Anda di halaman 1dari 48

BED SIDE TEACHING

Disusun oleh
Siti Novita Kuman
(20110310223)
Preceptor
dr. Handayani , MSc.,Sp.A
I D E N T I TAS
Usia : 2 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : : Wonosobo
An.
Maulida BB : 10 Kg
K ELU HA N U TAM A

KEJANG
R I W. P E N YA K I T S E K A R A N G

Sejak 1 hari SMRS, pasien mengeluhkan panas yang mendadak tinggi.


Panas disertai batuk. Keluhan pilek muntah dan sesak napas disangkal.

1 jam SMRS, pasien kejang diseluruh tubuh. Tangan dan kaki pasien kaku
mata melirik keatas. Kejang berlangsung 1 kali selama 4 menit. Setelah kejang
berhenti pasien menangis kemudian oleh keluarga pasien dibawa ke IGD.

Setelah di rumah sakit pasien sudah tidak kejang namun masih panas dan
batuk. BAB 1 kali/hari lembek berwarna kuning, BAK warna kuning jernih terakhir 4
jam SMRS.
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat Kejang sebelumnya saat demam Riwayat kejang karena panas pada keluarga
disangkal disangkal

Riwayat epilepsi disangkal


Pemeliharaan Kehamilan dan Prenatal

Pemeriksaan di: Bidan


Trimester I : 1x/ 1 bulan
Trimester II : 2x/ 1 bulan
Trimester III : 2x/ 1 minggu
Keluhan selama kehamilan: tidak ada
Obat-obatan yang diminum selama kehamilan : vitamin dan tablet penambah darah.

Riwayat Kelahiran

Pasien lahir di bidan dengan berat badan lahir 3500 gram dan panjang 47 cm, lahir spontan,
langsung menangis kuat segera setelah lahir, usia kehamilan 38 minggu.

Riwayat Postnatal

Rutin ke puskesmas setiap bulan untuk menimbang badan dan mendapat imunisasi
Riwayat Imunisasi
Jenis I II III IV
1 bulan - - -
1. BCG
2 bulan 3 bulan 4 bulan -
2. DPT
2 hari 2 bulan 3 bulan 4 bulan
3. Polio
9 bulan - - -
4. Campak
Lahir 2 bulan 3 bulan -
5. Hepatitis B

Kesimpulan : imunisasi dasar lengkap sesuai Depkes, tidak sesuai IDAI


2010
Riwayat Petumbuhan dan Perkembangan
Motorik Kasar Bahasa
Mengangkat kepala : 3 bulan Bersuara aah/ooh : 2,5 bulan
Tengkurap kepala tegak : 4 bulan Berkata (tidak spesifik) : 8,5 bulan
Duduk sendiri : 6 bulan
Berdiri sendiri : 11 bulan
Berjalan : 13 bulan

Motorik halus Personal sosial


Memegang benda : 3,5 bulan Tersenyum : 2 bulan
Mulai makan : 6 bulan
Tepuk tangan : 9 bulan

Kesan : pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia


Riwayat Makan Minum Anak
Usia 0-6 bulan Usia 6-8 bulan
ASI diselingi dengan ASB, frekuensi minum ASI bubur susu 2-3 kali sehari satu mangkok kecil,
dan ASB tiap kali bayi menangis dan tampak dengan diselingi dengan ASI jika bayi lapar. Buah
kehausan, sehari biasanya lebih dari 8 kali dan pisang/pepaya sekali sehari satu potong (siang
lama menyusui 10 menit, bergantian kiri kanan. hari).

Usia 8-12 bulan Usia 1 tahun - sekarang :


nasi tim 3 kali sehari satu mangkok kecil dengan diperkenalkan dengan makanan dewasa dengan
sayur hijau/wortel, lauk ikan /tempe, dengan sayur bervariasi dan lauk ikan, ayam /tempe,
diselingi dengan ASI jika bayi masih lapar. Buah porsi menyesuaikan, 3 kali sehari. ASI masih tapi
pepaya/pisang sehari 2 potong. hanya kadang-kadang. Buah
pepaya/pisang/jeruk jumlah menyesuaikan.

Kesan : kualitas dan kuantitas cukup


P EM E R IK SAAN F I S I K
Keadaan umum : sedang
Keadaan
Umum Derajat kesadaran : kompos mentis

Status gizi : kesan gizi baik

BB : 10 kg
Tanda TB : 76 cm
vital Nadi : 120 x/menit, reguler, isi tegangan cukup
Pernafasan : 32x/menit, tipe thorakoabdominal
Suhu : 38,2 C (per axiler)
P EM E R IK SAAN F I S I K
Mata cekung (-/-), konjungtiva
pucat (-/-),sklera ikterik (-/-), Bentuk mesocephal, rambut
pupil isokor (2mm/2mm), reflek hitam sukar dicabut, distribusi
cahaya (+/+) merata, UUB sudah menutup,
LK= 49 cm (-2 SD < LK < 0 SD)

Bentuk normal, sekret(-).


Bentuk normal, nafas
cuping hidung (-/-),
Bibir sianosis (-), mukosa basah (+) sekret (-/-)

Warna sawo matang, kelembaban cukup,


ujud kelainan kulit (-)
Uvula ditengah,
tonsil hiperemis (-), Retroaurikuler:
T1-T1 , tidak membesar
faring hiperemis (+) Submandibuler: Trakea di tengah,
tidak membesar kelenjar getah bening
tidak membesar
P EM E R IK SAAN F I S I K

normochest, retraksi (-), gerakan simetris kanan kiri

Pulmo
Inspeksi : Pengembangan dada kanan =kiri
Palpasi : Fremitus raba kanan =kiri
Perkusi : Sonor / Sonor di semua lapang paru
Batas paru-hepar : SIC V kanan
Batas paru-lambung : SIC VI kiri
Redup relatif di : SIC V kanan
Redup absolut : SIC VI kanan (hepar)
Auskultasi : SD vesikuler (+/+), RBK (-/-), RBH (-/-)
COR
Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak

Palpasi : Iktus kordis tidak kuat angkat

Perkusi : Batas jantung kesan tidak membesar

Kanan atas : SIC II LPSD


Kanan bawah: SIC IV LPSD
Kiri bawah : SIC IV LMCS

Auskultasi : BJ I-II intensitas normal, reguler, bising (-)


Abdomen
Inspeksi
dinding dada setinggi dinding perut
Auskultasi
peristaltik (+) meningkat
Perkusi
tympani
Palpasi
nyeri tekan (-), hepar tidak teraba, lien tidak teraba, turgor kembali cepat.

Urogenital
dalam batas normal

Ekstremitas
Akral hangat
CRT <2
Pemeriksaan Neurologis
Motorik : Koordinasi baik, kekuatan
Sensorik : Belum dapat dinilai
Reflek Fisiologis :
R. Biseps : (+2/+2)
R. Triseps : (+2/+2)
R. Patella : (+2/+2)
R. Archilles : (+2/+2)
Reflek Patologis :
R. Babinsky : ( - / - )
R. Chaddock : ( - / - )
R. Oppeinheim: ( - /- )
Meningeal Sign :
Kaku kuduk : ( - )
Brudzinsky I : ( - )
Brudzinsky II : ( - )
Kernig sign : ( - )
Perhitungan Status Gizi (secara antropometris)

BB : 10 kg
TB : 76 cm
Status gizi :
BB/U : 10/10,7 x 100 % = 93,45 % (-2 < BB/U < 0 SD)
TB/U : 76/81 x 100 % = 93,82 % (TB/U=-2SD)
BB/TB : 10/9,5 x 100 % = 105,2 % (0SD< BB/TB <1SD)

Kesan : Gizi baik secara antropometri (WHO, 2010)


KEJANG DEMAM SEDERHANA
FARINGITIS
Infeksi bakteri , Virus, parasit Peningkatan set Point
Termostat

PGE2 2

Cox-2
ASAM ARACHIDONAT

IL1

IL6

TNF
Pemeriksaan Laboratorium Eusinofil :
1.70 %

Basofil :
0.20 %

Hemoglobin Leukosit : DIFF Netrofil :


: 11.1 g/dl 10,4 10^3/ul COUNT 62.30 %

Limfosit :
28.50 %

Monosit :
6.90 %

Trombosit :
Hematokrit Eritrosit : MCH : 23 MCHC : 31 GDS : 133
MCV : 72 fL 388
: 35 % 4.9 10^6 uL pg g/dL mg/dL
10^3/uL
DONT KNOW
DONT
KNOW
1. Definisi 2. Klasifikasi
kejang kejang
demam demam

4.
3.
Tatalaksana
Pemeriksaan
pada kejang
Penunjang
demam
LEARNING
ISSUES
DEFINISI KEJANG DEMAM

Kejang deman adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh
(suhu rektal di atas 38 C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium

(Konsensus Penanganan Kejang Demam,UKK neurologi IDAI, 2005)

Bangkitan kejang yang terjadi pada anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun yang mengalami kenaikan
suhu tubuh ( suhu rektal diatas 38 C) tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat, gangguan elektrolit
atau metabolik lain.
KLASIFIKASI KEJANG DEMAM
Kejang Demam Sederhana Kejang Demam Kompleks
( Simple febrile seizure) (complex febrile seizure)

kejang yang berlangsung kurang dari 15


Kejang lama (> 15 menit)
menit

bersifat fokal atau parsial satu sisi atau


bersifat umum ( tonik dan atau klonik )
kejang umum didahului kejang fokal

tidak berulang dalam 24 jam. berulang atau lebih dari 1x dalam 24 jam.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PUNGSI LUMBAL
LABORATORIUM

ELEKTROENSEFALOGRAFI PENCITRAAN
Pemeriksaan Laboratorium

Tujuan Jenis
Pemeriksaan

Pemeriksaan
darah perifer,
sumber infeksi Elektrolit
Gula darah
Pemeriksaan Pungsi Lumbal

Terdapat tanda dan gejala


Tujuan rangsangan meningeal
Penegakkan
atau
menyingkirkan
kemungkinan
meningitis.
Indikasi Terdapat kecurigaan adanya

Pungsi infeksi SSP berdasarkan


anamnesis dan pemeriksaan
klinis

Menurut bukti-bukti terbaru,


saat ini pemeriksaan pungsi
Lumbal Dipertimbangankan pada anak
dengan kejang disertai demam
lumbal tidak dilakukan secara yang sebelumnya telah
rutin pada anak berusia < 12 mendapat antibiotik tersebut
bulan yang mengalami dapat mengaburkan tanda dan
kejang demam sederhana gejala meningitis
dengan keadaan umum baik.
Pemeriksaan Pungsi Lumbal

Indikasi Pungsi Lumbal


Bayi kurang dari 12 bulan sangat dianjurkan dilakukan

Bayi antara 12-18 bulan dianjurkan

Bayi > 18 bulan tidak rutin


Elektroensefalografi (EEG)
Tidak perlu dilakukan untuk kejang demam, kecuali apabila bangkitan
bersifat fokal. Dan EEG hanya dilakukan pada kejang fokal untuk
menentukan adanya fokus kejang diotak yang membutuhkan evaluasi
lebih lanjut

Pencitraan

Tidak rutin dilakukan pada anak dengan


kejang demam sederhana.

Indikasi seperti kelainan neurologis fokal yang


menetap, misalnya hemiparesis.
TATALAKSANA KEJANG DEMAM

Saat kejang akut

Saat Demam

Terapi Rumatan

Edukasi kepada orang tua


TATALAKSANA KEJANG DEMAM
TATALAKSANA KEJANG DEMAM
Antipiretik
Tidak ditemukan bukti bahwa penggunaan antipiretik mengurangi risiko terjadinya kejang demam.
Dosis paracetamol yang digunakan 10-15 mg/kg/kali diberikan tiap 4-6 jam. Dosis ibuprofen 5-10 mg/kg/kali
3-4x sehari.

Antikonvulsan
Pemberian obat antikonvulsan intermitten (hanya pada saat demam)
Profilaksis intermitten diberikan pada kejang demam dengan salah satu faktor risiko :
Kelainan neurologis berat, misalnya serebral palsi
Berulang 4x atau lebih dalam setahun
Usia < 6 bulan
Bila kejang terjadi suhu < 39 C
Apabila pada episode kejang demam sebelumnya, suhu tubuh meningkat cepat
Obat yang digunakan adalah diazepam oral 0,3 mg/kg/kali per oral atau rektal 0,5 mg/kg/kali ( 5 mg untuk berat
badan < 12 kg dan 10 mg untuk berat badan > 12 kg) sebanyak 3x sehari dengan dosis maksimal diazepam 7,5
mg/kali.
Diazepam intermitten diberikan selama 48 jam pertama demam.
Dosis tinggi bisa menyebabkan ataksia, iritabilitas serta sedasi.
TATALAKSANA KEJANG DEMAM
TERAPI RUMATAN
Indikasinya :

Kejang fokal
Kejang > 15 menit
Terdapat kelainan neurologis yang nyata sebelum dan sesudah kejang misalnya palsi serebral,
hidrocephalus, hemiparesis.

Jenis yang diberikan :

Pemakaian fenobarbital setiap hari dapat menimbulkan gangguan perilaku dan kesulitan belajar
pada 40-50% kasus.
Dan obat pilihan saat ini adalah asam valproat, namun pada sebagian kecil kasus umur < 2 tahun
akan menyebabkan gangguan fungsi hati.
Dosis 15-40 mg/kg/hari dibagi 2 dosis dan fenobarbital 3-4mg/kg/hari dalam 1-2 dosis.
Lama pengobatan rumatan adalah selama 1 tahun, penghentian pengobatan rumat untuk kejang
demam tidak membutuhkan tapering off namun dilakukan pada saat anak tidak demam.
EDUKASI
Tetap tenang dan tidak panik

Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher

Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring. Bersihkan muntahan
atau lendir di mulut atau hidung.

Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang.

Tetap bersama pasien selama kejang

Berikan diazepam rektal. Dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti.

Bawa kedokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung5 menit atau lebih
Decision Making

Kejang (+)

Kejang diseluruh badan

Durasi + 2 menit

Demam (+) + 1 hari sebelumnya

Batuk (+), Pilek (-)

Status neurologis dbn (-)

Refleks meningeal (-)

Faring hiperemis

SARAN : PEMERIKSAAN
ELEKTROLIT
Diagnosis

Kejang Demam
Sederhana et
causa faringitis
Treathment

Infus Kaen
4B
1000cc/hari

TataIaksana

Inj. Inj.
Diazepam Parasetamol
2x 25mg 100 mg
EDUKASI

Menyakinkan orang tua bahwa kejang demam umumnya prognosis baik

Memberitahukan cara penanganan kejang

Memberikan informasi kemungkinan kejang kembali

Pemberian obat profilaksis untuk mencegah berulangnya kejang memang


efektif tetapi harus di edukasi tentang efek samping obat.