Anda di halaman 1dari 11

Oleh :

Diarizki Septiana, S.Pd.Si.


Fakultas Saintek UIN
Diantara berbagai jenis metode pemisahan,
ekstraksi cair-cair / ekstraksi pelarut
merupakan metode pemisahan yang paling
baik/populer.
Alasan utamanya adalah bahwa metode ini
dapat dilakukan baik dalam tingkat makro
ataupun mikro.
Corong pisah saja, cukup !!
Berdasarkan distribusi zat terlarut, dgn
perbandingan tertentu antara dua pelarut yg
tidak saling bercampur, sepert benzen,
karbon tetraklorida, atau kloroform
Proses ekstraksi ini banyak digunakan secara
teknis dalam skala besar misalnya untuk
memperoleh vitamin, antibiotika, bahan-
bahan penyedap, produk-produk minyak
bumi dan garam-garam logam. Proses inipun
digunakan untuk membersihkan air limbah
dan larutan ekstrak hasil ekstraksi padat cair.
Ekstraksi cair-cair terutama digunakan, bila
pemisahan campuran dengan cara destilasi
tidak mungkin dilakukan (misalnya karena
pembentukan azeotrop atau karena
kepekaannya terhadap panas) atau tidak
ekonomis
Ekstraksi cair-cair selalu terdiri atas
sedikitnya dua tahap, yaltu pencampuran
secara intensif bahan ekstraksi dengan
pelarut, dan pemisahan kedua fasa cair itu
sesempurna mungkin.
Pada saat pencampuran terjadi perpindahan
massa, yaitu ekstrak meninggalkan pelarut
yang pertama (media pembawa) dan masuk
ke dalam pelarut kedua (media ekstraksi).
Sebagai syarat ekstraksi ini, bahan ekstraksi
dan pelarut tidak. saling melarut (atau hanya
dalam daerah yang sempit)
Hukum fase Gibbs menyatakan :
P+V=C+2
dimana,
P = fase
C = komponen
V = derajat kebebasan

Pada ekstraksi pelarut, diperoleh P = 2 (orgn


&air), C=1 (zt trlarut), sehingga V=1.
Hukum distribusi Nernst

KD =

Dimana,
KD = koefisien partisi
[X1] = konsentrasi zat terlarut dalam fasa 1
[X2] = konsentrasi zat terlarut dalam fasa 2
Jika tdk terjadi asosiasi, polimerisasi, ataupun
disosiasi pada kedua fasa, maka harga KD =
D, dimana,
Untuk tujuan praktis, lebih sering digunakan
istilah persen ekstraksi.

Ekstraksi dianggap kuantitaif jika E = 100.


1. Ekstraksi pelarut dari Vanadium dengan metil oksida
digunakan 15 mL fasa organik dan 15 mL fasa
anorganik. Jika persen ekstraksinya 99,8%, tentukan
harga perbandingan distribusinya.
2. Pada ekstraksi Ce(IV) dari HCl dengan MIBK,
perbandingan distribusinya adalah 999,0. jika volume
fasa organik 20 mL dan fasa anorganik 50 mL, berapa
persen ekstraksinya?
3. Hitung perbandingan distribusi (D) jika besi (III)
diekstraksi dari asam kloridanya dengan tributilfosfat,
jika Vo = 15 mL, dan Vw = 30 mL, dan harga E = 99,8%.
4. Berapa harga D minimum yang diperbolehkan untuk
ekstraksi 99,9% I2 dari 50 mL air dengan lima kali
ekstraksi menggunakan 30 mL CCl4?
5. Hitung persen ekstraksi pada ekstraksi senyawa X
dengan eter, jika diketahui volume fasa organik 25 mL,
volume fasa anorganik 45 mL, dan perbandingan
distribusi 1245?