Anda di halaman 1dari 23

Askep Sirosis Hepatis

Oleh:

DEWI
PURNAMAWATI
ANATOMI & FUNGSI
HATI
Anatomi hati:
Anatomi hati:
berat hati 1500 gram.
Metabolisme hati menghasilkan panas 20 %.
Mendapat peredaran darah dari Arteri hepatica
dan Vena porta.

Fungsi hati
Mensintesa sebagian besar protein plasma,
metabolisme Asam amino, Lemak, KH, Alkohol,
Obat-obatan dan membuat getah Empedu.
Menyimpan Vit B 12 untuk kebutuhan selama 1
sampai dengan 3 Tahun dan Vit A, D, E, K.
Menyimpan Trigliserida sebagai cadangan
Energi
Susunan Empedu :
Hati menghasilkan Empedu 1 Liter / hari. Volume
ini menyusut 10 sampai dengan 20 % setelah
dipekatkan di kandung empedu.

Garam Empedu :
Asam asam Empedu yaitu asam Kholat dan
Kenodioksikolat disintesa dari kolesterol.
90 % Garam Empedu yang terkonjugasi diserap
secara aktif di dalam Ileum dan selanjutnya di
bawa ke hati.
10 % Garam Empedu lolos ke usus besar, lalu
dipecah oleh bakteri menjadi Tinja.
Pengertian:
Sirosis hepatis (SH) adalah stadium akhir
penyakit hati menahun dimana secara
anatomis didapatkan proses fibrosis
dengan pembentukan nodul regenerasi
dan nekrosis.
SH adalah penyakit kronis hati yang
dikarakteristikkan oleh gangguan struktur,
gangguan fungsi selluler dan aliran darah
ke hati.
Penyebab

Malnutrisi
Inflamasi (bakteri, virus)
Keracunan (alkohol, karbon tetraklorida,
asetaminofen
Penyakit: CHF, penyakit Gastro Intestinal
Gambaran klinis
Mual-mual, nafsu makan menurun
Cepat lelah
Kelemahan otot
Penurunan berat badan
Air kencing berwarna gelap
Kadang-kadang hati teraba keras
Ikterus, spider naevi, erytema palmaris
Asites
Hematemesis, melena
Ensefalopati
Laboratorium
1) Urine : bila ada ikterus, urobilin dan
bilirubin menjadi positif.
2) Feses : ada perdarahan maka test
benzidin positif.
3) Darah : dapat timbul anemia,
hipoalbumin, hiponatrium.
4) Test faal hati.
Prognosis
Prognosis buruk jika:
_ Adanya ikterus yang jelek.
Pengobatan sudah satu bulan tanpa
perbaikan.
Asites.
Hati yang mengecil.
Ada komplikasi
Ensefalopati.
Perdarahan.
Pengkajian: Data Fokus
Data Subyektif
Keluhan perut tidak enak, mual dan nafsu makan
menurun.
Mengeluh cepat lelah.
Mengeluh sesak nafas

Data Obyektif
Penurunan berat badan
Ikterus.
Spider naevi.
Anemia.Air kencing berwarna gelap.
Kadang-kadang hati teraba keras.
Kadar cholesterol rendah, albumin rendah.
Hematemesis dan melena.
Diagnosa Keperawatan
Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan
tubuh b/d intake tidak adekuat
Gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit: lebih dari kebutuhan tubuh b/d
kelebihan intake, gangguan mekanisme
regulasi.
Resiko tinggi pola nafas tidak efektif bd
ekspansi paru menurun
Resiko gangguan integritas kulit bd
gangguan sirkulasi, akumulasi garam
empedu pada kulit
Diagnosa Keperawatan

Resiko tinggi perdarahan bd.


Hipertensi portal
Perubahan proses pikir bd
peningkatan kadar amonia serum
Gangguan konsep diri: body image
KUrang pengetahuan bd kurang
informasi
Defisit perawatan diri b/d keadaan
koma.
Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan
tubuh bd intake tidak adekuat

Ukur masukan diet harian


Timbang BB. Bandingkan dengan
perubahan status cairan, riwayat BB
Bantu dan dorong pasien untuk makan.
Berikan makanan yang disukai dan dapat
ditoleransi. Ajak orang terdekat temani
klien makan
Dorong pasien makan semua makanan
Batasi masukan kafein, gas, berbumbu,
terlalu panas atau terlalu dingin
Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh bd
intake tidak adekuat

Diskusikan tentang pentingnya nutrisi


Anjurkan makan sedikit tapi sering, beri
makanan halus, hindari makanan kasar
Batasi cairan 1 jam sebelum dan
sesudah makan.
Pertahankan kebersihan mulut.
Batasi makanan dan cairan tinggi lemak.
Anjurkan hentikan merokok
Perubahan Nutrisi
Kolaborasi: laboratorium (gula darah,
albumin, total protein, amonia)
Kolaborasi: ahli gizi untuk diet tingi kalori
dan karbohidrat, rendah lemak, tinggi
protein, batasi natrium dan cairan.
Beri makanan/NGT
KOlaborasi obat: vitamin, tiamin, besi,
asam folat, Zink, Enzim pencernaan
(pankreatin), antiemetik.
Gangguan pemenuhan kebutuhan
cairan: lebih dari kebutuhan
Ukur intake dan output cairan. Timbang
BB/hari. Catat adanya peningkatan BB
lebih dari 0,5 kg/hari.
Awasi TD dan adanya distensi VJ
Auskultask paru, catat adanya penurunan
bunyi nafas/bunyi nafas abnormal
Kaji udema. Ukur lingkar abdomen.
Dorong tirah baring
Gangguan pemenuhan kebutuhan
cairan: lebih dari kebutuhan
Kolaborasi: awasi albumin serum dan
elektrolit (kalium dan natrium)
Kolaborasi X-ray dada
Batasi natrium dan cairan
Berikan albumin sesuai indikasi
Berikan obat sesuai indikasi: diuretik,
kalium, obat inotropik positif dan
vasodilatasi arterial
Gangguan integritas kulit
Monitor keadaan kulit. Masase area
penonjolan tulang, gunakan minyak.
Ubah posisi secara teratur, dikursi/tempat
tidur. Ajarkan rom aktif/pasif.
Tinggikan ekstremitas bawah
Pertahankan sprei kering dan bebas
kerutan
Gunting kuku
Berikan perawatan perineal setelah
miksi/defekasi
Tidak efektifnya pola nafas
Monitor frekuensi, kedalaman pernafasan
Auskultasi bunyi nafas, ronchi, wheezing
Monitor perubahan kesadaran
Pertahankan posisi semi fowler, posisi
miring
Ubah posisi, dorong nafas dalam, latihan
batuk efektif
Monitor suhu, menggigil, batuk, adanya
sputum
Resiko Perdarahan
Monitor tanda dan gejala perdarahan GI.
Observasi warna dan konsistensi feses,
drainase NG, muntah
Observasi adanya petekie, ekimosis,
perdarahan dari satu atau lebih sumber
Observasi nadi, TD, tingkat kesadaran
Hindari pengukuran suhu rektal, hati-hati
pemasangan selang NGT
Resiko Perdarahan
Anjurkan penggunaan sikat gigi halus, pencukur
elektrik, hindari mengejan saat defekasi, meniup
hidung dengan kuat
Gunakan jarum kecil untuk injeksi. Tekan lebih
lama pada bagian bekas suntikan
Hindari produk yang mengandung aspirin
Kolaborasi: Hb, Ht, faktor pembekuan, berikan
obat sesuai indikasi, Lakukan lavage gaster
dengan cairan garam fisiologis. Siapkan
prosedur bedah : ligasi (pengikatan varises)
Intolerans aktifitas berhubungan
dengan kelemahan otot.
Kaji kesiapan untuk meningkatkan
aktifitas contoh: apakah tekanan darah
stabil, perhatian terhadap aktifitas dan
perawatan diri.
Jelaskan pola peningkatan bertahap dari
aktifitas contoh: posisi duduk di tempat
tidur, bangun dari tempat tidur, belajar
berdiri dst.
Berikan bantuan sesuai dengan
kebutuhan (makan, minum, mandi,
berpakaian dan eleminasi).
Daftar Pustaka
Arthur C. Guyton and John E. Hal (1997), Buku Ajar
Fisiologi Kedokteran, Edisi 9, EGC, Jakarta.
Marylin E. Doengoes (2000), Rencana Asuhan
Keperawatan, Edisi 3, EGC, Jakarta.
Carpenito, Lynda Juall (2001), Diagnosa Keperawatan
Edisi 8, EGC, Jakarta.
Soeparman (1987), Ilmu Penyakit Dalam I, FKUI,
Jakarta.
Stefan Silbernagl, Florian Lang (2000),
Pathophysiology, Thieme, Struttgart New York.
Sarjadi (1999), Patologi Umum dan Sistemik, Edisi 2,
EGC, Jakarta.
Aji Dharma (1991), Patofisiologi Konsep Klinik Proses-
proses Penyakit, EGC, Jakarta.