Anda di halaman 1dari 30

Complex Acid Base Abnormality

in Critically Ill Patient in ICU

I Wayan Suranadi
Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif
FK UNUD/RSUP Sanglah
Denpasar B A L I
Kontradiksi Teori dan Klinis
Hasil lab menggambarkan hasil pengukuran
terkomputerisasi bersifat matematis dan statis
Sementara kondisi klinis bersifat dinamis

Pengukuran lab merupakan unsur penunjang


penting untuk diagnosis dan acuan terapi
Dinamika kondisi klinis dapat berubah dengan
cepat yang kadang tidak seiring dengan
kacaunya hasil lab
Laboran harus bisa membaca lab dengan tepat,
sedangkan klinikus praktikus harus mengobati
pasien dengan tepat yang sering membutuhkan
BANTUAN hasil lab sebagai penuntun terapi,
tetapi tidak mengobati hasil lab
Metabolisme pasien sakit kritis
Lebih sering menjadi sangat kacau,
karenanya hasil labnya kadang tidak simple
dan memerlukan kajian seksama namun
tetap mengacu kepada aspek klinis
AGD bisa menjadi komplex dan membuat
kesimpulannya tidak mudah, menjadikan
keliru mengambil keputusan (kurang atau
berlebihan) dan keputusan intervensi terapi
dapat menyimpang dan memperburuk hasil
lab dan lebih-lebih klinis penderita
Tujuan sesi
Mengetahui jenis gangguan asam basa beserta aspek klinisnya

Bisa menginterpretasikan hasil AGD yang komplek sebelum


membuat keputusan terapi

Dapat melakukan klarifikasi terhadap penyimpangan asam


basa yang komplek

Dapat membuat keputusan intervensi dan terapi yang tepat


untuk memulihkan adaptasi kompensasi penderita melalui
dukungan pemeriksaan AGD dan melalui pengkajian
kompleksitas asam basanya
Langkah-langkah analisis
Selalu mulai dari anamnesis dan
pemeriksaan fisik lengkap, lalu cocokan
dengan kemungkinan jenis penyimpangan
asam basa yang terjadi
Verifikasi keajegan hasil lab AGD
bersangkutan
Tentukan apakah nilai pH rendah, normal
atau tinggi
Langkah-langkah analisis
Apakah gangguan primernya?
Metabolik atau respiratorik?

Jika keduanya mengalami gangguan,


tetapkan salah satunya yang tampak paling
berat dalam kajian awal
Apakah kelainannya akut atau kronis; dan
apakah telah diikuti perubahan kompensasi
Untuk asidosis metabolik, tentukan AG untuk
menetapkan diagnosis bandingnya
Apakah timbul gangguan sekunder atau
tersier
Gangguan asam basa selalu
didiagnosis melalui AGD
Gangguan Primer Perubahan primer Hasil kompensasi

Asidosis respiratorik PaCO2 HCO3

Alkalosis respiratorik PaCO2 HCO3

Asidosis metabolik HCO3 PaCO2

Alkalosis metabolik HCO3 PaCO2


Asidemia
Alkalemia
Nomogram Asam Basa
Asidosis metabolik
pH < 7,35 dengan HCO3- normal atau menurun
Salah satu penyebab berikut:

Penurunan ekskresi H+: RTA distalis

Penurunan produksi NH4+: gagal ginjal,


hipoaldosterinisme (RTA tipe 4)
Peningkatan kadar H+: laktat, KAD, toksin,

rabdomiolisis
Kehilangan bikarbonat: diare, fistel pankreas,
kehilangan bikarbonat dari ginjal (RTA
proksimalis)
Dilusi bikarbonat
Anion Gap
AG = (Na+) - (HCO3- + Cl-)

A. Distribusi ion normal


B. Asidosis metabolik
akibat akumulasi asam;
HCO3- menurun, anion
gap meningkat.
C. Asidosis metabolik
akibat kehilangan
HCO3- ; HCO3-
menurun, anion gap
normal, Cl-
Adjusted Anion Gap
Berkaitan kondisi hipoalbuminemia
Dapat mengaburkan peningkatan kadar gaps
ions dan menurunkan nilai AG
AAG = AG + 2,5 X (albumin normal g/dl

albumin g/dl)
Misalnya: Albumin plasma 2 g/dl dan AG
= 15, maka:
AAG = 15 + 2,5 X (4 2) = 15 + 5
= 20
Alkalosis metabolik
pH > 7,45 dengan nilai HCO3- normal
atau meningkat
Kehilangan anion

Keterlibatan Cl-

Tanpa keterlibatan Cl-

Ditegakan dengan mengukur


elektrolit urin
Peningkatan Kation

Dll
Asidosis respiratorik
pH < 7,35 dengan nilai PaCO2 meningkat
atau normal
Menurunnya ventilasi alveoler
Akut:

Serangan asma berat mendadak

Odem paru

Drug overdose

Kronik: COPD
Alkalosis respiratorik
pH > 7,45 dengan nilai PCO2 normal atau
menurun
Peningkatanventilasi alveoler

Gangguan SSP

Nyeri

Liver disease
Acuan alamiah kompensasi
gangguan asam basa
Gangguan primer Perubahan Perubahan Acuan besarnya
primer kompensasi kompensasi

Asidosis metabolik HCO3- PaCO2 PaCO2 = 1,2 HCO3-

Alkalosis metabolik HCO3- PaCO2 PaCO2 = 0,9 HCO3-

Asidosis
respiratorik PaCO2 HCO3- HCO3- = 0,10 PaCO2
Akut HCO3- = 0,35 PaCO2
Kronik

Alkalosis
respiratori PaCO2 HCO3- HCO3- = 0,2 PaCO2
Akut HCO3- = 0,5 PaCO2
Kronik
Nilai acuan yang diharapkan pada
kompensasi asidosis metabolik
PaCO2 = 1,2 HCO3-
PaCO2 = 40 (optimal) hasil perhitungan perubahan

PaCO2 yg diacu
HCO3- = 24 (optimal) HCO3 hasil pengukuran

Misalkan:
pH 7,22/30/10

HCO3- = 24 10 = 14 1,2 X 14 = 16,8

PaCO2 = 40 16,8 = 23,2 (diacu)

PaCO2 terukur = 30, artinya tidak terkompensasi


sempurna karena PaCO2 yang seharusnya dicapai
23,2 namun hasil pengukuran 30
Acuan kompensasi asidosis
metabolik

1. PaCO2 = 1,2 HCO3-


2. pH = 2 digit angka terakhir dari PaCO2.
Misalnya pH 7,25 PaCO2 25
3. Winters Formula = Estimates the
expected PaCO2 (1,5 X HCO3) + 8 =
PaCO2 + 2
Winters Formula
(1,5 X HCO3) + 8 = PaCO2 + 2
Misalkan:
ABG: 7,22/30/10

Na 139, K 4,0, Cl 90, CO2 10

Winters formula: (1,5 X 10) + 8 = 23


23 + 2 < PaCO2 yang diukur (30)
PaCO2 yang diacu = 23
Kesimpulan: tidak terkompensasi sepenuhnya
Fakta-fakta kompensasi pada
asidosis metabolik kronik
Bila PaCO2 > diacu, maka waktu
kompensasi respirasi berlangsung
terlalu singkat; atau dalam
bersamaan ini juga terjadi asidosis
respiratorik
Bila PaCO2 < diacu, berarti dalam
waktu bersamaan juga terjadi
alkalosis respiratorik
Formula kompensasi untuk
alkalosis metabolik
1. PaCO2 = 0,9 HCO3-
2. PaCO2 0,7 mmHg untuk setiap 1
mEq peningkatan kadar serum
HCO3-
3. PaCO2 = 40 + 0,7 (HCO terukur
HCO3 normal)
4. PaCO2 = (0,9 X HCO3) + 15
Formula kompensasi untuk
alkalosis metabolik

PaCO2 = (0,9 X HCO3) + 15


Misalkan AGD 7,56/44/38
PaCO2 = (0,9 X HCO3) + 15
0,9 X 38 + 15 = 49,2 = PaCO2 diacu
Sedangkan yang terukur 44
Berarti tidak terkompensasi sempurna
Formula kompensasi untuk
asidosis respiratorik
Akut
1. HCO3 1/10 mmHg dari PaCO2
2. HCO3 = 0,1 PaCO2
3. HCO3 = (PaCO2 40/10) + 24
Kronik
1. HCO3 3,5/10 mmHg dari PaCO2
2. HCO3 = 0,35 PaCO2
3. HCO3 = (PaCO2 40/5) + 24
Formula kompensasi untuk alkalosis
respiratorik
Akut
1. HCO3 2/10 mmHg penurunan PaCO2
2. HCO3 = 0,20 PaCO2
3. HCO3 = 24 (40 PaCO2/5)
Kronik
1. HCO3 5/10 mmHg penurunan PaCO2
2. HCO3 = 0,5 PaCO2
3. HCO3 = 24 (40 PaCO2/2)
Formula kompensasi yang lebih
mudah
Gangguan dasar Perubahan Kompensasi diacu
kompensasi
Asidosis metabolik PaCO2 (1,5 X HCO3) + 8 = PaCO2 + 2

Alkalosis metabolik PaCO2 PaCO2 = (0,9 X HCO3) + 15

Asidosis respiratorik HCO3


Akut HCO3 = (PaCO2 40/10) + 24
Kronik HCO3 = (PaCO2 40/5) + 24

Alkalosis respiratorik HCO3


Akut HCO3 = 24 (40 PaCO2/5)
Kronik HCO3 = 24 (40 PaCO2/2)
Menegakan gangguan asam basa
campuran

1. PaCO2 dan HCO3 sama-sama memberi


kontribusi bagi perubahan pH ini berarti
terjadi gangguan asam basa campuran
2. Tentukan HCO3 terkoreksi = HCO3 + AG
HCO3 terkoreksi > 28 alkalosis
HCO3 terkoreksi < 20 Asidosis
3. Tentukan rasio Delta (/)
AG/ HCO3-
Ketetapan pada asidosis metabolik
campuran
Bila PaCO2 > HCO3- yang diacu,
maka waktu kompensasi respirasi
berlangsung terlalu singkat; atau
dalam waktu bersamaan ini juga
terjadi asidosis respiratorik
Bila PaCO2 < HCO3- yang diacu,
berarti dalam waktu bersamaan juga
terjadi alkalosis respiratorik
Rasio Delta
Rasio Delta = AG/ HCO3
/ = 1 2 uncomplicated high AG
metabolic acidosis
/ < 1 combined high AG metabolic
acidosis and normal AG metabolic
acidosis
/ > 2 combined high AG metabolic
acidosis and concurrent metabolic
alkalosis
Delta/Delta
AG/ HCO3-
1. AGD: 7,26/15/10
Na 130, Cl 90, CO2 15, AG = 25
25 10/24 15 = 15/9 = 1,66
/ 1 2: Uncomplicated high AG
metabolic acidosis

2. AGD: 7,22/30/10
Na 139, Cl 110, CO2 10, AG = 19
19 10/24 10 = 9/14 = 0,64
/ < 1: combined high AG metabolic
acidosis and normal AG metabolic acidosis