Anda di halaman 1dari 32

Laporan Kasus II

Age-related macula degeneration

Oleh:
Gita Nur Azizah
11-2016-296

Pembimbing :
dr. Vanessa Maximiliane Tina, Sp. M
Identitas Pasien
Nama : Ny. Y
Umur : 59 Tahun
Agama : Kristen
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Kp Ciwalen pasar Rt 003/001 Ciwalen Sukaresmi
Tanggal Pemeriksaan : 19 Mei 2017
Pemeriksa : dr. Vanessa Maximiliane Tina, Sp. M
ANAMNESIS
Auto Anamnesis tanggal 2017 pada jam 11:30 Lanjutan
Keluhan utama
Seorang perempuan 59 tahun datang dengan keluhan mata buram sudah sejak 2 tahun smrs.
Riwayat perjalanan penyakit
Seorang perempuan 59 tahun datang kepoliklinik mata Rs FMC untuk control dengan
keluhan pandangan buram pada kedua mata, namun keluhan lebih terasa pada mata sebelah
kiri yang sudah dirasakan sejak 2 tahun SMRS. Keluhan muncul secara perlahan. Selain itu
Pasien juga mengeluh bahwa penglihatan pada mata kirinya ketika melihat objek tidak terlihat
penuh namun hanya sebagian. Pasien juga mengeluhkan mata lebih sering berair dan terasa
seperti ada yang mengganjal selama 7 hari smrs. Pasien sebelumnya sudah melakukan
pengobatan dirumah sakit lain. Riwayat terauma dan riwayat operasi mata sebelumnya
disangkal.
ANAMNESIS
Lanjutan

Pasien merasa keluhan ini cukup mengganggu pandangannya walau pasien masih bisa
beraktivitas. Mata merah, penglihatan ganda, silau dan merasa pandangannya seperti
tertutup asap pada seluruh luas pandangannya disangkal. Pasien menyangkal melihat
lingakaran pelangi di sekitar bola lampu atau disekitar sumber cahaya. Mata berat,
pegal atau seperti tertekan, pusing, mual dan muntah juga disangkal.
ANAMNESIS
LANJUTAN
Riwayat Penyakit Dahulu:
b. Mata :
a. Umum :
- Memiliki riwayat menggunakan kaca mata
Diabetes Mellitus : tidak ada
- riwayat operasi mata disangkal
Hipertensi : tidak ada
- Riwayat trauma mata disangkal
Hepatitis : tidak ada
- Memiliki riwayat penyakit gangguan
Alergi : tidak ada
penglihatan sebelumnya yang sudah diterapi
Asma : tidak ada dengan injeksi avastin mata kiri dan keluhan
semakin membaik.
Riwayat Penyakit Keluarga
Dalam keluarga tidak ada yang memiliki keluhan yang sama seperti pasien.

Kebiasaan
Merokok (-)
Minum alkohol (-)
Kebiasaan minum jamu/obat warung (-)
PEMERIKSAAN FISIK
A.STATUS GENERALIS
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 120/80mmHg
Nadi : 85x/menit
Pernapasan : 18x/menit
Suhu : 36,7c
OD Pemeriksaan OS
0,63 dengan pinhole membaik 1.0 dikoreksi dengan 0.63 dengan pinhole membaik 0.8 dikoreksi
Visus denganS+0,50 C-1.00x70 0,8
S+1.00 C-0.75x115 1.0

Edema (-) nyeri (-), merah (-), ektropion (-), Palpebra superior dan Edema (-) nyeri (-), merah (-), ektropion (-),
entropion (-), Litiasis (+), Trikiasis (+) inferior entropion (-), Trikiasis (+)

Anemis (-), hiperemis (-), injeksi (-), sikatrik


Anemis (-), hiperemis (-), injeksi (-), sikatrik (-) Konjungtiva
(-)

Jernih, sikatrik (-), ulkus (-) Kornea Jernih, sikatrik (-), ulkus (-)

Dalam COA Dalam

Hitam coklat Iris Hitam coklat


Refleks cahaya (+), bulat
Refleks cahaya (+), bulat Pupil

Jernih Jernih
Lensa

Refleks macula positif Refleks macula negatif


Funduskopi
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Optical
Coherence
Fotografi Fundus Tomography
(OCT)
resume
Seorang perempuan 59 tahun datang kepoliklinik mata Rs FMC untuk control dengan
keluhan pandangan buram pada kedua mata, namun keluhan lebih terasa pada mata sebelah
kiri yang sudah dirasakan sejak 2 tahun SMRS. Selain itu penglihatan pada mata kirinya
ketika melihat objek tidak terlihat penuh namun hanya sebagian. mata lebih sering berair
dan terasa mengganjal. Pasien memiliki riwayat penyakit gangguan penglihatan sebelumnya
yang sudah diterapi dengan injeksi avastin mata kiri dan keluhan semakin membaik.
Pemeriksaan fisik TD 110/80mmHg, N 85x/menit, RR 18x/menit, S 36,7C. Pada
pemeriksaan mata, Visus dasar VOD 0,63 dengan pinhole membaik 1.0 dikoreksi dengan
S+1.00 C-0.75x115 1.0, VOS 0.63 dengan pinhole 0.8 S+0,50 C-1.00x70 0,8. Segmen
anterior lithiasis (+), trikiasis(+). Segmen posterior reflex makulanegatif.
DIAGNOSIS BANDING
1. Glukoma
2. Katarak imatur
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa:
Cendo Mycos 1 kali 1 tetes sehari ODS
Cendo Lyters 4 kali 1 tetes OS
Xitrol 4 kali 1 tetes OS
Non-Medikamentosa:
Jangan mengucek mata
Gunakan selalu kacamata
PROGNOSIS

OD OS
Ad vitam : Bonam Bonam
Ad fungsionam : Bonam dubia ad Malam
Ad sanationam : Bonam dubia ad malam
Tinjauan Pustaka
Definisi dan Fungsi Makula
Makula adalah daerah gelap di bagian tengah retina
(belakang mata) yang secara klinis daerah yang
dibatasi dengan cabang-cabang pembuluh darah
retina temporal. Makula adalah bagian retina yang
bertanggung jawab atas penglihatan sentral yang
tajam dan terperinci (juga disebut ketajaman
visual). Makula lutea, juga disebut fovea,
mengandung konsentrasi sel kerucut yang sangat
tinggi. Sel ini peka cahaya di retina yang
memberikan penglihatan sentral yang rinci
Anatomi Makula
Anatomi Makula
Definisi ARMD/ Degenerasi Makula
Senilis

ARMD merupakan degenerasi makula yang timbul pada usia lebih dari 50 tahun;
ditandai dengan lesi makula berupa drusen, hiperpigmentasi atau hipopigmentasi yang
berhubungan dengan drusen pada kedua mata, neovaskularisasi koroid, perdarahan sub-
retina, dan lepasnya epitel pigmen retina.
Penyakit degeneratif yang menyerang makula yang bersifat progresif, menyebabkan
penurunan ketajaman penglihatan, gangguan dalam melihat hal-hal detail, dan
kemungkinan akan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral.
Klasifikasi
Degenerasi macula terkait-usia lanjut

A. Atrofi geografik (degenerasi macula terkait-usia


kering Dry)
- Atrofi RPE dan sel sel fotoreseptor berbatas tegas
-> 2 diameter diskus
-Terlihat pembuluh darah koroid
-<< penglihatan jika mengenai fovea
Klasifikasi
B. Neovaskuler (degenerasi macula terkait-usia Basah
wet)
- Neovaskularisasi koroid atau,
- Pelepasan RPE serosa
- NV dalam konfigurasi roda pedati/sea-fan
- Parut disciformis pelepasan retina hemoragik
- Gambaran akan terlihat CNV disertai dengan
ablasi/robekan EPR, perdarahan subretina,
vitreus.
- Penurunan Visus, mikro/makrosia, atau skotoma
sentral
Etiologi
Usia; >80 tahun. Risiko >> 6x dari umur 60 tahun
Genetik; mutasi pada Chr 1q31, HTRA1 pada chr 10q26, dan gen LOC387715
pada 10q
Merokok
Paparan sinar matahari
Penyakit kardiovaskuler, dan Hipertensi
Patofosiologi
Belum diketahui secara pasti;
Teori
1. Proses Penuaan
2. Teori kerusakan oksidatif/Radikal Bebas
Manifestasi Klinis
Distorsi penglihatan, objek-objek terlihat salah ukuran atau bentuk
Garis-garis lurus mengalami distorsi (membengkok) terutama dibagian pusat
penglihatan.
Kehilangan kemampuan membedakan warna dengan jelas
Ada daerah kosong atau gelap dipusat penglihatan
Kesulitan membaca, kata-kata terlihat kabur atau membayang
Secara tiba-tiba ataupun secara perlahan akan terjadi kehilangan penglihatan
tanpa rasa nyeri.
Diagnosis
Tanda awal dari suatu kerusakan makula yaitu tidak terlihatnya refleks fovea atau mottled di
bawah epitel retina berpigmen.
The International Age-Related Maculopathy Study Group membuat;
1. Age related maculopathy (ARM) jika hanya terdapat
- Drusen
- iregularitas epitel pigmen retina.
2. Age related macular degeneration (ARMD) jika sudah terjadi
- atrofi geografik
- choroidal neovascularisation (CNV),
- pigmen epithelium detachment (PED).
Pemeriksaan

Snellen Chart
Tes Amsler grid
funduskopi
Fundus Fluorescein Angiography (fFA)
Optical coherence tomography(OCT)
Tatalaksana
Laser
- Fatokoagulasi; Laser Argon
- PDT (Photodynamic therapy)
- TTT (transpupillary thermotherapy); infrared

Anti-Angiogenesis (Anti-VEGF)
- Ranibizumab
- Pegabtanib sodium
- Bavacizumab intravitreal
- Kombinasi; dexamethasone/PDT
Pembedahan
- Translokasi makula
- Transplantasi RPE