Anda di halaman 1dari 28

Pengertian

suatu zoonosis yang disebabkan suatu


mikroorganisme yaitu leptospira tanpa
memandang bentuk spesifik serotipenya.
Mud fever

Slim fever
Leptospirosis
Swamp fever

autumnal fever

Infectoius jaundice

Field fever

Cane cutler fever


ETIOLOGI

Leptospira

Spirochaeta yang berasal dari famili Leptospiraceae.


Reservoir

L. Icterohaemorhagiae

L. Hardjo

L. canicola

L. pamona
hub simbiosis dengan host
Leptospira Menetap ditubulus renal beberapa
tahun

Kontak langsung (urin, darah, jaringan


hewan yang terinfeksi)
Transmisi Paparan lingkungan
Antar manusia jarang terjadi

paparan air tergenang yang


Epidemik terkontaminasi oleh urin hewan yang
terinfeksi
Di daerah tropik
Mekanisme
patogenese
leptospirosis

Factor
Invasi bakteri Reaksi
inflamasi non
langsung imunologi
spesifik
PATOFISIOLOGI
Terjadi kerusakan pada sel hati
Kuman akan difagosit oleh
Leptospira masuk kedalam tubuh akibat perusakan pada sel kuffer
fagositosis akan segera terbentuk
baik scara langsung dan tidak sehingga bilirubin direct lebih
aglutinin. Mikroorganisme dapat
langsung tinggi dari dalam membran
ditemukan dalam jaringan
plasma, akibatnya terjadi ikterik.

Akan terjadi respon imun tubuh Setelah dari hati dan ginjal Tubuh melakukan respon imun
baik secara seluler atau humoral, kemudian pindah kelumen tubulus dengan RES terhadap bakteri
sehingga infeksi dapat tertekan yang menyebabkan peningkatan leptospira.beralangsung 4-10
oleh antibodi spesifik. Namun oermeabilitas kapiler dan minggu kecuali pada mat, mukosa,
masih ada yang bisa bertahan hipovolemi otak

Menstimuli neutrofil untuk


melekat pada endotel dan 3 mikroorganisme yang terlibat:
Terisolasi dalam ginjal LCS pada
trombosit akibatnya terjadi a. Invasi bakteri langsung
hari ke 4-10. masuk kedalam
trombositopenia. Dan
pembuluh darah dan menyebablan b. Faktro imflamasi non spesifik
mengandung fosfolipase yang
lebocoran.
mampu melisiskan ertitrosit dan c. Reaksi imun
membran fosfolipiid
Ginjal Hati Jantung
Interstisial Nekrosis Interstisial edema
nefritis Sentilobuler fokal dng infiltrasi sel
Tubular nekrosis Infiltrasi sel monokuler dan
akut limfosit fokal plasma
Proliferasi sel Nekrosis
kupfer dng infiltrasi neutrofil
kolestasis Perdarahan fokal
Lokal nekrotis, Vokuolisasi, Kehilangan
Otot rangka striata

Mata Uveitis

Poerdarahan/pteki pada mukosa,


Pembuluh permukaan serosa, dan alat-alat
darah viscera
Perdarahan bawah kulit
Susunan syaraf Meningitis aseptik
pusat
Ikterus, Perdarahan, anemia, azotemia,
Weil disease Gangguan kesadaran, Demam tipe
kontinua
Manifestasi Klinis
Masa tunas 2-26 hari (kebanyakan 7-13
hari dgn rata2 berkisar 10 hari)

Fase
leptospiraemia

Perjalanan Fisik
Fase imun
Bifasik

Fase
penyembuhan
Fase Leptospiraemia

Darah

Demam yg mendadak,disertai gejala sakit kepala


terutama dibagian frontal,oksipital,atau bitemporal

Pada otot akan timbul keluhan mialgia dan nyeri tekan

gejala menggigil, muntah, diare, batuk, sakit dada,


hemoptisis, penurunan kesadaran
Fase Imun

Urin
Perdarahan :
Timbul demam, Rasa sakit pada epistaksis, gejala
menggigil dan leher, perut dan kerusakan pada
kelemahan umum otot kaki ginjal dan hati,
uremia, ikterik

Meningitis (50% Pleositosis pada


gejala dan tanda CSS (50%-90%
meningitis) pasien)
Minggu
Demam
ke-2 s/d Berangsur
dan nyeri
minggu hilang
otot
ke-4
Sindrom
weil
Meningitis
aseptik
Gambaran
klinis khas Pretibial
fever

miokarditis
Penurunan demam bisa terjadi pada hari ke 7
tapi pada kekambuhan terdapat demam
sampai beberapa minggu
Hati membesar dan nyeri tekan.
Protein
urea

Gangguan
Oliguria Azotemia
ginjal

Nekrosis
tubular
akut
Anamnesis : Riwayat pekerjaan pasien, apakah
termasuk kelompok resiko tinggi.
Gejala/keluhan : Demam yang muncul mendadak,
sakit kepala terutama di bagian frontal, nyeri otot,
mata merah/fotofobia, mual atau muntah.
Pada pemeriksaan fisik dijumpai demam, bradikardi,
nyeri tekan otot, hepatomegali dan lain- lain.
Ada sedimen urin

Proteinuria ringan

Leukositosis

Trombositopenia
Pemeriksaan
laboratorium Bilirubin

Alkalin phospatase serum

Protrombin time

Kreatinin phospokinase
Pada leptopirosis berat, lebih sering ditemukan
abnormalitas. Abnormalitas ini terjadi 3-9 hari
setelah onset. Abnormalitas radiografi ini
paling sering terlihat pada lobus bawah paru.
Dengan mengambil spesimen dari darah atau
CSS selama 10 hari pertama perjalanan
penyakit.
Kultur urine diambil setelah 2-4 minggu onset
penyakit.
Untuk isolasi leptospira dari cairan atau
jaringan tubuh, digunakan medium
Ellinghausen-McCullough-Johnson-Harris;
atau medium Fletcher dan medium Korthof.
pemeriksaan untuk mendeteksi adanya
leptospira dengan cepat adalah dengan
pemeriksaan Polymerase Chain Reaktion
(PCR), silver stain, atau fluroscent antibody
stain, dan mikroskop lapangan gelap.
Dengue

Penyakit
Malaria
rickettsia
Diagnosa
Banding
Hepatitis Demam
virus enterik
Pengobatan dan Kemoprofilaksis
Indikasi Regimen Dosis
Leptospirosis ringan Doksisiklin 2x100mg
Ampicillin 4x500-750mg
Amoksisillin 4x500mg
Leptospirosis Penisillin G 1,5 juta unit/6 jam iv
sedang/berat
Ampicillin 1 gr/6 jam iv
Amoxisillin 1 gr/6 jam iv
Kemoprofilaksis Doksisiklin 200mg/minggu
Jika tidak ada ikterus, penyakit jarang
fatal.
Pada kasus dengan ikterus, angka
kematian 5% pada umur di bawah 30
tahun, dan pada usia lanjut mencapai 30-
40%.
Leptospirosis selama kehamilan dapat
meningkatkan mortality fetus.
Bagi mereka yang mempunyai resiko tinggi untuk
tertular leptospirosis harus diberikan
perlindungan berupa pakaian khusus yang dapat
melindunginya dari kontak dengan bahan-bahan
yang telah terkontaminasi dengan kemih binatang
reservoir.
Pemberian doksisiklin 200 mg perminggu
dikatakan bermanfaat untuk mengurangi
serangan leptospirosis bagi mereka yang
mempunyai resiko tinggi dan terpapar dalam
waktu singkat.