Anda di halaman 1dari 15

BST 1

DEMAM TIFOID

DESY RYAN PURNAMA SARI


Identitas Pasien
Nama : An. N
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 4 tahun
Alamat : Tambi, Kejajar
Masuk RS : 17-2-2017
Keluar RS : 21-2-2017
Problem
KU : Badan Panas
RPS : Pasien datang ke IGD dengan keluhan badan
panas. Keluhan dirasakan sudah 5 hari SMRS. Panas
dirasakan lebih tinggi ketika malam hari. Pasien juga
mengeluh pusing, batuk, pilek, mual, nyeri perut serta nyeri
telan. Dari keterangan ibu pasien ketika pasien demam tinggi
tidak disertai kejang, mimisan dan bintik-bintik merah pada
tubuh. Menurut ibu pasien, pasien sering jajan makanan
dilingkungan rumah. Keluhan lain seperti muntah dan diare
disangkal. Pasien sudah pernah diperiksakan di puskesmas
namun keluhan belum membaik.
RPD : Dalam 1 bulan ini pasien tidak mengalami
keluhan serupa
RPS : Tidak ada anggota keluarga dan tetangga
sekitarnya yang mengalami keluhan serupa .
RI : Imunisasi lengkap sesuai umur
Pemeriksaan Fisik
Ku : tampak lemah
Kesadaran : compos mentis Thorax :
Vital sign : Inspeksi : bentuk normal, retraksi
Nadi : 110 x/menit (-), simetris kanan dan kiri
RR : 23 x/menit
Suhu : 37.5 0C Palpasi : vokal fremitus normal
BB : 14 kg Perkusi : sonor pada semua
Status generalisata lapang paru
Kepala : mesocefal, benjolan (-), Auskultasi : SDV +/+, ST -/-
rambut hitam, tidak mudah dicabut Abdomen
Mata : CA -/-, SI -/- Inspeksi : Supel
Hidung : nafas cuping hidung Auskultasi : BU (+) normal,
sekret Perkusi : timpani
Telinga : aurikula normal, sekret (-) Palpasi : nyeri tekan (+),
Mulut : mulut kering (-), sianosis (-),
lidah kotor (+) tepi hiperemis Organomegali (-)
Tenggorokan : uvula normal, faring Genitalia : perempuan , normal
hiperemis (-), tonsil T1-T1 Estremitas : akral hangat (+/+)
Leher : kaku kuduk (-), JVP tidak capillary refill 1-2 detik
meningkat, limfenodi tidak membesar,
Hypothesis
Demam tifoid
Demam dengue
Gastroenteritis
Bronkitis
Mechanism
More Info
Laboratorium :

HB : 12.1 g/dL
Leukosit : 8.0 102/uL
Eosinofi : 0.00 g/dL Sero Imunologi
Basofil : 0,30 %
Netrofil : 52,90 % Dengue : IgG
Limfosit : 39,10 % Dengue : Positif
Monosit : 7,40 % IgM Dengue : Positif
Hematokrit : 38 %
Eritrosit : 5.0 106/uL
MCV : 77 fL Widal : S. Typhi O :
MCH :24 pg 1/640
MCHC : 32 g/dL S. Typhi H : 1/640
Trombosit : 199 103 /uL
Dont Know
1. Manifestasi klinis pada demam tifoid ?
2. Cara penegakan diagnosis demam tifoid ?
3. Pencegahan pada Demam tifoid ?

Jawab :
1. Manifestasi Klinis :
Gejala klinis demam tifoid pada anak biasanya lebih ringan jika dibanding dengan
penderita dewasa. Masa inkubasi rata-rata 10 20 hari. Setelah masa inkubasi maka
ditemukan gejala prodromal, yaitu perasaan tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing
dan tidak bersemangat
Gejala yang lain adalah :
a. Demam
Pada kasus-kasus yang khas, demam berlangsung 3 minggu. Bersifat febris remiten dan
suhu tidak terlalu tinggi. Selama minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur
meningkat setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore
dan malam hari. Dalam minggu kedua, penderita terus berada dalam keadaan demam.
Dalam minggu ketiga suhu tubuh beraangsur-angsur turun dan normal kembali pada
akhir minggu ketiga.
b. Ganguan pada saluran pencernaan
Pada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap. Bibir kering dan pecah-pecah (ragaden) .
Lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tongue), ujung dan tepinya kemerahan, jarang
disertai tremor. Pada abdomen mungkin ditemukan keadaan perut kembung
(meteorismus). Hati dan limpa membesar disertai nyeri pada perabaan. Biasanya
didapatkan konstipasi, akan tetapi mungkin pula normal bahkan dapat terjadi diare.
c. Gangguan kesadaran
Umumnya kesadaran penderita menurun yaitu apatis sampai somnolen. Jarang terjadi
sopor, koma atau gelisah.
2. Penegakan diagnosis pada demam tifoid

Pemeriksaan laboratorium untuk membantu menegakkan diagnosis


demam tifoid dibagi dalam empat kelompok, yaitu : pemeriksaan
darah tepi; pemeriksaan bakteriologis dengan isolasi dan biakan
kuman; uji serologis; dan pemeriksaan kuman secara molekuler.
Identifikasi kuman melalui isolasi atau biakan Diagnosis pasti
demam tifoid dapat ditegakkan bila ditemukan bakteri S. typhi dalam
biakan dari darah, urine, feses, sumsum tulang, cairan duodenum
atau dari rose spots. Berkaitan dengan patogenesis penyakit, maka
bakteri akan lebih mudah ditemukan dalam darah dan sumsum
tulang pada awal penyakit, sedangkan pada stadium berikutnya di
dalam urine dan feses. Hasil biakan yang positif memastikan
demam tifoid akan tetapi hasil negatif tidak menyingkirkan demam
tifoid, karena hasilnya tergantung pada beberapa faktor. Faktor-
faktor yang mempengaruhi hasil biakan meliputi jumlah darah yang
diambil; perbandingan volume darah dari media empedu; dan waktu
pengambilan darah.
3. Pencegahan pada Demam Tifoid

Pencegahan demam tifoid diupayakan melalui berbagai


cara: umum dan khusus/imunisasi. Termasuk cara
umum antara lain adalah peningkatan higiene dan
sanitasi karena perbaikan higiene dan sanitasi saja
dapat menurunkan insidensi demam tifoid. (Penyediaan
air bersih, pembuangan dan pengelolaan sampah).
Menjaga kebersihan pribadi dan menjaga apa yang
diminum atau dimakan tidak tercemar Salmonella typhi.
Pemutusan rantai transmisi juga penting yaitu
pengawasan terhadap penjual (keliling)
minuman/makanan.
Learning Issue
Demam tifoid disebut juga dengan Typus abdominalis atau typoid
fever.
Demam tipoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat
pada saluran pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu
minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan
dengan atau tanpa gangguan kesadaran
Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau
Salmonella paratyphi dari Genus Salmonella
Bakteri ini dapat hidup sampai beberapa minggu di alam bebas
seperti di dalam air, es, sampah dan debu
Salmonella typhi adalah bakteri gram negatif mempunyai flagela,
tidak berkapsul, tidak membentuk spora, fakultatif anaerob.
Mempunyai antigen somatik (o) yang terdiri dari oligosakarida,
flagelar antigen (H), yang terdiri dari protein dan envelope antigen
(K) yang terdiri dari polisakarida.

Problem Solving
Decision Making :
Panas 5 hari
Ketika malam hari makin panas
Nyeri telan
Nyeri perut
Mual
Sering jajan disekitar rumah
Lidah kotor tepi hiperemis
Widal : S. Typhi O : 1/640, S. Typhi H : 1/640
Diagnosis : Demam Typoid

Penatalaksanaan :
Infus Kaen 3B 1000 cc/hari
Injeksi Cefotaxim 3x500 mg iv
Injeksi Dexametason 3x 1/2 AmP iv
Obat oral : Praxion forte syrup 4x 2/3 cth
Vitacur syrup 1x1 cth
Diet bubur nasi 3x1 porsi
Penatalaksanaan
Tirah baring
Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi
Antibiotik (Pengobatan utama karena berhubungan
dengan bakteriemia)
Pilihan pertama : Kloramfenikol 100mg/kgbb/hari 4x1
selama 10-14 hari atau sampai 5-7 hari setelah panas
turun. Amoksisilin 100mg/kgbb/ hari 4x1 per oral
Apabila demam tifoid kasus berat seperti delirium, stupor,
koma atau syok diberikan dexametason intravena 3mg/kg
diberikan dalam 30 menit untuk dosis awal dan
dilanjutkan 1 mg/kg tiap 6 jam sampai 48 jam