Anda di halaman 1dari 24

PNEUMONIA

Rizal Fadhlurrahman

Pembimbing :
Pneumonia

Definisi
Pneunomia adalah peradangan alat parenkim paru, distal dari
bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius
dan alveoli, yang disebabkan oleh mikroorganisme
(bakteri.virus,jamur,protozoa)
Patogenesis
1. Aspirasi sekret yang berisi mikroorganisme patogen
yang telah berkolonisasi di orofaring.
2. Inhalasi aerosol yang infeksius
3. Penyebaran hematogen dari bagian ekstrapulmonar
GAMBARANRADIOLOGIS

PNEUMONIA
Infeksi paru (Pneumonia) dapat disebabkan oleh bakteri,
virus, jamur, dan beberapa protozoa. Gambaran pneumonia akan
terjadi peningkatan densitas dalam bagian paru yang terkena. Paru
yang memberi gambaran lusen, akan tampak lebih opak karena
adanya proses peradangan yang menggantikan udara. Gambaran
opak yang diberikan pun berbeda-beda, tergantung bentuk infeksi
dan distribusinya.Salah satu gambaran khas pneumonia adanya
air bronkogram, yakni terperangkapnya udara dalan bronkus
karena tiadanya pertukaran udara pada alveolus.Namun,
gambaran ini tidak muncul disemua pneumonia.
Berdasarkan letak anatomis dibagi menjadi 3 yaitu
1. pneumonia lobaris,
2. pneumonia lobularis (bronchopneumonia) dan
3. pneumonia interstitialis (bronkiolitis).
1. AIR SPACE PNEUMONIA/PNEUMONIA LOBARIS
Gambaran Radiologis pada foto thorax pada perryakit pneumonia antara lain:
Perselubungan paru Lobus kanan atas.
Batasnya tegas, walaupun pada mulanya kurang jelas
Volume paru tidak berubah, tidak seperti atelektasis dimana paru mengecil.
Tidak tampak deviasi trachea / septum / flssure / seperti pada atelektasis.
Seringkali terjadi komplikasi efusi pleura.
Bila terjadinya pada lobus inferior, maka sinus phrenicocostalis yang paling
akhir terkena.
Pada masa resolusi sering tampk Air Bronchogram Sign.
Air space pneumonia lobaris/ pneumonia lobaris sering
dikenal juga dengan pneumonia pneumococcus karena
seiring waktu infeksi dapat menyebar dan melibatkan seluruh
lobus, sering juga menempati satu lobus penuh/konsolidasi
pada seluruh lobus dimulai dalam ruang distal dan menyebar
melalui pori-pori
Sinuses dan diafragma
normal, cor tidak membesar
Pulmo:
Hilus kanan tertutup
bayangan jantung, hilus kiri
kabur
Corak bronkovaskuler normal
Tampak perselubungan opak
inhomogen berbatas tegas di
lapang atas paru kanan
dengan air bronchogram
Kesan:
Tidak tampak kardiomegali
Pneumonia lobaris
Gambar. Pneumonia lobaris foto PA dan lateral
(kanan) tampak perselubungan pada lobus
kanan paru.
Kesan: tampak perselubungan pneumonia
lobus tengah paru kanan
2. BRONKHOPNEUMONIA/PNEUMONIA LOBARIS
Bronkopneumonia digunakan untuk menggambarkan pneumonia
yang mempunyai pola penyebaran bercak, teratur dalam satu atau
lebih area terlokalisasi didalam bronki dan meluas ke parenkim paru
yang berdekatan di sekitarnya.Pada bronkopneumonia terjadi
konsolidasi area berbercak. Bronkopneumonia adalah proses multi
fokal yang dimulai pada bronkiolus terminalis dan respiratorius dan
cenderung menyebar secara segmental. dapat juga disebut pneumonia
lobularis dan menghasilkan konsolidasi yang tidak homogen. Pada foto
thoraks tampak infiltrat peribronkhial yang semiopak dan tidak
homogen didaerah hillus yang menyebabkan batas jantung
menghilang, penyebab paling sering oleh S.aureus dan organisme gram
negatif
Gambar. Pneumonia (kanan), broncopneumonia (kiri)

Kesan: tampak adanya perselubungan diparu kanan, corakan


bronkovaskuler yang meningkat.
3. PNEUMONIA INTERSTITIAL

Umumnya jenis pneumonia intersisial ini disebabkan oleh


virus.infeksi oleh virus berawal dari permukaan dengan
terjadinya kerusakan silia sel goblet dan kelenjar mukus
bronkioli sehingga dinding brokioli menjadi edematous. juga
terjadi edema jaringan interstisial peribronkial, kadang
alveolus terisi cairan.
Kesan: pada foto thoraks
PA, tampak adanya
perselubungan inhomogen
pada kedua lapangan paru,
silhoute sign (+), densitas
corakan bronkovaskuler
meningkat, bercakan
bercakan infi ltrat (+),
bronkogram (+).
4. PNEUMONIAL BACTERIAL
A. STREPTOCOCCUS PNEUMONIAE
Sering pada orang muda, paling sering terjadi pada semua umur,
konsolidasi bentuk lobar, sering berada dibasal paru, tetapi juga
sering diseluruh bagian paru, gambaran volume paru normal, air
bronkogram +, edema diseptum interlobular menyebabkan garis
septum.
B. STAPHYTOCOCCUS AUREUS
Disebabkan pemakaian narkoba gambarannya ada nodul bulat yang
tersebar selama beberapa hari.Terkadang kavitas dapat ditemukan
pada pemeriksaan keadaan lanjutpada pneumonia yang muncul
adalah gambaran brokopneumonia dengan bercak-bercak
konsolidasi banyak kadang terdapat kavitas juga.
C. KLEBSIELLA PNEUMONIA
Terdapat pada laki-laki yang sudah tua dengan kondisi kesehatan
yang lemah,gambarannya adalah lobar pneumonia yang sering pada
bagian kanan dan bagian lobus atas paru, volume dari paru yang
terinfeksi dapat dipertahankan atau dapat sedikit meningkat yang
disebabkan oleh fissure yang menonjol,bisa terdapat kavitas.
MICOPTASMA PNEUMONIA
Gambaran nodular dan reticular (seperti jala) yang diikuti dengan
bayangan konsolidasi, dapat terjadi pada pembagian paru atau
perlobus paru dan biasanya unilateral.kavitas dan efusi pleura
sangat jarang didapat
VIRAL PNEUMONIA
Dimulai dari distal bronkus dan bronkioulus sebagai proses
penghancuran intertstitial. Gambarannya sangat bervariasi:
Bayangan pada peribronchial, bayangan retikulonodular, bercak-
bercak konsolidasi atau kosolidasi luas.
terapi

Pasien dengan riwayat kebiasaan merokok, alkohol, dan dengan umur lebih
dari 60 tahun sadari infeksi H.lnfluenza dengan tambahan sefalosporin
generasi kedua:
a.Cefurazine (ceftin) 500 mg
b.Cefpodoxime (vantin) 200mg
c.Augmentin 500 mg
d.Septra
Jika pasien memerlukan hospitalisasi, gunakan antibiotik yang sama dengan
Sefalosporin generasi kedua dan ketiga seperti, Ceftriaron (Rocepin 2mg IV),
atau Cefuroxime 1,5 mg IV setiap 8 jam.
SPESIFIK TERAPI
-Pneumococus : Penisitin G IV 600.000 1,2 million units setiap 4 jam. Jika
ada resistensi penisilin sebaiknya gunakan IV Rocepin dengan Vancomicin (l
gm IV setiap 12 jam). Generasi Quinolon baru seperti levofloxanin atau
tovofloxacin mempunyai aktivitas melawan PCN resisten Pneumococus dan
dapat digunakan .Ciprofloxaxin sebaiknya tidak di gunakan.
-H. Inffuenza : Cefuroxime oral atau IV.
-S. Aureus : Oxacilin atau Nafcilin 2 gm IV setiap 6 jam atau Vancomycin 1
gram setiap 12 jam IV
-Legionella : Eritromicin 1 gram IV setiap 6 jam dengan atau tanpa
Azitromicin 500 mg IV
-PCP: Septra atau Klindamicin 600 mg di tambah Primaqune atau Dapson 100
mg dengan Trimetropim 20 mg/kg
THANK YOU