Anda di halaman 1dari 20

TAUFIK HIDAYAH 12020006

HAIDARSYAH DWI ALBAHI 12020011


RADYAN MANGGALA 12020012
Koagulasi-flokulasi merupakan dua proses yang terangkai
menjadi kesatuan proses tak terpisahkan. Pada proses koagulasi
terjadi destabilisasi koloid dan partikel dalam air sebagai akibat
dari pengadukan cepat dan pembubuhan bahan kimia (disebut
koagulan). Akibat pengadukan cepat, koloid dan partikel yang
stabil berubah menjadi tidak stabil karena terurai menjadi
partikel yang bermuatan positif dan negatif. Pembentukan ion
positif dan negatif juga dihasilkan dari proses penguraian
koagulan. Proses ini berlanjut dengan pembentukan ikatan
antara ion positif dari koagulan (misal Al3+) dengan ion negatif
dari partikel (misal OH-) dan antara ion positif dari partikel
(misal Ca2+) dengan ion negatif dari koagulan (misal SO42-)
yang menyebabkan pembentukan inti flok (presipitat).
Partikel tersuspensi sangat sulit mengendap
langsung secara alami. Hal ini karena adanya
stabilitas suspensi koloid. Stabilitas koloid
terjadi karena:
Gaya van der Waals

Gaya Elektrostatik

Gerak Brown
Kacang merah tergolong makanan
nabati kelompok kacang polong
(legume); satu keluarga dengan kacang
hijau, kacang kedelai, kacang tolo, dan
kacang uci. Ada beberapa jenis kacang
merah diantaranya adalah red bean,
kacang adzuki (kacang merah kecil),
dan kidney bean (kacang merah besar).

Kacang merah kaya akan asam folat,


kalsium, karbohidrat kompleks, serat,
dan protein yang tergolong tinggi.

Biji kacang merah yang dipergunakan adalah yang


matang atau tua yang memiliki kadar air kurang
dari 10%
Pemanfaatan biji kacang merah yang selama ini
hanya sebagai bahan makanan yang jarang
digunakan untuk proses penguraian limbah,
perlu dikembangkan lebih lanjut untuk
pengolahan limbah cair yang lebih ekonomis dan
ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh kacang merah sebagai
koagulan dan waktu pengendapan terhadap
persentase penurunan TSS limbah cair industri
tekstil dengan menggunakan metode koagulasi
dan flokulasi.
- Pengeringan kacang merah dengan cara di
jemur selama 2-3 hari
- Menghilangkan kadar air pada kacang merah
dengan cara di oven
- Pembuatan serbuk kacang merah dengan
cara ditumbuk lalu di blender, diayak dengan
ukuran partikel 50mesh (seharusnya)
- Menghilangkan kadar air pada kacang merah
dengan cara di oven
Alat Bahan
- Beaker glass 500 - Limbah cair industri
mL - Bubuk kacang
- Jar Test merah
- Batang pengaduk
- Kertas saring
- Neraca analitik
Variabel penelitian adalah dosis serbuk biji
kacang merah (2000, 3000, 4000, 5000 dan
6000 mg/liter) limbah cair industri tekstil,
waktu pengendapan (50 menit) dan pH yang
digunakan adalah pH limbah cair industri
tekstil.
1. Dimasukkan limbah cair industri tekstil ke dalam
wadah, Diukur pH, TSS awal limbah cair industri tekstil.

2. Beaker diisi dengan sampel limbah cair industri tekstil


sebanyak 200 ml, Kemudian koagulan ditambahkan ke
dalam beaker sebanyak masing-masing 2000, 3000,
4000, 5000, dan 6000 mg/200 ml limbah cair industri
tekstil.

3. Sampel kemudian diaduk cepat selama 3 menit (100


rpm) dan diikuti dengan pengadukan lambat selama 12
menit (40 rpm), Setelah pengadukan diendapkan selama
50 menit.

4. Setelah pengendapan hasil diambil dan dilakukan


pengukuran TSS sampel dan diambil waktu optimumnya.
Nilai COD awal = 998,4 2/
Nilai BOD awal = 58,05 mg/L
Nilai TSS awal= 1002 /
Nilai TS awal= 1178,2 /
Nilai TDS awal = 178,2 mg/L
sebelum sesudah
- pH 6
- pH 6
- Bau menghilang
- Berbau
- Berwarna = Hijau abu-
- Berwarna = hitam
abu
kecoklatan
Pengaruh Konsentrasi Terhadap Persentase Pengurangan
80

70

60

50
Efisiensi %

40

30

20

10

0
2000 3000 4000 5000 6000
Konsentrasi Koagulan mg/l
Kacang merah mengandung Asam Fitat

Asam fitat adalah senyawa pada kotiledon


kacang-kacangan. Asam fitat mengandung
sekitar 70% fosfor. Oleh karena itu, secara alami
asam fitat merupakan sumber fosfor. Kadar fitat
dalam kacang-kacangan bervariasi, tergantung
jenisnya, misalnya 0,54-1,58% pada kacang
merah; 0,43% (kacang tolo); dan 1,4% (kedelai).

Asam fitat dapat mengikat unsur-unsur mineral,


terutama kalsium, seng, besi, dan magnesium