Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 4

NAMA:
M.TAUFIK SURYADI
MUHAMMAD ZAINI
MUSLIHAN
NANANG SUTRISNA
NILA ASTRIANINGSIH
NILAWATI PIHRI
Penyakit yang di sebabkan cacing ini disebut
trikuriasis
Cacing dewasa betina panjangnya 35 -50 mm
cacing dewasa jantan panjangnya 30-45 mm
Telurnya berukuran 50-5432 mikron.
Bentuknya seperti tempayan (tong) dan kedua
ujungnya dilengkapi dengan tutup (operculum) dari
bahan mucus yang jernih.
Kulit luar telur berwarna kuning tenguli dan bagian
dalam jernih.
Telur berisi sel telur (dalam tinja segar).
Telur yang sudah dibuahi di alam dalam waktu 3
sampai 6 minggu akan menjadi matang
Manusia akan terinfeksi cacing ini apabila menelen telur
matang dan telur itu menetas dalam usus halus. Untuk
perkembangan larvanya, cacing ini tidak mempunyai
siklus paru. Cacing dewasa terdapat di daerah kolon
terutama sekum. Waktu yang diperlukan untuk
pertumbuhan mulai dari telur sampai menjadi dewasa
bertelur adalah kurang lebih 1 sampai 6 bulan.
1.Gejala
diare yang diselingi sinrom disentri
anemia
prolapsus rectal
dan berat badan turun

2.Tanda
kerusakan mekanik di bagian mukosa usus
dan respon alergi
1.Diagnosis
Diagnosis dapat ditegakkan dengan menemukan telur
dalam tinja atau menemukan cacing dewasa pada pe
nderita prolapus rekti (pada anak).
Obat yang biasa digunakan adalah mebandazol,
pirantelpamoat, oksantel pamoat, dan levamisol
pengobatan
pembuatan MCK (mandi, cuci, dan kakus) yang sehat dan
teratur
penyuluhan pendidikan tentang higienis
dan sanitasi pada masyarakat.
Bila infeksi berat terjadi perforasi usus atau prolapsus
rekti
Pada umumnya, askariasis memiliki prognosis yang
baik. Kesembuhan askariasis mencapai 70% hingga
99%