Anda di halaman 1dari 34

Demam Tifoid

DEFINISI

Demam tifoid adalah penyakit infeksi bakteri, yang


disebabkan oleh Salmonella typhi

ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman


yang terkontaminasi oleh tinja atau urin orang yang
terinfeksi
Patogenesis dan Patofisiologi
Demam Tifoid
Diagnosis
Gambaran Klinis
- Secara klinis ringan, dapat asimptomatis
- Jelas bila terdapat demam, gangguan
gastrointestinal
- Perubahan tingkat kesadaran
Diagnosis
Gejala konstitusional : sakit kepala, malaise, nyeri perut,
hepatosplenomegali, perubahan status mental
Demam 7 hari disertai gejala gastrointestinal. Pada anak >
5 tahun bila tidak ada gejala tambahan = suspek demam
tifoid
Diagnosis
Makulopapular pada dada dan abdomen (rose spot) pada
40-80% kasus dalam 2-3 hari
Pada anak, diare (39%) lebih sering muncul daripada
konstipasi
Diagnosis
Laboratorium
Kultur salmonella
Darah (50-54%)
Sumsum tulang (80-90%)
Urin (7%)
Feses (35-37%)
Cairan duodenal (58%), rose spot (63%)
Serologi
Widal : Peningakatan 4x lipat pada agglutinin O
IgM dan IgG untuk salmonella, Tubex, Typhi dot
DNA
PCR
Laboratorium
Pemeriksaan darah tepi
Leukopenia, limfositosis relatif, aneosinophilia
Tidak spesifik
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan rutin
Darah perifer lengkap: paling sering leukopeni, dapat
normal atau leukositosis
Anemia ringan
Trombositopenia
LED meningkat
SGOT dan SGPT meningkat
Uji Widal
Deteksi antibodi dasarnya rx silang antara antigen S.typhi
dengan antibodi aglutinin
Aglutinin O = badan kuman, H= flagel kuman,Vi = simpai
kuman
Uji Tubex
Uji semikuantitatif kolorimetrik yang cepat (menit)
Mendeteksi antibodi anti-S.typhi 09
Dapat mendeteksi penyakit secara dini (hari ke 4-5 )
Sensitifitas dan spesifisitas kuat

Skor Interpretasi Keterangan


<2 Negatif Tidak menunjukkan infeksi aktif
3 Borderline Tidak dapat disimpulkan ulang
4-5 Positif Infeksi tifoid aktif
>6 Positif Indikasi kuat infeksi tifoid
Typhidot
Mendeteksi antibodi IgM dan IgG pada membran luar S
typhi
Hasil positif dapat ditemukan 2-3 hari
Sensitifitas dan spesifitas baik
Reinfeksi igG meningkat IgM sulit dideteksi
Uji Dipstick
Khusus mendeteksi IgM spesifik yang ada pada serum atau
WB
Mudah dan cepat (1 hari)
Akurat bila pemeriksaan setelah 1 minggu gejala
Kultur darah
Hasil biakan positif memastikan demam tifoid
Hasil negatif tidak menyingkirkan
Dipengaruhi oleh:
Pemberian antibiiotik
Volume darah kurang
Darah mesti langsung dimasukkan ke dalam media empedu
Riwayat vaksinasi
Pengambilan darah lebih dari 1 minggu aglutinin meningkat
Penatalaksanaan

Istirahat dan Mencegah komplikasi


perawatan Mempercepat kesembuhan

Diet dan Mengembalikan rasa nyaman


penunjang Mengembalikan kesehatan

Menghentikan dan mencegah


Antibiotika penyebaran kuman
Istirahat dan perawatan
Tirah baring= aktivitas ditempat
Menjaga kebersihan
Posisi cegah dekubitus dan pneumonia ortostatik
Diet dan terapi suportif
Dulu diet bubur saring bubur kasar nasi
(tergantung tingkat kesembuhan)
Beberapa penelitian: pemberian makan padat dan lauk,
rendah serat aman
Berdasarkan WHO 2011
Antibiotik untuk Pengobatan Demam Tifoid 2010
KONSENSUS KONAS PETRI Bali
Antibiotik untuk Pengobatan Demam Tifoid 2010 KONSENSUS
KONAS PETRI Bali
KASUS KHUSUS
Antibiotika
Kloramfenikol
Di Indonesia pilihan utama
Dosis 4 X 500 mg s/d 7 hari bebas demam
Penurunan demam rata2 setelah 5 hari

Tiamfenikol
Dosis hampir sama dengan kloramfenikol
Penurunan demam rata2 setelah 5 hari
Supresi sumbsum tulang lebih rendah
Ampisilin dan amoksisilin
Kemampuan menurunkan demam lebih rendah
Dosis 50-150 mg/kg/hari
Diberikan selama 2 minggu
Kotrimoksazol / TMP-SMX
Efektifias obat hampir sama dengan kloramfenikol
Dosis dewasa 2 x 2 tablet (2 x 960 mg)
Diberikan 2 minggu
Sefalosporin generasi ke 3
Yang terbukti efektif = seftriakson
Dosis 3-4 gram/hari
3-5 hari
Flurokuinolon
Norfloksasin dosis 200-400 mg/hari (14 hari)
Siprofloksasin 2 x 500 mg/hari (6 hari)
Oflofloksasin 2 x 400 mg (7 hari)
Pefloksasin dosis 400 mg/hari (7 hari)
Flerofloksasin dosis 400 mg/hari (7 hari)
Kombinasi antimikroba
Di Indikasikan pada tifoid toksik, peritonitis, perforasi,
syok septik atau penyakit yang pernah ditemukan dua
macam organisme dalam kultur darah selain salmonella
Kortikosteroid
Diindikasikan pada tifoid toksik atau demam tifoid yang
mengalami syok septik
Obat yang aman untuk Wanita hamil

Ampisilin
Amoksisilin
Seftriakson
ETIOLOGI

Demam typhoid timbul akibat dari infeksi oleh bakteri


golongan Salmonella yang memasuki tubuh penderita
melalui saluran pencernaan
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi tertinggi : Asia Selatan dan Tenggara, Timur
Tengah, Amerika Tengah dan Selatan, serta Afrika
Insidens >100 kasus per 100.000 populasi per tahun
Resistensi multiobat terhadap kloramfenikol, ampisili dan
kotrimoksazol sering terdapat di Asia Tenggara
Di Indonesia, insidens demam tifoid banyak dijumpai pada
populasi berusia 3-19 tahun
Ditjen Bina Upaya Kesehatan Masyarakat Departemen
Kesehatan RI tahun 2010 melaporkan demam tifoid menempati
urutan ke-3 dari 10 pola penyakit terbanyak pada pasien rawat
inap di rumah sakit di Indonesia