Anda di halaman 1dari 33

TUGAS FARMASI

Disusun Oleh:
Ekkim Al Kindi G99141057

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN THT-KL


FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR.
MOEWARDI
2015
ditandai dgn episode rekuren sakit kepala
Biasanya unilateral
Berhubungan dgn gejala visual atau sensoris
(aura)
Sebelum nyeri kepala, tetapi dpt muncul saat atau

setelah nyeri kepala


28 juta orang di AS menderita migrain
Wanita 2-3: Pria 1
Usia 20 - 50 tahun
Makin bertambah usia, tingkat keparahan dan
keseringan semakin menurun
Migrain juga banyak mengenai remaja
Bahkan, anak-anak pun dapat mengalami
migrain, baik dengan atau tanpa aura
Resiko meningkat bila riwayat keluarga
penderita migrain
Penyebab migrain belum diketahui dengan pasti.

Namun, dipastikan bahwa migrain adalah suatu


gangguan sirkulasi darah, yang menimbulkan
vasodilatasi dan penyaluran darah secara
berlebihan ke selaput otak (meninges) dengan
efek nyeri hebat di sebelah kepala.
Hormonal Menopause Makanan

Monosodium glutamat Obat-obatan Aspartam

Faktor pemicu lain


aktivitas seksual,
Lingkungan Rangsang sensorik
trauma kepala, kurang
atau kelebihan tidur
Cortical Spreading Sistem
Depression Trigemino-Vaskular

substansi P (SP), neurokinin-A (NKA)


akibat penekanan aktivitas sel neuron
dan calcitonin gene related peptide
otak spontan
(CGRP) berasal dari gang. nV ipsilateral

penurunan aliran darah dari bagian mempersarafi meninges dan pembuluh


belakang otak ke dpn darah di otak

rasa nyeri dan pelebaran pembuluh


darah
Nukleus di batang otak, spt aminergic
brainstem nuclei, nucleus locus
coeruleus, and dorsal raphe nucleus

Mempengaruhi aliran darah otak


dan mempengaruhi pengatur
nosiseptif

menstimulasi impuls sensorik


perivaskuler afferens N V -> nyeri
kepala berdenyut
Batang otak CTZ Hipotalamus LC ke korteks serebri

mual dan muntah fotofobia oligemia kortikal


Gejala Tipikal Migrain
Nyeri kepala berdenyut
Nyeri unilateral dan terlokalisir di area
frontotemporal dan ocular
Nyeri makin meningkat dalam 1-2 jam
Nyeri kepala 4-72 jam
Mual (80%)
Muntah (50%)
Sensitif terhadap cahaya dan suara
Aura pada Migrain
Aura dapat muncul sebelum, saat, atau sesudah
serangan nyeri kepala
Aura meningkat dlm 5-20 mnt; bertahan <60 mnt
Gejala visual bisa (+) atau (-)
Gejala visual positif
berkunang-kunang, bulatan terang kecil yg melebar
Fenomena visual negatif
penglihatan semakin kabur, spt berawan sampai semuanya
tampak gelap
Gejala sensorik dan motorik
Temuan Fisik
Nyeri otot cranial atau servikal
Sindrom Horner
Injeksi konjungtiva
Takikardi atau bradikardi
Hipertensi atau hipotensi
Defisit neurologis hemisensori atau hemiparese
Pupil tipe Adie
Kriteria International Headache Society (IHS)
Min. 5x serangan berupa sakit kepala 4-72 jam
Nyeri kepala memenuhi min. 2 ciri:
Unilateral
Nyeri berdenyut
Nyeri sedang-berat
Makin bertambah dg aktifitas rutin
Dan selama nyeri kepala, pasien mengalami min. 1
ciri:
Mual dan/atau muntah
Fotofobia dan fonofobia
Aura dengan minimal dua serangan sebagai berikut
Satu gejala aura mengindikasikan disfungsi CNS fokal
(mis; vertigo, tinitus, penurunan pendengaran, ataksia, gejala
visual pada hemifield kedua mata, disartria, diplopia,
parestesia, paresis, penurunan kesadaran)
Gejala aura timbul >4 menit
Nyeri kepala, spt migrain tanpa aura
Diagnosis migren dengan aura :
Kriteria : 3 dari 4 karakteristik
Satu atau lebih simptom aura reversible
Simptom aura berlangsung lebih dari 4 menit
Aura yang tidak berakhir lebih dari 60 menit
Nyeri kepala mengikuti dalam 60 menit setelah aura berakhir
Abortif Profilaksis

Selective serotonin Obat anti epilepsi


receptor (5-HT1) Beta blocker
agonists (triptans) Antidepresan trisiklik
Alkaloid ergot CCB
Analgesik SSRI
NSAID NSAID
Antiemetik Antagonis Serotonin
Botulinum toxin
Sakit Sedang Sakit Berat Sakit Sangat Berat

NSAID Triptan Ergotamin (IV)


Triptan Ergotamin Opioid
Ergotamin Antagonis Dopamin Antagonis Dopamin
Lini Efektifitas Obat
Lini Pertama Efektifitas Tinggi Beta blocker (Propanolol)
Antidepresan trisiklik (Nortrptyline)
Divalproex
Topiramate
Efektifitas Rendah CCB (Verapamil)
Lini Kedua Efektifitas Tinggi Methysergide
Flunarizine
MAOIs
Efektifitas belum Cyproheptadine
terbukti Gabapentin
Nama : Ny. P
Umur : 35 Tahun
Jenis Kelamin : Wanita
Agama : Islam
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Jebres, SKA
No. RM : 0128XXXX
Tgl Masuk : 8 April 2015
Tgl Pemeriksaan : 8 April 2015
Keluhan Utama

Nyeri kepala berdenyut sebelah kiri

RPS

+ 7 jam SMRS pasien mengeluh nyeri kepala berdenyut di kepala


sebelah kiri
terpusat di satu sisi dan tidak menjalar.
muncul mendadak, dirasakan terus menerus, semakin lama semakin
memberat
sangat mengganggu, sehingga pasien tidak dapat berkerja
semakin berat jika digunakan untuk berjalan dan melakukan aktivitas
Nyeri berkurang jika digunakan untuk berbaring. Pasien sudah
minum obat anti nyeri, namun tidak berkurang
Pasien juga mengeluh mual dan lemas. Selain itu, pasien juga mengaku
merasa silau bila melihat cahaya.
RPS

Keluhan serupa pertama kali dirasakan pasien


sejak 1 tahun yang lalu
semakin hari semakin sering
Pasien telah mengalami keluhan serupa
sebanyak 6 kali dalam 3 bulan terakhir SMRS
Sakit kepala sebelah dirasakan semakin lama
semakin memberat dan biasanya terjadi selama
+ 6-8 jam
Biasanya pasien hanya membeli obat anti nyeri
dan beristirahat, lalu keluhan hilang dengan
sendirinya.
RPD

Riw serupa : (+)


Riw trauma : disangkal
Riw penyakit jantung : disangkal
Riw HT : disangkal
Riw DM : disangkal
Riwayat alergi : disangkal
RPK

Riwayat Hipertensi : disangkal


Riwayat DM : disangkal
Riwayat Py Jantung : disangkal
Riwayat Alergi : disangkal
Riwayat Asma : disangkal

Riwayat Kebiasaan dan Gizi

Riwayat Merokok : disangkal


Riwayat alkohol : disangkal
Riwayat Olahraga : disangkal
Keadaan Kesadaran : compos mentis, E4V5M6
Umum TB : 155 cm
BB : 51 kg
IMT : 21,22
Status gizi : Baik

Tekanan darah : 140/80 mmHg


Tanda Nadi : 80 x/ menit, isi cukup, irama teratur
Vital Respirasi : 18 x/menit, teratur, torakoabdominal
Suhu : 36,30C per aksiler
JVP R+2 cm
CA : (-/-), SI: (-/-),
oedem palpebrae (-/-)
batas jantung kesan
tidak melebar; BJ I-II reguler,
Limfonodi tidak bising (-)
membesar
SDV : (+/+)
Hepar tidak teraba, ST : (-/-)
nyeri tekan (sde),
supel, bruit (-) Lien
tidak membesar

DD// DP, BU (+) N


Pekak alih (-) Ikterik (-)
NT(-) Spoon nail (-)
Kuku pucat (-)

A.d Oed.
- - - -
- - - -
Migrain tanpa aura
1. Cafergot 3x1

2. Methochlopramid 3x10mg

3. Paracetamol 3x500mg
Mekanisme Kerja
Merupakan golongan ergotamin yang dikombinasikan dengan kafein.
Ergotamin menstimulir maupun memblokir reseptor alfa adrenergik dan
serotoninergik. Mesnstimulir reseptor 5HT1, khususnya 5HT1D dan
memblokir reseptor alfa (alfa blocker) dengan efek vasodilatasi ringan.
Sifat ini dikuasai oleh daya vasokonstriksinya yang kuat dari arteri otak dan
perifer berdasarkan daya antiserotoninnya (blokade 5HT1).

Farmakokinetik
Resorpsinya dari usus tidak teratur dan sangat bervariasi
Kafein meningkatkan resorpsinya (oral, rektal) dan memperkuat efeknya.
PP-nya 98%, plasma t hingga 21 jam.
Ekskresinya berupa metabolit, terutama lewat empedu dan tinja (secara
rektal 1-5%).
Efek samping
mual, muntah dan sakit kepala mirip gejala migrain
bila diminum terlalu banyak, terjadi kumulasi shg dapat timbul efek toksik,
seperti kejang otot kaki, kelumpuhan, vasospasme dengan jari-jari tangan
menjadi dingin, akhirnya terjadi gangren (mati jaringan).
Kontra Indikasi
penyakit jantung dan hipertensi
wanita hamil (oksitosis)
Dosis
oral/rektal 3-4 dd 1mg
maksimal 4mg per serangan dan 8mg seminggu
dikunyah halus sebelum ditelan atau sublingual
Mekanisme Kerja
derivat aminoklorbenzamid ini berkhasiat anti-emesis kuat
berdasarkan blokade reseptor dopamin di CTZ
memperkuat pergerakan dan pengosongan lambung
efektif pada semua muntah, termasuk akibat radioterapi dan
migrain, pada mabuk darat obat ini tidak ampuh

Farmakokinetik
Resorpsi dari usus cepat, onset 20 menit
PP-nya 20% dan plasma t + 4 jam
Ekskresi 80% dalam keadaan utuh melalui ginjal
Efek samping
sedasi dan gelisah
gangguan lambung-usus dan gejala
ekstrapiramidal, terutama pada anak kecil

Dosis
3-4 kali sehari 5-10 mg
anak-anak maksimal 0.5 mg/kg/hari
rektal 2-3 kali sehari 20 mg
Mekanisme Kerja
efek analgesik dan antipiretik, tetapi tidak anti radang.
Efek analgesinya diperkuat oleh kodein dan coffein kira-kira 50%
Farmakokinetik
Resorpsinya dari usus cepat dan tuntas
PP-nya 25% dan plasma t 1-4 jam
Metabolisme di hati diurai dan ekskresi di ginjal
Efek samping
hipersensitivitas dan kelainan darah

Dosis
2-3 kali sehari 0.5-1 g, maksimal 4 g/ hari.