTL (+/+)
Hidung : Rhinorrea (-/-), perdarahan (-/-)
Telinga : otorrhea (-/-), perdarahan (-/-)
Thoraks : dalam batas normal
Cor : dalam batas normal
Pulmo : dalam batas normal
Abdomen : dalam batas normal
Ekstermitas : Vulnus eskoriatum regio cruris dextra
Sebelum operasi

Sesudah operasi
LABORATORIUM
Darah Lengkap Kimia darah
Hb 10.7 g/dL GDS : 120 mg/dL
RBC 4,06 x 10^6/uL Ureum 13.60 mg/dL
Ht 30,4 % Kreatinin 0.23 mg/dL
WBC 9,00 x 10^3/uL Elektrolit
Plt 234 x 10^3/uL Na 137,69 mmol/L
Koagulasi K 3.43 mmol/L
PT 11,0 detik Cl 108,73 mmol/L
APTT 42,1 detik
DIAGNOSIS
Mild head injury
Open Fraktur depresi regio frontal dextra
Epidural Hematom
TERAPI
Pembedahan Kraniektomi evakuasi dan debridement
Observasi GCS dan TTV
O2 2 lpm via nasal kanul
Head Up 30 derajat
IVFD NaCl 0,9% 1500cc/24 jam
Inj. Terfacef 2x1 gr/iv
Inj. Ranitidine 2x25 mg/iv
Inj. Ketorolac 2x10 mg/iv
Inj. Plasminex 3x250 mg/iv
Inj. Vit. K 3x5 mg/iv
TERIMAKASIH