Anda di halaman 1dari 43

Oleh :

Biltinova Arum Miranti


G99141059

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU FARMASI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR MOEWARDI
SURAKARTA
2015
Kriteria diagnosis ADB menurut
WHO :
- Kadar Hb kurang dari normal
sesuai usia.
- Konsentrasi Hb eritrosit rata-rata
<31%
- Kadar Fe serum <50
- Saturasi transferin (ST) <15%
Prinsip penatalaksnaan ADB adalah mengetahui faktor
penyebab dan mengatasinya serta memberikan terapi
penggantian dengan preparat besi.

1. Preparat besi peroral (dikombinasi Vitamin C

2. Preparat besi parenteral


3. Transfusi darah
4. Diit
Prognosis baik bila penyebab anemianya hanya
karena kekurangan besi saja dan diketahui
penyebabnya serta kemudian dilakukan
penanganan yang adekuat. Gejala anemia dan
manifestasi klinis lainnya akan membaik
dengan pemberian preparat besi.
CA : (-/-), SI: (-/-), JVP
oedem palpebrae (-/-) Normal R+3

batas jantung normal


Bunyi jantung I/II normal
Limfonodi
tidak membesar

SDV : (+/+)
ar tidak teraba, ST : (-/-)
ri tekan (-), supel, bruit

Lien
Tidak Membesar

Ikterik (-)
Spoon nail (-)
Kuku pucat (-)
A.d Oed.
- - - -
- - - -
Inspeksi
Kepala : Mesocephal
Mata : Conjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)
Wajah : kloasma gravidarum (+)
Leher : Pembesaran kelenjar tyroid (-), JVP tidak meningkat
Thorax : Glandula mammae hipertrofi (+), aerola mammae
hiperpigmentasi (+)
Abdomen : Striae gravidarum (+), linea nigra (+),
dinding perut lebih tinggi dari dada.
Genital : lendir darah (+), air ketuban (+)

Palpasi
Abdomen : Supel, Nyeri tekan (-), Janin sulit di evaluasi.

Pemeriksaan dalam :
VT : tidak dilakukan
Laboratorium Darah tanggal 2 April 2015
Hemoglobin : 9,4 gr/dl
Hematokrit : 31,8 %
Eritrosit : 4,1 x 106/uL
Leukosit : 9,2 x 103/uL
Trombosit : 299 x 103/uL
Golongan Darah :B
Bleeding Time : 1 menit 45 detik
Clotting Time : 4 menit
GDS : 88 mg/dL
Ureum : 23 mg/dL
Creatinin : 0,6 mg/dL
Proteinuria (Ewitz) : (-)
Na : 150 mmol/L
K : 4,1 mmol/L
Ca : 1,1 mmol/L
MCV : 75,7 uk/f
MCH : 21 mg/pg
MCHC : 28,3 %
Pemeriksaan status besi:
-Fe serum : 35 ug/dl
-TIBC : 420 ug/dl
-Saturasi transferin : 10 %
-Feritin serum : 10 ug/dl
-FEP : 200 ug/dl
R/ Ferro Sulfat tab mg 200 No XL
3 dd tab I

R/ Vitamin C tab mg 100 No. XXI


3 dd tab I

Pro : Ny. Y (31 th)


Ferro Sulfat
Waktu pemberian besi peroral
ini harus cukup lama yaitu
untuk memulihkan cadangan
besi tubuh kalau tidak, maka
anemia sering kambuh lagi.

Berhasilnya terapi besi peroral ini menyebabkan


retikulositosis yang cepat dalam waktu kira-kira satu
minggu dan perbaikan kadar hemoglobin yang berarti
dalam waktu 2-4 minggu, dimana akan terjadi perbaikan
anemia yang sempurna dalam waktu 1-3 bulan. Hal ini
bukan berarti terapi dihentikan tetapi terapi harus
dilanjutkan sampai 6 bulan untuk mengisi cadangan
besi tubuh.
Vitamin C berperan dalam Sediaan
memindahkan besi dari vitamin C
transferin di dalam plasma ke tablet ialah 50
feritin hati. mg, tablet 100
mg.

Vitamin C menghambat pembentukan


hemosiderin yang sukar dimobilisasi untuk
membebaskan besi bila diperlukan. Absorpsi besi
dalam bentuk nonhem meningkat empat kali
lipat bila ada vitamin C.
Age groups No Anaemia Mild Moderate Severe

Children 659 months of age 11 1010.9 79.9 <7

Children 511 years of age 11.5 1111.4 810.9 <8

Children 1214 years of age 12 1111.9 810.9 <8

Non-pregnant women (15


12 1111.9 810.9 <8
years of age and above)

Pregnant women 11 1010.9 79.9 <7

Men 13 1112.9 810.9 <8


Pemeriksaan darah rutin
Pemeriksaan indeks eritrosit, retikulosit
Pemeriksaan morfologi darah tepi
Pemeriksaan status besi
Apus sumsum tulang (hiperplasia sistem
eritropoietik dan berkurangnya hemosiderin)
Pemeriksaan feses
Intoleransi terhadap pemberian besi oral
Kepatuhan terhadap obat yang rendah
Gangguan pencernaan seperti kolitis ulseratif
yang dapat kambuh jika diberikan besi
Penyerapan besi terganggu misal gastrektomi
Kehilangan darah yang banyak
Kebutuhan besi yang besar dalamwaktu
pendek misal sebelum operasi
anemia gagal ginjal kronik
Iron dextran complex
Iron sorbitol citric acid complex
Iron ferric gluconate
Iron sucrose
Anemia defisiensi berat yang mengancam
fungsi kardiovaskular atau cerebrovaskular
Adanya sakit jantung anemik dengan
ancaman payah jantung
Anemia yang sangat simtomatik, misal
anemia dengan gejala pusing sangat
menyolok
Pasien memerlukan peningkatan kadar Hb
yang cepat
Kadar Hb < 8,0 mg/dl
Diagnosis salah
Pasien tidak patuh minum obat
Dosis tidak adekuat
Preparat Fe yang tidak tepat atau kadaluarsa
Perdarahan yg tidak teratasi
Disertai penyakit yang mempengaruhi
absorpsi dan pemakaian besi (keganasan,
penyakit hati, ginjal, tiroid, defisiensi Vit B12,
defisiensi asam folat)
Gangguan absorpsi saluran cerna (pemberian
antasid yang berlebihan menyebabkan
pengikatan terhadap besi)
Sistem neuromuskular yang mengakibatkan
gangguan kapasitas kerja (terjadi penurunan
fungsi mioglobin, enzim sitokrom,
gliserofosfat oksidase, menyebabkan gangguan
glikolisis shg terjadi penumpukkan laktat
mudah lelah)
Gangguan imunitas dan ketahanan terhadap
infeksi
Gangguan terhadap ibu hamil dan janin yang
dikandungnya (morbiditas dan mortalitas
fetomaternal)
Gangguan terhadap proses mental dan
kecerdasan (gangguan pada enzim aldehid
oksidase penumpukkan serotonin, enzim
monoaminooksidase penumpukkan
katekolamin dalam otak)