Anda di halaman 1dari 25

GIGITAN

ULAR
Jenis Ular Berbisa
Diklasifikasikan menjadi 4 kelompok :

Family elapidae : ular welang, ular cobra, ular king cobra


dan ular cabai
Family crotalidae/viperidae : ular tanah,
ular hijau
Family hydrophidae : ular laut

Family colubridae : ular pohon


Species dari Ular Beracun

Di Indonesia :
Trimeresurus albolaris ( ular hijau)
racun : hematotoxic
Ankistrodon rhodostoma (ular rattle)
racun : hematotoxic
Bungarus fasciatus (ular welang/weling)
racun : neurotoxic
Naya Sputatrix ( Cobra )
racun : neurotoxic
Luka Gigitan Ular

Ular Berbisa : Ular Tidak berbisa :

Bentuk kepala berbentuk Bentuk kepala berbentuk


segitiga segiempat panjang /oval
Dua luka gigitan utama Gigi taring kecil
akibat gigi taring Bekas gigitan : luka halus
berbentuk lengkingan
Komposisi Bisa Ular

Enzim Bisa Ular :


Zinc metalloproteinase haemorrhagins : merusak endotelium vaskuler, jadi
perdarahan
Enzim Procoagulant (Serine protease) : merusak faktor pembekuan darah.
Phospolipase A2 (lecithinase) : merusak mitokondria, eritrosit, leukosit,
platelets, peripheral nerve ending, skletal muscle, vascular endothelium.
Proteolytic enzim (endopeptidase) : meningkatkan permeabilitas vaskular
yang menyebabkan edema, melepuh, memar dan nekrosis di sekitar gigitan
Komposisi Bisa Ular

Polypeptida
Postsinaps neurotoxin : -bungarotoxin & cobrotoxin
Presinaps neurotoxin : -bungarotoxin, crotoxin dan taipoxin
Manifestasi Klinik
Derajat Keparahan Gigitan Ular
Derajat Venerasi Nyeri Edema/Erite Sistemik
ma
0 - +/- <3cm/12 hrs -

I +/- + 3-12cm/12 -
hrs
II + +++ >12- +,
25cm/12hrs neurotoxic,n
ausea,
dizziness
III ++ +++ >25cm/12hrs ++, ptechiae,
shock,
ecchymosis

IV +++ +++ > extremity ++, ARF,


coma
,bleeding
Langkah Penanganan Gigitan
Ular Berbisa

1. Pertolongan Pertama
2. Kirim ke RS
3. Nilai gejala klinis dan resusitasi
4. Penilaian klinis secara rinci dan diagnosis spesies
5. Investigasi/ tes laboratorium
6. Pengobatan dengan Serum Anti Bisa Ular
7. Observasi setelah pemberian Serum Anti Bisa Ular
8. Pengobatan suportif
9. Perawatan pada luka yang digigit
10. Rehabilitasi
11. Perawatan jika terjadi komplikasi kronik
Pertolongan pertama
Luka dicuci dengan air bersih atau dengan
larutan kalium permanganat untuk
menghilangkan atau menetralisir bisa ular
yang belum terabsorpsi.
Imobilisasi ekstremitas yang digigit dengan
bidai.
Hindari infeksi dan peningkatan perdarahan
lokal.
Nilai Gejala Klinis Dan Resusitasi
ABC harus diperiksa segera.
Tingkat kesadaran harus dinilai.
Resusitasi :
Hipotensiberat dan shock akibat efek
kardiovaskular langsung dari racun
Gagal napas akibat neurotoksik yang telah
menyebabkan kelumpuhan otot-otot pernapasan
Riwayat Gigitan Ular
Memperoleh gambaran tentang ular yang
mengigit.
Menilai waktu kejadian dan timbulnya gejala
Riwayat alergi terhadap obat-obatan
Penggunaan obat (misalnya, aspirin,
antikoagulan)
Gejala yang timbul setelah gigitan
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium :
Darah : rutin, urea-N, creatinine, electrolyte,
BT, CT, PT, APTT, thrombocyte , Liver
Function Tests.
Urinalysis : hematuria, glycosuria &
proteinuria.
ECG
Radiology : Chest - X-ray
Farmakoterapi
Tujuan dari farmakoterapi adalah untuk
menetralisir racun, mengurangi morbiditas
dan mencegah komplikasi.
Antibiotik.
Profilaksis tetanus direkomendasikan jika
pasien tidak diimunisasi.
Antivenin.
Antivenin
Antivenin ( SABU)
Serum Anti Bisa Ular : polyvalene, & 1 ml dosis mengandung :

10 - 50 LD50 Bisa Ankystrodon ,

25 - 50 LD50 Bisa Bungarus,

25 - 50 LD50 Bisa Naya Sputatrix,

Phenol 0,25 % v/v.

Pemberian :

2 vials (@ 5 ml) i.v. In 500 cc NaCl 0,9% / Dextrose 5%


Pemberian perinfus : 40 - 80 tetes/menit.
Infiltrasi lokal tidak dianjurkan
Penanganan
Indikasi :
Gejala dari bahaya bisa secara sistemik.
Perdarahan, neurotoxic, shock, dll.
Secara lokal
Bengkak >48 jam, bengak cepat membesar, kel. Limpa membesar
Prinsip penanganan :
Derajat 0 & I : antivenin tidak dianjurkan, observasi selama 12
jam, jaka bertambah berat berikan antivenin
Derajat II : 3-4 vials antivenin
Derajat III : 5 - 15 vials antivenin
Derajat IV : tambahkan 6-8 vials jika masih memungkinkan.
Penanganan
Terapi profilaksis
Broad spectrum antibiotics :
Umumnya kuman yang berkembang biak :

P. eruginosa, Proteus sp. Clostridium sp., & B.


fragilis.
Tetanus Toxoid
Anti-tetanus serum (jika ada indikasi)
Kesimpulan

Gigitan ular beracun umumnya merupakan kasus


kegawatdaruratan.
Derajat dari manifestasi klinik gigitan ular beracun
dipengarareuhi jumlah bisanya.
Penatalaksanaan kasus gigitan ular tergantung derajat
manifestasi kliniknya.